Chapter: Bab 91. Memiliki usulanAula itu sudah dipenuhi tujuh anggota dewan yang duduk berderet di sisi kanan dan kiri.Kaisar berada di singgasana utama. Lucas duduk di kursi yang lebih rendah di sisi kanan, sementara Madeleine menempati kursi di sebelahnya.Di bawah sisi kiri singgasana berdiri sekretaris istana, Sedrik Connor.Madeleine menyapu pandangannya ke seluruh ruangan. Wajah para bangsawan tampak kaku dan serius.‘Jadi beginilah rapat dewan kekaisaran,’ pikirnya. ‘Tegang sekali … hampir seperti rapat panjang yang hanya membahas anggaran desa.’Sejak ia melangkah masuk, tujuh anggota dewan itu sudah menatapnya dengan pandangan yang jelas tidak bersahabat. Tak satu pun berusaha menyembunyikannya.Melihat suasana yang mulai memanas, sekretaris istana akhirnya angkat bicara.“Kehadiran Putri Mahkota hari ini merupakan keputusan Kaisar Agung,” ujar Sedrik dengan suara tenang. “Jika ada yang keberatan, silakan menyampaikannya sekarang.”Seorang pria segera berdiri dari barisan dewan. Ia adalah Perwakilan Bangsa
Last Updated: 2026-03-06
Chapter: Bab 90. Ini kesempatanUcapan Lucas membuat Madeleine tersentak pelan. Seolah ada sesuatu yang baru saja ia lewatkan. Lucas menyandarkan tubuhnya di kursi, menatapnya dengan ekspresi dingin. “Kau selalu seperti ini,” katanya datar. “Ceroboh dan bertindak sesuka hati.” Madeleine menahan napas sejenak sebelum menjawab, “Maaf, Yang Mulia. Aku tidak menyadari kalau kelalaianku bisa menimbulkan masalah sebesar itu.” Lucas menatapnya beberapa saat. Wajahnya tidak lagi setegang tadi. “Setidaknya sekarang kau menyadarinya,” ujar Lucas singkat. Madeleine hanya mengangguk tipis. “Aku akan meminta Kael memberi hukuman pada prajurit yang menjaga gerbang samping. Mereka jelas lalai.” Lucas berhenti sejenak sebelum melanjutkan dengan nada yang lebih tenang. “Namun sebelum itu, aku sempat mengira dayang itu keluar atas perintahmu.” Tatapannya meneliti wajah Madeleine. “Bukankah dia pergi untuk menemui ayahmu?” Madeleine langsung menggeleng. “Tidak, Yang Mulia. Dia keluar tanpa izinku.” Namun pertanyaan itu membu
Last Updated: 2026-03-05
Chapter: Bab 89. Bertindak cerobohMadeleine tetap berdiri tenang, seolah semua yang baru saja terjadi hanyalah bagian dari rutinitas istana yang melelahkan. “Kau bekerja dengan sangat baik, Erin.” Erin segera menunduk hormat. Bahunya sedikit menegang, tetapi nada suaranya tetap terjaga. “Semua karena kepercayaan Anda, Yang Mulia.” Erin memperhatikannya sejenak sebelum berkata lagi, suaranya tenang namun terukur. “Maaf, Yang Mulia … saya tidak begitu mengerti mengapa Anda melakukan semua ini?” tanya Erin akhirnya. Keraguan tampak jelas dari jemarinya yang saling menggenggam di depan tubuhnya. Madeleine menatapnya sejenak sebelum menjawab dengan tenang. “Velum itu tidak mungkin sampai ke tangan dewan begitu saja,” katanya pelan. “Ada seseorang di dalam paviliunku yang memberi mereka informasi.” Erin terdiam. Matanya sedikit membesar, seolah mencoba memahami arah pembicaraan tuannya. “Dan orang itu,” lanjut Madeleine dengan nada tetap tenang, “akan bereaksi terhadap salah satu rencanaku besok.” Erin masih tidak
Last Updated: 2026-03-05
Chapter: Bab 88. TertangkapTurnamen itu selesai tanpa hambatan berarti. Namun euforianya masih bertahan. Orang-orang lebih sibuk membicarakan para pemenang dan besarnya hadiah yang diperebutkan. Pembicaraan tentang sekte terlarang pun pelan-pelan memudar, tergeser oleh sorak sorai dan cerita kemenangan.“Kau tahu cara memainkan situasi dengan baik, Lucas,” ujar Kaisar.Lucas hanya mengangguk singkat. “Aku menjalankan tugasku.”“Dan hasilnya terlihat jelas.” Kaisar mengangkat cangkir tehnya sebelum menyesapnya perlahan. “Dengan isu itu mereda, para bangsawan mulai kembali memuji kepemimpinanmu. Mereka yang ingin meremehkanmu kini kehilangan celah.”Lucas sudah terbiasa menerima pujian dari Kaisar. Namun, ucapan itu tidak lagi meninggalkan kesan apa pun baginya. Entah mengapa, ungkapan terima kasih Madeleine yang terdengar tulus justru terus terngiang di pikirannya.Tanpa sadar, langkahnya membawanya hingga ke dekat paviliun Madeleine, meski malam telah larut.“Yang Mulia, Putri Mahkota kemungkinan sudah beristi
Last Updated: 2026-03-04
Chapter: Bab 87. Berterima kasih dengan tulusJawaban dari Madeleine sederhana. Tidak tersinggung. Tidak pula membela diri.Justru itulah yang membuat dada Lucas mengencang.Ia terbiasa dengan bantahan, dengan perlawanan, dengan nada tinggi yang bisa ia patahkan dengan satu kalimat. Namun ketenangan seperti ini … tidak memberinya apa pun untuk diserang.Madeleine memberi hormat singkat sebelum melangkah pergi.Lucas tetap berdiri di tempatnya.Untuk alasan yang tidak ingin ia akui, ia merasa seolah baru saja kehilangan sesuatu yang bahkan belum sempat ia genggam.“Kau lihat itu, Kael. Sepertinya otaknya terbentur tembok batu di penjara!”Hanya di hadapan Kael, pria arogan itu menumpahkan kekesalannya. Kael tahu, tuannya gusar karena Madeleine tidak merespons seperti biasanya. Perubahan sikap putri mahkota ternyata berdampak pada suasi hati tuannya.“Kael, apa kau akan berjalan seperti siput begitu!” seru Lucas tegas, membuat langkah Kael berubah seolah sedang berlari maraton mengejar tuannya yang melangkah lebar seperti sedang be
Last Updated: 2026-03-04
Chapter: Bab 86. Kalau begitu, aku legaAntusiasme menyapu seluruh penjuru Auvreliss. Sebuah titah resmi baru saja turun dari singgasana Putra Mahkota: sebuah turnamen perburuan besar akan digelar.Pengumuman itu menyebar cepat. Baik bangsawan tinggi maupun rakyat biasa yang terampil—terutama mereka yang berusia tiga puluhan hingga empat puluhan—semua mendapat kesempatan yang sama untuk ikut.Dengan tujuan, membersihkan wilayah pertanian di lereng gunung dan hutan lebat dari binatang buas yang meresahkan para petani.“Kau dengar? Hadiahnya cukup untuk menghidupi keluarga setahun penuh!” seru seorang pedagang di sudut pasar yang sesak.“Bukan cuma itu,” timpal seorang pemuda sambil mengasah belati tua. “Putra Mahkota sendiri menyiapkan persenjataan standar untuk semua peserta, dari busur hingga pedang, cukup bagi seratus orang pertama. Aku harus mendaftar sebelum senja!”Bisik-bisik penuh semangat menyebar cepat, dari pasar hingga aula marmer. Isu sekte terlarang yang sempat membayangi ibu kota perlahan memudar di tengah sor
Last Updated: 2026-03-04
Mendadak jadi istri kakak tiriku
Dalam satu malam, hidup Amel retak dan serpihannya tertancap di hati yang salah.
Ketika Jonathan—kakak tiri yang selama ini ia hormati—melakukan satu kesalahan fatal dalam kondisi mabuk dan emosi, Amel kehilangan banyak hal: rasa aman, masa depan, dan kepercayaan. Di bawah tekanan keluarga dan rasa malu yang membungkam, pernikahan dipaksakan, sebuah "tanggung jawab" yang hanya menambah luka.
Jonathan ingin menebus, tapi Amel hanya ingin melarikan diri.
Di tengah rasa bersalah dan trauma, benih cinta tumbuh dalam bentuk yang tak wajar. Pahit, gelap, dan menyakitkan.
Apakah cinta bisa bertahan di atas puing-puing hati yang salah?
Atau keduanya akan tenggelam dalam luka yang tak pernah sembuh?
Read
Chapter: Bab 139. Headliner9 bulan kemudian. Di ruang bersalin, semua menunggu dengan cemas di depan pintu. Ratna, Laura, dan Raden—mereka semua tak ingin melewatkan momen penting itu.Tapi di tengah keheningan itu, tiba-tiba, suasana berubah menjadi genting ketika terdengar suara tangisan Jonathan dari dalam ruangan.Wajah mereka seketika pucat dan panik. Laura menggenggam erat tangan rapuh Ratna, mencoba menenangkan diri sendiri sekaligus orang di sampingnya.“Apa yang terjadi di dalam? Kenapa Jonathan menangis di sana?” tanya Laura dengan suara gemetar, matanya menatap Ratna penuh kekhawatiran. Ia juga hampir tak kuasa menahan tangis karena mulai memikirkan bagian terburuk. Ratna semakin cemas. Suara tangisan Jonathan terdengar begitu keras hingga membuat jantungnya ikut berdebar.“Semoga cucu dan menantuku baik-baik saja, Tuhan… Kami memohon padaMu,” doa Laura lirih, suaranya dipenuhi harap dan kecemasan.Sementara itu, di ruang bersalin, Amel yang tengah menahan sakit juga harus menenangkan Jonathan yang
Last Updated: 2025-09-30
Chapter: Bab 138. Akhir bahagiaBeberapa bulan berlalu, kehidupan rumah tangga Amel dan Jonathan berjalan begitu harmonis. Namun, pagi itu Amel terbangun dengan tubuh yang terasa lemah, perutnya mual, dan muntah-muntah untuk kesekian kalinya. Wajahnya pucat, tubuhnya lunglai, hingga membuat Jonathan benar-benar khawatir.“Ayo kita ke rumah sakit,” ucap Jonathan cemas, bahkan sudah bersiap untuk menggendong Amel.Amel menggeleng pelan. “Tidak perlu, aku baik-baik saja,” jawabnya lirih.“Tapi, Amel—”“Aku hanya butuh istirahat sebentar. Nanti juga membaik,” ujarnya mencoba menenangkan Jonathan.Belum sempat Jonathan membalas, suara ketukan terdengar di pintu. Laura muncul sambil memberi kabar bahwa sarapan sudah siap. Dengan langkah pelan, Amel dan Jonathan menuju ruang makan.Namun begitu mencium aroma masakan dari dapur, rasa mual Amel semakin menjadi-jadi. Perutnya bergejolak hebat, membuatnya segera berlari ke wastafel. Ia memuntahkan isi perutnya di sana, merasa tak enak hati karena harus melakukannya di depan Ra
Last Updated: 2025-09-30
Chapter: Bab 137. Semua dikembalikan“Usia kehamilanku semakin bertambah, dan aku butuh tanggung jawabmu, Jonathan,” desis Fidya penuh penekanan.Jonathan tidak langsung menjawab. Ia hanya menoleh ke arah Amel. Tatapan mereka bertemu, dan Amel mengangguk pelan, memberi izin.Jonathan mengeluarkan sebuah alat perekam dari sakunya. Ia meletakkannya di atas meja, mendorongnya perlahan ke arah Fidya.Fidya mengernyit, wajahnya menegang penuh kebingungan. “Benda apa ini?”“In rekaman yang menyimpan kebenaran tentang kehamilanmu,” jawab Jonathan. Begitu tombol play ditekan, suara dalam rekaman memenuhi ruangan. Wajah Fidya pucat seketika, matanya membelalak tak percaya. Ia mengenali suara itu. Itu suaranya dan suara Marcell. Tidak bisa disangkal lagi.“Ini tidak benar, Jona. Kamu harus percaya padaku,” ucapnya terbata, panik.Jonathan menatapnya penuh luka sekaligus kecewa.“Aku pernah berpikir kau wanita terhormat, Fidya. Seseorang yang tidak akan merendahkan dirinya hanya demi menjebakku. Tapi ternyata aku salah.” “Jona…”
Last Updated: 2025-09-30
Chapter: Bab 136. Semua terbongkarNamun sebelum rencana Jonathan untuk ikut menemani Fidya ke rumah sakit terlaksana, Raden justru menemukan sesuatu yang jauh lebih mengejutkan. Ia kembali membuntuti Fidya secara diam-diam. Meski tidak bisa masuk ke dalam lapas untuk menyaksikan langsung pertemuan Fidya dan Marcell, ia tidak terlalu khawatir, perekam kecil yang ia titipkan pada Nico sudah terpasang rapi di tas Fidya, persis sesuai arahan yang ia berikan sebelumnya. Dan ketika Raden mendengarkan rekaman itu, tubuhnya menegang. Suara Marcell terdengar jelas, dingin dan penuh perhitungan. “Kau harus pertahankan cerita itu, Fidya. Biarkan mereka percaya kalau anak dalam kandunganmu adalah hasil dari Jonathan. Dengan begitu, posisi kita aman, dan keluarga Sailendra tidak akan bisa menolakmu lagi.”Tak lama, terdengar sahutan Fidya. Suaranya penuh kebencian, penuh dendam yang membara.“Ya! Amel harus menyingkir. Aku yang akan masuk ke keluarga Sailendra. Semua orang akan memandangku sebagai istri sah Jonathan. Tidak ada y
Last Updated: 2025-09-29
Chapter: Bab 135. RencanaRaden menyipitkan mata dari kejauhan. Ia sudah mengikuti Fidya sejak wanita itu keluar dari kafe. Langkahnya ragu saat melihat mobil Fidya berhenti tepat di depan lapas kota. Hatinya langsung dipenuhi tanda tanya besar. “Untuk apa dia ke sini?” gumamnya pelan. Tak butuh waktu lama, Raden melihat Fidya masuk melewati pintu pemeriksaan, lalu menghilang di balik lorong panjang. Raden menunggu dengan sabar, menahan diri agar tidak gegabah. Sekitar setengah jam kemudian, Fidya keluar dengan wajah masam, namun di matanya jelas ada cahaya puas. Raden mengepalkan tangan di samping tubuhnya. “Dia menemui Marcell… berarti dugaan Jonathan benar. Mereka berdua masih bekerja sama.” Kecurigaan itu semakin kuat ketika Raden menyadari betapa hati-hatinya Fidya saat meninggalkan lapas, seakan sedang menyembunyikan sesuatu. Tak menunggu lama, Raden segera menyalakan mobilnya. Ia menghubungi Jonathan dengan suara tegas. “Jonathan, dugaanmu tidak salah. Fidya barusan menemui Marcell. Dan aku yakin
Last Updated: 2025-09-29
Chapter: Bab 134. Janji dalam sentuhan Jonathan menarik napas panjang, menatap mata istrinya yang basah. “Aku akan berusaha membuktikan semuanya, Amel,” ucapnya mantap, meski jauh di dalam hatinya masih ada keraguan yang menusuk. “Aku akan buktikan kalau semua ucapan Fidya itu salah. Kamu hanya perlu percaya padaku.” Amel terdiam, lalu mengangguk. Ia menunduk, tubuhnya sedikit bergetar sebelum akhirnya bersandar pada dada Jonathan. Ia membiarkan tangannya melingkari pinggang pria itu, membiarkan dirinya dikelilingi hangat tubuhnya. Meski hatinya belum sepenuhnya tenang, di dalam pelukan itu ia menemukan sedikit tempat untuk bernapas. Amel tahu, Jonathan tidak akan pernah ingkar. Pria itu akan menepati semua ucapannya. Jonathan merapatkan pelukannya, mencium pucuk kepala Amel seakan menegaskan janjinya. Amel mengangkat wajahnya pelan, matanya masih sembab. “Kenapa kamu begitu yakin untuk membuatku bertahan? Padahal aku tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan padamu, dan juga kamu tidak punya alasan apa pun untuk memilih
Last Updated: 2025-09-29
Chapter: Bab 114. TertabrakDina mengangguk perlahan, mencoba menyerap setiap kata yang diucapkan Davin sebagai penawar rasa takutnya. "Jangan terlalu dipikirkan. Kita masih punya bukti untuk memberatkan Arka di pengadilan nanti," Davin menggenggam tangan Dina, memberikan tekanan yang menenangkan. "Semua akan berakhir begitu kebenaran terungkap." Dina kembali mengangguk, meski hatinya masih terasa berat. Sorotan tajam dan penghakiman di media sosial terasa lebih menyakitkan daripada luka fisik; bagaimana orang-orang yang tidak pernah mengenalnya bisa begitu yakin dengan asumsi yang mereka karang sendiri, lalu menggiring opini seolah ia yang paling bersalah. Davin menyadari perubahan raut wajah Dina. Ia mengusap kening wanita itu, berusaha menghapus kerutan cemas di sana. "Beristirahatlah. Kamu sudah melalui banyak hal hari ini. Biar aku yang menyiapkan makan malam." "Aku saja, Mas," sela Dina, merasa tidak enak jika hanya berdiam diri. "Tidak kali ini." Davin menahan bahu Dina dengan lembut, memaksa wa
Last Updated: 2026-01-28
Chapter: Bab 113. Fokus pada diri sendiriDina bisa merasakan setiap pasang mata di sekitarnya seolah menghakimi, meskipun yang ia temui hanya orang tak dikenal yang berpapasan dengannya di jalan. Ia bahkan tidak punya keberanian untuk menyentuh ponselnya; nama dan fotonya telah beredar luas di media sosial dengan narasi yang menyudutkan. Puluhan pesan dari adiknya pun sengaja ia biarkan tanpa respon.Ia tidak tahu bagaimana harus menjelaskan kekacauan ini kepada keluarganya tanpa membuat mereka ikut menanggung malu. Namun, di tengah hiruk-pikuk hujatan publik, hanya satu ketakutan yang benar-benar menghimpit dadanya: kondisi ibunya.Ia takut berita ini sampai ke telinga sang ibu sebelum ia sempat bersimpuh dan memohon maaf secara langsung.“Mas?” panggil Dina pelan begitu memasuki rumah.Davin yang tampak gelisah sejak tadi, langsung menyongsongnya. “Gimana tadi?” tanyanya tanpa basa-basi begitu menutup pintu utama.Dina menghela napas berat, mencoba mengumpulkan sisa tenaganya. “Mas Arka tetap bersikeras tidak mau berc
Last Updated: 2026-01-28
Chapter: Bab 112. Beban dipundakArka terpaku. Seluruh aliran dana untuk reservasi hotel dan pembelian barang mewah yang ia sembunyikan ternyata tercatat rapi di bawah pengawasan kakeknya. Ia tidak menyangka Arman akan melangkah sejauh itu. “Setelah mendapat bukti kekerasanmu pada Dina dan keterlibatanmu dalam pembakaran restorannya, Kakek menyuruh orang untuk menelusuri segalanya. Termasuk semua transaksi yang kamu rahasiakan itu,” jelas Arman dingin. Arka kehilangan kata-kata. Kebohongannya runtuh tanpa sisa. Ester yang tadinya vokal, kini terpaku menatap putranya dengan ekspresi syok yang mendalam.“Nak? Katakan sesuatu. Bilang kalau semua itu bohong!” tuntut Ester lirih. Ia menatap cemas, berharap ada satu saja kalimat bantahan dari Arka. Namun, Arka hanya diam membisu.“Sudahlah, Ma. Terima saja kalau anak kita memang bersalah,” sela Hendrik. Ia menatap Arka dengan kekecewaan yang nyata, lalu beralih pada istrinya. “Aku setuju mereka bercerai. Bukankah dari dulu kamu bilang Dina tidak pantas menjadi menantu ke
Last Updated: 2026-01-24
Chapter: Bab 111. Catatan transaksiKeheningan berat menyusul ucapan Arman. Ester terdiam tak berani membantah. Sementara itu, Hendrik menarik napas panjang, ia tahu jika ayahnya sudah berbicara, maka tak ada lagi ruang untuk membantah. “Aku tidak akan menceraikan Dina, Kek,” ujar Arka tegas. “Kakek pikir dengan bercerai semua masalah selesai? Nama baikku sudah terlanjur rusak karena skandal perselingkuhannya. Melepaskannya sekarang hanya akan membuatnya merasa menang!” Arman menatap cucunya dengan sorot mata kecewa. “Masalahnya bukan siapa yang menang atau kalah, Arka. Masalahnya adalah kamu sudah menjadi monster dalam pernikahanmu sendiri.”“Dina yang memulainya, Kek! Dia yang mencari laki-laki lain!” bantah Arka, suaranya naik satu oktaf.“Dia mencari laki-laki lain karena kamu tidak pernah menganggapnya ada!” Arman memotong dengan tegas. Ester tidak tahan untuk tidak membela putranya. “Apa perselingkuhan itu bisa dibenarkan, Pa? Apa pun alasannya, Dina sudah berkhianat!”“Lalu menurutmu, perbuatan Arka selama ini
Last Updated: 2026-01-24
Chapter: Bab 110. Perlindungan Arman“Kekerasan? Apa maksudmu, Dina?” tanya Ester dengan nada menuduh, matanya beralih menatap Dina dan Arka bergantian, mencari kebohongan di sana.Arka mendengus, seolah tuduhan itu adalah lelucon. “Aku memukulnya kemarin karena dia ketahuan selingkuh. Apa salah seorang suami memberi pelajaran pada istri yang tidak tahu malu?”“Bukan itu!” seru Dina. Ia menoleh ke arah Ester dan Hendrik, matanya berkilat penuh amarah yang sudah ia pendam bertahun-tahun.“Anak kalian ini bukan hanya memukuliku kemarin. Dia menyiksaku dengan kata-kata tajam setiap hari. Dia merendahkanku seolah aku ini sampah di rumah!” Dina menunjuk Arka, suaranya naik satu oktaf. “Bahkan sejak malam pertama pernikahan kami sampai detik ini, dia tidak pernah mau menyentuhku. Tidak sekalipun!”Ester dan Hendrik ternganga, wajah mereka memucat mendengar kejujuran itu.“Semua itu dia lakukan dengan sengaja,” lanjut Dina dengan napas memburu. “Dia menikahiku hanya untuk menjadikanku tawanan. Dia ingin melihatku menderita set
Last Updated: 2026-01-23
Chapter: Bab 109. Membusuk di Penjara"Kenapa kamu harus ke sana sendirian, Dina?” suara panik Davin terdengar sangat kontras dengan ketenangan yang mulai menyelimuti Dina. Dina menatap keluar jendela taksi, memperhatikan deretan kendaraan yang berlalu. “Tenang, Mas. Aku tahu apa yang aku lakukan,” sahutnya pelan. “Aku harus menyelesaikan ini. Mertuaku memintaku datang untuk menandatangani surat cerai. Aku tidak mau kehilangan kesempatan ini.”“Tapi mereka bisa menyakitimu, Dina. Aku tidak tenang membiarkanmu menghadapi mereka sendirian, apalagi dalam situasi panas seperti sekarang.” Davin bersikeras, kecemasan terdengar jelas dari nada bicaranya. Dina menghembuskan napas panjang, mencoba memantapkan hatinya. “Mas, selama ini aku selalu bersembunyi. Kali ini tidak lagi. Aku akan ke sana untuk mengambil kembali sisa harga diriku. Kalau mereka mau cerai, akan aku sanggupi. Bukankah ini yang kita tunggu?” “Baiklah-baiklah. Tapi beritahu aku posisi kamu sekarang. Aku jemput dan kita ke sana bersama,” seru Davin. Di seberan
Last Updated: 2026-01-23