author-banner
Fuyutsuki Hikari
Fuyutsuki Hikari
Author

Novels by Fuyutsuki Hikari

Transmigrasi Sang Putri: Dari Terbuang Jadi Kesayangan

Transmigrasi Sang Putri: Dari Terbuang Jadi Kesayangan

Sebuah kecelakaan saat bertugas membuat Dongmei, seorang wanita anggota pasukan khusus anti teror terlempar ke dimensi lain. Jiwanya kini bersemayam di dalam tubuh seorang putri kerajaan yang malang. Sikap Dongmei yang keras kepala dan kasar membuat gempar seisi istana. Bagaimana tidak? Putri Meifeng yang mereka kenal selama ini sangat penurut, pendiam, dan sering menjadi bulan-bulanan anggota kerajaan lainnya. Konflik semakin hebat setelah ingatan sang putri perlahan kembali, membuat Dongmei marah atas sikap orang-orang Kerajaan Bai Yun terhadap Meifeng selama ini. Dia menantang bertarung kakak kandungnya, menentang keinginan raja, dan puncaknya Dongmei melarikan diri dari istana membuat panik semua orang yang tanpa sadar telah tersihir oleh pesona sikapnya yang unik.
Read
Chapter: BAB 165. TIDAK AKAN MEMBUATNYA MERASA MENANG
Huo Shan memasang ekspresi tak acuh terbaiknya saat bertemu dengan Chi Hua. Ia bahkan tidak mau repot berhenti untuk menyapa wanita sialan itu. Rasa benci yang dimilikinya terhadap Chi Hua tidak berhasil tersamarkan dengan baik.“Pangeran Huo Shan, bisa kita bicara?”Huo Shan melirik lewat ujung mata. Aura tidak bersahabatnya membuat Chi Hua merinding, tapi wanita itu memilih untuk mengabaikannya. Yang Han harus menerima konsekuensi atas kesombongannya, pikir Chi Hua. Ia akan melakukan apa pun untuk menyakiti Putra Mahkota dan Huo Shan merupakan objek yang menjadi bagian dari misi balas dendamnya.“Kau bisa mengatakannya di sini!” tegas Huo Shan, tanpa kompromi. Ia merasa sangat jijik. Wanita di hadapannya tidak ada bedanya dengan seekor ular. Chi Hua sangat licik, wanita itu jelas menginginkan kekuasaan, tapi di sisi lain, dia juga menginginkan Yang Han.Chi Hua menggelengkan kepala dengan gerakan anggun. “Tidak di sini!”“Aku tidak punya banyak waktu untuk basa-basi denganmu!” balas
Last Updated: 2026-08-06
Chapter: BAB 164. SIAPA YANG MENGIZINKANMU MATI?
Dongmei membelalak saat kembali ke paviliunya. Jantungnya berdebar sangat cepat, rasa panik menguasai dadanya.“Tao Tao?” Ia memanggil dengan nada tinggi. Suasana di dalam pavilion miliknya terkesan lebih sepi dari biasanya. Dia bahkan tidak melihat dua orang dayang yang biasa berkeliaran di tempat ini.Dengan berlalunya waktu, kepanikan terlihat jelas di wajahnya. “Tao Tao?” Dongmei memanggil lagi. Dia membungkuk, tangannya menepuk-nepuk kedua pipi dayang kepercayaan Meifeng.Mulut Tao Tao mengeluarkan darah segar, kedua matanya terpejam erat. Dongmei semakin panik saat mendapati nadi Tao Tao tidak berdenyut. Dengan putus asa ia berusaha memberikan pertolongan pertama. Dongmei naik ke atas ranjang, tangannya diletakkan di atas dada Tao Tao.“Kau tidak boleh mati!” bisik Dongmei. Rasa takut semakin mencekam. Udara di dalam ruangan itu terasa menipis hingga Dongmei sulit bernapas.“Jangan mati!” teriak Dongmei, terdengar sangat frustrasi. “Kau tidak boleh mati!” Ia terus menekan dada T
Last Updated: 2026-08-05
Chapter: BAB 163. MERASA BODOH
Permaisuri tidak menemukan sedikit pun keraguan di dalam suara Meifeng saat dia mengatakannya. Mungkin karena alasan itu ia menganggukkan kepala, menyetujui tanpa bertanya kenapa Ju An harus pergi bersama Liu? Ia yakin sesuatu terjadi hingga putrinya tidak bisa bersama dengan Liu.“Kau tahu, awalnya aku sangat marah karena Ju An menambatkan hati kepada Liu,” aku permaisuri terdengar getir. “Namun, sekarang aku mengerti jika kekuasaan dan harta tidak mampu membuat putriku bahagia.”Ia menjeda, tersenyum tipis. “Apa kau yakin adikmu bisa bahagia?”“Aku sangat yakin.”“Kalau begitu aku memberikan restuku.”Dongmei mengangguk cepat. Ia melepas napas yang sedari tadi ditahannya. Setelah ini ia hanya perlu memastikan Ju An untuk pergi ke Istana Musim Panas. “Jaga diri Anda baik-baik, Permaisuri!” pinta Dongmei, lembut. Ia berdiri, menunduk, mengamati jari-jari tangannya yang saling b
Last Updated: 2026-08-03
Chapter: BAB 162. TAWARAN UNTUK PERMAISURI
Sesaat Dongmei terlihat meragu. Kedua kakinya terasa berat untuk dilangkahkan. Tembok tinggi tidak terawat menjulang di hadapannya. Bulu kuduknya merinding, teringat saat Liang menjebak lalu mengurung Dongmei di dalma salah satu bangunan.Tidak ada pilihan, ia harus masuk untuk menemui Permaisuri Wen Ju.Dongmei sudah berada di depan pintu gerbang saat sebuah suara menginterupsinya. “Siapa kau? Berani sekali kau berada di tempat ini!” Seorang pria berpakaian prajurit datang tergopoh-gopoh. Wajahnya terlihat sangar.Dengan gerakan perlahan Dongmei membalikkan tubuh. “Aku Putri Meifeng, berani sekali kau bicara keras kepadaku!” kalimat itu dikatakan dengan nada tenang, tapi penuh penekanan.Prajurit bertubuh sedang itu langsung jatuh berlutut, kepalanya ditundukkan dalam. “Mohon ampuni hamba, Tuan Putri. Hamba tidak mengenali Anda,” ucapnya. Istana Bai Yun sangat luas, ada ribuan orang yang bekerja dan mengabdi di tempat
Last Updated: 2026-08-02
Chapter: BAB 161. TERBONGKAR
Emosi Yang Han masih bergolak saat kembali ke kediamannya. Langkahnya seketika terhenti mendapati Huo Shan di hadapannya. “Kenapa kau ada di sini?” Yang Han kembali berjalan, melewati pria yang tujuh tahun lebih muda darinya. Namun, langkahnya terhenti untuk kedua kali karena Huo Shan menangkap pergelangan tangannya.Tatapan Huo Shan terlihat aneh saat ini. “Apa maksudnya aku putra Raja Yang?”Putra mahkota tidak langsung bereaksi. Tidak ada jawaban yang meluncur dari mulutnya.Tidak mendapat jawaban, perlahan Huo Shan melepas genggaman tangannya di pergelangan Yang Han. Senyumnya terkembang getir. “Aku mengikutimu ke paviliun Selir Chi Hua untuk memberimu kejutan,” akunya. Ia mengangkat satu bahu dengan gerakan lemah. “Siapa yang menyangka justru aku yang mendapat kejutan besar.” Tertawa kecil, dia mengangkat kedua tangannya ke udara.Kenangan masa kecil berputar di dalam kepala Huo Shan. Sebagian besar ken
Last Updated: 2026-08-02
Chapter: BAB 160. PENGAKUAN CUIFEN
Seorang dayang berjalan tergopoh-gopoh ke belakang paviliun di mana Jing Fei sudah menunggu. Dia membawa seekor merpati surat di tangannya. Dengan hati-hati Jing Fei mengikat pelepah kayu berisi surat di kaki merpati itu lalu mengangkatnya ke depan wajah. Jing Fei membisikkan sesuatu sebelum melepasnya pergi.Di luar benteng, Dongmei menekuk kening dalam. Seekor merpati surat terbang dari arah paviliun milik Jing Fei. Dengan gerakan pelan ia melangkah. Dongmei mengangkat jari ke depan mulut, meminta Xueqin untuk menutup mulut rapat.Dongmei mengambil busur dan anak panah yang dibawa oleh Xueqin, membidik burung merpati surat itu, tapi sayang targetnya tidak berhasik ia jatuhkan. Kekesalan menari-nari di wajah wanita itu.“Jika kau menginginkan daging merpati, aku bisa meminta juru masak istana untuk memasakkannya untukmu,” kata Xueqin.Dongmei melirik singkat ke arahnya lalu menggelengkan kepala. “Tidak perlu.”Jawaban itu membuat Xueqin mengangkat bahu. Tangannya menerima busur yang d
Last Updated: 2026-08-01
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status