author-banner
nababy
nababy
Author

Novels by nababy

Mengubah Takdir Selir Antagonis

Mengubah Takdir Selir Antagonis

"Apakah aku akan mati untuk yang kedua kali?" Aku terbangun dalam tubuh Marielle De Aubrey, seorang tokoh antagonis yang berakhir mengenaskan, dihukum gantung akibat dosa yang diperbuat. Marielle seorang budak yang ditemukan Raja ketika berburu, dan menjadikannya selir di istana. Dia merebut posisi Ratu dan menjadi seorang diktator agar semua orang merasakan apa yang pernah ia rasakan, dan itu membuat dirinya jatuh dalam kematian. Aku yang mengetahui akhir tragis dari novel "Mawar yang Kembali Merekah" tidak ingin merasakan rasanya mati di tiang gantung dan disoraki oleh semua orang. Aku berusaha mengubah nasib Marielle yang kini juga menjadi nasibku. Namun, terkadang mengubah garis takdir yang telah tertulis bisa mendatangkan hal-hal diluar dugaan, karena semesta tak menyukai rencananya berantakan.
Read
Chapter: Mencari Tahu
“Marielle,” panggil Aldric pelan.Namun wanita itu diam. Dia langsung mengambil makanan yang sudah tersedia di meja. Sedangkan Diana hanya menatap keduanya secara bergantian. Ia merasa makan malam ini akan sangat panjang dan menegangkan.Malam makin larut, tetapi ketegangan di meja makan kayu itu justru makin membeku. Hanya denting halus sendok yang beradu dengan mangkuk keramik dan kepul asap sup hangat yang menjadi saksi keheningan mencekam tersebut.​Diana duduk kaku di ujung meja, mengunyah rotinya tanpa bersuara. Matanya bergerak gelisah melirik Marielle dan Aldric secara bergantian. Suasana di antara keduanya tak ubahnya seperti arena perang dingin yang siap meledak kapan saja.​Aldric berdehem pelan, berusaha mencairkan suasana. Pria tegap itu meletakkan sendoknya, lalu menatap Marielle yang masih asyik menyendok sup tanpa berniat mendongak sedikit pun.​"Supnya... lumayan enak," buka Aldric datar, mencoba memulainya dari hal paling sederhana.​Marielle tak berkutik. Jemari ca
Last Updated: 2026-08-21
Chapter: Perseteruan
“Semenjak kedatangan Grand Duke, suasana rumah ini menjadi suram,” keluh Diana yang masih menatap pintu kamar yang baru saja dimasuki Aldric.Belum sempat Diana beranjak dari tempatnya berdiri, seseorang tiba-tiba masuk. Seorang pria yang tak asing tiba-tiba datang memasuki rumah kayu itu.“Halo… maaf, saya sedang mencari Grand Duke,” ujarnya sambil membungkuk pada Diana.Diana sontak juga langsung membungkuk. Diana kenal dengan pria itu. Siapa lagi jika bukan Tristan, ksatria yang diperintah oleh Aldric untuk mengawasi makanan Marielle saat di istana sebelum kembali kesini.“Grand Duke ya? Dia ada di kamar itu.” Diana menunjuk penuh hati-hati.Tristan langsung berbalik dan segera mengetuk pintu.“Grand Duke, saya Tristan,” ucapnya jelas.Tak ada jawaban. Tristan kembali mengetuk.“Grand Duke… saya Trist…” Kalimatnya mendadak berhenti.Pintu seketika terbuka dan terlihat wajah Grand Duke yang penuh guratan amarah jelas disana.Tristan tiba-tiba mundur dan langsung meneguk ludah. Karen
Last Updated: 2026-08-19
Chapter: Pertsngkaran Lagi
Keduanya langsung tersentak. Aldric yang mencoba menjelaskan sekali lagi tidak bisa menghentikan Talia yang sudah diambang batas kesabaran.“Tolong mengertilah, ini memang salahku tapi semua ini terjadi karena ulang pangeran Heinry,” jelas Aldric sekali lagi.“Sudah saya bilang keluar kalian berdua dari rumahku!” bentak Talia keras.Marielle yang semula hanya diam, ia bangkit pelan, lalu menunduk pada Lami dan Talia bergantian.“Maafkan kedatangan saya yang membuat hatimu semakin terluka. Kami akan pergi sekarang,” ucap Marielle lembut.Tangannya langsung menarik lengan Aldric dan menariknya keluar. Aldric hanya bisa terdiam sambil mengikuti langkah Marielle dari belakang. Sedangkan Talia langsung menutup pintu keras kala keduanya baru keluar dari rumah kayu sederhana itu.“Marielle, apa yang kamu lakukan?! Aku berusaha membersihkan namamu!” Aldric terlihat kesal karena ditarik kasar oleh wanita itu.“Bisakah kita pergi dari sini terlebih dulu? Ada yang ingin saya sampaikan pada Anda.
Last Updated: 2026-08-18
Chapter: Permintaan Maaf Grand Duke
“Saya sangat tidak menyangka jika seorang Grand Duke mau berkunjung ke gubuk kami,” ucap ayah Enzo yang bernama Lami.Sedangkan Marielle masih terdiam di tempatnya. Hawa dingin tiba-tiba menusuk kulit saat dirinya mulai melangkah lebih dekat ke arah gubuk kayu itu. Pandangannya masih terkunci pada Talia. Gadis muda itu menatapnya dengan tatapan berapi-api penuh kebencian dan rasa kehilangan yang mendalam. Marielle hanya bisa diam, menerima tiap anak panah dendam yang dilayangkan lewat mata itu tanpa berusaha membela diri.​Aldric melangkah maju satu garis di depan Marielle, memecah ketegangan visual yang nyaris meledak. Ia menundukkan sedikit kepalanya kepada pria tua yang masih membungkuk gemetar di atas tanah.​"Berdirilah, Pak Tua. Kau tidak perlu berlutut di hadapanku," ujar Aldric, suaranya terdengar lembut namun tetap menyisakan wibawa.​Lelaki tua itu perlahan menegakkan tubuhnya yang rapuh, menyapu pandang bingung antara sang Grand Duke dan Marielle. Dengan nafas tersendat, i
Last Updated: 2026-08-15
Chapter: Pertemuan Kedua Wanita
“Mengapa Anda membawa saya kesini?” Mata perak Marielle bergetar hebat. Pandangannya berganti-ganti antara sosok Talia di luar jendela dan raut wajah Aldric yang duduk kaku di hadapannya. Jantungnya berdegup kencang, diselimuti campuran rasa tidak percaya dan kecemasan yang membuncah.​Aldric tidak langsung menjawab. Pria itu menghembuskan nafas panjang, mencoba membuang sisa gengsi yang masih tersisa di dadanya sebelum menatap Marielle lurus-lurus.​"Aku menemuinya pagi tadi di pemakaman," ujar Aldric dengan suaranya yang berat dan tenang. "Talia... dan ayahnya. Kehidupan mereka hancur setelah Enzo dieksekusi. Mereka kehilangan tulang punggung keluarga, dikucilkan warga, dan terpaksa tinggal di gubuk reot karena tuduhan pengkhianat yang ditempelkan pada nama Enzo."​Marielle membeku. Jemari tangannya yang berada di atas pangkuan seketika mengepal kencang hingga buku-buku jarinya memutih. Rasa bersalah yang mendalam menghantam dadanya. Ia langsung melihat Aldric lekat-lekat.​"Dan h
Last Updated: 2026-08-14
Chapter: Bertemu Keluarga Enzo
“Tunggu aku disini. Aku akan segera keluar,” perintah Aldric pada bawahannya yang baru saja sampai di depan rumah Marielle.​Beberapa jam sebelum tiba kembali di rumah sederhana ini, Aldric sebenarnya sempat memacu kudanya pulang ke Kediaman Valerante. Tanpa memperdulikan tatapan heran dari Jackson dan para prajuritnya, pria itu langsung mengumpulkan para pengawal untuk menyiapkan sebuah kereta kuda paling nyaman yang dimiliki kastil, lengkap dengan tirai tebal dan empat ekor kuda terbaik.Begitu kereta siap dan diperintahkan menyusul ke pinggir desa, Aldric memacu kudanya lebih dulu demi menuntaskan niatnya.​Setibanya di rumah kayu, Aldric langsung mencari keberadaan wanita itu. “Dimana Marielle? Aku ada urusan dengannya.” Aldric berjalan menuju belakang dimana ada Diana yang tengah membersihkan ruangan.Namun Diana yang berada di dapur hanya bisa berbisik cemas, "Lady Marielle ada di dalam kamarnya, Grand Duke. Beliau berpesan tidak ingin diganggu oleh siapapun..."​Tentu saja Aldr
Last Updated: 2026-08-13
Pria Penghibur Itu Adalah Simpananku

Pria Penghibur Itu Adalah Simpananku

Di mata semua orang, Arabella Adisurya adalah wanita paling beruntung di Jakarta. Menikah dengan Kyle Leonard Adisurya, pengusaha muda kaya raya yang namanya memenuhi majalah bisnis membuat hidupnya terlihat sempurna. Rumah mewah. Mobil mahal. Perhiasan tanpa batas. Namun tidak ada yang tahu, di balik pintu mansion megah itu, Arabella hanyalah istri pajangan yang tidak pernah dicintai suaminya. Satu tahun pernikahan mereka berjalan dingin tanpa sentuhan. Kyle lebih memilih menghabiskan malam bersama sekretaris pribadinya dibanding pulang menemui istrinya sendiri. Hingga pada suatu malam, rasa sepi membawa Arabella bertemu dengan seorang pria bernama Ren Arka. Pria itu tampan, tenang, dan terlalu berbahaya untuk disentuh. Ren adalah pria penghibur kelas atas. Seorang gigolo yang terbiasa menjual perhatian, kehangatan, bahkan cinta palsu kepada wanita-wanita kesepian kalangan elite. Awalnya Arabella hanya ingin ditemani. Namun tatapan Ren yang lembut perlahan menghancurkan pertahanannya. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Arabella merasa dianggap sebagai seorang wanita… bukan sekadar simbol status. Tanpa mereka sadari, hubungan terlarang itu berubah menjadi cinta yang nyata. Tetapi di dunia penuh uang, kekuasaan, dan pengkhianatan, cinta tidak pernah datang tanpa harga. Saat Kyle mulai curiga, rahasia demi rahasia terbongkar. Dan ketika Arabella mengetahui alasan sebenarnya Ren memilih kehidupan kelam itu, ia dipaksa untuk memilih Tetap menjadi istri terhormat yang hidup tanpa cinta atau mempertaruhkan segalanya demi pria yang bahkan tidak seharusnya ia cintai. “Dalam dunia yang membeli cinta dengan uang, siapa yang paling terluka saat perasaan itu menjadi nyata?”
Read
Chapter: Kedatangan Yang Mendadak
​“Sial! Apa yang baru saja aku katakan?!”Kyle termangu di ruang tengah. Sedangkan, di dalam kamar yang terkunci rapat, Arabella duduk di tepi ranjang dengan dada yang masih berguncang pelan. Usai menyapu sisa air matanya, ia meraih ponsel di atas meja dan mencari kontak pengacara kepercayaan keluarganya. Tanpa ragu sedikitpun, Arabella mendial nomor tersebut.​“Halo, Pak Baskara,” sapa Arabella, berusaha membuat suaranya terdengar setenang mungkin meski sedikit serak.​“Selamat siang, Nona Arabella. Ada yang bisa saya bantu?” sahut suara di ujung telepon dengan nada profesional dan hangat.​“Soal dokumen gugatan perceraian yang saya minta kemarin… apakah sudah selesai dibuat?”​“Sudah, Nona. Semua draf dokumen dan berkas pendukungnya sudah selesai disiapkan sejak kemarin sore. Tinggal menunggu tanda tangan dari Nona Arabella saja.”​Arabella menghela nafas lega, seolah beban berat di pundaknya sedikit terangkat. “Terima kasih, Pak Baskara. Bisakah kita bertemu besok pagi di kantor B
Last Updated: 2026-07-24
Chapter: Mari Kita Bercerai
“Siapa yang kau bilang pemilik kafe kecil ini? Kau disini cuma pemegang saham ya!” Suara seorang pria langsung membuat Ren berbalik.“Hahaha… Aku hanya bercanda. Lagipula, fakta aku pemilik sebagian kafe ini benar adanya kan.” Ren menepuk pria itu dan langsung mengambil apron karyawan dan memakainya.Pria yang pemilik kafe sebenarnya hanya bisa menggelengkan kepala.Di sisi lain, mobil sedan hitam itu akhirnya berhenti sempurna di depan pekarangan rumah mewah keluarga Adisurya. Belum sempat mesin mobil mati sepenuhnya, Arabella langsung membuka pintu belakang dan melangkah keluar dengan terburu-buru. Ia ingin segera menjauh dari atmosfer mencekam yang menghimpit dada sejak di kafe tadi.​“Arabella, tunggu!” pekik Kyle murka.​Pria itu bergegas menyusul, menjejaki langkah kaki istrinya yang bergerak cepat menuju pintu utama. Begitu Arabella berhasil melangkah masuk ke dalam ruang tamu, Kyle langsung menyambar pergelangan tangan wanita itu dan membanting pintu utama dengan sangat kera
Last Updated: 2026-07-23
Chapter: Insiden Yang Tak Bisa Dihindari
​”Kyle? Kok bisa dia ada di sini? Apa... apa diam-diam dia mengikutiku sejak dari rumah tadi?”Arabella melangkah mendekat dengan cepat, memecah ketegangan yang menggantung di udara. Menerobos kerumunan kecil karyawan kafe yang masih memegangi Kyle, ia langsung berdiri di tengah-tengah mereka.​"Tolong lepaskan dia! Dia suamiku," tegas Arabella pada para karyawan.​Para karyawan yang mendengarnya seketika membelalakkan mata kaget, lalu perlahan melepaskan cengkraman mereka dari tubuh Kyle. Sementara Kyle mendengus kesal dan segera merapikan jasnya yang kusut dengan nafas memburu. Matanya menyipit tajam, langsung mengunci pandangan pada istrinya, Arabella.​"Apa yang kau lakukan disini, Arabella?!" bentak Kyle, suaranya dipenuhi amarah yang tertahan. "Kau bilang ingin mengambil mobil di bengkel, heh? Tapi nyatanya kau malah berduaan dengan pria lain. Kau membohongiku hanya untuk menemui pria bajingan itu di lantai atas, kan?! Kau sudah berselingkuh dibelakangku!" Suara Kyle langsung
Last Updated: 2026-07-23
Chapter: Tertangkap Basah
“Brengsek!”Setelah melihat Arabella dibawa masuk ke lantai atas oleh pria itu, semua ketenangan Kyle yang tersisa langsung hilang begitu saja. Nafasnya mendadak memburu, dipenuhi oleh emosi yang membakar seluruh nalar dan logikanya. Tanpa sepatah katapun, tangan Kyle langsung meraih tuas pintu mobil untuk bersiap turun.​"Pak Kyle, tunggu!" cegah sang supir dengan panik dari kursi kemudi. Ia reflek menoleh ke belakang, mencoba menahan Kyle agar tidak melakukan tindakan gegabah yang bisa merusak reputasi besarnya. "Tolong tahan diri Anda, Pak. Ini tempat umum. Kalau Bapak langsung melabrak ke dalam, nama baik Anda bisa menjadi taruhannya. Biarkan saya saja yang maju, Pak!"​Kyle menepis tangan supirnya dengan sekali hentakan kasar. Sorot matanya sangat mengerikan, dingin dan penuh dengan hasrat ingin membunuh.​"Jangan menghalangiku. Diam di sini!" desis Kyle dengan suara tertahan yang sarat akan ancaman.​Brak!​Kyle membanting pintu mobilnya dengan sangat keras. Langkah kakinya ya
Last Updated: 2026-07-17
Chapter: Terlihat Oleh Suami
“Ikuti dia dan jangan sampai ketahuan,” perintah Kyle.“Baik, pak.”​Taksi online yang ditumpangi Arabella akhirnya menepi tepat di depan halaman cafe Nuansa Senja. Dengan langkah yang terburu-buru dan hati yang berdegup kencang, Arabella turun dari mobil, sesekali merapikan blus bagian lehernya untuk memastikan bekas luka semalam tidak terekspos.​Ia melangkah masuk ke dalam kafe yang pagi itu masih tampak lengang. Matanya menyapu ruangan, hingga akhirnya menangkap sosok Ren yang duduk santai di area outdoor pojok, tempat yang sama seperti kemarin sore. Pria itu tampak menawan dengan kemeja kasual yang kancing atasnya sengaja dibuka, sedang menyesap cangkir kopinya sembari menatap kedatangan Arabella dengan senyuman miring yang begitu memikat.​Sementara itu, beberapa meter di seberang jalan cafe, mobil hitam milik Kyle perlahan berhenti di bawah rindang pohon. Dari balik kaca mobil yang gelap, mata elang Kyle langsung mengunci pergerakan istrinya yang melangkah menghampiri meja Ren.
Last Updated: 2026-07-14
Chapter: Sejauh Mana Kau Berbohong
​“Nggak usah, Kyle. Biar aku saja yang mengurusnya. Aku tahu kamu pasti sibuk. Jadi kamu tidak perlu repot-repot,” tolak Arabella cepat dengan nada sedatar mungkin.​Kyle hanya menaikkan sebelah alisnya, lalu kembali menyunggingkan senyum miring yang penuh arti. “Begitu ya? Ya sudah kalau memang tidak mau diantar.”​Begitu sarapan yang terasa mencekam itu selesai, Arabella langsung bergegas bangkit dari kursinya. Ia melangkah cepat menuju kamar di lantai dua dengan dalih untuk bersiap memeriksa keadaan mobilnya.Begitu pintu kamar tertutup rapat dan dikunci dari dalam, napas Arabella memburu hebat. Jantungnya berdegup sangat kencang karena kepanikan.​Tanpa membuang waktu, ia segera merogoh ponsel dari saku pakaiannya dan langsung mencari kontak Ren. Begitu nada sambung terhubung, Arabella menempelkan ponselnya ke telinga dengan tangan yang sedikit gemetar.​Tut... Tut…​“Halo, Kelinci Kecil. Ternyata kau sudah merindukanku lagi
Last Updated: 2026-07-13
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status