Chapter: BAB 33. MERINDUKANKU?Liwei yang mendengar ucapan adiknya dengan menahan kesal di dalam dada. Mungkin otak Meifeng rusak karena kecelakaan itu, batinnya.Dalam keheningan panjang Dongmei mengamati Liwei. “Kenapa kau datang ke tempatku?” tanyanya, kaku. Liwei tidak langsung menjawab, dia menahan diri untuk menjawab karena Tao Tao kembali datang untuk menyuguhkan teh. “Satu minggu tidak melihatku. Apa kau merindukanku?” ejeknya, tersenyum kecut.Dongmei menjeda untuk melepas napas keras, “Aku tidak datang mengunjungi kediamanmu dan aku masih ada di istana. Kenapa kau harus secemas ini?”Liwei mengangkat teko teh yang terbuat dari tanah liat untuk menuangkan isinya ke dalam cawan teh. “Bagaimana lukamu?” Ia balik bertanya tanpa menatap Dongmei. “Kudengar kau berlatih memanah beberapa hari ini. Apa kau yakin hal itu tidak akan membuat lukamu terbuka?” Dengan gerakan anggun sang putra mahkota membawa cawan teh ke mulutnya.“Lukaku sudah kering. Aku bahkan sudah bisa bersalto,” jawab Dongmei ketus. Desahan napas
최신 업데이트: 2026-04-21
Chapter: BAB 32. PERASAAN IRIGelak tawa Pangeran Liang dan Pangeran Da terhenti seketika saat melihat sosok Meifeng berdiri tidak jauh dari tempat mereka berada saat ini. Keduanya melirik ke kanan dan ke kiri, menyapu seluruh tempat untuk memastikan jika mereka tidak salah tempat, pagi ini. “Kenapa Putri Meifeng bisa ada di luar paviliunnya?” tanya Pangeran Da, heran. Kedua alisnya bersatu, ditatapnya Meifeng lekat. Mulut pangeran ketujuh belas membentuk lingkaran besar saat anak panah yang dilepas oleh Dongmei tepat mengenai sasaran. “Dia hebat!” pujinya.Pangeran Liang tidak sependapat. Ia mencebikkan bibir dan berkata, “Hanya kebetulan—” ditelannya kembali kalimat yang sudah berada di ujung lidah saat anak panah yang dilepas Dongmei kembali mengenai sasaran dengan tepat.“Dia benar-benar hebat!” puji Pangeran Da tidak sungkan.“Kenapa kalian ribut sekali!” Dongmei melirik ke arah mereka, tajam. Suara sinisnya membuat Liang dan Da menutup mulut rapat. Kedua pangeran segera memberi hormat sebelum mengambil busu
최신 업데이트: 2026-04-21
Chapter: BAB 31. PENGAKUANPara menteri, pangeran serta kasim segera menyingkir saat raja berjalan melintasi ruangan setelah membubarkan pertemuan. “Bagaimana keadaan adikmu?” tanyanya kepada Liwei yang berjalan di samping kanannya.“Lapor Ayahanda, kondisi Meifeng sudah mulai membaik,” jawab putra mahkota. “Tabib mengatakan tidak ada yang perlu dikhawatirkan saat ini. Tabib juga mengatakan jika luka Meifeng tidak akan meninggalkan bekas.”Raja mengangguk, melepas napas lega. “Meifeng tidak boleh memiliki bekas luka.” Dia menjeda, menekuk kening dalam saat melihat perubahan ekspresi putra mahkota. Kekehan raja terdengar begitu ringan setelahnya. “Kenapa kau terlihat sangsi?”Liwei tidak langsung menjawab. Putra mahkota masih berjalan dengan langkah teratur di samping raja. “Terdengar sangat sulit, Ayahanda,” ucapnya terang-terangan. Ekspresi datar Liwei saat mengatakannya mengundang tawa raja, lebih keras kali ini.
최신 업데이트: 2026-04-20
Chapter: BAB 30. USIA UNTUK MENIKAHDi paviliun milik permaisuri yang megah, raja duduk di beakang meja teh sementara tabib istana tengah mengobati luka bakar akibat air panas di punggung tangan permaisuri. “Apa lukanya akan berbekas?” tanya raja merobek keheningan di dalam ruangan itu. Raja tahu permaisurinya sangat mengutamakan kecantikan. Meifeng tidak akan bisa hidup tenang di istana jika luka itu berbekas karena permaisuri pasti akan terus mencari perkara.Ekspresi permaisuri berubah khawatir mendengar pertanyaan itu. Bagaimana jika raja tidak menyukainya lagi? Batinnya.Tabib istana meletakkan salep yang sudah terpakai isinya sebagian ke atas meja. Dia lalu berdiri, dan menjawab hormat, “Lapor, Yang Mulia, luka bakar permaisuri tidak akan meninggalkan bekas. Hamba berani menjamin dengan kepala hamba yang rendah ini.”Permaisuri melepas napas lega mendengarnya sementara raja hanya mengangguk singkat. Raja mengangkat satu tangan, mengibaskan pelan, memerintah tanpa kata
최신 업데이트: 2026-04-20
Chapter: BAB 29. KEKHAWATIRAN PUTRA MAHKOTAMelotot, ekspresi raja mengetat. “Kau ....” Raja terdiam, tidak bisa berkata-kata saat matanya menangkap noda merah dibagian perut Dongmei. “Lukamu—”Dongmei menunduk. “Kembali terbuka,” sahutnya, dingin. “Apa yang Anda harapkan Yang Mulia? Aku harus bergerak gesit untuk menghindari pukulan prajurit-prajurit itu.”Raja menggelengkan kepala, mengibaskan ujung lengan bajunya. “Kurasa hal ini masih berkaitan dengan peristiwa yang terjadi di Kediaman Zi beberapa hari yang lalu,” ujar raja. Nyonya Zi yang mendengarnya bergetar ketakutan. Raja mengangkat satu tangan saat permaisuri hendak bicara. “Aku sudah mendengar kejadian itu dari putra mahkota dan Menteri Zi. Karena alasan itu aku akan memanggil semua orang yang terlibat secepatnya.”Raja Bai Feng terdiam sejenak, mengamati Dongmei lekat. “Kecuali kau,” tukasnya datar. “Aku menghukummu, kau tidak boleh keluar dari kediamanmu selama satu bulan dan tidak ada satu orang pun kecuali tabib istana dan hamba sahaya yang berkerja di tempat ini
최신 업데이트: 2026-04-19
Chapter: BAB 28. KENAPA HARUS TAKUT?Permaisuri menjerit saat luapan air teh panas mengenai punggung tangan kanannya. Dia mendesis sementara Nyonya Zi dan Dayang Tse berdiri, memeriksa punggung tangan kanan permaisuri yang kini memerah. “Kau benar-benar kurang ajar!” teriaknya murka. “Prajurit, tangkap Putri Meifeng dan penjarakan dia!” Permaisuri memberi perintah mutlak.Lima orang prajurit merangsak masuk ke dalam ruangan. Suasana semakin mencekam dan memanas, tapi Dongmei hanya mendengkus melihatnya. Dia meraih cambuk yang terselip di belakang punggungnya, lalu mengarahkan kepada kelima prajurit itu. “Maju, dan aku akan pastikan kalian merasakan sakitnya cambukanku!”Dongmei mendorong kasar dada seorang prajurit yang berjalan mendekatinya. Dia melawan, memukul saat dua prajurit lain datang untuk mencekal tubuhnya. Tangan kiri Dongmei yang belum sembuh kembali terasa sakit oleh cengkraman kuat salah satu prajurit.“Apa yang kalian tunggu?” bentak permaisuri. “Ringkus Putri Meifeng bagaimanapun caranya!”Perintah mutlak
최신 업데이트: 2026-04-19