Chapter: Maukah Kau Pergi Bersamaku?“Ayo Lady, sekali lagi.” Enzo terus menyemangati Marielle agar terus berusaha mengenai badannya dengan pedang kayu meski sedikit saja.Tapi gerakan Marielle masih terlalu lambat untuk mengenai bagian-bagian tubuh Enzo yang sudah memiliki pengalaman yang mumpuni.Marielle terus bergerak maju, mengayunkan pedang kayu itu ke tubuh Enzo meski gagal berkali-kali. Selain gerakannya yang lambat, Marielle juga tidak memiliki tenaga yang cukup hingga membuat serangannya mudah ditangkis oleh Enzo.“Kerahkan seluruh tenaga Anda.”Marielle berteriak frustasi sambil terus menyerang membabi buta.“Ya, tambah lagi.” Enzo terus memberi instruksi.“HYYAAH!” Marielle berteriak membuat memusatkan seluruh tenaga tersisa pada satu serangan terakhir.Serangan itu membuat pedang kayu Enzo terhempas akibat benturan keras dari keduanya. Dengan nafas terengah, Marielle tersenyum puas saat berhasil membuat Enzo dalam kondisi terjepit.“Bagaimana?” Marielle berkacak pinggang, masih membawa pedang kayu di tangann
Terakhir Diperbarui: 2026-04-12
Chapter: penginterogasianAldric mengumpulkan semua pelayan di aula utama. Semuanya diperintahkan untuk duduk bersimpuh dan berjejer rapi.Terlihat wajah-wajah yang mulai tegang dan bertanya-tanya mengapa orang-orang dikumpulkan di tempat yang sama. Mereka saling berbisik bertanya satu sama lain sambil menunggu Grand Duke datang.Di luar, Aldric tengah menginterogasi para pengawal dan penjaga yang bertugas selama dirinya tak ada. Namun semua bawahannya menjawab hal yang sama, yaitu tak ada satupun orang datang ataupun hal aneh seperti penyusup.“Dasar keparat!” Aldric menggeram rendah. Kepalan tangannya makin erat.Tak banyak bicara, ia langsung meninggalkan para penjaga dan pengawal di halaman istana.“Kalian boleh bubar sekarang,” ujar Jackson.Semuanya langsung bergerak sesuai perintah Jackson. Ekspresi mereka semua sama, yaitu bingung.Jackson menghela nafas, dirinya juga belum mengerti ada masalah apa. Tapi melihat wajah Grand Duke yang begitu tegang pasti ada satu hal yang amat penting telah terjadi di k
Terakhir Diperbarui: 2026-04-12
Chapter: Pencurian Harta Karun Grand Duke“Grand Duke masih belum mau makan?” tanya Jackson pada pelayan yang terus mengetuk pintu kamar Grand Duke dengan membawa sarapan.“Dari pagi Grand Duke terus meminta alkohol untuk diantar ke kamarnya, tuan,” jawab pelayan itu cemas.Jackson menghela nafas. Dirinya sudah tak terkejut lagi jika tuannya melakukan hal seperti ini setiap kali pulang dari ibukota.“Grand Duke, apakah Anda masih lelah karena perjalanan kemarin?” tanya Jackson pelan.Ia memasuki kamar Aldric perlahan. Ia melihat Grand Duke masih berbaring di atas ranjangnya yang besar. Wajahnya tertutupi oleh lengan, dan satu tangannya masih memegang botol yang sudah kosong. Membuat Jackson tidak tahu apakah Grand Duke masih tertidur atau sudah bangun.Pria itu menaruh beberapa dokumen yang dibawanya ke atas meja besar tengah ruangan. Ia berjalan ke sisi ranjang. Langkahnya hati-hati.“Grand Duke?” panggilnya lagi, kali ini lebih pelan“Kenapa...” gumamnya pelan, suaranya serak. “Kenapa harus dia...” Suaranya rendah, sedikit
Terakhir Diperbarui: 2026-04-11
Chapter: Ratu Yang Mulai RaguSikap Elira berubah seketika. Wanita itu memusatkan perhatian sepenuhnya pada Marielle.“Membunuh? Jangan menipuku, Marielle!” Elira tak percaya.Wajah Marielle tersenyum sejenak. Dada yang semula berdebar kencang kini perlahan mereda. Ia menghela nafas lalu menghembuskannya. Sikapnya masih tenang.“Maaf jika membuat Ratu bingung. Tapi semua yang saya katakan adalah kebenaran. Saya tidak meminta Anda langsung percaya. Yang terpenting saya sudah bicara jujur pada Anda.” Suara Marielle pelan.Sosok itu terlihat teguh. Tak ada satu ekspresi atau tanda-tanda untuk berbohong. Justru sebaliknya, sikap Marielle sekarang begitu pasrah.“Apa kau juga bicara ini pada Raja?”“Tidak, Yang Mulia.”Keraguan masih bergelut di hati Elira. Antara rasa percaya dan ingkar terus saling mendorong untuk memenangkan hatinya.Wanita itu duduk, mengambil secangkir teh yang tersedia, dan meminumnya perlahan.“Aku tidak tahu tujuanmu yang sebenarnya dengan mengatakan ini,” ujarnya. Matanya tak melihat Marielle
Terakhir Diperbarui: 2026-04-11
Chapter: Di Hadapan Sang RatuCassian menurunkan Marielle perlahan dan mendudukkannya di tepi ranjang. Wajah wanita itu penuh luka kecil yang mengganggu penglihatannya. Ia duduk, mengelus pipi Marielle yang terdapat luka goresan akibat latihan hari ini.“Kamu terluka,” suara Cassian lirih. Matanya terus menelusuri garis wajah Marielle.“Saya tidak apa-apa, Yang Mulia.”“Lihat wajahmu, banyak goresan.” Cassian masih meniti bagian wajah Marielle yang mengalami luka.Tangan kecil Marielle menarik tangan Cassian pelan, ia menangkup tangan yang lebih besar itu.“Yang Mulia, saya tidak apa-apa. Saya ingin menjadi kuat Yang Mulia. Saya ingin menjadi wanita yang pantas untuk Anda. Bisakah Anda mempercayai saya?”Satu tangan Marielle mengelus lembut punggung tangan Cassian. Sentuhan itu membuat Raja tak berdaya. Dengan berat hati, ia gagal menjauhkan Marielle dengan Enzo lagi.“Baiklah jika itu maumu.”Marielle tersenyum. “Bagaimana keadaan Yang Mulia Ratu?” tanyanya mengalihkan pembicaraan.“Dia masih sakit. Sepertinya un
Terakhir Diperbarui: 2026-04-10
Chapter: Diantara Perlindungan dan KepemilikanPerlahan kereta kuda itu keluar melewati gerbang istana yang megah, dengan membawa luka yang tak terbantah.“Karena kita sudah dalam perjalanan pulang, mulai besok lusa kita akan fokus pada wilayah Valtore, Grand Duke,” ujar Jackson yang sudah mulai membalik-balik dokumen dari tas kerjanya.“Terserah kau saja,” jawab Aldric tidak minat.“Grand Duke, bagaimana saat kita di Valtore nanti kita adakan sebuah pesta. Untuk mencari gadis cantik sebagai calon pasangan Anda.” Jackson memajukan tubuhnya sedikit, berharap ide darinya diterima.“Berhenti membuat omong kosong.” Aldric sama sekali tak tertarik. Ia hanya menyandarkan tubuhnya lalu memejamkan mata.“Ayolah Grand Duke, Anda sudah memasuki usia untuk menikah,” rayu Jackson sekali lagi.“Hanya ada satu wanita yang ada di hatiku. Dan kau tau siapa itu.” Aldric menatap Jackson jengah.“Tapi Grand Duke, wanita itu sudah bersuami. Apakah Anda benar-benar ingin merebut Yang Mulia Ratu dari Raja Cassian?”“Diam, atau aku lempar dirimu keluar!
Terakhir Diperbarui: 2026-04-10