author-banner
Dara Kirana
Dara Kirana
Author

Novels by Dara Kirana

MADU YANG BERACUN

MADU YANG BERACUN

Embun adalah wanita yang di vonis oleh dokter tidak bisa memiliki keturunan dan harus menerima kenyataan ketika sang suami menceraikannya. Ditengah keterpurukannya, seseorang hadir membantu menyembuhkan luka hatinya dan tak lama kemudian mereka menikah. Rumah tangga mereka harmonis dan bahagia, meski tanpa hadirnya seorang anak. Ditengah kebahagiaan yang Embun rasakan, ia harus di tampar dengan kenyataan pahit. Sang suami memilih menikah lagi dan membawa madunya tinggal di bawah atap yang sama dengannya.
Read
Chapter: Bab 74 | Kabar Buruk
Eros menyeret langkah ke dalam rumah, tubuhnya terasa lemas dan penampilannya kacau. Hari ini dia seolah disambar petir, sesuatu yang sungguh mengejutkan. Perasaannya campur aduk. Cemas, kecewa dan bersalah menumpuk dalam dada.Dia tidak langsung naik, dia menjatuhkan diri di sofa lalu bersandar. Dia memijat pangkal mata, kepalanya terasa berat. Bising, penuh pertanyaan yang belum menemukan jawaban.“Eros!” Suara bu Riana mengejutkan lelaki itu. Tangannya berhenti, membuka mata lalu menoleh ke arah sumber suara.Terlihat ibunya berjalan cepat ke arahnya dan duduk di sampingnya. “Kamu dari mana saja? Mama sudah telepon berkali-kali, tidak diangkat. Sebenarnya ada apa ini? Jenar kenapa?” tanya Bu Riana, kepala Eros semakin berdenyut, tatapan mata wanita itu menuntut.Eros menghela napas kasar, lalu menegakkan tubuh. “Jenar hanya dimintai keterangan,” sahut Eros. “Semuanya belum jelas.”“Keterangan apa? Jenar tidak melakukan apa-apa, kan?” cecar Bu Riana. Masih diperiksa, Ma,” jawabnya
Last Updated: 2026-04-19
Chapter: Bab 73 | Permulaan yang Runtuh
Setelah Jenar dibawa oleh polisi, Bu Riana segera menghubungi Eros. Namun, sudah beberapa kali teleponnya tidak dijawab. Wanita paruh baya itu berjalan mondar-mandir sambil memegang ponsel di depan dada. Dia mencobanya lagi namun hasilnya tetap sama. Matanya menangkap jam dinding yang menggantung dan melihat angkanya. “Ya, Tuhan, bisa-bisa aku lupa Eros pagi ini ada meeting,” gumamnya. Segera jari-jarinya mengetik pesan dan mengirimkannya.“Sebenarnya ada apa ini?” gumamnya penuh tanya. “Apa yang disembunyikan Jenar selama ini?”“Semoga saja benar yang dikatakan Jenar, hanya salah paham,” ucapnya penuh harap. Ia segera berlalu ke dapur, tenggorokannya mendadak terasa kering.“Oma! Mama sudah pergi, ya?” kata Embun yang tiba-tiba muncul di anak tangga paling atas.Bu Riana menoleh. “Iya, Sayang. Kamu main saja sama Mbak dan adik, ya,” sahut Bu Riana. Gadis kecil itu patuh dan berbalik pergi. “Kasihan cucuku, bagaimana kalau dia tahu kalau ibunya dibawa polisi. Semoga saja Jenar sece
Last Updated: 2026-04-11
Chapter: Bab 72 | Dibawa Paksa
Senin depan datang dengan cepat, tetapi terasa lama bagi Jenar. Dia sangat senang, pagi ini dia bersiap dengan semangat setelah urusan anaknya selesai.Eros dapat melihat kebahagiaan sang istri yang terpancar dari wajahnya. Dia ikut senang melihat rona itu, meskipun di dalam hati dia merasa sedikit berat.“Sudah cantik,” ucap Eros, melihat istrinya meneliti make up di depan cermin. Mungkin dia sudah cukup lama tidak masuk kantor makanya seperti itu, pikir Eros. Jenar tersenyum, senang sekaligus malu.“Terima kasih,” ucapnya malu-malu.“Maaf, Mas tidak bisa antar kamu di hari pertama ini karena Mas ada meeting pagi,” kata Eros. Dia mendekat lalu memeluk Jenar dari belakang. Mereka melihat pantulan di cermin.“Tidak apa-apa. Mas izinkan aku saja, aku sudah senang.”“Ya, Mas percaya kamu.” Kalimat Eros membuat Jenar berbunga-bunga.Mereka turun sarapan. Bu Riana tampak tidak senang melihat Jenar dengan pakaian kantornya. Mereka makan dengan tenang dan damai pagi itu, dihiasi celotehan luc
Last Updated: 2026-03-25
Chapter: Bab 71 | Manis Di Lidah Lelaki
Hari yang ditunggu Jenar pun tiba. Namun, pagi ini dia justru sibuk mengurusi Ethan yang tiba-tiba demam. Bayi itu terbangun pukul empat pagi dengan tangisan keras. Setelah diperiksa, suhu tubuhnya cukup tinggi. Jenar mendadak lesu, kecewa. Namun, khawatir keadaan anaknya.Terpaksa dia mengundur masuk kerja hingga beberapa hari. Dia sudah tahu apa yang harus dilakukan, tetapi Eros meminta hal yang sama. Ini membuatnya hanya bisa menghela napas berat. Jenar tak setega itu meninggalkan Ethan yang sakit demi pekerjaan, meskipun dia mempunyai rencana lain dibalik itu. Wanita itu hanya harus memastikan jalannya tetap lancar, meski ada kendala sedikit.Tidak mengapa dia mengalah sedikit, daripada restu suaminya dicabut. Itu lebih berbahaya dibanding menunda masuk kantor beberapa hari.Senin ini harusnya Jenar sudah berada di kantor, tetapi semuanya batal karena Ethan sakit. Dengan berat hati dia menelpon papanya dan memberitahukan keadaan tersebut.Pak Wijaya pun meminta Jenar masuk kantor
Last Updated: 2026-02-11
Chapter: Bab 70 | Pagi yang Kacau
Tangan Embun bergerak pelan, menyuap nasi dan lauk ke dalam mulut yang terasa hambar. Rasanya yang tersaji di meja itu bukanlah makanan, tetapi kekecewaan.Matanya selalu menatap layar ponsel yang gelap. Tidak ada pesan masuk, tidak ada panggilan. Hanya sunyi yang menjelaskan perasaan tidak dianggap dan tersisihkan. Embun menghela napas panjang melepaskan sesak yang menghimpit dada.Denting suara sendok beradu dengan piring semakin menegaskan kalau kini dia sendirian di meja itu. Bibirnya tertarik membentuk sebuah senyum getir, tetapi di balik itu, ada api kecil yang masih menolak padam. Api keberanian untuk tidak selalu tunduk pada keadaan.Tiba-tiba ponselnya bergetar. Embun menatapnya dengan mata membulat, berharap, tetapi benci. Ternyata pesan itu dari sahabatnya, Helena.“Embun, aku tahu kau sedang tidak baik-baik saja. Aku menunggumu di lotus cafe.” Isi pesan itu membuat hatinya menghangat, ternyata masih ada orang peduli padanya. Embun menatap pesan itu lama, dia bimbang mau da
Last Updated: 2026-01-31
Chapter: Bab 69 | Tujuh Bulanan
Hari yang ditunggu pun tiba. Siang itu kediaman keluarga Yolan Svarga telah disulap menjadi area acara tujuh bulanan yang begitu indah, dengan nuansa biru pastel seperti permintaan Jasmine.Balon-balon bergelantungan di gerbang masuk. Tirai-tirai tipis terikat di tiang-tiang dekorasi. Bunga-bunga dengan warna senada menghiasi meja tamu dan panggung kecil di tengah halaman.Jasmine duduk di tengah pelaminan kecil. Perut buncitnya dibalut kebaya biru muda. Wajahnya berseri, bibirnya tersenyum kecil. Kecantikannya semakin terpancar.Ini bukan hanya sekadar acara tujuh bulanannya, tetapi juga ajang pembuktian bahwa dia kini adalah pusat di dalam keluarga Svarga. Di sampingnya, Lintang duduk dengan tenang, namun dengan jelas wajahnya memancarkan semburat bahagia.Embun melangkah perlahan, dia mengenakan dress biru sesuai tema hari ini. Tidak ada senyum, tidak ada air mata. Hanya tatapan kosong yang mencoba tegar di hadapan semua kenyataan kini.Melihat kedatangan menantu pertamanya, Bu Ing
Last Updated: 2025-12-26
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status