Chapter: Bab 72. Hukuman BernardLaura dan Jackson resmi bercerai setelah melewati beberapa proses dan tahapan. Memegang selembar kertas sebagai pertanda jika dirinya adalah wanita single, Laura tersenyum tipis. Mungkin ini adalah langkah paling berani yang diambil olehnya tanpa diketahui oleh ayahnya. Hal ini dilakukan untuk kebahagiaannya sendiri. Sudah cukup Laura memendam semua ini dan saatnya memang ia harus bangkit untuk memberanikan diri melawan dan mengambil apa yang memang sudah menjadi haknya. Laura menatap ke arah Jackson yang juga sedang menatap kertas di tangannya. "Kalau begitu, selamat menempuh hidup baru Tuan Jackson. Meskipun pernikahan kita tidak dilandasi dengan rasa suka ataupun saling percaya, tapi terima kasih karena sedikit banyaknya kamu sudah membantuku," kata Laura. Jackson menatap Laura, lalu menganggukkan kepalanya. "Aku juga minta maaf sudah beberapa kali melakukan tindakan kasar terhadapmu karena Ariana. Aku tidak bisa menjadi teman yang baik untukmu.""Tidak apa-apa tidak bisa menj
Last Updated: 2026-08-17
Chapter: Bab 71. Rasa Penasaran BertaLaura menghempaskan tubuhnya pada sandaran kursi di belakangnya dengan mata terpejam. Wanita itu baru saja tiba di rumahnya dengan tubuh yang agak lelah karena harus ke sana kemari untuk menyelesaikan masalah yang ada. Terutama melakukan negosiasi dengan Richard. Untuk membalas dendam, Laura tentu saja tidak membabi buta. Manusia yang tidak bersalah tidak akan menjadi targetnya. Contohnya Richard, tidak akan menjadi target Laura karena ia tahu Richard juga sama seperti dirinya, korban dari keegoisan kedua orang tua. Richard banyak dibesarkan oleh para pelayan yang saat kecil dulu sering melakukan kekerasan terhadapnya. Baru kemudian setelah Laura mengetahuinya dan langsung menghukum para pelayan yang melakukan perbuatan tidak menyenangkan pada Richard, hidup Richard pada saat berusia 8 tahun baru bisa aman dan tentram. Jangan tanyakan keberadaan Edward maupun Lina. Edward sibuk dengan mengumpulkan prestasi, relasi, reputasi, dan eksistensi demi bisa dikenal sebagai pria penuh wiba
Last Updated: 2026-08-17
Chapter: Bab 70. Richard AnehLaura bersandar malas pada kursi di belakangnya sambil menatap Richard yang duduk di hadapannya. Dia baru saja menjemput Richard pulang dari sekolah dan membawanya ke sebuah restoran untuk makan bersama. Hari sudah menjelang sore dan Laura seharusnya sudah bersiap untuk menghadiri pesta ulang tahun salah satu temannya. Hanya saja, berkat bantuan Richard dan upaya tutup mulut remaja satu ini yang sejujurnya agak sulit untuk dipercaya oleh Laura, mereka bisa keluar rumah dengan sukses tanpa ketahuan saat kejadian kemarin malam.Yeah, sosok yang memergoki mereka adalah Richard. Remaja itu baru saja pulang dari rumah temannya dan menyadari keanehan yang terjadi di rumahnya. Richard sudah curiga jika ada seseorang yang masuk ke dalam rumah mereka dan tujuan orang itu masuk ke kamar orang tuanya. Maka dari itu ketika Richard berada di dalam kamar orang tuanya, remaja itu langsung menyalakan lampu utama di dalam kamar sambil memegang tongkat baseball takut jika orang jahat yang datang. Te
Last Updated: 2026-08-09
Chapter: Bab 69. Aku, Kamu, Suamiku & SahabatkuLaura melangkahkan kakinya ke area parkir menuju mobilnya. Sementara Kevin sudah pergi lebih dulu karena ada urusan yang harus dikerjakan oleh pria itu.Saat kaki wanita itu sudah mendekat ke arah mobilnya, tiba-tiba saja sebuah tangan menariknya, kemudian menghimpit di antara mobil di belakangnya, membuat Laura bersiap melayangkan tinju. Namun, tinjunya justru tertahan di udara karena tangan besar pria itu lebih dulu menahannya.Laura sedikit membelalakkan matanya saat melihat kehadiran sosok yang tidak disangkanya muncul di hadapannya dalam kondisi seperti ini."Bernard? Apa yang kamu lakukan?" Laura bertanya dengan nada sedikit marah karena merasa terkejut atas tindakan tiba-tiba yang dilakukan oleh pria ini.Terlihat rahang Bernard mengeras. Tatapan tajam yang ditujukan kepadanya membuat Laura menelan ludah dengan susah payah.Seram sekali ekspresi wajah pria ini, pikir Laura di dalam hati."Ada apa? Kenapa kamu tiba-tiba muncul di sini? Tidak bisakah kamu muncul dengan cara yang
Last Updated: 2026-07-28
Chapter: Bab 68. Kemarahan BernardLaura saat ini sedang bersantai bersama Kevin menikmati kopi yang disajikan oleh pelayan.Kevin tertawa mendengar celoteh Laura yang menurutnya sangat lucu, terutama ketika menceritakan pengalaman masa kuliahnya."Andai saja aku tahu kalau bebek yang diberikan oleh paman di sebelah adalah bebek milik nenek itu, aku pasti tidak akan mau menerimanya." Laura cemberut mengingat kejadian masa lalu saat ia mengikuti masa pelatihan kuliah di sebuah desa.Laura yang mudah berbaur tentu disambut hangat oleh para penduduk sehingga ia terkadang menerima buah-buahan ataupun sayuran yang diberikan oleh mereka.Saat itu Laura tidak tahu ketika salah satu paman di sana memberinya bebek panggang yang ia terima dengan senang hati. Tidak tahunya, bebek panggang itu berasal dari bebek hidup milik salah seorang nenek paling galak di desa tersebut yang disembelih oleh paman itu."Apakah kamu masih menyalahkan paman itu sampai sekarang?"Laura terkekeh lalu menggelengkan kepalanya. "Tidak. Aku hanya merasa
Last Updated: 2026-07-27
Chapter: Bab 67. Ada Seseorang!Audi kembali meletakkan tabletnya di atas lantai. Tatapannya tidak pernah lepas dari brankas baja raksasa yang berdiri kokoh di hadapan mereka.Wanita itu mengusap wajahnya perlahan, berusaha menenangkan pikirannya sebelum kembali bekerja."Kalau lapisan terakhir ini gagal, semua sistem akan mengulang dari awal," ucap Audi dengan suara pelan.Laura yang berdiri di sampingnya menganggukkan kepala. "Berapa peluang kita?"Audi tersenyum tipis, tetapi senyum itu sama sekali tidak menunjukkan rasa percaya diri. "Lima puluh persen.""Kenapa hanya lima puluh?""Karena aku belum pernah bertemu sistem keamanan seperti ini."Laura tidak lagi bertanya. Ia memilih mengarahkan cahaya senter tepat ke permukaan brankas agar Audi bisa melihat setiap detail dengan jelas.Di bagian bawah keypad digital terdapat sebuah lubang kecil yang sebelumnya tidak begitu terlihat. Audi segera berjongkok. Jari-jarinya menyentuh bagian itu dengan sangat hati-hati."Ada apa?" tanya Laura."Aku menemukan sesuatu."Wan
Last Updated: 2026-07-27
Chapter: 74. HAPPY ENDINGSuasana kediaman Adam tampak tegang karena penghuni rumah saat ini sedang merasakan perasaan panik, cemas, dan khawatir menjadi satu.Tepat pada pukul 2 dini hari Tila mulai merasakan kontraksi pada perutnya. Adam yang panik melihat Tila kesakitan segera membangunkan orang-orang rumah, termasuk dengan dokter serta suster yang bertugas di rumah Adam.Adam memang sengaja ingin istrinya melahirkan di rumah agar tidak ada cerita tentang bayi yang tertukar di rumah sakit. Meskipun, hal seperti itu jarang atau mungkin belum pernah terjadi. Namun, Adam tetap ingin istrinya melahirkan di rumah. Hal tersebut membuat orangtua Tila yang mendengar alasan Adam merasa geli. Mereka mengira jika Adam mungkin pernah menonton sinetron yang memiliki tema tentang bayi yang tertukar.Tepat pada pukul 4 pagi, akhirnya suara tangis bayi mulai terdengar. Hal tersebut membuat orangtua Tila, para asisten rumah tangga, dan Angel tersenyum serta merasa lega sekaligus."Oma, dedek bayinya udah lahir?" Angel yang
Last Updated: 2023-12-18
Chapter: 73. Bahagia Tila membuka matanya, lalu menoleh ke samping dan melihat sosok Adam yang tertidur lelap di sampingnya. Diam-diam Tila tersenyum merasa bahagia karena pria yang tertidur di sampingnya saat ia membuka mata adalah Adam Tirtando. Terkadang, Tila berpikir jika pernikahannya dan Adam hanya mimpi belaka karena memang Tila tidak pernah menyangka jika laki-laki yang menjadi suaminya adalah cinta pertamanya. Meskipun, mereka sempat berpisah karena kesalahpahaman yang terjadi.Adam mengira jika Tila berselingkuh karena Irena dan Eddel beberapa tahun lalu pernah menunjukkan foto Tila yang tidur dengan Sony. Sementara Tila sendiri mengira jika Adam meninggalkannya karena sudah tak cinta lagi. Tangan Tila terangkat mengusap dengan lembut rahang Adam. Matanya menatap lekat wajah sang suami yang memang tampan meskipun usia sudah tidak remaja lagi."Kalau anak kita laki-laki, semoga menjadi pria bertanggung jawab serta pria yang tampan seperti kamu, Mas," ucap Tila pelan. Tila memang selalu menga
Last Updated: 2023-12-18
Chapter: 72. Pindah Rumah Adam pulang dengan membawa martabak untuk istrinya. Sesampainya di rumah Adam masuk ke kamar dan langsung memeluk Tila yang baru saja meletakkan baju terakhir di dalam lemari. Rupanya istrinya itu baru saja selesai melipat baju, pikir Adam."Mas, bau, ih." Tila menutup hidungnya saat mencium aroma Adam. Sebenarnya Adam tidak bau karena parfum yang dia kenakan tadi pagi masih melekat sampai sekarang. Mungkin karena Tila sedang hamil, maka agak sensitif indera penciumannya."Mas kangen banget sama kamu, Sayang." Adam dengan gemas mencium kening Tila. Setelah itu ia mengangkat tubuh Tila dan memutarnya beberapa kali hingga akhirnya Tila merasa pusing."Pusing kepala aku, Mas.""Pusing, Sayang? Ugh, sini kepalanya Mas cium biar enggak pusing lagi." Adam dengan gemas mencium kepala Tila bertubi-tubi hingga membuat Tila menepuk pundak Adam."Mas," rajuknya cemberut."Istrinya Mas ini bikin gemas saja." Adam mengangkat tubuh Tila kemudian memangkunya. Saat ini mereka sedang duduk di te
Last Updated: 2023-12-18
Chapter: 71. Sinar dipenjaraAdam mendengar dengan teliti penjelasan kepala kepolisian yang menceritakan kronologi bagaimana Irena bisa tertembak.Irena ternyata tidak melarikan diri ke rumah kedua orang tuanya. Wanita itu justru melarikan diri ke rumah sahabatnya yang masih terletak di negara yang sama dengan kedua orangtuanya. Parahnya lagi, ternyata selama ini Irena memiliki hubungan dengan para mafia yang sudah diincar lama oleh aparat di sana. Meskipun bukan anggota inti, ternyata Irena seringkali berinteraksi dengan mereka dan meminta bantuan mereka.Para mafia ini cukup banyak merugikan negara. Bahkan, mereka berhasil menciptakan sebuah racun yang bisa membunuh secara perlahan ataupun secara cepat dan akurat. Sama halnya yang terjadi pada Eddel, Irena mendapatkan racun tersebut dari salah seorang anggota mafia yang bersahabat dengannya.Aparat kepolisian luar negeri berhasil menyelidikinya. Mereka sudah mengamankan beberapa tersangka. Terakhir, mereka melakukan pengejaran terhadap Irena yang berhasil lol
Last Updated: 2023-12-18
Chapter: 70. Meninggalnya IrenaAdam menatap lekat wajah sang istri yang sudah terlelap sejak tadi. Tanpa sadar pria itu meneteskan air matanya saat mengingat cerita Herman tadi bahwa penderitaan istrinya berawal dari sang mama yang memiliki dendam dan kebencian pada bapak mertuanya.Andai saja dulu ia tahu jika mamanya dan Pak Herman pernah memiliki masa lalu, serta sang Mama memiliki dendam, mungkin Adam tidak akan pernah memperkenalkan Tila pada mamanya. Tila tidak akan mengalami kejadian pahit seperti dulu andai saja mamanya tidak memiliki kebencian yang tak masuk akal pada Tila. Adam sendiri merasa bingung mengapa mamanya bisa memiliki kebencian yang mendalam pada keluarga Tila. Meskipun Adam tahu jika mamanya memang egois dan memiliki ambisi besar, tapi Adam tidak pernah menyangka mamanya tega melakukan hal keji.Tangan Adam bergerak mengusap kepala Tila dengan lembut. Sementara tatapan matanya terus menatap wajah sang istri yang begitu damai dalam tidurnya. Adam mendekatkan bibirnya ke kening sang istri ke
Last Updated: 2023-12-18
Chapter: 69. Masa lalu Herman Pagi ini Tila kembali merasakan mual. Hal tersebut sontak membuat Adam yang masih tertidur segera bangun dan menghampiri istrinya."Mau ke kamar mandi?" Adam memijat tengkuk Tila dari belakang berharap apa yang ia lakukan bisa mengurangi mual yang dirasakan oleh istrinya."Enggak perlu, Mas. Dari tadi aku udah bolak-balik kamar mandi. Aku cuma mual-mual aja," sahut Tila. Wanita itu terduduk di sisi tempat tidur sambil memijit keningnya."Aku ambil air hangat sebentar, ya. Tunggu."Adam segera bergegas keluar ke dapur untuk mengambil air hangat yang tersedia di dalam termos."Tila masih mual?" Jumi yang sudah berada di dapur menoleh menatap Adam."Iya, Bu. Ibu ada saran supaya mualnya agak berkurang?""Nanti ibu buatkan minuman yang bisa mengurangi mual. Itu resep turun temurun dari keluarga ibu," jawab Jumi, membuat Adam lega."Alhamdulillah. Terima kasih banyak kalau begitu, Bu."Jumi tersenyum menggeleng pelan kepalanya. "Enggak perlu terima kasih. Tila anak ibu sendiri kok."Adam t
Last Updated: 2023-12-15
Chapter: Bab 8Keputusan yang di ambil Bima untuk menikahi seorang perempuan tidak terlalu di kenal akhirnya di ambil. Meskipun ia harus meminta anak buahnya untuk mencari detail tentang kehidupan perempuan yang ia incar. Di sinilah akhirnya Bima berada. Duduk dengan tenang di dalam ruang kerjanya. Matanya menatap lekat wajah perempuan yang saat ini tengah menampilkan ekspresi shock. Bagaimana tidak shock jika di lamar oleh laki-laki yang bahkan belum terlalu di kenal. "Jadi, bagaimana?" tanya Bima ulang. Bima berharap perempuan satu ini akan menganggukkan kepalanya. Namun, yang ia dapatkan justru gelengan tegas dari perempuan ini. "Jadi, kamu menolak?" Bima tersenyum miring seraya bangkit dari duduknya. Bima berjalan pelan mengitari mejanya dan berdiri di depannya. Bokong seksi Bima bersandar pada ujung meja dengan mata menatap tajam Nia yang terlihat pucat. "Maaf, Pak, dua orang menikah di dasari oleh cinta atau perjodohan yang di lakukan kedua pihak keluarga." Nia menjeda kalimatnya sebent
Last Updated: 2024-02-04
Chapter: Bab 7Bima Sanjaya melangkah masuk ke dalam kamar Hera sambil membawa sarapan untuk wanita itu. Pria berusia 37 tahun itu menatap istrinya yang tengah duduk di tempat tidur dengan novel sebagai teman bacaannya. Pria itu berdeham guna menyadarkan Hera akan kehadirannya hingga perempuan dengan tubuh yang teramat kurus itu menoleh dan tersenyum padanya. "Selamat pagi, Mas. Maaf, aku terlalu asyik membaca buku," katanya tersenyum manis. "Tidak masalah." Bima meletakkan nampan berisi sarapan pagi di atas meja samping tempat tidur sang istri. "Sarapan untukmu," katanya datar. Melihat makanan yang di buat khusus untuknya membuat Hera tersenyum."Mas, bagaimana dengan keinginanku? Bisa kamu menurutinya?" Bima menghela napas berat karena lagi dan lagi Hera membahas hal yang sama dengannya. Hal yang sulit untuk ia lakukan. "Kamu tahu aku tidak akan bisa melakukan itu, Hera," gumam Bima menatap tajam istrinya. "Mas." Hera memasang ekspersi melas yang membuat dirinya tampak semakin tidak be
Last Updated: 2024-02-04
Chapter: Bab 6Nia makan dengan lahap dan tidak memedulikan lagi keberadaan bocah bernama Arga itu. Nia bahkan sampai melupakan keberadaan anak itu. Pikirannya hanya fokus pada makanan di hadapannya. Rasa pedas membakar lidah membuat Nia harus menahannya dengan keringat bercucuran serta air kental yang mengalir keluar dari hidungnya. Beruntung penjual bakso dan mie ayam menyediakan tisu sehingga membuat Nia bisa bebas melap ingusnya. Ieuh! Arga, pemuda 16 tahun itu sampai berjengit jijik melihat cara makan Nia yang mirip setan jahat. "Ck, ck. Patah hati bisa buat orang stres ternyata. Heran gue. Kalau tahu sakitnya patah hati kenapa coba-coba buat jatuh cinta," ujar Arga, sambil menatap Nia prihatin. Sejak tadi wanita dewasa di hadapannya hanya fokus menyantap bakso saja tanpa memerhatikan sekeliling. Arga tidak mengerti dengan jalan pikiran manusia. Sudah tahu risiko jatuh cinta itu sakit kalau sedang patah hati, masih saja ada manusia yang tetap keukuh ingin tetap jatuh cinta. Katanya jatuh
Last Updated: 2024-02-04
Chapter: Bab 5Nia memarkirkan kendaraannya di parkiran mobil yang tersedia. Nia kemudian beralih menatap pemuda yang duduk di sampingnya. "Kamu mau ikut saya turun atau tunggu di mobil aja? Ah, apa kamu mau pulang aja?" tanya Nia pada sosok pemuda yang tidak banyak bicara sejak tadi. Pemuda itu menatap sekeliling dan menggeleng pelan. "Gue ikut lo aja, Tante. Pengap gue kalau nunggu lo di mobil." Pemuda itu berbicara dengan sangat tidak sopan menurut Nia. "Apalagi mobil lo enggak ada AC-nya. Ini apartemen tempat lo tinggal?" tanya pemuda itu pada Nia.Nia kesal mendengar nada bicara anak SMA yang tidak ada sopan santunnya. Kesal, Nia dengan gemas memcubit lengan pemuda itu seraya melotot."Sopan kamu bicara dengan yang lebih tua. Pakai 'Aku-kakak' bukan 'Lo-gue." "Ish, sakit, Tante. Oke-oke, gue maksudnya aku ngalah!" teriak pemuda itu ketika Nia semakin mengencangkan cubitannya. "Nah, gitu dong. Harus sopan sama yang lebih dewasa dari kamu," ucap Nia. Setelah itu ia keluar dari mobil diikuti o
Last Updated: 2023-12-26
Chapter: Bab 4Nia menatap ketiga pria di hadapannya dengan tatapan melas berharap pria-pria dengan wajah sangar tersebut untuk luluh pada wajah melasnya."Enggak ada tunda menunda lagi, Mbak Nia. Jatuh tempo sudah lewat tiga hari yang lalu dan kami minta mbak Nia buat melunasi cicilan bulan ini, hari ini juga," ujar seorang pria menatap Nia tegas."Yah, bagaimana ini? Aku enggak punya uang bulan ini. Aku hanya punya uang lima juta. Aku bayar seperempatnya dulu, ya?" pinta Nia menatap melas ketiga anak buah rentenir tersebut. "Enggak bisa, Mbak Nia. Cicilannya dua puluh juta. Kalau mbak Nia kasih hanya lima juta, itu enggak akan cukup," tolak pria itu tegas. Nia menggigit bibirnya menatap para pria itu cemas. Pasalnya ia tidak memiliki uang lagi. Mau mengambil uang di toko emasnya? Huh, lebih baik ia di pukul dari pada harus mengambil modal untuk tokonya.Ini semua gara-gara Ramon! Gara-gara pria pengkhianat itu ingin memasuki kantor dan menyogok Sarah agar menerima pria bodoh itu bekerja, ia har
Last Updated: 2023-12-26
Chapter: Bab 3Nia membuka kelopak matanya ketika mendengar suara berisik dari para anak tetangganya yang berteriak di depan rumah atau sekitar rumahnya. Gadis itu menguap lebar dan menatap sekeliling kamar yang ia tahu ini adalah kamarnya sendiri. Nia menarik jam weker yang berada di atas nakas dan melihat sudah pukul sembilan pagi. Samar-samar Nia ingat jika ada seorang pria yang mengantarnya pulang entah dengan cara apa pria itu bisa tahu alamat rumahnya, Nia tidak tahu. Nia mengerut keningnya karena melupakan wajah pria yang mengantarnya pulang. Matanya memindai tubuhnya sendiri dan menghela napas lega karena ia masih berpakaian utuh. Nia turun dari tempat tidur tak sengaja matanya menatap dinding kamar yang penuh dengan foto Ramon dan dirinya. Ada juga beberapa fotonya dan juga Sarah. Nia mendengkus sambil menunjuk foto-foto tersebut dengan jari tengahnya. "Awas kalian berdua tunggu pembalasan dariku," gumamnya sebelum memutuskan unjuk masuk ke dalam kamar mandi. Dua jam kemudian. Nia b
Last Updated: 2023-12-26