Chapter: Tantangan Untuk Sang Lady“Anda pikir saya tidak berani?!”Brak!Ayunan pertama gulungan dokumen tebal di tangan Marielle membelah udara dengan suara angin yang tajam. Namun, alih-alih mempertahankan posisi tegap dan mengintimidasi sebagai Penguasa, Grand Duke Aldric justru melakukan hal yang sama sekali tak terduga.Pria tinggi dan kekar itu refleks menyandarkan tubuhnya jauh ke belakang sandaran kursi, mengangkat kedua tangannya untuk melindungi kepala, dan memicingkan mata dengan ekspresi dramatis yang dibuat-buat secara berlebihan.Marielle terus melayangkan beberapa kali ayunan yang sempat mengenai kepala Aldric beberapa kali.“Astaga! Marielle! Apa yang kau lakukan?! Apa kau sudah gila?” seru Aldric dengan nada orang kaget karena tindakan Marielle yang spontan.Marielle membeku di tempat, tangan yang memegang gulungan dokumen itu mengudara di atas kepala. Manik peraknya membelalak lebar dalam ketidaktahuan total. Untuk beberapa detik, ruangan itu diselimuti keheningan absurd. Pimpinan strategi itu
Last Updated: 2026-10-13
Chapter: Serangan Dadakan“Diana… bawakan aku air minum…” Marielle menggumam dengan mata yang masih tertutup. Namun tidak ada jawaban sama sekali. Ia melihat ruangan itu kosong. Marielle lupa, dia sedang berada dalam kamar sayap timur dimana kamarnya bersebelahan dengan Aldric.Dengan helaan nafas berat, Marielle beranjak dari tempat tidur. Namun, saat langkah kakinya mendekati connecting door di sudut ruangan, matanya mendadak tertuju pada sebuah meja kayu kecil di dekat pintu tersebut.Disana, sebuah nampan perak berisi sarapan hangat roti panggang yang dilapisi mentega segar. Ada juga daging asap, serta secangkir teh herbal yang asapnya masih mengepul halus, sudah tersaji rapi. Dan di samping cangkir tersebut, tergeletak secarik kertas tebal berstempel stempel lilin hitam khas sang Grand Duke.Marielle menyambar kertas itu dengan alis berkerut curiga. Begitu ia membuka lipatannya, tulisan tangan yang tajam, tegas, dan sangat rapi menyapa penglihatannya.“Habiskan sarapanmu, pimpinan strategi. Aku tidak
Last Updated: 2026-10-12
Chapter: Malam Salju Pertama“Dasar pria brengsek! Tidak tahu diri! Aku pasti akan membalas semua yang kau lakukan padaku!” Marielle berteriak, melupakan etiket yang harus ia jaga di depan sang Grand Duke.“Oh ya? Coba saja kalau bisa.” Aldric makin mengeratkan genggamannya pada pergelangan tangan Marielle.Pergulatan jarak dekat di depan dinding kayu berukir itu terasa begitu intim sekaligus membakar. Marielle terus mencoba melepaskan pergelangan tangannya yang terkunci rapat dalam genggaman kuat Aldric.Deru nafas mereka beradu, menciptakan uap tipis di udara malam yang dingin, sementara sensasi panas yang menguar dari tubuh sang Grand Duke seolah mengikis habis sisa kewarasan Marielle.Melihat mata perak wanita itu masih menyala penuh penolakan, Aldric tidak lantas memaksakan kehendaknya lebih jauh. Dengan gerakan perlahan yang disengaja, pria itu akhirnya melepas cengkraman tangannya dari pergelangan Marielle. Ia melangkah mundur satu tapak, merapikan kembali manset kemejanya yang sedikit kusut akibat pember
Last Updated: 2026-10-11
Chapter: Tempatmu Ada Disini“Kandang kuda, hm?” bisik Aldric rendah, suaranya mengalun santai namun dipenuhi dominasi mutlak. “Pilihan tempat istirahat yang sangat unik untuk seorang pimpinan strategi.”Marielle tidak sudi mendengarkan cemoohan itu lebih lama lagi. Dengan nafas memburu dan gengsi setinggi langit yang menolak untuk patah, wanita itu memutar tubuhnya dengan cepat. Jubah tebalnya mengibas udara malam saat ia melangkah lebar-lebar meninggalkan lorong utama, benar-benar berbelok menuju koridor selatan yang mengarah langsung ke area istal luar Kastil Valtore.Melihat tindakan nekat sang Lady, wajah Jackson yang memang sudah pucat berubah menjadi sewarna kertas. Pria kacamata itu mengambil beberapa langkah panik ke depan, meremas tumpukan dokumen di pelukannya.“Lady Marielle! Tunggu sebentar! Anda tidak bisa sungguhan tidur di sana!” seru Jackson setengah berbisik dengan nada panik luar biasa. Ia berniat mengejar dan menahan langkah Marielle, namun ia sadar betul dirinya tidak memiliki keberanian
Last Updated: 2026-10-10
Chapter: Amarah Yang Meledak-ledak“Grand Duke Aldric! Apa kau sudah kehilangan sisa kewarasanmu?!” teriak Marielle menggelegar, menggema di seluruh koridor tinggi tersebut.Marielle datang dengan langkah menghentak penuh amarah, jubah peraknya terseret di lantai marmer dingin. Begitu ia melihat sosok Aldric yang baru saja keluar dari ruang kerjanya dengan santai, peluru kemarahan yang ia tahan seharian langsung meledak begitu saja.Aldric, yang baru saja melonggarkan kerah kemejanya, menghentikan langkah. Pria itu menoleh dengan sebelah alis terangkat, menatap wanita di hadapannya yang kini bernapas memburu dengan mata perak menyala-nyala bagai nyala api badai salju.“Ah, kau sudah kembali dari Paviliun Barat, Marielle,” jawab Aldric dengan nada santai yang justru semakin menyulut emosi Marielle. “Kira-kira apa yang membuatmu berlari terengah-engah ke sini selarut ini? Apakah kamarmu yang baru terasa kurang nyaman?”“Jangan pura-pura bodoh!” maki Marielle, melangkah maju hingga jarak mereka hanya terpaut beberap
Last Updated: 2026-10-09
Chapter: Pria Brengsek“Grand Duke, apa otak Anda bergeser karena saya telah menanduk kepala Anda tiga hari yang lalu? Kenapa ucapan Anda menjadi ngelantur seperti ini?” Marielle menatap tajam pada Aldric. Sedangkan Aldric hanya tersenyum sambil membusungkan badan melihat ke arah para pekerja. “Kau tahu, kau membuatku gila selama tiga hari ini Marielle. Aku selalu memikirkanmu karena baru kali ini ada seorang wanita yang berani membenturkan kepalanya padaku dengan sekuat tenaga," ucap Aldric berkacak pinggang sambil melayangkan senyum tipis pada Marielle. Marielle hanya bisa menghela nafas. Kali ini ia menyesali tindakannya karena sikapnya tiga hari lalu telah membuat Grand Duke gila. Seharian Marielle terus berusaha fokus dengan pekerjaannya, namun setiap Marielle pergi ke satu titik, Aldric masih mengikuti. Grand Duke seolah menjelma menjadi anjing penjaga yang Marielle bawa. Bahkan Jackson yang melihat tingkah mereka berdua hanya bisa memandang tanpa berkata apapun. ”Akhirnya selesai juga. Kau
Last Updated: 2026-10-08

Pria Penghibur Itu Adalah Simpananku
Di mata semua orang, Arabella Adisurya adalah wanita paling beruntung di Jakarta. Menikah dengan Kyle Leonard Adisurya, pengusaha muda kaya raya yang namanya memenuhi majalah bisnis membuat hidupnya terlihat sempurna.
Rumah mewah. Mobil mahal. Perhiasan tanpa batas. Namun tidak ada yang tahu, di balik pintu mansion megah itu, Arabella hanyalah istri pajangan yang tidak pernah dicintai suaminya.
Satu tahun pernikahan mereka berjalan dingin tanpa sentuhan. Kyle lebih memilih menghabiskan malam bersama sekretaris pribadinya dibanding pulang menemui istrinya sendiri. Hingga pada suatu malam, rasa sepi membawa Arabella bertemu dengan seorang pria bernama Ren Arka.
Pria itu tampan, tenang, dan terlalu berbahaya untuk disentuh. Ren adalah pria penghibur kelas atas. Seorang gigolo yang terbiasa menjual perhatian, kehangatan, bahkan cinta palsu kepada wanita-wanita kesepian kalangan elite.
Awalnya Arabella hanya ingin ditemani.
Namun tatapan Ren yang lembut perlahan menghancurkan pertahanannya. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Arabella merasa dianggap sebagai seorang wanita… bukan sekadar simbol status.
Tanpa mereka sadari, hubungan terlarang itu berubah menjadi cinta yang nyata.
Tetapi di dunia penuh uang, kekuasaan, dan pengkhianatan, cinta tidak pernah datang tanpa harga.
Saat Kyle mulai curiga, rahasia demi rahasia terbongkar. Dan ketika Arabella mengetahui alasan sebenarnya Ren memilih kehidupan kelam itu, ia dipaksa untuk memilih
Tetap menjadi istri terhormat yang hidup tanpa cinta atau mempertaruhkan segalanya demi pria yang bahkan tidak seharusnya ia cintai.
“Dalam dunia yang membeli cinta dengan uang, siapa yang paling terluka saat perasaan itu menjadi nyata?”
Read
Chapter: Sandiwara Sang Suami Bajingan“Papa, sudah sadar?” Suara Kyle meluncur mulus, terdengar begitu tulus dan sarat akan penyesalan semu. Pria itu berdiri di sisi ranjang rumah sakit dengan postur membungkuk hormat, menampakkan citra seorang menantu teladan yang sedang dilanda rasa bersalah mendalam.Begitu pintu kaca kamar VIP tertutup rapat di belakang punggungnya, atmosfer di dalam ruangan berubah menjadi panggung sandiwara yang memuakkan. Kyle yang sedetik lalu masih menunjukkan seringai arogan di hadapan Ren, kini dengan lihai memutar balik gesturnya menjadi pria penuh iba. Ia bahkan membiarkan matanya sedikit memerah, menciptakan ilusi seolah-olah ia adalah korban dari kesalahpahaman rumah tangga yang hampir menghancurkan hidupnya.“Pa, Kyle disini. Papa tenang saja, aku berjanji tidak akan pernah meninggalkan Ara dan aku akan selalu menjaga perusahaan keluarga ini.”Arabella, yang berdiri tidak jauh dari sudut ruangan, harus menggigit bagian dalam pipinya hingga terasa a
Last Updated: 2026-10-12
Chapter: Jangan BerceraiPintu kaca kamar VIP menutup rapat, memutus segala kebisingan, caci maki, dan ketegangan yang tadi sempat pecah di lorong rumah sakit. Ruangan itu beraroma desinfektan yang tipis, diisi oleh suara monoton dari monitor detak jantung dan alat bantu pernapasan yang terpasang di sisi ranjang.Arabella melangkah pelan dengan lutut yang terasa lemas. Di atas pembaringan rumah sakit itu, Mahendra Adiwangsa, pria paruh baya yang selama ini menjadi pilar terkuat dalam hidupnya terbaring sangat pucat. Wajah sang ayah tampak tirus, dengan mata terpejam rapat dan selang oksigen yang melingkar di hidungnya. Pertahanan diri Arabella yang tadinya dibangun dengan baja seketika runtuh berkeping-keping.Ia duduk di kursi sisi ranjang, menggenggam tangan Mahendra yang terasa dingin dan rapuh. Air mata yang sejak tadi mati-matian ia tahan akhirnya tumpah menderas, membasahi punggung tangan sang ayah."Papa..." cicit Arabella tertahan, suaranya bergetar hebat di
Last Updated: 2026-10-11
Chapter: Dua Pria Yang Bertemu Di Lorong Rumah Sakit"Sialan kau, Arabella! Berani-beraninya kau datang bersama bajingan ini?!" bentak Kyle dengan suara menggelegar, memecah keheningan koridor.Pria itu melangkah maju dengan kepalan tangan yang bergetar hebat di kedua sisi tubuhnya. Urat-urat di lehernya menegang, dan matanya menyala merah, menatap tajam ke arah Arabella sebelum beralih memindai sosok Ren yang berdiri tepat di samping wanita itu dengan postur santai namun siaga.Arabella menegakkan dagunya. Kelemasan akibat kabar buruk tentang sang ayah seketika tertutup oleh lapisan baja kemarahan yang membakar dadanya. Ia menatap Kyle bukan lagi dengan rasa sakit atau air mata, melainkan dengan tatapan paling dingin yang pernah ia tunjukkan seumur hidupnya."Jaga jarak dariku, Kyle," desis Arabella tajam, suaranya menusuk tanpa gentar. "Dan berhenti berteriak di depan kamar ayahku! Kau tidak punya hak sedikit pun untuk mengatur dengan siapa aku datang, atau dengan siapa aku pergi. Hubungan ki
Last Updated: 2026-10-10
Chapter: Telfon Yang Mendadak“Ara, bangun…” suara Ren bagai candu yang membuat telinga Arabella merasa tergelitik.Pria itu terus membubuhi wajah Ara dengan ciuman-ciuman kecil yang memanjakan. Ren bahkan tidak tahu mengapa dirinya setertarik ini dengan mangsanya. Biasanya pria itu langsung pergi setelah malam panas bersama tamu-tamu yang ia puaskan.“Ren… aku masih mengantuk…” gumam Ara mencoba menolak kenikmatan itu, namun tubuhnya tidak bisa. Ia membiarkan pria itu terus menciuminya, karena bagi Arabella ciuman itu terasa seperti candu.“Aku tegang. Aku pengen lanjut lagi.”Ren, semalam kita sudah melakukannya berulang kali, aku lelah Ren…”Tapi Ren tidak berhenti, dia malah terus menggerayangi tubuh Ara dengan ganas. Bahkan sekarang ia meremas-remas dua gunung kenyal milik Ara dan memilin pucuknya.Di atas ranjang king size yang berantakan, sentuhan tangan Ren yang terampil di kulit mulus Arabella kembali memantik bara. Tidak ada lagi keraguan atau sisa
Last Updated: 2026-10-09
Chapter: Malam Ini, Biarkan Aku Memilikimu”Ayo buka mulutnya,” ucap Ren sambil meraba-raba bibir bawah Arabella.Wanita itu patuh. Ia langsung duduk. Perlahan ia memajukan kepalanya menuju milik Ren yang sudah setengah tegang.“Kulum, Ara. Ayo…” Suara Ren lirih, bercampur dengan deru nafasnya yang berat.Arabella langsung mengulum ujung milik Ren, membuat pria mendesah nikmat sampai mendongak dengan mata tertutup. Reflek, tangan Ren memegangi kepala Ara dan menggerakkannya pelan.“Ahhh… enak banget mulut kamu. Hisap terus, Ara, aaah…” Ren meracau dengan nafas tertahan.Sedangkan Ara dibawah, melihat Ren yang menunjukkan ekspresi puas. Sekarang, pinggang Ren ikut bergerak, menghujam kerongkongan Arabella hingga membuatnya sulit bernafas.“Agghh!” Suara Ara tertahan oleh hentakan yang Ren berikan.“Enak? Apa kau suka aku memenuhi mulutmu?” Ren menjambak rambut Ara, namun tetap mempertahankan posisi kepalanya agar tak bergeser sedikitpun.“Sial! Aku keluar Ara, aaah!” Sebuah cairan hangat meluncur memenuhi seisi mulut Ara. Ren
Last Updated: 2026-10-08
Chapter: Aku Mainin Kamu”Tolong mainin aku. Sentuh tubuh aku Ren… aku mau dipuasin sama kamu.” “Ren tersenyum tipis. Ia membenarkan posisi duduknya agar lebih leluasa untuk menikmati tubuh Arabella yang sangat molek. “Mau dipuasin? Aku akan buat kamu merasakan kenikmatan sampai kamu lupa semuanya kecuali aku, Ara.” Bisikan bernada rendah itu melayang tepat di samping telinga Arabella, membakar sisa-sisa pertahanan dirinya yang sudah runtuh. Kata-kata Ren bagaikan sihir yang mengikis habis kesadaran logisnya, menggantikannya dengan gelombang gairah yang menuntut untuk dipenuhi. Arabella tidak merespons dengan kata-kata. Ia hanya mengangguk pasrah seraya makin menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Ren. Nafasnya yang hangat dan memburu menerpa kulit leher pria itu, menjadi sebuah jawaban tanpa suara yang sangat jelas bagi Ren. Ren terkekeh rendah, sebuah tawa penuh kepuasan yang menggetarkan dadanya. Dengan satu gerakan mantap dan penuh dominasi, Ren merengkuh tubuh molek Arabella ke dalam garapan
Last Updated: 2026-09-23