Chapter: Tamparan yang Menggambar Garis Baru"Arion! Menjauh dari pacarku!" hardik Gavi dengan suara lantang, berjalan menghampiri mereka dengan wajah merah padam dan napas memburu. Penampilannya jauh dari kata rapi, rambutnya acak-acakan, mencerminkan emosi yang tengah berkecamuk dalam dirinya.Arion mengangkat kedua tangannya, menunjukkan gestur menyerah, dan perlahan menjauh dari Senja. "Santai, bro," jawabnya dengan nada mengejek. "Aku hanya membantu membersihkan lukanya saja, bukan seperti pikiran kotormu!"Arion mengembangkan senyum sinis yang semakin memprovokasi emosi Gavi. "Maksudmu?" tanya Gavi dengan nada mengancam. Langkahnya makin mendekat sampai jarak mereka cuma beberapa sentimeter."Aku bukan dirimu yang suka mengambil keuntungan," sindir Arion, matanya menatap tajam ke mata Gavi. "Memilih asisten baru, mengenalkannya pada kolegamu dan lupa sama pacarmu, bukan begitu, Nona Beringin?"Wajah Senja membeku mendengar ucapan Arion. Matanya bergerak cepat, menatap Arion dan Gavi secara bergantian. Ia merasa bingung
Terakhir Diperbarui: 2026-01-21
Chapter: Nama Ayahku di Bibir GengLingkaran hitam terlukis di mata Senja, semalaman ia mencari informasi tentang kasus ayahnya yang terhubung dengan Arion Wiratama yang ternyata ketua Brandal Baja. Namun, tidak membuahkan hasil. Dia mendapat sedikit petunjuk dari rekaman semalam, tapi belum sepenuhnya yakin bisa mengungkap sosok sebenarnya.Semua beban ini menekan dada, rasanya ingin menangis tapi tidak bisa. "Sepertinya aku harus pulang, sebentar lagi peringatan kematian Ayah, dan Arion yang tahu nama ayahku membuatku semakin khawatir," gumam Senja. "Senja... Senja..." panggil Tara dengan manja, suaranya yang dibuat-buat lemah tidak menggubris pikiran Senja. Semua tentang Arion menguasai fokusnya. "Senja..." jerit Tara yang menarik rambut mengembangnya dengan kasar.Senja refleks melayangkan tangannya begitu berbalik ke belakang, "Kyaa..." teriak Tara segera melepas jemarinya di rambut Senja."Tara..." gagap Senja kaget akan kehadirannya."Senja apaan sih! Aku panggilin kamu dari tadi gak nengok juga," sewotnya,
Terakhir Diperbarui: 2026-01-21
Chapter: Takhta Pesta yang di Huni Dusta"Kamu membuntutiku ya?" terka Senja memandang Arion penuh selidik.Arion tertawa, giginya rapi menyinari, "Aku mengantar omku." Dia menunjuk pria tua di kejauhan – yang menatapnya dengan pandangan dingin, membuat Senja bergidik. "Kamu kenal om Bas?""Aku tidak kenal dia," jawab Senja."Arion Wiratama," Mengenalkan namanya sambil mengeluarkan kartu undangan dari saku. "Aku juga punya undangan kok. Hanya setahun ini aku di luar negeri, jadi mungkin kamu belum pernah denger nama ku di sini sebelumnya."Wiratama? Keluarga yang punya Dominion Law? Senja merasa dada terasa sesak.Senja tahu keluarga itu terkenal sebagai bilioner, tapi juga selalu menyembunyikan sesuatu. "Jadi kamu teman Gavi? Dan menjebakku di bar dengan rekaman AI yang dipalsukan?" Senja mendekat, bibirnya hampir menyentuh bahu Arion, "Kita tidak pernah berhubungan intim, kan?"Arion menarik pinggangnya perlahan – panas tangannya menyebar ke kulitnya seperti nyala api. "Tapi aku suka membayangkan rambutmu acak-acakan di b
Terakhir Diperbarui: 2026-01-21
Chapter: Dosen dari Malam yang LupaSenja berdiri kaku di depan pintu, mata tak bisa lepas dari Arion yang berdiri dengan jas hitam, tampilan profesional yang jauh berbeda dari pria yang ia temui di bar malam kemarin. Tara menyelipkan lengan ke sampingnya, "Senja, kamu baik-baik aja? Wajahmu pucat banget."Senja cuma bisa mengangguk, hati berdebar kencang. Ini nggak mungkin, ini nggak mungkin... Kilas balik malam itu tiba-tiba muncul lagi — Arion yang memeluknya, bibir mereka yang bertaut — dan ia merasakan malu yang menyelimuti badannya.Arion memutar badan, matanya sebentar menyoroti Senja sebelum berkata, "Siapa yang mau pertama?" Suaranya dingin, seolah tidak mengenalnya. Tapi Senja melihat ke dalam matanya — ada sesuatu yang tersembunyi, sesuatu yang membuat ia bingung."Kamu – yang rambutnya kayak beringin," Arion memutuskan, menunjuknya dengan senyum tipis sebelum kembali ke ruangan.Tara menyenggol, "Senja, kamu dipanggil," memperingatkan temannya yang sedari tadi melamun."Ah," gumam Senja."Kamu disuruh mas
Terakhir Diperbarui: 2026-01-21
Chapter: Harmoni Jahat di Sudut KafeHarusnya hari ini adalah hari spesial, di mana Senja merayakan ulang tahun Gavi.Langkahnya masih riang saat mendekati kafe tempat mereka janjian bertemu. Tapi, suara kecipak dari dalam kafe menghentikannya.Semakin mendekat, desahan mengalun seperti melodi yang menjatuhkannya ke neraka.Dari depan sana, Senja bisa melihat dua orang terdekatnya: pacarnya, Gavi, dan sahabatnya, Tara.Bibir mereka bertautan dengan hasrat. Gavi memegang pinggang Tara kuat, tak mau melepaskan. Tara menutup mata, penuh kepuasan. Tara mendorong tubuh Gavi melepas ciumannya, "Nanti ketahuan Senja.""Aman, dia kirim pesan katanya telat," Gavi sambil menunjukkan layar ponselnya dengan senyum sombong. "Tapi gimana kalo dia marah?" Tara menggoda dengan memainkan jemarinya di dada Gavi."Bodo amat," acuh Gavi yang menelusupkan jemarinya ke dalam blus Tara. "Aku sudah punya firma sendiri dan beberapa klien tetap, jadi aku gak butuh si rambut Einstein lagi,"Seperti ada peluru yang menembus hati Senja berkali-kal
Terakhir Diperbarui: 2026-01-21