MasukPernikahan Laura dan Jackson tidak harmonis seperti yang dilihat orang. Jackson berselingkuh dan berkhianat, membuat Laura bertekad untuk membalaskan rasa sakit hatinya. Laura tanpa sengaja terjerat hubungan gelap dengan Bernard Berzone, Bos Jackson di kantor. Keduanya saling bergandengan tangan membalas dendam pada orang-orang yang menyakiti mereka.
Lihat lebih banyakSuasana ballroom yang terlihat mewah dan megah, di iringi suara tawa penuh pesona serta muslihat seolah menjadi backsound di setiap sudut ruangan yang saat ini dihadiri oleh banyak manusia dari berbagai macam kalangan.
Malam ini, sebuah pesta mewah digelar dengan sangat meriah dan dihadiri oleh para aktor dan aktris papan atas, pejabat publik, serta pengusaha-pengusaha terkenal dari berbagai macam bidang. Pesta pernikahan putri kedua dari Edward Gwenchi diadakan di sebuah ballroom hotel bintang tujuh yang dinobatkan sebagai pesta selebritis termewah tahun ini. Padahal 6 bulan yang lalu, putri sulung Edward yakni Laura Gwenchi juga mengadakan resepsi pernikahan, namun tentunya tidak semewah malam ini. Hal ini tentunya menjadikan Laura sebagai bahan gunjingan karena pestanya tidak semeriah Alena Gwenchi yang memang berprofesi sebagai aktris. "Kamu tidak berniat untuk membungkam mulut orang-orang yang sudah mengejek kamu karena kamu menikah tidak semewah Alena?" Sebuah suara muncul dari sisi Laura, tidak lupa untuk menyenggol lengannya, membuat si empunya menolehkan kepalanya dengan senyum cantik yang menghiasi wajahnya yang begitu sempurna untuk seorang perempuan. Dia adalah Audi Gerald, sahabat Laura. Keduanya sama-sama berusia 25 tahun, dan menghadiri pernikahan ini sebagai tamu. Laura sendiri datang bersama Audi, karena jangan tanyakan keberadaan Jackson, pria itu juga tidak ada di sampingnya. "Untuk apa aku melakukan hal yang tidak berguna? Biarkan saja mereka berpesta dan berfoya. Sebagai anak yang baik hati, aku tidak bisa berbuat apa-apa," jawab Laura, sambil tersenyum miring. Perempuan cantik itu mengangkat gelasnya, meletakkannya di sudut bibir sambil menyembunyikan kedutan bibirnya dengan mata berkilat licik. "Kamu memang gadis yang baik. Tidak salah jika aku mengidolakanmu." Audi menaik turun alisnya menatap Laura sambil tersenyum. "Di mana Jackson? Sejak tadi aku tidak melihat keberadaannya." "Jackson? Dia?" Laura mendengus sambil tersenyum miring. "Dia sedang bersama Ariana. Perempuan itu akan menangis tersedu-sedu jika ditinggalkan oleh Jackson." Audi menganggukkan kepalanya. "Apa kamu tidak marah ketika melihat Jackson lebih perhatian dengan Ariana daripada dengan dirimu sendiri?" Audi mengangkat sebelah alisnya. "Gosip dari sekolah kita dulu kalau kamu menyukai Jackson. Bukankah kamu harus mempertahankan dia?" "Tidak usah berpura-pura bodoh di sini. Kamu tahu sendiri, gosip itu disebarkan oleh siapa?" Laura mengangkat bahunya. "Aku ingin ke kamar kecil dulu." Laura meletakkan gelasnya di atas meja terdekat kemudian segera berbalik pergi, meninggalkan Audi yang terkekeh dengan sikap acuh sahabatnya. Tak lama setelah Laura berbalik pergi, tiba-tiba sekelompok pria datang dengan formasi 6 orang. Empat orang berdiri di belakang, menjaga pintu ballroom. Sementara dua orang melangkah masuk dan menjadikan mereka sebagai pusat perhatian. Setelan eksekutif dikenakan, semua dengan merk terkenal. Aroma parfum mahal tercium ketika sosok itu melangkah melewati banyak orang. Ada banyak orang yang menatapnya dengan mata berbinar, menghampirinya dan berusaha untuk mengobrol dengan sosok yang paling menonjol. Dia adalah Bernard Berzone, bujangan berusia 30 tahun dengan kerajaan bisnis yang jatuh ke tangannya. Sosok Bernard memang sangat digilain dan dicintai banyak orang, terutama para wanita lajang yang ingin sekali menjadi nyonya Berzone. Sayangnya, selama ini tidak ada skandal atau pun berita tentang Bernard yang pernah dekat dengan wanita. Masing-masing dari mereka meragukan orientasi seksual Bernard karena tidak ada wanita yang dekat dengannya selama bertahun-tahun ini. "Tuan Bernard, terima kasih karena sudah menghadiri acara pernikahan putriku. Aku sangat bahagia dan bangga, semoga kita bisa bekerja sama." Edward datang menghampiri Bernard, menyapa pria itu dengan ramah. Bernard yang melihat kehadiran Edward hanya menganggukkan kepalanya tanpa memberi ekspresi apa pun. Basa-basi dilakukan oleh asistennya, yang tentunya tetap sangat dihormati oleh tamu yang lain. Andrew Grefin, pria 28 tahun itu juga merupakan seorang asisten sekaligus tangan kanan Bernard yang bertanggung jawab untuk segala sesuatu yang dibutuhkan oleh atasannya. Andrew adalah orang yang membalas sapaan para tamu yang berusaha untuk dekat dengan Bernard. Kesibukan di ruangan tersebut tentunya berbeda dengan tempat di mana saat ini Laura berada. Tujuannya untuk datang ke toilet terhalang oleh pemandangan yang dilihatnya di depan mata. Wanita itu tahu jika sepasang kekasih yang sedang 'beradu mulut' tak jauh dari posisinya adalah sosok Jackson dan Ariana Laura hanya menatap mereka dengan bersandar pada dinding di belakangnya. Tangannya terlipat di dada, tidak menunjukkan emosi apapun sampai kemudian si perempuan yang tidak lain adalah Ariana tak sengaja menatap ke arah tempatnya berdiri, menyeringai di antara sela ciuman yang sedang dilakukannya bersama Jackson. "Ugh, Jack, kamu menggigit bibirku," rengek Ariana, dengan nada manja. Jackson menarik kepalanya sambil mengusap sudut bibir Ariana, tidak lupa menyungging senyum miring yang ditampilkan olehnya saat menatap Ariana. "Bibirmu sungguh menggoda. Aku tidak tahan jika tidak menciumnya," bisik Jackson, dengan nada mesra. "Jack, jangan seperti itu." Suara Ariana tiba-tiba memelan ketika kepalanya menoleh ke tempat di mana Laura berada. "Laura." Segera dengan tegas, Ariana langsung mendorong Jackson dari hadapannya sambil merapikan pakaiannya yang agak berantakan, dengan raut wajah malu seolah sedang tertangkap basah. "Laura, aku dan Jackson--" Laura tiba-tiba mengangkat telapak tangannya sambil menatap mereka. "Oh, aku tidak mendengar dan tidak melihat apa-apa. Tidak perlu dijelaskan." Gadis itu langsung menyela sambil menatap Ariana dan Jackson secara bergantian. Sementara Jackson diam-diam mengepalkan tangannya di belakang punggung ketika melihat ketidakpedulian yang ditampilkan oleh Laura ketika melihatnya berciuman dengan Ariana. Padahal jelas ia tahu jika Laura sangat menyukainya sejak zaman SMA dulu. "Laura, tolong jangan salah paham. Aku dan Jack--" "Tidak usah dijelaskan, tidak penting entah dia mengetahui hubungan kita atau tidak," sela Jackson sambil mengusap kepala Ariana. Diam-diam ia juga menatap provokatif, menunggu reaksi Laura. Sayangnya, Laura hanya menggelengkan kepalanya kemudian berbalik pergi, tidak jadi pergi ke toilet. Sambil melangkah pergi, tidak lupa gadis itu juga menggerutu. "Apa mereka mengira aku akan cemburu dengan apa yang mereka lakukan? Hei, Jangan panggil namaku Laura jika aku memiliki sisi seperti itu. Cemburu pada Jackson yang aku tahu burungnya bahkan tidak sebesar jempol Edrick--" Laura masih mengomel sepanjang jalan, tidak menyadari jika ada sosok lain di hadapannya yang juga sedang berjalan sambil membaca email di ponselnya. Tubuh gadis itu tersentak kaget kala tubuhnya juga bertabrakan dengan sosok yang ada di hadapannya. Laura sudah siap dengan segala kemungkinan yang terjadi ketika tiba-tiba ia merasakan sebuah lengan hangat dan ketat tiba-tiba kini sudah melingkar di pinggangnya. Membuka kelopak matanya, Laura dibuat terkejut dengan kehadiran sosok yang menahan pinggangnya. "Ugh, apakah dewa tampan diturunkan ke dunia ini?"Laura dan Jackson resmi bercerai setelah melewati beberapa proses dan tahapan. Memegang selembar kertas sebagai pertanda jika dirinya adalah wanita single, Laura tersenyum tipis. Mungkin ini adalah langkah paling berani yang diambil olehnya tanpa diketahui oleh ayahnya. Hal ini dilakukan untuk kebahagiaannya sendiri. Sudah cukup Laura memendam semua ini dan saatnya memang ia harus bangkit untuk memberanikan diri melawan dan mengambil apa yang memang sudah menjadi haknya. Laura menatap ke arah Jackson yang juga sedang menatap kertas di tangannya. "Kalau begitu, selamat menempuh hidup baru Tuan Jackson. Meskipun pernikahan kita tidak dilandasi dengan rasa suka ataupun saling percaya, tapi terima kasih karena sedikit banyaknya kamu sudah membantuku," kata Laura. Jackson menatap Laura, lalu menganggukkan kepalanya. "Aku juga minta maaf sudah beberapa kali melakukan tindakan kasar terhadapmu karena Ariana. Aku tidak bisa menjadi teman yang baik untukmu.""Tidak apa-apa tidak bisa menj
Laura menghempaskan tubuhnya pada sandaran kursi di belakangnya dengan mata terpejam. Wanita itu baru saja tiba di rumahnya dengan tubuh yang agak lelah karena harus ke sana kemari untuk menyelesaikan masalah yang ada. Terutama melakukan negosiasi dengan Richard. Untuk membalas dendam, Laura tentu saja tidak membabi buta. Manusia yang tidak bersalah tidak akan menjadi targetnya. Contohnya Richard, tidak akan menjadi target Laura karena ia tahu Richard juga sama seperti dirinya, korban dari keegoisan kedua orang tua. Richard banyak dibesarkan oleh para pelayan yang saat kecil dulu sering melakukan kekerasan terhadapnya. Baru kemudian setelah Laura mengetahuinya dan langsung menghukum para pelayan yang melakukan perbuatan tidak menyenangkan pada Richard, hidup Richard pada saat berusia 8 tahun baru bisa aman dan tentram. Jangan tanyakan keberadaan Edward maupun Lina. Edward sibuk dengan mengumpulkan prestasi, relasi, reputasi, dan eksistensi demi bisa dikenal sebagai pria penuh wiba
Laura bersandar malas pada kursi di belakangnya sambil menatap Richard yang duduk di hadapannya. Dia baru saja menjemput Richard pulang dari sekolah dan membawanya ke sebuah restoran untuk makan bersama. Hari sudah menjelang sore dan Laura seharusnya sudah bersiap untuk menghadiri pesta ulang tahun salah satu temannya. Hanya saja, berkat bantuan Richard dan upaya tutup mulut remaja satu ini yang sejujurnya agak sulit untuk dipercaya oleh Laura, mereka bisa keluar rumah dengan sukses tanpa ketahuan saat kejadian kemarin malam.Yeah, sosok yang memergoki mereka adalah Richard. Remaja itu baru saja pulang dari rumah temannya dan menyadari keanehan yang terjadi di rumahnya. Richard sudah curiga jika ada seseorang yang masuk ke dalam rumah mereka dan tujuan orang itu masuk ke kamar orang tuanya. Maka dari itu ketika Richard berada di dalam kamar orang tuanya, remaja itu langsung menyalakan lampu utama di dalam kamar sambil memegang tongkat baseball takut jika orang jahat yang datang. Te
Laura melangkahkan kakinya ke area parkir menuju mobilnya. Sementara Kevin sudah pergi lebih dulu karena ada urusan yang harus dikerjakan oleh pria itu.Saat kaki wanita itu sudah mendekat ke arah mobilnya, tiba-tiba saja sebuah tangan menariknya, kemudian menghimpit di antara mobil di belakangnya, membuat Laura bersiap melayangkan tinju. Namun, tinjunya justru tertahan di udara karena tangan besar pria itu lebih dulu menahannya.Laura sedikit membelalakkan matanya saat melihat kehadiran sosok yang tidak disangkanya muncul di hadapannya dalam kondisi seperti ini."Bernard? Apa yang kamu lakukan?" Laura bertanya dengan nada sedikit marah karena merasa terkejut atas tindakan tiba-tiba yang dilakukan oleh pria ini.Terlihat rahang Bernard mengeras. Tatapan tajam yang ditujukan kepadanya membuat Laura menelan ludah dengan susah payah.Seram sekali ekspresi wajah pria ini, pikir Laura di dalam hati."Ada apa? Kenapa kamu tiba-tiba muncul di sini? Tidak bisakah kamu muncul dengan cara yang
Laura turun dari mobilnya sambil melangkah masuk ke dalam rumah besar 2 lantai yang sudah ditempatinya beberapa waktu ini. Laura baru saja melewati pintu utama ketika melihat kain-kain yang cukup merusak pemandangan berserakan di lantai.Warnanya merah mencolok, membuat sakit mata bagi yang memand
Matahari sudah mulai tampil dengan pesona cahaya yang menyinari bumi. Celah cahaya memasuki jendela melalui pantulan kaca dengan hordeng yang tidak tertutup rapat. Sementara di sebuah tempat tidur berukuran king size dengan sprei berwarna putih, sepasang laki-laki dan perempuan masih terlelap den
"Bagaimana dengan taruhan kita malam ini? Kira-kira siapa yang akan menjadi gadis tidak perawan malam ini?" Seorang perempuan dengan kulit eksotis mengenakan rok pendek setengah paha dan baju tanktop terbuka, berdiri sambil memegang botol minuman di tangan kanannya.Gadis itu menatap teman-temanny
Sebuah tamparan renyah terdengar di sebuah ruangan dengan kehadiran 4 orang yang menyaksikan adegan tersebut. Sosok pria paruh baya dengan kacamata yang menghiasi wajahnya, menatap tajam pada putrinya yang nyaris membuat malu di depan keluarga besar mereka. Edward, tidak menyangka jika putriny






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan