Chapter: 121.Hari hampir terang, saat kekacauan di luar rumah keluarga Adams di bereskan. Tersisa tiga penyerang dari pihak musuh yang sengaja hanya ditembak bagian kaki-nya oleh seorang sniper di atap. Hal yang mengejutkan, salah satu penyerang merupakan seorang perempuan. Dia bertubuh kecil, dengan wajah licik. Senyumannya merupakan maut bagi pria hidung belang. " Aku sudah mengambil racun di gigimu, jadi tidak ada pilihan lain selain mengaku" Argus berkata tanpa basa-basi. Entah darimana Argus dapat mengetahui racun-racun itu. Tapi itu membuat penyerang -penyerang itu tidak punya pilihan lain. 'ciiihhh' wanita itu meludahi kaki Argus. Dia masih punya sopan santun karena tidak meludahi wajah. Jika tidak, James sudah akan menamparnya. "Aku tau kalian juga terpaksa melakukan penyerangan ini" Argus mulai melakukan pendekatan. "Jangan sok tau, dasar pria tua bangka!" Damprat wanita itu . Argus hanya tertawa geli, membuat wanita yang tidak ingin menyebutkan namanya itu semakin berang. " Sa
Last Updated: 2026-01-26
Chapter: 120. PoV JamesJames bergegas pergi ke Alaska, setelah mendapat kabar kurang mengenakkan dari sepupunya, Corner. Hal yang selama ini di takutkan oleh bibinya telah terjadi. Untung saja dia menyimpan semua berkas-berkas kepemilikan lahan juga rumah mereka di tempat yang sangat aman. James, sedikit mengurangi kepercayaannya pada Scott, adiknya. Meski selama beberapa tahun ini bersama, tapi James sudah menemukan bukti-bukti yang memperkuat dugaannya selama ini. Sekretaris James , Argus bekerja dengan sangat baik. Bahkan terlalu cepat menurut nya. Argus memiliki jaringan di berbagai sektor. Untuk mendapatkan tiket pesawat saja, dia hanya membutuhkan satu panggilan. Dan dia langsung mendapatkannya. "Bagaimana menurut pendapatmu, Argus?" tanya James gusar pada pria paruh baya yang sedang membaca di layar notebooknya. Argus tersenyum tipis, " Lawan kita hanya pemalak kampungan tuan, tapi ...""Tapi apa?""Orang-orang di balik merekalah yang harus kita waspadai" "Hmmmmm... Apa ada kemungkinan ini aka
Last Updated: 2026-01-26
Chapter: 119,Luna tidak tenang. Dia tidak dapat tidur memikirkan kengerian jika sampai Aldrick Beufort juga menyukai Alice. "Sejarah akan terulang", pikiran Luna dan Nut sama. Keesokan harinya dan hari-hari berikutnya, Luna berusaha mengalihkan panggilan Aldrick dari ponsel Alice. Ya, dia menyadapnya. "Maafkan aku Alice, tapi aku tidak ingin kau terlibat dalam perang dingin para mafia itu" Luna bersikap biasa saja. Tidak menghalangi Alice bertemu Aldrick. Tapi tetap mengawasi gerak gerik mereka. Meskipun Luna tau itu bagian dari rencana Alice. Mungkin bisa saja mereka mendapatkan petunjuk melalui Aldrick. Jadi Luna tidak bisa berbuat banyak kecuali membatasi komunikasi mereka. ***"Kau kenapa?" tanya Luna pada Alice yang terlihat gelisah. "James belum kembali dan aku tidak dapat menghubungi nya selama dua hari ini" wajah Alice sangat cemas. Luna menepuk bahu sahabatnya itu dan bersimpati. Bayangan dia dan James pernah menjalani hubungan palsu yang menjijikkan terlintas dibenaknya. Tidak d
Last Updated: 2026-01-26
Chapter: 118"dik," Bella duduk disebelah Thomas yang membisu. Menatapnya dengan sorot penuh tanya , menepis segala hinaan yang ingin ia lontarkan. Takut menyakiti hati kakaknya tercinta. "Maafkan aku, tidak menjelaskan apapun padamu. Saat aku terlena di atas sana, aku melupakanmu" Thomas masih diam. Dia sedang menggigit lidahnya kuat-kuat. Antara ingin marah dan menahan tangis. "Aldrick tidak melakukan kesalahan. Akulah yang bersalah padanya. Maafkan aku membuatmu berprasangka yang tidak-tidak padanya. Kau bahkan belum pernah mengenalnya" "Ya, karena kau tidak mengenalkannya padaku" jawab Thomas muram. "Maafkan aku, sungguh""Aku sudah memaafkanmu kak, jika tidak. Sudah kutinggalkan kau sejak tadi kau meminta maaf padanya" sorot mata Thomas beralih ke Aldrick. Aldrick hanya tertawa, tidak tahan melihat Thomas yang merasa malu. Dia terlalu ambisius, tidak dapat menyimpulkan keadaan dengan tepat. Terlalu cepat mengambil keputusan tanpa mencari informasi terlebih dulu. "Lihat, dia menertawai
Last Updated: 2025-06-11
Chapter: 117Mobil sudah berhenti di tempat parkir rumah sakit. Tapi Alice mauoun Aldrick sama sekali belum bergerak. Nut berdehem keras dambil melirik mereka berdua. Akhirnya Aldrick menyerah. Dia turun lebih dulu dan membukakan pintu untuk Alice. Terpaksa ia juga turum dengan wajah murung. Aldrick berjalan lebih dulu, sampai Alice menggenggam tangan Aldrick ketika berhasil menyamai langkah. Nut mendesah melihat adegan mengenaskan itu. Pukulan untuk Aldrick tepat dihatinya. "Kumohon maafkan aku," ucap Alice dengan mata berkaca-kaca. "Untuk apa?" Aldrick berusaha mengalihkan pandangan karena ia takut tidak dapat menahan diri. "Karena berpikiran buruk tentangmu. Aku ingin tau semuanya dari mulutmu Al, jika kau tidak keberatan" Aldrick membawa Alice ke kursi dekat taman rumah sakit. Mencari tempat nyaman untuk berkisah sebelum mereka mendatangi masalah. Ya, bukan tidak mungkin itu akan menjadi masalah besar bagi Aldrick. Bella sangat sulit ditangani, hingga berakhir gila. "Aku akan mencerit
Last Updated: 2025-06-11
Chapter: 116Aldrick yang sedang bersantai di hotelnya mendadak seperti kena serangan jantung. Berdegup kencang dengan irat kepala yang hampir putus samgking senangnya. Alice mengirimi pesan akan menemaninya menjenguk Bella yang masih di rawat dirumah sakit. Nut terheran-heran melihat tingkah anak asuhnya itu. Tidak biasanya dia bersikap kekanak-kanakan. Tapi jika menyangkut Alice, semuanya mungkin. Sesekali Nut melaporkan keadaan Aldrick pada ayahnya. Dia memang terlihat cuek, tapi sangat mengkhawatirkan keadaan putranya. Sejak kecil Aldrick ditinggal oleh ibunya yang memilih meninggalkan mereka. Cukup membuat Tuan Beufort frustasi. Karena dia sangat mencintai istrinya itu. Tapi disisi lain, dia tidak dapat menahan keinginan istrinya untuk berpulang di Alaska. Dia sudah menyiapkan kepergiannya dengan sebaik mungkin. Membuat beberapa kenangan yang akan diberikan kepada putra mereka saat dia sudah dewasa. Sayangnya, Beufort tidak dapat menemani istrinya itu karena dia menolak. "Akan terjadi
Last Updated: 2025-05-27
Chapter: 11. LingerieHarry dan Lily benar-benar sangat membantu. Alexey yang biasanya selalu bugar juga tampak kelelahan. Banyak sekali barang-barang yang menurutku tidak terlalu dibutuhkan. "Alex," aku mencoba membangunkannya saat sudah selesai memasak makan malam. Dia bergumam sedikit lalu kembali terlelap. Terpaksa aku duduk di depan wajahnya. Alex memiliki wajah yang sempurna, bahkan tubuhnya. Aku tidak dapat mencegah tanganku menyusuri lengan Alex yang di hiasi otot juga urat-urat yang menonjol. "Apa kau sedang mengagumi suamimu yang sedang tidur, sayang?" Aku terlompat kaget, mungkin dengan ekspresi yang lucu hingga Alexey tertawa terbahak-bahak. Menunduk malu merupakan jalan terbaik saat ini. "Hei," Alex menangkap daguku, "aku tidak masalah sayang, aku senang kau mengagumi ku, hmmm," "Maaf," jawabku merasa malu, "Untuk apa?" Alexey memaksaku menatap matanya yang indah. Sewarna ombak yang berpadu dengan badai, itu mempesonaku. "Karena bertindak tidak sopan," suaraku seperti orang
Last Updated: 2024-07-15
Chapter: 10. Rumah baru tetangga baruMobil berhenti didepan gang sempit yang sama sekali tidak muat dilalui kendaraan bermotor. Meskipun itu hanya sekedar sebuah sepeda motor. Sang sopir membantu kami membawakan koper Sementara aku berjalan mesra bersama Alexey menuju rumah baru kami.Rumah sederhana yang tidak terlalu besar. Aku merasa sangat heran karena aku sangat menyukai rumah baru kami. Senyuman cerah terbit diwajahku setelah merasa bisa betah disini. Tapi yang membuatku merasa pusing, beberapa barang rumah tangga berjejalan dihalaman. Sampai hampir menutupi halaman rumah tetangga baru kami.Saat Alexey membuka pintu. Seorang pria baru saja sampai dan dia merupakan tetangga baru kami.Alexey langsung menghampirinya dengan keramah tamahan yang belum pernah aku lihat."hai, kami baru saja pindah. maafkan barang-barang kami yang berserakan di halamanmu," kata Alexey basa- basi."oh tidak masalah, aku juga dulu pernah jadi orang baru. bahkan lebih parah dari ini," jawab pria itu sambil menertawakan diri sendiri. "
Last Updated: 2024-02-19
Chapter: 9. Hongkong"apa kau gila Alex? Hongkong?" pekikku tak percaya."sstttt, tenanglah istriku yang manis. kita akan memulai hidup baru disini," "disini " mataku semakin melotot.Alexey mengangguk sambil tersenyum cerah, "kita baru saja mendarat di hongkong," Aku ingin pingsan saja, tapi ingat kami memiliki misi penting untuk dilakukan. Meskipun Alexey sudah memastikan tidak banyak adegan berbahaya dalam tugas pertama ku ini, tapi aku tetap saja merasa gugup.Alexey membawa koper kami berdua keluar pesawat dengan dua tangannya, tapi memintaku menggandeng tangan kanannya. Aku menurut saja, daripada aku kesasar.Jika berangkat di landasan yang sepi, kali ini kami mendarat di bandara yang cukup padat. Beberapa mata menatap kami yang baru saja keluar dari pesawat jet pribadi.Aku begitu lengket pada Alexey, takut dengan suasana negara baru yang belum pernah aku kunjungi. Jika saja ini liburan sungguhan, mungkin aku akan menikmatinya. "bersikap santailah, Hannah, tidak ada yang akan mengenalimu disini,
Last Updated: 2024-02-19
Chapter: 8. tidak terdugaDeru angin menghiasi perjalanan udara kami. Pemandangan indah terhampar begitu hijau dengan undakan bukit-bukit batu yang curam dan terlihat berbahaya. Alexey mencoba menggenggam tanganku. Dia tampak terkejut karena tanganku yang dingin dan sedikit gemetar. Tatapan matanya seakan bertanya kenapa?Aku menggeleng lembut seraya tersenyum. Percuma berbicara di atas sini. Tidak akan terdengar apapun kecuali suara baling-baling dan angin. Helikopter itu membawa kami ke sebuah landasan yang tampak sepi. Alexey membantu melepaskan sabuk pengaman dan menarikku bersamanya menuruni helikopter itu.Aku merunduk sampai terasa suara baling-baling mulai menjauh. Alexey melambai tangan pada mereka dan terus membawaku bersamanya."Kita akan kemana?" tanyaku bingung."Ganti pesawat," jawab Alexey singkat padat dan jelas. Benar saja, sebuah pesawat jenis Airbus ACJ319neo terparkir cantik di landasan dan sudah siap berangkat . Aku sempat tertegun, seberapa jauh Alexey akan membawaku dengan pesawat itu
Last Updated: 2024-02-07
Chapter: 7. pernikahan"Bisa tolong pejamkan matamu?" pinta penata rias padaku. Aku menurut saja dan menikmati setiap polesan diwajahku.Aku sedang berada di dalam kamar pengantin. Kamar Alexey di rumah keluarga Ovechkin yang disulap menjadi kamar yang indah.Aku mendengar gumaman rendah para tamu yang hadir di pernikahan kami hari ini. Meskipun hanya pernikahan kontrak, tapi kegugupan membuat saraf-sarafku tegang.Setelah riasanku selesai, aku memakai gaun pengantin berwarna putih tulang. Gaun warisan ibunya Alexey yang ukurannya pas untukku. Alexey bersikeras ingin datang ke butik, tapi aku menolak karena Vladimir menunjukkanku gaun cantik itu. Vladimir sangat berterima kasih padaku dan memberikan cincin pernikahan mereka sebagai ungkapan bahagianya."Oh putriku yang cantik," Vladimir berseru di ambang pintu. Aku tersenyum malu seraya memperhatikan ekor gaun dengan detail payet berbentuk kupu-kupu. Vladimir datang untuk memelukku dan mengecup pucuk kepalaku."Jangan menangis, nanti maskaramu luntur," B
Last Updated: 2024-02-07
Chapter: 6.kehangatan"Ayah, kenalkan calon istriku," kata Alexey pada seorang pria tua beruban yang sedang menikmati sore yang cerah di halaman belakang rumahnya.Dia menatap ke arahku dan tersenyum begitu lebar. Barisan giginya yang rapi tampak sumringah, dia berdiri seraya merentangkan tangan padaku. Aku maju, dengan canggung menerima pelukan dari pria yang baru saja aku temui. Meski sudah tua, dia tampak sangat sehat dan berotot. Aku jadi tau dari mana Alexey mendapatkan senyumannya yang menawan."Vladimir, siapa namamu nona?" tanya nya sopan."Hannah Thompson," jawabku gugup."Cantik sekali seperti orangnya. Nah nak, mari temani aku bermain catur," ajak Vladimir pada putranya."Boleh aku saja yang temani?" tanyaku menawarkan diri. Aku sering mengalahkan ayah bermain catur. Dia sangat bangga padaku karena aku ahli dalam strategi. Dan sekarang, aku ingin mencoba kemampuanku pada orang lain. Apakah itu benar-benar kemampuanku atau ayah hanya mengalah untuk membesarkan hatiku.Vladimir cukup terkejut de
Last Updated: 2024-02-07