Share

BAB 92. PENAWAR RACUN

last update publish date: 2026-06-09 18:00:52

Satu minggu sudah berlalu, dan hingga hari ini kesehatan Meifeng masih belum ada kemajuan berarti. Di dalam kediamannya, permaisuri berjalan mondar-mandir. Hatinya resah karena raja masih belum mengizinkan siapa pun kecuali tabib dan putra mahkota untuk melihat kondisi Meifeng. Raja bahkan tidak mengizinkan ibu suri untuk datang berkunjung.

“Dayang Zheng, apa kau mendapatkan informasi dari kediaman raja?” tanya permaisuri setelah terdiam lama.

Sang dayang berusia lim

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Transmigrasi Sang Putri: Dari Terbuang Jadi Kesayangan   BAB 96. KEKESALAN PANGERAN YANG HAN

    Sudah satu minggu berlalu sejak kepulangan Huo Shan, dan sudah satu minggu juga Dongmei terjebak di istana. Wanita itu tidak bisa menolak saat ibu suri memberi perintah agar Meifeng belajar tata krama bersama Biyu dan beberapa putri lain di paviliun milik ibu suri.Rasa bosan bercokol dalam kepala Dongmei. Kedua matanya terasa berat, udara sepoi yang berembus lewat jendela yang terbuka sama sekali tidak membantu, sebaliknya, rasa kantuk itu datang semakin hebat. Kepala Dongmei nyaris terantuk ke atas meja andai wanita itu tidak menariknya tepat waktu.Dongmei menggelengkan kepala, lalu menepuk-nepuk pelan kedua pipi untuk menghilangkan rasa kantuk. Dia bersorai dalam hati saat guru tata krama istana mengatakan jika jam pelajaran sudah usai. Dengan semangat membara wanita itu merapikan kertas-kertas dan buku-buku pelajarannya, memberi salam lalu berbalik pergi untuk keluar dari tempat membosankan ini....Di tempat lain, Yang Han memasang e

  • Transmigrasi Sang Putri: Dari Terbuang Jadi Kesayangan   BAB 95. KENAPA KAU MENYUKAIKU?

    Dongmei membuang muka dan berdecih. “Lalu kenapa ayahanda menyetujui pertunangan kami?” tanyanya, masih tidak menatap Liwei.“Ayahanda menerima lamaran Huo Shan dengan beberapa syarat,” kata Liwei, menarik perhatian Dongmei. “Kalian diizinkan menikah setelah Huo Shan berusia dua puluh tiga tahun, dan selama itu dia tidak boleh mengambil wanita lain untuk menjadi simpanan atau istri. Jika hal itu terjadi, pertunangan kalian dibatalkan.”“Kalau begitu aku hanya perlu memastikan dia menyukai wanita lain, kan?” Dongmei terkekeh sembari melipat kedua tangan di depan dada. “Aku pasti menemukan cara untuk membuatnya tertarik ke wanita lain,” sambungnya, setengah berbisik.“Jangan macam-macam!” tegur Liwei. “Untuk beberapa tahun ke depan hanya Huo Shan yang bisa membuatmu selamat dari pernikahan yang tidak kau inginkan. Jadi aku sarankan kau menjaga tunanganmu itu dengan baik.”Pe

  • Transmigrasi Sang Putri: Dari Terbuang Jadi Kesayangan   BAB 94. TANPA IMBALAN

    Setelah keheningan singkat, Dongmei akhirnya bicara. “Tapi kau tetap mengizinkannya untuk menemuiku.” Ekspresi datar wanita itu berubah. Kedua matanya kini disipitkan, penuh selidik.Liwei tidak mungkin begitu saja mengizinkan Tao Tao untuk menemuinya. “Apa yang membuatmu berubah pikiran? Kau pasti mengancam Tao Tao, kan?”Liwei menarik sudut mulutnya ke atas lalu menunjuk ke arah Tao Tao dengan dagunya. “Aku akan memotong lidahnya jika dia berani mengatakan kondisimu kepada orang lain.”“Kau ....” Dongmei tidak bisa melanjutkan kalimat yang sudah berada di ujung lidahnya. Ia hanya menggertakkan gigi. Ancaman putra mahkota tidak main-main. “Bagaimana jika orang lain yang membocorkannya? Kenapa kau hanya mengancam Tao Tao?”Liwei tidak langsung menjawab. “Berdiri Tao Tao! Tinggalkan kami!” perintah putra mahkota, tanpa ekspresi.Patuh, Tao Tao segera bangkit, lalu pamit undur di

  • Transmigrasi Sang Putri: Dari Terbuang Jadi Kesayangan   BAB 93. MERASA BANGGA

    Untuk beberapa saat, Dongmei tidak bisa berkata-kata. Memutar kedua bola matanya karena jengah, wanita itu bergumam pelan, nyaris tidak terdenga, “Kau terlalu menilai dirimu tinggi.”Terdiam beberapa saat, Dongmei menarik napas panjang. Gerak-geriknya sedikit kikuk. Dengan kepala menunduk, dia bicara dengan suara jernih, “Terima kasih!” ucap wanita itu kemudian masih menundukkan kepala.Keheningan jatuh cukup berat setelahnya.Perlahan, Dongmei mengangkat wajah. Pandangannya kini bersirobok dengan Huo Shan yang kini balas menatapnya sembari menaikkan satu alis tinggi. “Kenapa? Apa kau terkejut?”“Sejujurnya aku memang terkejut,” jawab Huo Shan jujur. “Aku tidak mengira kau akan berterima kasih kepadaku,” sambungnya disambut decakan kesal Dongmei.Huo Shan terdiam sejenak sebelum bergerak untuk berdiri. “Sebaiknya aku pergi,” katanya.Pergerakannya diamati oleh Dongmei le

  • Transmigrasi Sang Putri: Dari Terbuang Jadi Kesayangan   BAB 92. PENAWAR RACUN

    Satu minggu sudah berlalu, dan hingga hari ini kesehatan Meifeng masih belum ada kemajuan berarti. Di dalam kediamannya, permaisuri berjalan mondar-mandir. Hatinya resah karena raja masih belum mengizinkan siapa pun kecuali tabib dan putra mahkota untuk melihat kondisi Meifeng. Raja bahkan tidak mengizinkan ibu suri untuk datang berkunjung.“Dayang Zheng, apa kau mendapatkan informasi dari kediaman raja?” tanya permaisuri setelah terdiam lama.Sang dayang berusia lima puluh lima tahun itu tidak langsung menjawab. Ia berjalan untuk menutup jendela kamar permaisuri yang terbuka lebar lalu berbalik dan menjawab, “Belum ada informasi apa pun dari kediaman raja, Permaisuri.”Jawaban dayang kepercayaannya itu membuat permaisuri bertambah tidak tenang. Dia masih terlihat gelisah saat duduk di meja teh, sementara Dayang Zheng menuangkan tehpanas ke dalam cawannya. “Apa tabib istana masih ada di kediaman raja?”Dayang Zheng meng

  • Transmigrasi Sang Putri: Dari Terbuang Jadi Kesayangan   BAB 91. SUKU HUA HONG

    Suara langkah kaki tergesa membuat Liwei menoleh lewat bahunya. Pria itu masih berkespresi datar saat melihat Zixin datang menghadap, lalu memberi salam. “Ada apa?” tanyanya, datar.“Lapor, Putra Mahkota, Pangeran Huo Shan meminta izin untuk bertemu,” lapor Zixin. Dia menunggu beberapa saat sebelum undur diri setelah Liwei menganggukkan kepala pelan.Huo Shan bergegas masuk setelah Zixin memerintahkan empat orang prajurit penjaga untuk membuka pintu gerbang kediaman raja. Dengan ekspresi tidak terbaca dia melangkah, seolah dikejar oleh waktu. “Bagaimana keadaan Putri Meifeng?” pertanyaan itu langsung terlontar dari mulutnya saat bertemu dengan Liwei.“Apa kalian sudah menemukan penawarnya?” Ia kembali bertanya saat lawan bicaranya tidak langsung menanggapi ucapannya.Liwei mengangkat satu tangan, memerintahkan enam orang kasim dan empat dayang yang bertugas untuk keluar dari dalam ruangan. Keheningan meraja

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status