Share

BAB 92. PENAWAR RACUN

last update Petsa ng paglalathala: 2026-06-09 18:00:52

Satu minggu sudah berlalu, dan hingga hari ini kesehatan Meifeng masih belum ada kemajuan berarti. Di dalam kediamannya, permaisuri berjalan mondar-mandir. Hatinya resah karena raja masih belum mengizinkan siapa pun kecuali tabib dan putra mahkota untuk melihat kondisi Meifeng. Raja bahkan tidak mengizinkan ibu suri untuk datang berkunjung.

“Dayang Zheng, apa kau mendapatkan informasi dari kediaman raja?” tanya permaisuri setelah terdiam lama.

Sang dayang berusia lim

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Transmigrasi Sang Putri: Dari Terbuang Jadi Kesayangan   BAB 180. RENCANA PERDANA MENTERI

    Sekembalinya ke istana, Dongmei berjalan ke sudut taman paviliunnya. Berdiri di dekat pagar pembatas, wanita itu memandang jauh. Malam sudah cukup larut, di selatan, terlihat percikan kembang api menghiasi langit. Kembang api itu diluncurkan dari Kediaman Menteri Perang, sebagai salah satu rangkaian acara."Yang Mulia, udara sangat dingin. Sebaiknya Anda masuk ke dalam." Suara Zihai terdengar dari arah belakang. Pria itu dan saudaranya tidak mengikuti acara di Kediaman Menteri Perang hingga selesai karena tuan mereka pulang lebih awal."Besok, aula pertemuan pasti akan sangat ramai." Tersenyum kecil, Dongmei merobek keheningan yang sempat menggantung di udara. Suara binatang malam perlahan meramaikan suasana. Benar saja, kabar mengenai kejadian di kediaman Menteri Perang tidak membutuhkan waktu lama untuk mencapai istana. Malam bahkan belum terlalu larut sepenuhnya ketika seorang pengawal kerajaan menyampaikan laporan kepada Raja. Dengan sangat jelas prajurit itu melaporkan pertarung

  • Transmigrasi Sang Putri: Dari Terbuang Jadi Kesayangan   BAB 179. BERBALIK ARAH

    Suara tawa di ruang pesta bangsawan pria masih terdengar. Semakin lama, suara Guo Han terdengar semakin keras dan anehnya tidak ada yang memberinya peringatan. Daun-daun maple di taman berguguran, angin bertiup, terasa kering.Saat Dongmei memasuki ruangan pesta, para bangsawan pria di dalam ruangan itu terbelalak. Kesunyian langsung memenuhi udara. Guo Han yang berlum menyadari kehadiran Dongmei masih menuang minuman ke dalam cawannya. Dia hendak bicara omong kosong lagi, tapi seorang pemuda di samping kirinya segera menyikut keras sisi perutnya.Guo Han menoleh, menatap ke arah yang ditunjuk oleh temannya tadi. Percakapan di antara para pemuda itu perlahan berhenti, digantikan oleh perasaan was-was.Di sisi lain, Tuan Wang sebagai tuan rumah tidak bisa menahan kegelisahannya. Sejak sadarkan diri dari usaha bunuh diri, Putri Meifeng tidak bisa ditebak jalan pikirannya. Terkadang wanita itu bisa mengambil sikap sangat tegas dan membuat jantung seperti berhenti b

  • Transmigrasi Sang Putri: Dari Terbuang Jadi Kesayangan   BAB 178. SUARA DARI RUANGAN SEBELAH

    Raja Bai Feng memiliki banyak putra dan putri dari Permaisuri dan Selirnya. Namun, beliau memperlakukan Putra Mahkota Liwei secara khusus, begitu pun dengan Meifeng. Sejak sang Putri nyaris tewas karena bunuh diri, Raja memperlakukannya lebih baih bahkan terkesan istimewa.Para pejabat untuk mengambil hati keluarga istana seringkali bertindak sebagai pion anggota keluarga kerajaan. Undangan pesta yang dikirim ke istana diantar dengan hati-hati. Menyinggung anggota keluarga kerajaan, sama dengan mencari mati. Karena itu Dongmei yakin ada undangan untuk Putri Meifeng. Jika undangan itu tidak diterimanya, pasti ada seseorang yang tidak mau dia datang ke pesta para pejabat.Siang ini, Dongmei hadir bersama beberapa dayang dan pengawal. Zixin dan Zihai yang sudah datang terlebih dahulu bergegas ke halaman depan untuk menyambut kedatangan tuannya. Hari ini Dongmei mengenakan hanfu berwarna merah tua dengan bordir bunga anggrek dan burung hong berwarna keemasan di bagian leng

  • Transmigrasi Sang Putri: Dari Terbuang Jadi Kesayangan   BAB 177. UNDANGAN YANG TIDAK PERNAH SAMPAI

    Sebelum pulang ke kediaman masing-masing, Zixin dan Zihai bicara terlebih dahulu dengan Dongmei di ruang kerja sang putri. Keduanya berdiri di depan meja kerja, sementara Dongmei terlihat sibuk menulis sesuatu di atas lembaran kertas kosong yang terbuka di atas meja.Tulisan wanita itu terlihat sangat rapi dan tegas, sedikit ada kemiripan dengan gaya menulis Putra Mahkota. Menyelesaikan tulisannya di atas kertas, masih belum mengatakan apa pun Dongmei menggulung kertas tersebut, memasukkannya ke dalam sebuah tabung kayu kecil, lalu mengikatnya dengan hati-hati sebelum diberikan kepada Zixin.Untuk sekarang, mereka tidak bisa bicara bebas karena tahu ada banyak mata yang tengah mengawasinya. Melepas napas panjang, Dongmei lalu berkata, “Apa ada kabar kapan kakakku akan kembali ke ibu kota?”Zixin menyembunyikan perkamen yang diberikan oleh Dongmei ke balik hanfu-nya. “Lapor Yang Mulia, jika tidak meleset, Putra Mahkota akan kembali ke i

  • Transmigrasi Sang Putri: Dari Terbuang Jadi Kesayangan   BAB 176. HASUTAN SANG SELIR

    Sore harinya setelah sidang di balairung istana berakhir, Raja masih belum kembali ke ruang pribadinya. Pikirannya dipenuhi oleh banyak hal. Para abdi menunggu dalam diam, berdiri tegak dengan kepala menunduk.Raja duduk di sebuah paviliun kecil yang menghadap kolam teratai. Musim panas telah lama berlalu. Daun-daun mulai menguning, angin membawa hawa dingin yang pelan-pelan masuk melalui sela tirai. Menerawang jauh, bibirnya membisu.Dalam keheningan yang menggantung, Jing Fei datang tanpa banyak pengiring. Di tangannya dia membawa teko tehnya sendiri lengkap dengan nampan dan cangkir keramik terbaik untuk disajikan kepada Raja. “Yang Mulia?”Mendengar suara manis itu, Raja mengangkat pandangan. “Duduklah.” Seperti biasa, suara Raja terdengar sangat lembut. Di hadapannya, sang Selir tersenyum malu-malu, kemudian menuangkan teh ke dalam cangkir di hadapan Raja.Beberapa saat mereka hanya diam. Jing Fei tahu, dalam situasi seperti i

  • Transmigrasi Sang Putri: Dari Terbuang Jadi Kesayangan   BAB 175. TIDAK PERLU TAKUT!

    Keheningan yang menggantung terasa sangat mengganggu. Namun, Dongmei masih berdiri tenang, menatap lawan tanpa gentar.Dari singgasananya yang megah, Raja menatap putrinya cukup lama. Namun, sebelum beliau sempat menjawab, terdengar suara isakan Selir Jing Fei. Wanita itu menundukkan kepala sambil mengusap sudut matanya.“Yang Mulia?” Suara Selir Jing Fei terdengar merana saat memanggil pria nomor satu di Kerajaan Bai Yun itu.Raja langsung menoleh. Matanya bersorot lembut saat pandnagannya bersirobok dengan Jing Fei. “Ada apa?”Menelan dengan susah payah. Jing Fei berdiri dengan tubuh sedikit gemetar. “Hamba tidak bermaksud ikut campur dalam urusan penyelidikan.” Perlahan ia mengusap lelehan air mata dengan saputangannya. Isakan wanita itu membuat dua orang dayang yang menyertainya berekspresi cemas.Menjeda, Jing Fei mengangkat wajah. Matanya telah memerah. “Hamba merasa takut.”Raja mengerny

  • Transmigrasi Sang Putri: Dari Terbuang Jadi Kesayangan   BAB 25. MENDENGARKAN PENJELASAN

    Dongmei tidak langsung menjawab. Tangannya menepuk-nepuk kursi kosong di sebelah kirinya, meminta tanpa kata kepada Liwei untuk duduk. Dalam diamnya wanita itu memutar otak keras. Dongmei harus bisa mengajak Liwei bekerjasama. Dia sangat yakin Nyonya Zi pasti tengah mengatur strategi untuk melawann

  • Transmigrasi Sang Putri: Dari Terbuang Jadi Kesayangan   BAB 23. MEMBUAT DIAM SEMUA ORANG

    Deming dan Zihao yang memperhatikan Meifeng tersenyum simpul, penuh kekaguman. Sang putri ternyata masih memiliki semangat bertarung walau satu tangannya tidak dapat dipakai, pikir keduanya kompak.Dongmei mengangkat cambuk yang masih tergulung, tinggi. “Minggir sebelum cambukku mencabik daging kal

  • Transmigrasi Sang Putri: Dari Terbuang Jadi Kesayangan   BAB 22. ANCAMAN ITU TIDAK MEMBUATNYA TAKUT

    Di dalam hatinya, Nyonya Zi mempertanyakan kebenaran berita seputar Meifeng yang beredar luas selama ini. Wanita muda dihadapannya jelas tidak terlihat suram, sebaliknya, wanita muda itu memiliki kecantikan, keagungan dan pesona yang sulit untuk diabaikan.“Berani sekali kau tidak memberi salam kep

  • Transmigrasi Sang Putri: Dari Terbuang Jadi Kesayangan   BAB 18. ALASAN LIWEI

    Di depan pintu kamar Meifeng yang tertutup rapat. Liwei berjalan mondar-mandir, berpunggung tangan. Langkahnya seketika terhenti saat indra pendengarannya menangkap suara pintu dibuka.“Bagaimana keadaan Meifeng?” Dia bertanya cepat, melangkah terburu-buru menuju tabib istana sementara Tao tao yang

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status