Chapter: BAB 94. TANPA IMBALANSetelah keheningan singkat, Dongmei akhirnya bicara. “Tapi kau tetap mengizinkannya untuk menemuiku.” Ekspresi datar wanita itu berubah. Kedua matanya kini disipitkan, penuh selidik.Liwei tidak mungkin begitu saja mengizinkan Tao Tao untuk menemuinya. “Apa yang membuatmu berubah pikiran? Kau pasti mengancam Tao Tao, kan?”Liwei menarik sudut mulutnya ke atas lalu menunjuk ke arah Tao Tao dengan dagunya. “Aku akan memotong lidahnya jika dia berani mengatakan kondisimu kepada orang lain.”“Kau ....” Dongmei tidak bisa melanjutkan kalimat yang sudah berada di ujung lidahnya. Ia hanya menggertakkan gigi. Ancaman putra mahkota tidak main-main. “Bagaimana jika orang lain yang membocorkannya? Kenapa kau hanya mengancam Tao Tao?”Liwei tidak langsung menjawab. “Berdiri Tao Tao! Tinggalkan kami!” perintah putra mahkota, tanpa ekspresi.Patuh, Tao Tao segera bangkit, lalu pamit undur di
Last Updated: 2026-06-10
Chapter: BAB 93. MERASA BANGGAUntuk beberapa saat, Dongmei tidak bisa berkata-kata. Memutar kedua bola matanya karena jengah, wanita itu bergumam pelan, nyaris tidak terdenga, “Kau terlalu menilai dirimu tinggi.”Terdiam beberapa saat, Dongmei menarik napas panjang. Gerak-geriknya sedikit kikuk. Dengan kepala menunduk, dia bicara dengan suara jernih, “Terima kasih!” ucap wanita itu kemudian masih menundukkan kepala.Keheningan jatuh cukup berat setelahnya.Perlahan, Dongmei mengangkat wajah. Pandangannya kini bersirobok dengan Huo Shan yang kini balas menatapnya sembari menaikkan satu alis tinggi. “Kenapa? Apa kau terkejut?”“Sejujurnya aku memang terkejut,” jawab Huo Shan jujur. “Aku tidak mengira kau akan berterima kasih kepadaku,” sambungnya disambut decakan kesal Dongmei.Huo Shan terdiam sejenak sebelum bergerak untuk berdiri. “Sebaiknya aku pergi,” katanya.Pergerakannya diamati oleh Dongmei le
Last Updated: 2026-06-10
Chapter: BAB 92. PENAWAR RACUNSatu minggu sudah berlalu, dan hingga hari ini kesehatan Meifeng masih belum ada kemajuan berarti. Di dalam kediamannya, permaisuri berjalan mondar-mandir. Hatinya resah karena raja masih belum mengizinkan siapa pun kecuali tabib dan putra mahkota untuk melihat kondisi Meifeng. Raja bahkan tidak mengizinkan ibu suri untuk datang berkunjung.“Dayang Zheng, apa kau mendapatkan informasi dari kediaman raja?” tanya permaisuri setelah terdiam lama.Sang dayang berusia lima puluh lima tahun itu tidak langsung menjawab. Ia berjalan untuk menutup jendela kamar permaisuri yang terbuka lebar lalu berbalik dan menjawab, “Belum ada informasi apa pun dari kediaman raja, Permaisuri.”Jawaban dayang kepercayaannya itu membuat permaisuri bertambah tidak tenang. Dia masih terlihat gelisah saat duduk di meja teh, sementara Dayang Zheng menuangkan tehpanas ke dalam cawannya. “Apa tabib istana masih ada di kediaman raja?”Dayang Zheng meng
Last Updated: 2026-06-09
Chapter: BAB 91. SUKU HUA HONGSuara langkah kaki tergesa membuat Liwei menoleh lewat bahunya. Pria itu masih berkespresi datar saat melihat Zixin datang menghadap, lalu memberi salam. “Ada apa?” tanyanya, datar.“Lapor, Putra Mahkota, Pangeran Huo Shan meminta izin untuk bertemu,” lapor Zixin. Dia menunggu beberapa saat sebelum undur diri setelah Liwei menganggukkan kepala pelan.Huo Shan bergegas masuk setelah Zixin memerintahkan empat orang prajurit penjaga untuk membuka pintu gerbang kediaman raja. Dengan ekspresi tidak terbaca dia melangkah, seolah dikejar oleh waktu. “Bagaimana keadaan Putri Meifeng?” pertanyaan itu langsung terlontar dari mulutnya saat bertemu dengan Liwei.“Apa kalian sudah menemukan penawarnya?” Ia kembali bertanya saat lawan bicaranya tidak langsung menanggapi ucapannya.Liwei mengangkat satu tangan, memerintahkan enam orang kasim dan empat dayang yang bertugas untuk keluar dari dalam ruangan. Keheningan meraja
Last Updated: 2026-06-09
Chapter: BAB 90. DENTING GENTAKepala Dongmei sudah terasa sangat berat. Pandangannya mulai mengabur, suara-suara disekitarnya seperti gema di kejauhan. Kenapa dadanya terasa sangat panas?Dengan susah payah Dongmei berusaha untuk bernapas. Kepalanya nyaris terantuk meja jika Liwei tidak menangkap tubuhnya tepat waktu.“Kau kenapa?”Pertanyaan Liwei tidak terdengar jelas oleh Dongmei. Dadanya terasa semakin sesak. Tenggorokan wanita itu seperti terbakar. Dongmei menggigit bagian dalam mulutnya untuk menahan erangan kesakitan, hingga kemudian terbatuk hebat setelahnya.Melihat keganjilan putrinya saat ini, Raja Bai langsung memerintahkan untuk menghentikan permainan musik dan tarian para penari. Dengan cemas dia berdiri, mengabaikan suara permaisuri yang mengingatkannya untuk tetap tenang. Raja berjalan dengan langkah tergesa menuju meja Liwei. Putrinya masih terbatuk hebat. Dongmei menutup mulut dengan telapak tangan. Raja dan Liwei terbelalak saat melihat darah di telapak
Last Updated: 2026-06-08
Chapter: BAB 89. BERMULUT MANISDongmei mendecih, menyadari lawan bicaranya bukan orang yang mudah membuat wanita itu memilih kalimat yang akan diucapkannya dengan hati-hati. “Kenapa kau mengincarku? Ada banyak putri raja yang jauh lebih menguntungkan dariku.” Ia terdiam sejenak, berjalan tenang untuk, memutus jarak diantara mereka lalu menarik kerah hanfu Huo Shan ke arahnya. “Katakan, kenapa aku harus menerima lamaranmu?”“Aku bisa menjagamu hingga helaan napas terakhirku.”Dongmei tertawa renyah, melepas genggamannya dari kerah Huo Shan lalu mengangkat kedua tangannya ke udara. Pria ini benar-benar pintar bicara manis, pikirnya.“Omong kosong!” Dongmei mencibir, tidak percaya. “Kau pasti sama dengan pria-pria bangsawan lainnya. Suatu hari nanti kau akan mengambil wanita lain untuk menghangatkan ranjangmu.” Wanita itu terdiam sejenak. Mengendikkan bahu. “Kau tidak akan bisa menolak jika rajamu menghadiahkan wanita kepadamu. Iya, kan?”“Jika hal itu terjadi sekali pun
Last Updated: 2026-06-08