author-banner
Sora moon
Sora moon
Author

Novels by Sora moon

Istri Kecilku

Istri Kecilku

Aku baru saja lulus sekolah, ketika ayahku meminta satu hal yang tak bisa kutolak. Menikah. Bukan dengan pria seusiaku. Melainkan Aksara. Dosen berusia tiga puluh dua tahun. Seorang duda. Ayah dari seorang anak. Pernikahan kami terjadi bukan karena cinta, tapi karena ayahku yang sakit dan wasiat ayahnya yang belum lama meninggal. Dua janji lama yang menyeretku ke hidup yang tak pernah kupilih. Aku hanya berniat bertahan. Tak berharap dicintai. Tak berniat mencintai. Namun hidup bersama Aksara membuat batas itu perlahan runtuh. Dan ketika hatiku mulai goyah, aku sadar satu hal— Aku mungkin istrinya. Tapi bukan satu-satunya perempuan di masa lalunya.
Read
Chapter: bab 6
Mobil Aksara berhenti di sebuah rumah dua lantai berwarna krem. Bangunannya tidak besar, namun terlihat sangat terawat. Rumah Aksara berada di dalam sebuah kluster di dekat UI. Diana keluar dari mobil mengikuti Aksara. Hari itu Caroline dan ibunya pulang lebih awal karena Caroline harus berangkat sekolah. Sedangkan Diana masih sibuk berbenah, menyiapkan barang-barang yang jumlahnya tidak sedikit. Maklum seorang gadis, pasti banyak keperluannya. “Ini rumahku. Maaf kalau kecil,” ucap Aksara singkat. Diana hanya terdiam, matanya tak berhenti melirik ke sana kemari. “Tidak, ini luas dan terlihat nyaman,” Diana sedikit tersenyum. Belum sempat mereka melangkah masuk seketika pintu depan terbuka. Seorang perempuan paruh baya muncul dengan senyum ramah. Pakaiannya sederhana, rambutnya tersanggul rapi. Dia tersenyum lebar menyambut Diana dan Aksara. “Mas Aksa sudah sampai,” ucap perempuan itu. “Ini pasti Ibu Diana, ya?” “Iya, Mbok,” jawab Aksara. “Ini istri saya.” Diana sedikit tersen
Last Updated: 2026-01-21
Chapter: bab 5
Pagi datang tanpa terasa. Aku terbangun dengan mata sembab, kepala berat, dan dada yang terasa kosong. Untuk sesaat aku lupa di mana aku berada. Apa yang terjadi kemarin, dan bagaimana semua berubah begitu cepat. Bau khas rumah sakit kembali menyeruak, menusuk hidungku. Lalu semuanya datang bagai kaset rusak. Aku duduk perlahan di tepi ranjang kecil yang diperuntukkan bagi keluarga pasien. Gaun pengantin sederhana yang kupakai tadi malam sudah berganti dengan gaun hitam. Suasana duka berkabung begitu terasa di ruangan kecil ini. Yang membuat dadaku begitu sakit saat teringat jika ayah sudah tiada. Sebentar lagi ayah dimakamkan. Beberapa perawat berlalu-lalang. Mereka berbincang pelan, seperti takut suara mereka melukai seseorang.Di sisi lain aku melihat Aksara yang terlelap duduk menyandar ke tembok. Wajahnya terlihat kelelahan. Kemeja putih dengan celana hitamnya masih ia gunakan. Dia yang ke sana kemari mengurus segalanya. Dari administrasi, sampai ikut mengurus jenazah aya
Last Updated: 2026-01-21
Chapter: bab 4
Malam ini aku akad, dengan pria yang baru kukenal pagi tadi. Malam ini aku akad, dengan pria yang telah memiliki anak. Malam ini aku akad, sederhana. Hanya disaksikan oleh beberapa staf rumah sakit, Ibu Aksara yang sudah tidak muda lagi, dan ayahku yang terbaring lemah di atas ranjang. Malam ini aku akad, dengan hiasan sederhana dan baju pengantin sederhana. Malam ini aku akad. Aku duduk di samping Aksara dengan penghulu yang memegang tangan. Malam ini aku akad. Akad yang akan mengubah kehidupanku ke depannya. “Saya terima nikahnya Diana Aulia binti Bapak Rendra Hadiansyah dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.” Suara Aksara mengalir mantap seperti seorang pria yang sudah siap memikul seluruh beban dunia. Untuk sesaat, aku menutup mata. Aku ingin meyakinkan diriku bahwa ini nyata. Bukan mimpi buruk, bukan halusinasi, bukan skenario tidak masuk akal yang tiba-tiba jatuh dari langit. “Bagaimana, para saksi? Sah?” “Sah,” jawab mereka serempak. “Alhamdulillah, sah.” Penghul
Last Updated: 2026-01-21
Chapter: bab 3
Setelah obrolan panjang, Diana merelakan dirinya menikah dengan Aksara. Kali ini ia benar-benar tidak akan menolak. Hatinya ia pasrahkan pada pria pilihan ayahnya. Diana berjalan pelan di samping Aksara. Entah mengapa, jantungnya sedikit berdebar. Ia belum pernah berhubungan dengan laki-laki sebelumnya. Bukan karena tidak laku. Wajahnya cantik, ia pintar dan baik. Hanya saja, ia tidak memiliki waktu dan tenaga untuk hubungan romansa. Berarti, setelah menikah, Aksara akan menjadi yang pertama dan terakhir bagi Diana. Udara koridor rumah sakit terasa dingin, tetapi telapak tangan Diana justru berkeringat. Ia menunduk, sesekali menatap punggung Aksara yang berjalan di depannya. Pria itu terlihat sangat dewasa dan berwibawa. Diana takut tidak bisa bersikap sepertinya. Mengingat usianya yang masih muda, belum pernah menjalin hubungan dengan pria mana pun, ia khawatir akan salah bersikap hingga membuat Aksara muak. Tidak. Diana menggeleng pelan dalam hati. Ia tidak boleh memikirkan apa
Last Updated: 2026-01-21
Chapter: bab 2
Keesokan paginya, Diana berdiri di depan cermin kamarnya, memandang pantulan dirinya dengan wajah muram. Rambutnya digelung rendah, menyisakan poni dan anak rambut yang menjuntai membingkai wajahnya. Diana mengenakan gaun sederhana berwarna krem. Meski bibirnya sedikit dipulas lipstik tipis, raut wajahnya tetap terlihat kusut. “Apakah aku benar-benar harus melakukan ini?” gumamnya pelan, meski ia tahu tak akan ada jawaban yang memuaskan hatinya. Sudah tidak ada pilihan lain. Diana menarik napas panjang sebelum keluar dari rumah menuju rumah sakit. Hari ini Diana akan bertemu dengan calon suaminya, juga calon anaknya. Jika boleh jujur, dadanya berdegup kencang. Ia gugup. Bayangan laki-laki brewokan masih menghantui pikirannya. Yang paling Diana khawatirkan adalah apa yang harus ia katakan saat bertemu anak Aksara. Bagaimanapun, Diana bukan tipe perempuan yang menyukai anak kecil. Ia juga tidak pandai basa-basi dengan anak-anak. Menurutnya, anak kecil terlalu merepotkan. Diana
Last Updated: 2026-01-21
Chapter: bab 1
Hujan baru saja berhenti. Diana menatap kosong ke luar jendela rumah sakit. Hanya kegelapan yang ia lihat. Sepi, sunyi, seolah tak ada kehidupan. Diana menoleh, menatap tubuh ringkih ayahnya yang terbaring lemah di atas ranjang. Suara monitor kesehatan terus memancarkan bunyi bip pelan, memecah keheningan. Diana Aulia, gadis sembilan belas tahun yang baru saja merayakan hari kelulusannya. Bukannya bergembira, Diana justru diliputi kesedihan saat mendapati kondisi ayahnya yang semakin menurun. Dokter telah menjelaskan bahwa Pak Rendra, ayah Diana, mengidap penyakit gagal jantung kongestif. Penyakit yang membuat penderitanya tidak mampu memompa darah secara efektif, sehingga cairan menumpuk di paru-paru dan bagian tubuh lainnya. Dokter juga memberi tahu bahwa penyakit ini tidak dapat disembuhkan, terlebih kondisi Pak Rendra sudah berada di tahap akhir. Kemungkinan sembuh sangat tipis. Harapan hidup Pak Rendra hanya tinggal beberapa minggu, atau bahkan mungkin hanya hitungan ha
Last Updated: 2026-01-21
You may also like
Pelayan Kecil Idaman Tuan Majikan
Pelayan Kecil Idaman Tuan Majikan
Romansa · Fit Tree Fitri
12.2K views
Bhu & Akra
Bhu & Akra
Romansa · Miafily
12.2K views
Lust Vegas
Lust Vegas
Romansa · Rindu Rinjani
12.2K views
Bahagia Setelah Dimadu
Bahagia Setelah Dimadu
Romansa · Ummu Amay
12.1K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status