Chapter: 74. HAPPY ENDINGSuasana kediaman Adam tampak tegang karena penghuni rumah saat ini sedang merasakan perasaan panik, cemas, dan khawatir menjadi satu.Tepat pada pukul 2 dini hari Tila mulai merasakan kontraksi pada perutnya. Adam yang panik melihat Tila kesakitan segera membangunkan orang-orang rumah, termasuk dengan dokter serta suster yang bertugas di rumah Adam.Adam memang sengaja ingin istrinya melahirkan di rumah agar tidak ada cerita tentang bayi yang tertukar di rumah sakit. Meskipun, hal seperti itu jarang atau mungkin belum pernah terjadi. Namun, Adam tetap ingin istrinya melahirkan di rumah. Hal tersebut membuat orangtua Tila yang mendengar alasan Adam merasa geli. Mereka mengira jika Adam mungkin pernah menonton sinetron yang memiliki tema tentang bayi yang tertukar.Tepat pada pukul 4 pagi, akhirnya suara tangis bayi mulai terdengar. Hal tersebut membuat orangtua Tila, para asisten rumah tangga, dan Angel tersenyum serta merasa lega sekaligus."Oma, dedek bayinya udah lahir?" Angel yang
Terakhir Diperbarui: 2023-12-18
Chapter: 73. Bahagia Tila membuka matanya, lalu menoleh ke samping dan melihat sosok Adam yang tertidur lelap di sampingnya. Diam-diam Tila tersenyum merasa bahagia karena pria yang tertidur di sampingnya saat ia membuka mata adalah Adam Tirtando. Terkadang, Tila berpikir jika pernikahannya dan Adam hanya mimpi belaka karena memang Tila tidak pernah menyangka jika laki-laki yang menjadi suaminya adalah cinta pertamanya. Meskipun, mereka sempat berpisah karena kesalahpahaman yang terjadi.Adam mengira jika Tila berselingkuh karena Irena dan Eddel beberapa tahun lalu pernah menunjukkan foto Tila yang tidur dengan Sony. Sementara Tila sendiri mengira jika Adam meninggalkannya karena sudah tak cinta lagi. Tangan Tila terangkat mengusap dengan lembut rahang Adam. Matanya menatap lekat wajah sang suami yang memang tampan meskipun usia sudah tidak remaja lagi."Kalau anak kita laki-laki, semoga menjadi pria bertanggung jawab serta pria yang tampan seperti kamu, Mas," ucap Tila pelan. Tila memang selalu menga
Terakhir Diperbarui: 2023-12-18
Chapter: 72. Pindah Rumah Adam pulang dengan membawa martabak untuk istrinya. Sesampainya di rumah Adam masuk ke kamar dan langsung memeluk Tila yang baru saja meletakkan baju terakhir di dalam lemari. Rupanya istrinya itu baru saja selesai melipat baju, pikir Adam."Mas, bau, ih." Tila menutup hidungnya saat mencium aroma Adam. Sebenarnya Adam tidak bau karena parfum yang dia kenakan tadi pagi masih melekat sampai sekarang. Mungkin karena Tila sedang hamil, maka agak sensitif indera penciumannya."Mas kangen banget sama kamu, Sayang." Adam dengan gemas mencium kening Tila. Setelah itu ia mengangkat tubuh Tila dan memutarnya beberapa kali hingga akhirnya Tila merasa pusing."Pusing kepala aku, Mas.""Pusing, Sayang? Ugh, sini kepalanya Mas cium biar enggak pusing lagi." Adam dengan gemas mencium kepala Tila bertubi-tubi hingga membuat Tila menepuk pundak Adam."Mas," rajuknya cemberut."Istrinya Mas ini bikin gemas saja." Adam mengangkat tubuh Tila kemudian memangkunya. Saat ini mereka sedang duduk di te
Terakhir Diperbarui: 2023-12-18
Chapter: 71. Sinar dipenjaraAdam mendengar dengan teliti penjelasan kepala kepolisian yang menceritakan kronologi bagaimana Irena bisa tertembak.Irena ternyata tidak melarikan diri ke rumah kedua orang tuanya. Wanita itu justru melarikan diri ke rumah sahabatnya yang masih terletak di negara yang sama dengan kedua orangtuanya. Parahnya lagi, ternyata selama ini Irena memiliki hubungan dengan para mafia yang sudah diincar lama oleh aparat di sana. Meskipun bukan anggota inti, ternyata Irena seringkali berinteraksi dengan mereka dan meminta bantuan mereka.Para mafia ini cukup banyak merugikan negara. Bahkan, mereka berhasil menciptakan sebuah racun yang bisa membunuh secara perlahan ataupun secara cepat dan akurat. Sama halnya yang terjadi pada Eddel, Irena mendapatkan racun tersebut dari salah seorang anggota mafia yang bersahabat dengannya.Aparat kepolisian luar negeri berhasil menyelidikinya. Mereka sudah mengamankan beberapa tersangka. Terakhir, mereka melakukan pengejaran terhadap Irena yang berhasil lol
Terakhir Diperbarui: 2023-12-18
Chapter: 70. Meninggalnya IrenaAdam menatap lekat wajah sang istri yang sudah terlelap sejak tadi. Tanpa sadar pria itu meneteskan air matanya saat mengingat cerita Herman tadi bahwa penderitaan istrinya berawal dari sang mama yang memiliki dendam dan kebencian pada bapak mertuanya.Andai saja dulu ia tahu jika mamanya dan Pak Herman pernah memiliki masa lalu, serta sang Mama memiliki dendam, mungkin Adam tidak akan pernah memperkenalkan Tila pada mamanya. Tila tidak akan mengalami kejadian pahit seperti dulu andai saja mamanya tidak memiliki kebencian yang tak masuk akal pada Tila. Adam sendiri merasa bingung mengapa mamanya bisa memiliki kebencian yang mendalam pada keluarga Tila. Meskipun Adam tahu jika mamanya memang egois dan memiliki ambisi besar, tapi Adam tidak pernah menyangka mamanya tega melakukan hal keji.Tangan Adam bergerak mengusap kepala Tila dengan lembut. Sementara tatapan matanya terus menatap wajah sang istri yang begitu damai dalam tidurnya. Adam mendekatkan bibirnya ke kening sang istri ke
Terakhir Diperbarui: 2023-12-18
Chapter: 69. Masa lalu Herman Pagi ini Tila kembali merasakan mual. Hal tersebut sontak membuat Adam yang masih tertidur segera bangun dan menghampiri istrinya."Mau ke kamar mandi?" Adam memijat tengkuk Tila dari belakang berharap apa yang ia lakukan bisa mengurangi mual yang dirasakan oleh istrinya."Enggak perlu, Mas. Dari tadi aku udah bolak-balik kamar mandi. Aku cuma mual-mual aja," sahut Tila. Wanita itu terduduk di sisi tempat tidur sambil memijit keningnya."Aku ambil air hangat sebentar, ya. Tunggu."Adam segera bergegas keluar ke dapur untuk mengambil air hangat yang tersedia di dalam termos."Tila masih mual?" Jumi yang sudah berada di dapur menoleh menatap Adam."Iya, Bu. Ibu ada saran supaya mualnya agak berkurang?""Nanti ibu buatkan minuman yang bisa mengurangi mual. Itu resep turun temurun dari keluarga ibu," jawab Jumi, membuat Adam lega."Alhamdulillah. Terima kasih banyak kalau begitu, Bu."Jumi tersenyum menggeleng pelan kepalanya. "Enggak perlu terima kasih. Tila anak ibu sendiri kok."Adam t
Terakhir Diperbarui: 2023-12-15
Chapter: Bab 49. Mertua DatangLaura baru saja tiba di rumahnya saat melihat kedua mertuanya sudah berada di sana.Wanita cantik itu mengerutkan dahinya, kemudian segera menghampiri mereka sambil menuntun Elma untuk duduk di sofa.Begitu pula dengan Erik yang mengambil posisi duduk di sebelah putranya, yang memang sengaja dipanggil untuk pulang lebih cepat.Mereka baru saja mendapatkan informasi dari salah satu saudara yang kuliah di kampus tempat Laura mengajar bahwa menantu mereka menjadi korban perundungan.Karena itulah Elma dan Erik langsung pergi ke rumah Laura untuk memastikan kondisinya. Sayangnya, saat tiba di sana rumah sedang kosong sehingga Erik menghubungi Jackson dan meminta putranya itu segera pulang."Bagaimana kondisi kamu? Apa kamu baik-baik saja? Mama sangat khawatir saat tahu kalau kamu ternyata dirundung di kampus. Siapa yang berani melakukan hal sekeji ini?"Elma menyentuh lengan Laura sambil menatap menantunya itu dengan penuh kekhawatiran. Tatapannya seolah mencari luka-luka lain yang mungki
Terakhir Diperbarui: 2026-07-11
Chapter: Bab 48. Mencari TahuSeluruh tubuh Laura kotor, basah, dan bau. Tentu saja aroma menyengat itu membuatnya muntah beberapa kali.Perempuan itu terus menggedor pintu bilik, namun tidak juga mendapatkan respons.Sementara di ruang dosen, Helena beberapa kali menatap ke arah bangku tempat biasa rekannya itu duduk. Namun, 30 menit sudah berlalu dan Laura belum juga kembali."Di mana Laura? Kelasnya sudah mau dimulai, tapi dia belum juga tiba. Apa dia terjebak macet?"Benjamin yang baru saja tiba langsung menatap ke arah Helena dan menanyakan keberadaan Laura."Laura sudah datang tadi. Tapi katanya dia lagi ke toilet.""Sejak kapan dia pergi ke toilet?"Helena tidak langsung menjawab. Wanita itu menatap jam yang melingkar di pergelangan tangannya, kemudian menjawab, "Hampir 30 menit yang lalu. Tapi sampai sekarang dia belum juga kembali.""Apa jangan-jangan dia sudah ke kelas?""Rasanya tidak mungkin karena barang-barangnya masih berada di sini." Helena menunjuk tas Laura yang berada di meja. "Dia tidak mungkin
Terakhir Diperbarui: 2026-07-09
Chapter: Bab 47. BullyingLaura bersiap untuk berangkat ke kampus dengan penampilan yang sudah terlihat sempurna dan paripurna.Rambutnya digulung menjadi satu, menyisakan anak rambut di kanan dan kiri. Ia mengenakan kemeja berwarna putih juga rok span selutut yang menunjang penampilannya.Wanita cantik itu menyandang tas di pundak dan satu tangannya lagi memegang tas yang berisi laptop miliknya."Aku ingin bicara denganmu."Laura nyaris terperanjat ketika tiba-tiba mendengar suara bas dari arah belakang.Menolehkan kepalanya, wanita cantik itu menemukan keberadaan Jackson yang sepertinya baru saja keluar dari dapur dengan membawa segelas air di tangannya.Melihatnya yang berantakan dengan rambut yang bahkan tidak ditata dengan rapi, hanya mengenakan kaus oblong juga celana kain selutut, penampilan Jackson tidak jelek sama sekali. Namun, jika dibandingkan dengan Bernard, tentu jauh lebih tampan Bernard. Laura spontan menggelengkan kepalanya dengan pikirannya sendiri yang aneh.Wanita itu kemudian duduk di sofa
Terakhir Diperbarui: 2026-07-08
Chapter: Bab 46. Jackson MenjauhAriana mondar-mandir di dalam unit apartemennya sambil berusaha menghubungi nomor Jackson. Namun, sudah beberapa kali ia menghubungi, tidak juga mendapatkan respons dari Jackson hingga membuatnya merasa frustrasi.Jangan sampai Jackson perlahan menjauh darinya, membuatnya kehilangan sumber daya keuangan dan membuatnya dikucilkan oleh rekan-rekannya.Ariana bekerja di perusahaan milik keluarga Jackson. Mereka menghormati Ariana karena memang ia adalah kekasih Jackson. Jadi, tidak lucu jika ia tiba-tiba dijauhi oleh para pegawai yang lain hanya karena ia tidak lagi menjalin hubungan dengan Jackson.Selama ini Ariana menikmati banyak privilege yang dimiliki Jackson karena demi mencari muka di hadapannya, Ariana menerima banyak sekali hadiah yang diberikan oleh karyawan-karyawan lain untuknya.Mereka juga mengatakan jika ia pasti akan menjadi Nyonya Jackson."Ada apa denganmu, Kak? Aku perhatikan kamu sejak tadi gelisah terus. Apakah kamu memiliki masalah?" Elina menatap kakaknya itu deng
Terakhir Diperbarui: 2026-07-08
Chapter: Bab 45. End Reuni"Ariana, kami dulu mau berteman dengan kamu meskipun kamu adalah gadis dari keluarga biasa karena kami menganggap kamu adalah korban. Kamu bisa kuat melawan orang-orang yang mem-bully kamu dan tetap melanjutkan sekolah," ujar seorang gadis sambil berdiri. "Tapi ternyata rasa simpati dan kasihan kami kepada kamu justru kamu manfaatkan untuk memfitnah orang lain."Anton juga berdiri dari duduknya. "Aku juga tidak menyangka kalau kamu adalah perempuan yang begitu jahat. Aku jadi penasaran, apakah Laura benar-benar terkenal saat SMP dulu sehingga kamu sangat iri terhadapnya.""Aku juga merasa seperti itu. Ah, sepupuku merupakan alumni SMP itu. Aku akan bertanya-tanya tentang Laura. Kalau memang Laura terkenal, mungkin sepupuku juga mengenalnya."Elianor menatap Ariana yang berdiri canggung di tempatnya dengan wajah yang sedikit pucat. Wanita itu kemudian mengambil tasnya dan berlalu pergi, meninggalkan acara reuni dengan perasaan cemas sekaligus khawatir karena semua kebohongan yang dicip
Terakhir Diperbarui: 2026-07-06
Chapter: Bab 44. Reuni. 4"Audi, maksudmu, Laura tidak pernah menuliskan surat cinta untuk Jackson?"Anton bertanya pada Audi yang menganggukkan kepala sebagai respons. "Ya. Sepertinya ada seseorang yang ingin memfitnah Laura dan mengatakan bahwa dia menyukai Jackson sampai harus membuat surat untuknya. Tanyakan saja langsung pada Laura, apakah benar dia membuat surat cinta untuk Jackson."Semua pasang mata langsung tertuju pada Laura yang kini menjadi pusat perhatian."Aku tidak pernah membuat surat cinta untuk Jackson, apalagi menyukainya. Aku sudah sering mengatakan kepada banyak orang bahwa aku tidak pernah menyukainya ataupun mengirim surat. Sayangnya, tidak ada yang percaya karena orang-orang sudah sangat yakin bahwa aku seperti itu," kata Laura sambil mengangkat bahu. "Aku sadar mungkin ada seseorang yang tidak menyukaiku sampai harus memfitnahku. Hanya saja, aku penasaran siapa yang membuat surat itu dan mengapa bisa ada di dalam tas Jackson."Kali ini bisik-bisik kembali terdengar setelah mengetahui f
Terakhir Diperbarui: 2026-07-06
Chapter: Bab 8Keputusan yang di ambil Bima untuk menikahi seorang perempuan tidak terlalu di kenal akhirnya di ambil. Meskipun ia harus meminta anak buahnya untuk mencari detail tentang kehidupan perempuan yang ia incar. Di sinilah akhirnya Bima berada. Duduk dengan tenang di dalam ruang kerjanya. Matanya menatap lekat wajah perempuan yang saat ini tengah menampilkan ekspresi shock. Bagaimana tidak shock jika di lamar oleh laki-laki yang bahkan belum terlalu di kenal. "Jadi, bagaimana?" tanya Bima ulang. Bima berharap perempuan satu ini akan menganggukkan kepalanya. Namun, yang ia dapatkan justru gelengan tegas dari perempuan ini. "Jadi, kamu menolak?" Bima tersenyum miring seraya bangkit dari duduknya. Bima berjalan pelan mengitari mejanya dan berdiri di depannya. Bokong seksi Bima bersandar pada ujung meja dengan mata menatap tajam Nia yang terlihat pucat. "Maaf, Pak, dua orang menikah di dasari oleh cinta atau perjodohan yang di lakukan kedua pihak keluarga." Nia menjeda kalimatnya sebent
Terakhir Diperbarui: 2024-02-04
Chapter: Bab 7Bima Sanjaya melangkah masuk ke dalam kamar Hera sambil membawa sarapan untuk wanita itu. Pria berusia 37 tahun itu menatap istrinya yang tengah duduk di tempat tidur dengan novel sebagai teman bacaannya. Pria itu berdeham guna menyadarkan Hera akan kehadirannya hingga perempuan dengan tubuh yang teramat kurus itu menoleh dan tersenyum padanya. "Selamat pagi, Mas. Maaf, aku terlalu asyik membaca buku," katanya tersenyum manis. "Tidak masalah." Bima meletakkan nampan berisi sarapan pagi di atas meja samping tempat tidur sang istri. "Sarapan untukmu," katanya datar. Melihat makanan yang di buat khusus untuknya membuat Hera tersenyum."Mas, bagaimana dengan keinginanku? Bisa kamu menurutinya?" Bima menghela napas berat karena lagi dan lagi Hera membahas hal yang sama dengannya. Hal yang sulit untuk ia lakukan. "Kamu tahu aku tidak akan bisa melakukan itu, Hera," gumam Bima menatap tajam istrinya. "Mas." Hera memasang ekspersi melas yang membuat dirinya tampak semakin tidak be
Terakhir Diperbarui: 2024-02-04
Chapter: Bab 6Nia makan dengan lahap dan tidak memedulikan lagi keberadaan bocah bernama Arga itu. Nia bahkan sampai melupakan keberadaan anak itu. Pikirannya hanya fokus pada makanan di hadapannya. Rasa pedas membakar lidah membuat Nia harus menahannya dengan keringat bercucuran serta air kental yang mengalir keluar dari hidungnya. Beruntung penjual bakso dan mie ayam menyediakan tisu sehingga membuat Nia bisa bebas melap ingusnya. Ieuh! Arga, pemuda 16 tahun itu sampai berjengit jijik melihat cara makan Nia yang mirip setan jahat. "Ck, ck. Patah hati bisa buat orang stres ternyata. Heran gue. Kalau tahu sakitnya patah hati kenapa coba-coba buat jatuh cinta," ujar Arga, sambil menatap Nia prihatin. Sejak tadi wanita dewasa di hadapannya hanya fokus menyantap bakso saja tanpa memerhatikan sekeliling. Arga tidak mengerti dengan jalan pikiran manusia. Sudah tahu risiko jatuh cinta itu sakit kalau sedang patah hati, masih saja ada manusia yang tetap keukuh ingin tetap jatuh cinta. Katanya jatuh
Terakhir Diperbarui: 2024-02-04
Chapter: Bab 5Nia memarkirkan kendaraannya di parkiran mobil yang tersedia. Nia kemudian beralih menatap pemuda yang duduk di sampingnya. "Kamu mau ikut saya turun atau tunggu di mobil aja? Ah, apa kamu mau pulang aja?" tanya Nia pada sosok pemuda yang tidak banyak bicara sejak tadi. Pemuda itu menatap sekeliling dan menggeleng pelan. "Gue ikut lo aja, Tante. Pengap gue kalau nunggu lo di mobil." Pemuda itu berbicara dengan sangat tidak sopan menurut Nia. "Apalagi mobil lo enggak ada AC-nya. Ini apartemen tempat lo tinggal?" tanya pemuda itu pada Nia.Nia kesal mendengar nada bicara anak SMA yang tidak ada sopan santunnya. Kesal, Nia dengan gemas memcubit lengan pemuda itu seraya melotot."Sopan kamu bicara dengan yang lebih tua. Pakai 'Aku-kakak' bukan 'Lo-gue." "Ish, sakit, Tante. Oke-oke, gue maksudnya aku ngalah!" teriak pemuda itu ketika Nia semakin mengencangkan cubitannya. "Nah, gitu dong. Harus sopan sama yang lebih dewasa dari kamu," ucap Nia. Setelah itu ia keluar dari mobil diikuti o
Terakhir Diperbarui: 2023-12-26
Chapter: Bab 4Nia menatap ketiga pria di hadapannya dengan tatapan melas berharap pria-pria dengan wajah sangar tersebut untuk luluh pada wajah melasnya."Enggak ada tunda menunda lagi, Mbak Nia. Jatuh tempo sudah lewat tiga hari yang lalu dan kami minta mbak Nia buat melunasi cicilan bulan ini, hari ini juga," ujar seorang pria menatap Nia tegas."Yah, bagaimana ini? Aku enggak punya uang bulan ini. Aku hanya punya uang lima juta. Aku bayar seperempatnya dulu, ya?" pinta Nia menatap melas ketiga anak buah rentenir tersebut. "Enggak bisa, Mbak Nia. Cicilannya dua puluh juta. Kalau mbak Nia kasih hanya lima juta, itu enggak akan cukup," tolak pria itu tegas. Nia menggigit bibirnya menatap para pria itu cemas. Pasalnya ia tidak memiliki uang lagi. Mau mengambil uang di toko emasnya? Huh, lebih baik ia di pukul dari pada harus mengambil modal untuk tokonya.Ini semua gara-gara Ramon! Gara-gara pria pengkhianat itu ingin memasuki kantor dan menyogok Sarah agar menerima pria bodoh itu bekerja, ia har
Terakhir Diperbarui: 2023-12-26
Chapter: Bab 3Nia membuka kelopak matanya ketika mendengar suara berisik dari para anak tetangganya yang berteriak di depan rumah atau sekitar rumahnya. Gadis itu menguap lebar dan menatap sekeliling kamar yang ia tahu ini adalah kamarnya sendiri. Nia menarik jam weker yang berada di atas nakas dan melihat sudah pukul sembilan pagi. Samar-samar Nia ingat jika ada seorang pria yang mengantarnya pulang entah dengan cara apa pria itu bisa tahu alamat rumahnya, Nia tidak tahu. Nia mengerut keningnya karena melupakan wajah pria yang mengantarnya pulang. Matanya memindai tubuhnya sendiri dan menghela napas lega karena ia masih berpakaian utuh. Nia turun dari tempat tidur tak sengaja matanya menatap dinding kamar yang penuh dengan foto Ramon dan dirinya. Ada juga beberapa fotonya dan juga Sarah. Nia mendengkus sambil menunjuk foto-foto tersebut dengan jari tengahnya. "Awas kalian berdua tunggu pembalasan dariku," gumamnya sebelum memutuskan unjuk masuk ke dalam kamar mandi. Dua jam kemudian. Nia b
Terakhir Diperbarui: 2023-12-26