
Ditinggalkan Karena Gendut Dan Tak Cantik Lagi
Rina Satyawati adalah seorang ibu rumah tangga yang mengurus 2 anak-anak nya sendiri, dulu dia sebenarnya adalah seorang model terkenal, nama panggungnya adalah Rose. Suaminya bernama Hanif, dia seorang fotografer professional, rina dan Hanif dulu menikah diusia yang masih muda, rina menikah diusianya 21 tahun disaat karirnya sebagai model sedang ada di puncaknya, sedangkan Hanif saat itu berusia 25 tahun. Mereka menikah karena rina sering menjadi model di setiap project fahmi. selama 9 tahun mereka menikah, mereka dikaruniai 2 anak, , anak pertama mereka berumur 7 tahun dan anak kedua mereka masih berusia 6 tahun. Keseharian rina setelah menikah dengan hanif adalah fokus dengan keluarga, sehingga rina tak punya waktu untuk mengurus dirinya. Dulu dia sangat cantik dan punya tubuh ideal, namun setelah anak kedua nya lahir, semua itu berubah. Namun nyata nya, suami nya tak terima itu dan memilih meninggalkannya dan berhubungan dengan wanita lain. Bagaimana kah cerita ini? simak terus cerita nya.
Baca
Chapter: Chapter 38.Tanpa meminta maaf, ibu-ibu itu meludah ke dagangan bapak lalu menepis semua tangan yang memegang nya dan pergi dengan menghentakkan kakinya.“Jangan iri bu sama rejeki orang lain. Kalau ibu sekali lagi begini. akan saya laporkan ke polisi.” Ucapku dengan tegas.Ibu-ibu itu malah meludah lagi kearah kami.“Astaga, ada ya orang begitu? Nanti saya coba laporkan ke Pak Irwan kepala pasar nya. Enggak bisa di biarin itu. Nanti orang seperti itu malah makin menjadi-jadi.” Sahut pak Hilman.Kejadian ini, aku cukup yakin bahwa ibu-ibu itulah yang sengaja membuat lubang pada lapak jualan bapak.“Nduk, ayo kita pulang sekarang saja.” Ajak bapak yang dari wajahnya terlihat sangat kecewa dan sedih.Aku melihat lagi ke dagangan bapak lalu aku mengangguk dan membantu bapak beberes semua sayuran yang sudah kotor itu.“Yang sabar pak Soleh, jangan dengarkan si penjual baru itu. Nanti saya lapor kan dia biar dia di tendang dari lapak nya
Terakhir Diperbarui: 2026-06-13
Chapter: Chapter 37Setelah semua beres, aku masuk ke dalam rumah untuk beristirahat sebentar, Aku buka ponsel dan membalas semua pesan dari adikku yang dari kemarin tidak sempat aku baca. Rupanya, adikku dari kemarin berusaha memberitahu aku bahwa temannya Farah sudah mengupload video review kue-kue yang dia beli dariku. Aku melihat video itu dari kiriman adikku. Setelah melihat videonya, Aku mengerti bahwa orang-orang yang memesan kue-kue ku tadi pasti juga penasaran dengan kue yang Farah makan. Tak lupa aku meminta adikku agar mengucapkan terima kasih pada Farah.Setelah aku membalas semua pesan dari adikku, Sebuah nomor lain muncul di notifikasi ponselku. “Mba Yeni. Ini Bintang mba. Maaf ya mba bintang minta nomer mba ke mama. Mba, Bintang boleh pesan kue box mini nya engga 7? Terus yang cheese burn 3? Teman ku di kost pada minta pesan mba. Kue ku sampai habis di makan teman kemarin.” Membaca itu, aku langsung membalas, “Iya bintang enggak papa kok. Mba Yeni tulis ya? Tapi, Mba Y
Terakhir Diperbarui: 2026-06-12
Chapter: Chapter 36.(Keesokan harinya) Pukul 4 pagi ini aku terbangun dan langsung membersihkan diriku di kamar mandi. Namun Ibu mengetuk pintu kamar mandi dan memanggilku.“Yen.. Yeni..” panggil Ibu dengan sedikit cepat.“Iya bu, sebentar.”5 menit kemudian, aku keluar. “Nduk, itu di luar kok ada banyak orang nduk. Bapak mau berangkat ke pasar pun engga jadi karena takut itu ada apa.”Hari ini aku tak berjualan di meja depan rumah, Karena banyaknya pesanan tumpeng jumbo tinggi itu, aku tak kuasa lagi membuat kue untuk jualan lain. Namun aku terkejut karena di depan rumah ku sudah berkumpul orang-orang yang entah darimana asalnya. Aku pun memberanikan diriku keluar dan menanyai orang—orang itu.“Mba Yeni ya?” Ucap salah seorang laki-laki yang sepertinya sepantaran dengan adikku Salma.“Iya, saya Yeni. Eh ini ada apa ya?”“Mba, saya nonton review nya Farah tik tokers itu mba. Saya pengen sekali beli kue nya mba. Kata Farah, kue nya
Terakhir Diperbarui: 2026-06-12
Chapter: Chapter 35.Kami duduk dan memalingkan wajah kami kearah berlawanan dari arah berjalan mereka. Aku sungguh tidak ingin bertemu dengan mereka lagi. Aku merasa dunia ini sangat sempit sehingga kemanapun aku pergi pasti bertemu dengan mereka.“Udah mba, mereka udah enggak ada” Ucap Salma mencolek lenganku.Aku menoleh kearahnya, “Sal, mending pesan mobil sekarang saja ya? bisa kan? Mba, enggak mau lagi pas-pasan sama mereka. Mba takut kesorean juga sampai di rumah.”“Ya sudah mba, sebentar ya. Salma pesan dulu grab nya. Pak supirnya suruh masuk saja ya mba. Sebentar.” Ucap adikku lalu dia segera melalukan apa yang aku minta.Hampir 15 menit kemudian, Mobil pun berhenti tepat di depan kami. Pak supir dengan baik hati membantu memayungi kami hingga masuk kedalam mobil. Setelah itu, mobil pun melaju ke kost adikku lebih dulu barulah setelah itu Adikku memesankan lagi untuk aku pergi ke terminal.“Mba, Seharusnya langsung saja ke terminal. Salma kan mau ant
Terakhir Diperbarui: 2026-06-12
Chapter: Chapter 34(malam harinya) Aku sedang membuat adonan kue yang akan ku panggang esok hari, namun tiba-tiba saja ibu ke dapur dan memberiku ponselku.“Yen, Ini ada telpon dari Salma.”“Oh iya, Makasih ya bu.”“Iya nduk.”“Halo Sal? Kamu sudah di kost?” Ucap ku basa-basi.“Sudah mba dari siang. Mba, temen-temen ku yang sudah ambil kue nya pada minta pesan lagi mba. Ini ada yang sudah bayar cash ke Salma malah. Bahkan mba, ada teman ku yang memang influencer gitu, mau pesan juga semua kue box yang ada. Nanti katanya dia mau review terus di masukin ke Instagram sama tik tok nya. Mba, Salma sudah buatkan kue mba media social nya ya mba, untuk sementara Salma baru buat akun Instagram sama akun tik tok nya nih. Salma juga sudah masukkan video kue yang Salma buat kemarin itu loh. Terus katanya si bintang anaknya bu Eem juga mau promosikan ke temen-temen nya mba. ” celoteh dia antusias.“Eh, satu-satu Salma ngomong nya. Mba, engga maksud ap
Terakhir Diperbarui: 2026-06-12
Chapter: Chapter 33.Selesai itu, aku lanjut berjualan dengan ibu yang membantuku. Sore hari nya, “Yeni…” Panggil Bu Eem. “Iya bu? Ada apa? Ada pesanan lagi?” Ucap ku bercanda. Aku pun keluar rumah dan melihat Bu Eem di depan pagar. “Iya kok kamu tau sih? Ini ada pesanan cukup banyak Yen. Tapi kali ini bukan box ya, kali ini pesanan bentuk tumpeng. Bukan tumpeng nasi tapi tumpeng isi nya kue. Kamu bisa enggak? Ini yang pesan saudara saya. Nah anaknya kan juragan sayur, buah yang mau saya kenalin sama kamu dulu, cuma enggak jadi. Nah keponakan saya itu mau adain syukuran sama semua pekerjaan nya. Nah dia mau pesan kue tumpeng. Ada semua jajanan tradisional di tumpeng itu. ini list nya. Dia mau tumpeng nya tinggi semester Yen. Gimana tuh?” Aku melongo mendengar itu. “Em, itu bagus sekali bu. Yeni sih mau aja bu bikinkan kue nya, tapi bagaimana ya membentuk tumpeng nya itu. Di tempel atau bagaimana ya?” “Oh iya , ini
Terakhir Diperbarui: 2026-06-12