Chapter: Bab 158 Rencana Lain Bagas["Bu, aku takut ayah akan berbuat keji. Ayah menculik Danastri demi meminta bukti cctv rekaman saat ayah membunuh ayah kandung Danastri."]["Ayah sudah tak mau mendengarkanku lagi, Bu."]Kabar itu datang seperti hantaman keras yang membuat Vero hampir menjatuhkan ponselnya pagi ini. Suara Dinara di seberang terdengar gemetar, terputus-putus dan cukup jelas untuk menghancurkan seluruh pertahanan Vero yang selama ini dia bangun dengan dingin."Kau ada di mana sekarang, Nak?" tanya Vero dengan tenang.["Sekarang aku dan Widipa ada di kantor polisi. Bu, aku takut jika ayah---"]"Ibu akan ke sana sekarang. Tunggu ibu."Vero tidak menunggu penjelasan lebih lanjut. Tangannya gemetar saat meraih tas dan kunci mobil. Kepalanya penuh, dadanya terasa sesak, tetapi kakinya bergerak otomatis begitu saja.Selama perjalanan pikirannya terus membayangkan keadaan dua putrinya. Keadaan Dinara yang sedang hamil dan keberadaan Danastri diculik Bagas.Begitu sampai di kantor polisi, Vero berlari masuk tan
Last Updated: 2026-01-15
Chapter: Bab 157 Widipa Kehilangan DanastriPagi ini memberi warna yang berbeda dari biasanya. Mereka berpindah dari gedung perkantoran ke kantor polisi untuk menyusun strategi.Pihak kepolisian merencanakan sesuatu agar segera menangkap Bagas. Sagara dan lima petugas polisi mendatangi rumah Bagas yang ditunjuk Dinara secara diam-diam.Kini mereka sudah sampai di rumah besar Bagas yang berdiri sunyi di pinggiran kota. Sagara berdiri di depan rumah berpagar tinggi dengan halaman yang bersih seolah tak ada jejak aktifitas.Bersama beberapa polisi berpakaian sipil. Sagara mengikuti langkah seorang polisi sambil mengamati suasana rumah Bagas tersebut."Dokter, tetap waspada. Kita tidak akan pernah tahu jebakan apa yang direncanakan Bagas.""Apa kalian tidak merasakan keanehan di tempat ini, Pak?" tanya Sagara mengedarkan pandangan, ada hal yang ganjal.Mereka bergerak cepat dan senyap.Pintu belakang dibuka paksa tanpa suara keras. Sagara masuk paling depan, jantungnya berdegup kencang. Naluri seorang dokter dan rasa bersalah sebag
Last Updated: 2026-01-14
Chapter: Bab 156 Jadikan Aku SanderaDua jam sudah Widipa menunggu telepon lagi dari penculik Danastri, tetapi dering itu tak kunjung dia terima. Widipa diliputi kecemasan menentukan nasib sang kekasih.Hujan tipis mulai turun di gedung kantor. Mereka tidak berpindah tempat agar tidak dicurigai oleh anak buah Bagas jika di dalam gedung ada polisi.Lampu yang menggantung memantulkan bayangan wajah-wajah tegang. Para polisi yang sibuk, Widipa yang berdiri kaku dengan rahang mengeras dan Dinara yang berdiri di tengah ruangan."Saya tidak bisa menunggu lama. Biarkan dia menunjukkan jalan ke tempat penyekapannya," ujar Widipa sembari melihat ke arah Dinara."Tenanglah, Dipa. Kita tidak bisa tergesa-gesa. Jika dia tahu kedatangan kita ke tempat yang dituju, Bagas akan bertindak lebih," kata Arif yang menyusul Widipa ke kantor Wirajaya."Benar yang dikatakan sahabat anda, Tuan. Kita tidak bisa terburu-buru mengambil keputusan. Keselamatan nona Danastri lebih diutamakan," timpal seorang perwira polisi."Bagas orang yang licik. D
Last Updated: 2026-01-13
Chapter: Bab 155 Serahkan Bukti Rekaman ItuKesadaran Danastri datang secara perlahan seperti ditarik paksa dari dasar laut yang gelap. Kepalanya terasa berat, pelipisnya berdenyut dan indera penciumannya merasakan bau yang pahit menusuk.Saat matanya terbuka sepenuhnya dia segera menyadari kedua pergelangan tangannya terikat dan dia berada di kasur yang tak dia kenal. Baginya ruangan ini asing."Aku di mana ini?""Ini bukan kamarku."Danastri menarik napas dalam-dalam mencoba mencerna kejadian yang menimpanya. Kepanikan sempat menyentuh dadanya, tetapi dia sadar jika dirinya harus tetap tenang.Seketika Danastri teringat dia didatangi oleh seorang pria yang mengaku karyawan kantor dan mau mengambil barang. Danastri percaya saja, tapi dia tak waspada saat menyadari jika pria itu mengeluarkan sapu tangan lalu dengan gerakan cepat membekap wajahnya hingga pingsan."Akhirnya kau sudah sadar dari pingsanmu.""Maaf kalau dua anak buahku menyakitimu, Nak."Danastri kenal dengan suara itu. Pria tersebut berdiri di depan Danastri denga
Last Updated: 2026-01-12
Chapter: Bab 154 Penculikan Danastri dan Tebusannya"Mau sampai kapan kau menahannya di sini, Dipa? Dia tidak akan tahu di mana Bagas membawa Danastri.""Aku tidak akan membiarkannya perempuan itu pergi sebelum Danastri ditemukan, Sagara."Beberapa jam lalu Dinara menerima pesan tertulis di ponsel dan seorang polisi menghubunginya agar datang ke gedung Wirajaya Group.Setiba di sana bersama Sagara yang mengantarkannya, Widipa langsung menanyai dirinya mengenai Bagas / Andreas sang ayah. Pihak kepolisian menanyakan keberadaan ayahnya, tetapi Dinara tidak tahu meski sudah berusaha dia hubungi.Dinara tak menduga sang ayah melakukan penculikan Danastri dan tak menyangka tindakan sang ayah sama seperti dulu saat dia mengetahui Bagas menculik rekan bisnisnya. Waktu itu dia tidak peduli, tetapi kini berbeda."Dia tidak tahu apapun, Dipa. Dia sedang sakit," ucap Sagara melihat Dinara duduk di sofa ruang kerja yang dulu ditempati sang ayah."Kau masih membelanya setelah apa yang dia lakukan padamu, Sagara?" Widipa mendecih saat melihat Dinara
Last Updated: 2026-01-09
Chapter: Bab 153 Danastri DiculikBerulang kali Widipa mencoba menghubungi Danastri. Sayangnya tak ada jawaban. Dia hanya ingin memberitahu jika dirinya sudah sampai di lobby untuk menjemput.Tanpa menunggu lama, Widipa turun dari mobil dan menemui sang tunangan di kantornya. Widipa tahu betapa keras kepalanya Danastri dalam hal pekerjaan.Meski sudah dilarang karena selesai menjalani operasi, tetapi sang wanita tetap bersikukuh untuk hadir dalam rapat tadi pagi dan kemungkinan saat ini Danastri masih berkutat di depan komputer."Kemana dia? Sesibuk apa dia sampai tak mengangkat teleponku." Widipa melangkah cepat memasuki gedung, jam di pergelangan tangannya menunjukkan waktu yang sudah lewat dari biasanya."Permisi, Pak. Apa ibu Danastri sudah pulang?" Widipa menanyai satpam di depan pintu lobby sebelum naik."Masih belum, Pak. Setengah jam lalu kami telepon, ibu Danastri menjawab akan pulang sebentar lagi," jawab satpam seraya menekan tombol telepon memastikan keadaan Danastri di ruangan atas."Tidak diangkat, Pak.
Last Updated: 2026-01-08
Chapter: Bab 173 Biarlah Tetap Menjadi Rahasia [ Tamat ]Aku menatap cermin besar di kamarku. Gaun putih sederhana menyentuh lantai, menjuntai lembut mengikuti gerak tubuhku yang bergetar pelan. Jemariku dingin, padahal AC kamar sudah dimatikan sejak satu jam lalu. Bukan karena gugup, melainkan karena hati ini masih tak percaya—akhirnya aku menikah dengan Arya. Semesta mengabulkan permintaanku agar bertemu kembali dengan cara yang aneh bahkan aku tak bisa mempercayai. Mungkin kisahku dan Arya bagaikan sebuah cerita fantasi di dunia film. Sama halnya dengan diriku yang ditakdirkan untuk kembali ke masa lalu, begitu pula Arya yang meminta pada semesta agar dipertemukan kembali denganku. Doanya memang terkabul, tetapi ada konsekuensinya dari permintaan tersebut. Dia kehilangan ingatan sementara. ["Ketika aku terjatuh dari gedung itu. Satu doaku yang ingin Tuhan dengar. Aku ingin kembali ke masa lalu saat aku bertemu denganmu pertama kali."] ["Aku memang bertemu denganmu ketika kamu menangis di lorong rumah sakit. Aku tak ingat siapa dir
Last Updated: 2025-05-23
Chapter: Bab 172 Bab Tambahan ( Ini Aku, Mahira )"Akhirnya selesai juga."Aku menatap pantulan diriku di kaca ruang operasi yang sudah sepi sembari bergumam. Topi bedah masih menempel di kepala dan masker medis tergantung longgar di leher. Kulihat diriku wajahku yang mulai lelah di pantulan cermin.Namun tak ada penyesalan saat aku mengambil sebuah keputusan tersebut, ini hidup yang kupilih—sebagai seorang dokter bedah dan sebagai ibu dari anak yang sedang menunggu di rumah.“Dokter Mahira." Suara suster Winda menyadarkanku dari lamunan.“Operasi tadi luar biasa. Anda sungguh hebat, Dok," pujinya yang membuat aku merasa tak layak menerima kalimat tersebut.Aku tersenyum tipis, mengangguk. “Terima kasih, Sus. Kalian juga hebat karena kita satu tim yang solid," kataku sembari memberi pujian pada mereka."Ini sudah operasi ketiga yang anda lakukan, Mahira. Sekarang pulanglah. Dokter Jaka yang akan menggantikanmu nanti," ujar dokter Agustin seraya melangkah memasuki ruang operasi."Iya Dok. Pulanglah, anda sudah terlihat lelah. Tenang
Last Updated: 2025-05-13
Chapter: Bab 171 Perpisahan Yang Bahagia"Takdir itu tak bisa diubah dan akan menghampiri setiap insan manusia.""Ini sudah takdir ayahmu. Jangan merasa bersalah.""Allah menempatkan ayahmu di sisi-Nya."Kerabat ayah dan teman-teman sesama TKI datang ke pemakaman ayah. Mereka menguatkan aku di hari yang paling menyedihkan. Andai mereka tahu, aku tak bisa kuat seperti yang mereka katakan.Saat kabar itu datang—bahwa Ayahku dan Ayah Dani meninggal bersamaan dalam kecelakaan itu, rasanya seperti seseorang mencabut seluruh napas dari paru-paruku. Dan seakan belum cukup, Ibu Tari... koma. Antara hidup dan mati layaknya menggantungkan harapan kami di benang yang nyaris putus.Aku mengunci diri di kamar. Dua hari. Dua malam. Aku tidak bicara. Tidak makan. Bahkan air mataku pun seakan berhenti mengalir. Yang tersisa hanya kebisuan dan rasa marah—pada dunia, pada semesta dan juga pada takdir."Kenapa Ayah harus semobil dengan mereka?""Sebenarnya Ayah mau ke mana?"Aku tak menyangka jika ayah semobil dengan kedua orang tua Mas Birend
Last Updated: 2025-04-14
Chapter: Bab 170 Inilah Takdir Yang Harus Aku Terima["Mahira, kamu bisa ke rumah sore ini? Ada yang mau aku bicarakan denganmu."]"Rumah ayah Dani atau ke rumahnya Mas di jalan Cempaka?"["Datanglah ke jalan Cempaka."]Pagi ini aku mendapat notif pesan dari Mas Birendra. Dia menyuruhku untuk datang ke rumahnya. Katanya ada yang sesuatu yang hendak dia bicarakan. Aku langsung membalas pesannya dan mengiyakan permintaannya.Setelah menyelesaikan tugasku, aku segera melangkah pergi menemui Mas Birendra di rumahnya. Aku mengambil kunci mobil. Sudah dua bulan ini aku belajar lagi menyetir setelah pernah mengalami trauma."Selamat sore, Mbak Hira. Lama tidak ke sini.""Senang bisa melihat Mbak Hira lagi."Sesampainya di depan pintu gerbang rumah Mas Birendra, aku disambut hangat para pekerja di sini. Dulu sebelum Mas Birendra menikah dengan Sarayu, aku sering ke sini bersama ibu Tari hanya untuk beberes dan menyetok makanan, karena tempat kerja Mas Birendra lebih dekat daripada di rumah utama."Ah iya Pak. Hira juga kangen sama kalian," sapa
Last Updated: 2025-04-08
Chapter: Bab 169 Takdir Yang BerbedaAku berdiri di depan lift dengan jantung berdegup kencang. Wanita itu tersenyum, tetapi bukan ditujukan padaku melainkan pada dua sosok di belakangku. Aku menoleh dan melihat seorang pria bersama gadis remaja.Dia dengan langkah anggun. Tubuh ini menegang karena orang yang aku kenal ada di hadapanku sekarang. Ibu Fatma mengangkat tangan, melambai dengan semangat pada dua sosok yang juga membalas lambaian tangannya."Ibu Fatma!" seruku disertai langkah maju dengan penuh harap.Wanita itu berhenti dan alisnya berkerut. Tatapannya kosong seolah aku hanyalah orang asing di matanya dan menatapku dengan penuh kebingungan."Maaf, apakah kita saling mengenal?" tanyanya dengan suara tenang, tapi ada kehati-hatian di matanya.Dadaku seketika terasa sesak. Aku mengerjap dan mencari jawaban di wajahnya lalu berharap ada secercah pengakuan. Namun tidak ada dan ku tersenyum kaku, berharap dia sedang bercanda."Ibu tidak ingat aku?" suaraku terdengar ragu.Wanita itu menghela napas, menggigit bibirn
Last Updated: 2025-04-07
Chapter: Bab 168 Apa Yang Terjadi Di Tahun IniAku melangkah masuk ke ruang lobi rumah sakit dengan sedikit rasa gugup. Saat kakiku berjalan lebih jauh, aku merasa ada sesuatu yang aneh. Dua kali aku dihidupkan kembali oleh semesta.Semua yang ada di gedung rumah sakit ini terlihat sama. Tak ada perubahan sama sekali. Aku menghela napas sembari terus berjalan menuju ruang UGD, tempat aku akan bertugas.Mataku menyapu ruangan yang penuh dengan staf dan dokter. Beberapa dari mereka tersenyum ramah, sementara yang lain sibuk dengan tugas masing-masing. Dua perawat senior mendekat, wajahnya lembut, menyodorkan tangan untuk berjabat. Aku kenal dengan mereka."Selamat datang di rumah sakit ini, Dokter Mahira.""Senang rasanya bisa berkenalan dengan anak dokter Dani.""Terima kasih Sus Mariani dan Sus Siska," sahutku seraya berjabat tangan dan mengetahui nama mereka dari name tag.Satu per satu staf memperkenalkan diri. Beberapa bersalaman dengan tatapan penasaran, mungkin mendengar kabar tentang aku dan pemilik rumah sakit ini. Namun ti
Last Updated: 2025-04-01
Chapter: Part 96 Epilog"Selamat pagi, Nona Eleanore."Seorang wanita menyambut kedatangan Eleanore dengan ramah lalu mengiringi langkah sang nona menuju suatu ruangan. Eleanore berjalan tampak anggun, dress yang dipakainya menarik pandangan semua orang bukan karena mahal, tetapi pakaian itu hasil rancangan dirinya sendiri.Sudah dua tahun ini Eleanore menekuni bidang fashion dan sesekali mengajari anak-anak panti asuhan belajar bermain Cello juga piano. Eleanore benar-benar berubah, dia menjelma menjadi wanita yang kuat dan pekerja keras."Apa agenda pekerjaanku hari ini, Anne?" tanya Eleanore sembari duduk di kursi kerjanya."Sampai esok lusa, tidak ada agenda penting, Nona. Semua sudah teratasi. Agenda padat di tanggal 1 bertepatan dengan tahun baru.""Syukurlah aku bisa istirahat. Aku lelah dan ingin merebahkan tubuhku di kasur, Anne," kata Eleanore menghirup napas panjang lalu menggeliat melepas lelah."Ya anda perlu mengistirahatkan tubuh anda, Nona. Hampir satu bulan ini banyak kegiatan yang menghabis
Last Updated: 2023-12-29
Chapter: Part 95 I Always Waiting For YouEleanore jatuh tersungkur di hadapan dokter yang menangani Ken. Pria yang dia acuhkan dan dia diamkan selama satu tahun ini mengalami luka dalam cukup parah hingga membutuhkan donor darah rhesus negatif, darah yang sulit dicari dan rumah sakit kehabisan stok."Darah saya sama seperti tuan Ken, Nona. Biar saya yang mendonorkan darah," kata Justin mengajukan diri.Beruntung sekali Ken bisa terselamatkan berkat donor darah dari Justin sang pengawal Eleanore. Namun meskipun darah sudah didapat, Ken tidak akan siuman dalam waktu sebentar. Ken dinyatakan mengalami koma dan para dokter tidak bisa memastikan kapan pria itu terjaga."Lakukan apa saja untuk keponakanku. Berapa biayapun akan kami bayarkan!""Maaf, Raja. Bukannya kami tidak bisa menyelamatkan Tuan Ken, tetapi luka dalam yang menyentuh organ vitalnya membuat Tuan Ken tak sadarkan diri," ungkap Dokter Jamie memberi penerangan.Henryco pun terlihat syok mendengarkan penuturan sang dokter. Mereka tak menyangka jika dua peluru di tubu
Last Updated: 2023-12-28
Chapter: Part 94 I Don't Want To Say GoodbyeHampir satu tahun setengah Ken bolak balik dari kediamannya ke tempat tinggal Eleanore di desa terpencil. Tak masalah bagi Ken asal dia bisa melihat kesembuhan sang istri meski Eleanore hanya sepatah dua kata mengajaknya berbicara. Toh ... bagi Ken itu adalah kemajuan luar biasa.Seperti saat ini ketika waktu berkunjung Ken di hari Kamis hingga Minggu, Eleanore menunggu di depan pintu dan berharap pria itu membawa makanan dari kota atau cokelat yang dibeli Belinda di luar negeri. Di hari itu Eleanore tak bisa diganggu oleh apapun."Ayah senang kau akhirnya mau menerima Ken sebagai menantumu, Naval. Lihatlah putrimu, dia kembali jatuh cinta dengan suaminya.""Terima kasih sudah berdamai dengan masa lalu, Ken," ucap Jaquavius melihat Eleanore dari tangga. Kadang dia turut menemani Eleanore menunggu Ken."Berdamai itu susah, Yah. Aku masih belajar dan awalnya memang berat, tetapi melihat ketulusan Ken akhirnya aku menyadari tak ada manusia yang luput dari kesalahan."Jaquavius dan Naval
Last Updated: 2023-12-27
Chapter: Part 93 Breaking Down"Kau akan pulang, Jas? Kapan kau akan kembali ke sini?""Bulan depan. Tunggu aku di sini. Jika kau mau dibelikan sesuatu, telepon saja aku dan akan kukirim segera."Percakapan Jason dan Eleanore di depan gerbang membuat Ken tersisih dari pikiran sang istri. Seberusaha apapun dia mencoba untuk mendekati atau sekedar duduk saja di sebelahnya, Eleanore tetap mengacuhkannya seakan-akan dirinya tak ada."Tidak usah. Aku senang jika kau sering mengunjungiku," ucap Eleanore penuh semangat, tetapi tidak dengan Ken. Dia mencelos dan tak berdaya."Oke sekarang aku pergi ya. Jaga kesehatanmu," kata Jason memeluk Eleanore erat untuk terakhir kalinya. Dia mungkin akan kembali ke sini dalam waktu yang tidak ditentukan. Jason tak mau menganggu Ken yang sedang berusaha memperbaiki hubungannya dengan Eleanore."Ken, ingat apa yang sudah aku sampaikan padamu. Jika kau melakukannya lagi maka kan kubawa Eleanore ke tempat kau tak pernah menemukannya," ujar Jason memberi peringatan ultimatum.Ken hanya me
Last Updated: 2023-12-13
Chapter: Part 92 Give Me Second ChanceTinggal dua bab lagi menuju tamat. Mau happy Ending atau Sad Ending? "Kau sedang apa di sini?""Kenapa kau membawa pria ini?"Naval maupun yang lainnya tidak menyangka sama sekali jika malam ini mereka kedatangan dua orang pria. Jaquavius memandang geram salah satu pria yang berdiri di ambang pintu dan ingin mengusir pergi."Coba jelaskan pada kami, Jas. Kau tahu dari mana mengenai tempat ini? Atau jangan katakan kalau kau meminta tolong pada ayahmu yang mafia itu," tuding Naval pada Jason yang datang malam itu.Keterdiaman Jason serta anggukan kepalanya membuat Naval menggeram kesal sekaligus marah. Keluarga Jason Georgeus selalu menemukan orang yang bersembunyi bahkan di tanah sekalipun."Usir mereka dari sini, Smith. Panggil pengawal jika mereka tak mau pergi," usir Jaquavius secara kasar.Pria di samping Jason yang sedari tadi hanya terdiam akhirnya bersuara dengan lirih. Jaquavius dan Naval memalingkan wajah mereka sedangkan Smith hampir menelepon pengawal, tetapi Jason menggele
Last Updated: 2023-12-06
Chapter: Part 91 Love Is GoneSudah hampir dua bulan ini Ken tak bisa menemukan keberadaan Eleanore. Tak seorang pun dapat mencari ke mana perginya sang istri. Bagi Ken, Eleanore tetaplah istrinya sebab dia tak pernah memberi tanda tangan di berkas penceraian tersebut."Kau ada di mana, El? Aku menyesali tindakanku."Meski dia sudah berulang kali ke kastil, tak ada yang bisa dia cari di sana. Naval maupun Jaquavius pun tidak mau memberitahu keberadaan Eleanore. Ken tahu jika keluarga Ulmer menyembunyikan sang istri dan sialnya mereka bekerja sama dengan sang ayah. "Mereka menghukumku dengan cara seperti ini."Ken sadar selama ini apa yang dia pikirkan mengenai sang kakak adalah salah besar. Dia terlalu menyayangi Ludric hingga rasa posesif terhadap sang kakak membawa dirinya salah menilai.Ketika semua terungkap dan pelan-pelan dia bisa menerima kenyataan tentang jati diri Ludric yang sebenarnya. Saat masa kanak-kanak, dia hanya berpikir betapa baik dan sayangnya sang kakak tanpa tahu perilaku kejahatan yang dila
Last Updated: 2023-12-04