Chapter: Bab 93 - Still MineOlivia membekap mulutnya, dia hampir tidak percaya dengan apa yang diceritakan oleh Ivan. Dia menjatuhkan bokongnya di atas kasur. “Ka.. kamu..?”Ivan mengangguk, “Bisa dibilang, aku memperkosamu.. aku mengambil keperawananmu. Maafkan aku Olivia, aku..aku hanya tidak tahan melihatmu tersiksa..”Olivia masih menggelengkan kepalanya, mencoba menggali kenangan masa lalunya. Ya dia ingat bahwa dia merasakan kesakitan di inti tubuhnya namun kemudian kenikmatan yang bertubi-tubi. Dia merasa melakukannya dengan Ivan, dan dia sangat menikmati segala sentuhan lembut dari pria yang dicintainya itu. Dia tidak menyesal sama sekali. Tapi hari di saat dia terbangun keesokan paginya, yang sedang tertidur di sampingnya adalah Randy. Jadi Olivia berpikir bahwa dia hanya sedang bermimpi atau terlalu mabuk sehingga membayangkan Randy sebagai Ivan.“Ya Tuhan!!” hanya itu kata yang dapat diucapkan oleh Olivia.Ivan meraih tangan Olivia, “Maafkan aku Olivia.”“Jadi kamu melakukannya karena kasihan melihatk
Last Updated: 2026-01-16
Chapter: Bab 92 - Flash backFlashback empat tahun lalu…Resepsi pernikahan berlangsung meriah, para tamu undangan sangat terpukau dengan kecantikan pengantin wanita. Banyak yang mengatakan Randy begitu beruntung bisa memiliki Olivia. Namun kemeriahan pesta berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan oleh Olivia.Jika benar mengenal Olivia, maka akan jelas terlihat ratapan sedih di balik senyum manisnya. Apalagi sejak kehadiran Ivan membuat konsentrasi Olivia benar-benar berantakan, bahkan ketika harus mengucapkan janji pernikahan, barisan kalimat yang berusaha dihafalnya dalam seminggu terakhir benar-benar hilang tanpa jejak. Bahkan ketika pendeta bertanya bersediakah dia menerima Randy menjadi suaminya, Olivia bahkan tidak menyadari pertanyaan itu tertuju padanya. Karena yang ada dalam benaknya hanyalah Ivander Elio.“Liv, kamu jangan minum terlalu banyak.” Ucap Steffany mengingatkan sahabatnya pada saat after party, acara seusai resepsi, dimana yang tersisa hanya pengantin dan juga teman-teman dekat, menikma
Last Updated: 2026-01-16
Chapter: Bab 91 - Tes DNAIvan memejamkan matanya, mencoba menenangkan dirinya. “Kamu pegang saja ini, kapan kamu siap, kamu bisa memakainya. Aku akan menunggumu.”Olivia menerima kotak tersebut, “Ivan.. boleh aku meminta sesuatu?”“Katakan.”“Aku ingin mencobanya denganmu, tapi..” suara Olivia bergetar, “Jika aku tidak bisa memuaskanmu.. tolong jujur padaku dan tinggalkan aku. Aku tidak ingin terjebak di situasi yang sama.”Ivan terkejut dengan perkataan Olivia, dia bukanlah pria brengsek yang memaksakan gairahnya pada seorang wanita. “Liv..” protes Ivan.“Please, Van.” Air mata Olivia mengalir, “Aku tidak ingin kamu membuang waktu menungguku.”“Kamu yakin?”Olivia mengangguk dengan tegas, ya dia telah memutuskan, mungkin ini satu-satunya cara yang harus dipilihnya agar Ivan menyerah. Mungkin juga ini menjadi kenangan terindah yang akan selalu dia kenang.Ivan menatap dalam mata Olivia, Ivan tidak ingin melakukannya dalam kondisi seperti ini, tapi toh Ivan akhirnya setuju, karena hanya dengan cara ini bisa me
Last Updated: 2026-01-16
Chapter: Bab 90 - Penolakan OliviaDariel yang memasuki musim liburan diculik oleh Steffany ke luar kota bersama orangtua Ivan, membuat Olivia leluasa mengurung diri di kamar. Sudah dua minggu berlalu dan Ivan tidak pernah muncul di hadapannya, hanya pesan singkat yang memberi kabar bahwa dia sedang sibuk mengerjakan suatu project.Olivia tidak bertanya banyak, karena baginya mungkin Ivan hanya mencari alasan untuk menghindarinya. Ivan bahkan tidak meminta penjelasan apapun padanya. Dan hati Olivia mulai berhenti berharap pada kebahagiaan impiannya.Knock knockSuara ketukan mengagetkan Olivia dari lamunannya. Siapa yang datang? Olivia menghapus air matanya dan berjalan ke depan rumah.“Ivan?”Ivan tersenyum menatap Olivia yang terkejut dengan mata sembab. Dua minggu mereka tidak bertemu, Olivia nampak semakin kurus dengan pipi tirusnya. Ivan sengaja tidak menemui Olivia, karena dia tau Olivia perlu menenangkan diri, pun juga dengan dirinya sendiri.“Sudah makan?” tanya Ivan dengan senyum manisnya dan Olivia menggeleng
Last Updated: 2026-01-16
Chapter: Bab 89 - Patah hati“Ana… tunggu.” Ana menghempaskan tangan Calvin yang mengejar dan menarik tangannya ketika berada di parkiran cafe.“Apa lagi?” tatap Ana dengan mata berkaca-kaca pada sosok pria tampan di hadapannya.“Aku bisa menjelaskan semua.” Ucap Calvin mengenggam tangan Ana dengan wajah penuh harap.Ana menghapus air matanya, “Kalau kamu memang dekat dengan Olivia, kenapa kamu harus mendekati aku??”“Aku dan Olivia sudah bersahabat sejak lama.” “Selingkuhan bertopeng sahabat?” ucap Ana sarkas.“Aku tidak berselingkuh. Kamu jangan percaya kata-kata Randy! Dia itu hanya mencoba menghancurkan kita semua. Dia sakit hati karena Olivia menceraikannya.”Ana tertawa sinis, “Randy mungkin berbohong, tapi Mama Ivan tidak mungkin berbohong kan?”“Maksud kamu?” Calvin mengangkat sebelah alisnya, tidak mengerti dengan ucapan Ana.“Kamu lupa pas ulang tahun Papa Ivan, Mama Ivan bilang dulu mereka pikir kalau Olivia akan menikah dengan kamu. Maksudnya apa? Apa yang kalian sembunyikan? Sebenarnya kalian ada hu
Last Updated: 2026-01-16
Chapter: Bab 88 - Kemunculan RandyOlivia sedang menikmati makan malamnya bersama Ivan, Steffany, dan juga Calvin bersama pasangan mereka masing-masing di sebuah cafe. Tiga pasangan ini sering keluar bareng untuk sekedar makan atau pun nonton bioskop bersama.“Wah.. lagi ngumpul, koq ga ajak-ajak sih?” sebuah suara mengagetkan mereka saat sedang menikmati makan malam bersama.“Randy?” Olivia terkejut melihat kemunculan mantan suaminya yang menghilang bagai ditelan bumi.“Kenapa terkejut? Dariel di mana?”“Iel lagi di rumah Ivan.” Jawab Olivia singkat.Randy tersenyum sinis, “I see. Kalian seperti sedang triple dating.”Ivan tersenyum, “Perkiraanmu benar.” Ivan merangkul bahu Olivia seakan mengklaim bahwa wanita itu kini adalah miliknya.Randy tersenyum, tidak terpengaruh dengan tindakan provokasi Ivan. Pria itu kemudian menatap Ana dan Andrew dan kemudian memperkenalkan diri."Pacar Steffany?" tanyanya ketika menjabat tangan Andrew. Belum sempat Andrew mengiyakan, Ivan melanjutkan, "Sudah lebih dari sebulan belum? Bias
Last Updated: 2026-01-16
Chapter: Bab 34“Semua hasilnya sudah oke, sudah bisa dikatakan berhasil. Tapi Pak Calvin tetap harus check-up rutin.” Ucap Victor pada Calvin yang mewakili Vino yang sedang cuti.“Baik, dok. Terima kasih.” Ucap Calvin tersenyum bahagia.“Kalau begitu saya permisi dulu. Sus, nanti hasil pemeriksaannya dikirim ke dokter Vino juga ya biar beliau tau perkembangan Pak Calvin.” Ucap Victor menatap Anna.“Baik, dok.” Ucap Anna dan kemudian memandang punggung Victor yang berlalu meninggalkannya dengan tatapan sendu. Sekilas Calvin dapat menangkap pancaran mata tersebut.“Pfiuuuhh...” Calvin bernafas lega. “Akhirnya berhasil juga setelah penantian panjang.” Ucap pria itu ketika Victor telah pergi.Anna tersenyum, “Tidak ada penantian yang sia-sia kan?”Calvin terkekeh, “Sepertinya kamu bahagia sekali setelah mendapatkan pacar impian.” Goda Calvin. “Yang tadi itu kan pacar kamu?”Anna mengangguk dan tersenyum merona, “Iya.”“Enak dong kerja bareng.”Anna menghela nafas, “Ya.. hanya saja tetap harus profession
Last Updated: 2026-05-07
Chapter: Bab 33“Kak.. Aku..”Victor tersenyum, “Jika kamu belum bisa memberikan jawaban sekarang, aku akan menunggu sampai besok pagi.”“Besok pagi?”Victor mengangguk, “Kamu tau kan aku bukan orang yang suka menunggu lama.” Ucapnya sambil mengenggam tangan Anna.Harusnya hari ini adalah hari paling bahagia dalam hidup Anna. Pria yang telah dipujanya selama bertahun-tahun akhirnya menyatakan cinta padanya, bahkan dengan cara yang sangat romantis. Tapi entah mengapa seperti ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Namun Anna berpikir kesempatan belum tentu datang dua kali, dan mungkin ini adalah jawaban Tuhan atas doa-doanya yang tidak pernah berhenti mengalir.“Aku mau, Kak.” Ucap Anna cepat.“Yes! Terima kasih, Anna. Boleh aku menciummu?”“Tapi Kak, ini tempat umum.” Cicit Anna sambil menoleh ke sekelilingnya, malu ucapan Victor terdengar para waitress.Victor terkekeh, “Baiklah, Sayang.”Jantung Anna terasa mencelos, baru pertama kali Victor memanggilnya dengan sebutan sayang dan itu membuat wajah
Last Updated: 2026-05-06
Chapter: Bab 32“Bagaimana kabar si dokter?” tanya Calvin ketika sedang diperiksa oleh Anna.Anna menghela nafas kasar, “Dia sudah putus dengan dokter koas.” Ucapnya sambil memakaikan manset di lengan Calvin.“Bagus dong, berarti kamu ada kesempatan.”“Dia nggak tertarik sama saya.”“Dari mana kamu tau?” Calvin mengernyitkan dahinya.Anna menggidikkan bahunya, “Aku dengar sendiri kalau dia bilang saya kurang cantik dan seksi.”Sebelah alis Calvin terangkat lalu dia tersenyum sambil menggeleng seakan tidak percaya apa yang baru saja didengarnya.“Kenapa Pak Calvin tersenyum? Apa iya semua cowok melihat cewek dari fisiknya?”“Cantik itu relatif. Tapi memang tidak dapat dipungkiri bahwa cowok sebagai makhluk logis selalu menilai wanita pertama kali dari fisik. Fisik membuat mereka tertarik, tapi kemudian apakah si pria jatuh cinta karena fisik semata, itu belum tentu. Karena banyak hal lain yang bisa membuat seseorang jatuh cinta.”“Contohnya?”Calvin nampak berpikir, “Bisa karena karakter, karena kenya
Last Updated: 2026-05-05
Chapter: Bab 31“Liv?” Calvin tertegun ketika membuka pintu dan ada gadis cantik bertopi yang berdiri di sana.Olivia tersenyum, “Hari ini jadwal periksa dokter kan?”Calvin mengangguk, “Ya. Kamu nggak kuliah?”“Hari ini dosennya nggak masuk, jadi aku punya waktu free buat temani kamu ke rumah sakit.”Calvin tersenyum, “Kamu nggak perlu melakukan itu, Liv. Lagian jarak dari kampus kamu ke sini kan lumayan jauh. Kamu naik apa? Mobil kamu kan masuk bengkel.”“Aku naik ojok online.” Ucap Olivia menyengir menampilkan barisan gigi putihnya.“Astaga, Liv. Harusnya kamu telpon aku. Aku bisa jemput kamu di kampus.”“Ck.. kamu belum boleh nyetir! Hmm aku boleh masuk nggak? Boleh minta air minum? Gerah banget.”“Eh astaga, masuk.. masuk. Aku ambilin air dulu.” Ucap Calvin mempersilahkan Olivia masuk ke dalam rumah.“Nggak usah, Vin. Aku bisa ambil sendiri.” Olivia berjalan ke arah pantry dan membuka kulkas mengambil sebotol air dingin kemudian menuangkannya ke dalam gelas. “Aaahh segar banget.” Ucap gadis itu
Last Updated: 2026-05-04
Chapter: Bab 30Anna bersiap untuk keluar, setengah jam lalu baru saja Victor menghubunginya untuk mengajaknya makan malam bersama. Bagi Anna ini adalah perkembangan pesat, dia jadi semakin dekat dengan Victor dan pria itu memperlakukannya dengan sangat baik, tidak lagi jutek seperti sebelumnya. Dan tentu saja itu membuat hati Anna berbunga-bunga bagai kembang di taman yang indah.Vino yang sedang bermain catur bersama ayah Anna terlihat mengkerutkan keningnya ketika gadis itu melewati mereka dan berdandan cantik.“Mau ke mana, Na?” tanya ayah Anna melirik sekilas lalu kembali fokus pada papan catur di hadapannya.“Mau keluar Pa, diajak makan malam sama teman.”Vino mengernyitkan dahinya, “Victor?”Anna menjulurkan lidahnya, “Mau tau aja. Pa, Ma, Anna pergi dulu ya. Bye.”“Kamu kenapa, Vin? Muka kamu kayak cemberut begitu.” Ucap ayah Anna.“Ah engga Om, ini kayaknya Vino bakal kalah lagi deh,” ucap Vino setengah berbohong. Sebenarnya dia tidak terlalu suka jika Anna dekat dengan Victor karena dia tau
Last Updated: 2026-05-03
Chapter: Bab 29“Hei, jangan ngomong seperti itu Kak. Kak Victor itu tampan, pintar, baik, dokter hebat. Kak Victor itu cowok sempurna menurutku. Jangan hanya karena satu penolakan membuat Kak Victor memandang rendah diri sendiri. Setiap orang itu berharga, hanya kadang tidak semua orang bisa menghargainya. Itu artinya bukan di sana tempat kita.”"Aku sedih Na, aku cinta banget sama dia.""Kak, ada yang pernah bilang sama aku, not every loss is a loss, some are lessons. Sometimes, losing people is part of finding yourself. Aku yakin Kak Victor pasti mendapatkan yang lebih baik."Victor tersenyum menatap Anna kemudian menggenggam tangan gadis itu, “Kamu itu paling ngerti aku, Na. Selalu bisa memperbaiki moodku.”Anna tersenyum, wajahnya merona, dalam hati ingin rasanya berjoget ria.Victor kembali menghembuskan nafas kasar, “Andai saja Sherly bisa seperti kamu, Na. Aku pasti jadi cowok paling bahagia di dunia.”Anna tertawa sinis, dalam hati ingin rasanya menangis.“Jangan sedih terus. What is yours
Last Updated: 2026-05-02