author-banner
Ralonya
Ralonya
Author

Novels by Ralonya

Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!

Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!

Emma terbangun sebagai Madeleine Moore, sang Villainess yang ditakdirkan mati secara tragis. Demi bertahan hidup, ia membuat satu keputusan: berhenti mengejar suaminya, Lucas Severis Auvrellis. Namun saat Madeleine bersikap tak acuh, pria yang dulu membencinya justru mulai kehilangan kendali. Ketika sang Villainess berusaha melarikan diri dari takdir, sang monster berniat mengurungnya. Mampukah Madeleine bertahan, ketika pria yang membencinya kini bersumpah tak akan pernah melepaskannya? — “Apa yang sedang kau mainkan, Lady Madeleine?” “Jika Yang Mulia begitu terganggu oleh ketenanganku, apakah itu berarti Anda mulai merindukan perhatianku yang menjijikkan?”
Read
Chapter: Bab 435. Membuat orang lain salah paham
Madeleine tidak langsung menjawab. Tatapannya masih tertahan pada Adelynn.Banyak perban baru membalut tubuh wanita itu. Beberapa lembar bahkan masih begitu bersih, seolah seseorang baru saja memasangnya beberapa saat lalu.Madeleine mengalihkan pandangan kepada Lucas.“Kau menyakitinya, lalu membalut lukanya?”“Kepala penjara yang melakukannya. Aku hanya memastikan dia tetap hidup.”Madeleine mengernyit. Jawaban itu justru membuat rasa penasarannya semakin tajam.“Kalau begitu, kenapa bukan kau sendiri yang menghukumnya?”Lucas meliriknya sekilas.“Untuk apa aku mengotori tanganku sendiri?”Madeleine hendak membalas, tapi suara serak dari dalam sel lebih dulu menyela.“Kalian datang ke sini hanya untuk melihatku?”Adelynn mengangkat wajahnya perlahan. Tatapannya berpindah dari Madeleine kepada Lucas, lalu kembali kepada Madeleine.“Seolah-olah aku ini barang langka yang wajib kalian tonton.”Adelynn masih terbaring di ranjang kayu. Dari caranya menahan tubuh, Madeleine bisa melihat b
Last Updated: 2026-09-03
Chapter: Bab 434. Seperti tuduhanmu
Lucas menyandarkan tubuhnya, lalu menatap Madeleine yang masih membuang muka.“Kau terlalu jauh memahami maksudku.”Madeleine kembali menatapnya.“Kalau begitu jelaskan padaku.” Nada suaranya meninggi. “Aku bahkan sampai datang ke sini, tapi kau justru membiarkanku seperti ini.”“Aku yang membiarkanmu, atau pikiranmu sendiri?”Madeleine terdiam sesaat. Pertanyaan itu justru membuatnya semakin tidak mengerti.Ia menatap Lucas lebih tajam.“Apa maksudmu?”“Sudah kukatakan. Aku melakukan semua ini untukmu.”Madeleine tetap diam dan membiarkannya melanjutkan.“Aku bertemu dengannya karena ingin tahu siapa yang memberinya uang untuk membayar begitu banyak rakyat agar membelanya ketika ia hendak dihukum.”Tatapan Madeleine sedikit berubah.Lucas melanjutkan, “Aku juga ingin tahu kepada siapa dia menyewa kesatria pengembara ketika menculikmu.”“Kesatria pengembara?”“Namanya memang tercatat, tapi dia menyangkal pernah menyewanya.” Lucas berhenti sejenak. “Katanya, dia hanya pergi ke pasar ge
Last Updated: 2026-09-02
Chapter: Bab 433. Aku tidak peduli padamu
“Kau tampaknya tidak terlalu peduli dengan apa yang sedang terjadi, ya?”Madeleine sengaja membiarkan kalimat itu menggantung di antara mereka. Ia menatap Lucas tanpa berkedip, menunggu pria itu menyangkalnya.Lucas mengernyit. “Apa maksudmu?”“Kau sering sekali mengunjungi selnya.”Madeleine menarik napas perlahan, lalu mengangkat dagunya sedikit.“Untuk apa? Memastikan dia makan dengan baik?” tanyanya. “Memastikan tubuhnya tetap sehat? Memeriksa apakah luka-lukanya sudah sembuh?”Ia tidak memberi Lucas kesempatan untuk menyela.“Atau mungkin kau hanya ingin memastikan dia tidak sendirian di dalam sel yang gelap dan pengap itu?”Tatapan Madeleine semakin tajam. Kali ini ia tidak sekadar bertanya. Ia sedang menuntut jawaban.Lucas mengembuskan napas panjang. Alih-alih menjawab, ia berbalik dan melangkah menuju sebuah bangku kayu di sudut ruangan. Ia duduk dengan tenang, lalu mengangkat pandangannya kepada Madeleine.“Kemarilah. Duduk.”Madeleine tidak bergerak.Matanya menyapu ruangan
Last Updated: 2026-09-02
Chapter: Bab 432. Hanya untuk menanyakan itu?
"Saya tidak mengetahui alasannya, Yang Mulia."Madeleine mengatupkan bibir sejenak. Tatapannya kembali tertuju pada kain sulam di tangannya."Biarkan saja," katanya tenang. "Wanita itu berada dalam tahanan Yang Mulia Putra Mahkota. Beliau tentu memiliki alasan untuk mengunjunginya."Madeleine kembali menggerakkan jarumnya. Ia sengaja memperlakukan kabar itu seolah tidak lebih penting daripada benang yang sedang ia rangkai.Namun, Kiran belum juga berhenti."Justru itu yang membuat saya bertanya-tanya, Yang Mulia. Mengapa beliau masih menahannya tanpa menjatuhkan hukuman? Para bangsawan mulai membicarakan masalah ini."Jarum di tangan Madeleine berhenti sesaat.Kiran melanjutkan dengan suara lebih rendah, "Menurut saya, ada sesuatu yang belum kita ketahui.""Kiran." Erin segera memotongnya. Nada suaranya tegas. "Cukup. Jangan bawa gosip murahan ke hadapan Yang Mulia Putri."Kiran menoleh kepada Erin. Tatapannya mengeras sesaat, lalu kembali tertuju kepada Madeleine."Yang Mulia, saya h
Last Updated: 2026-09-01
Chapter: Bab 431. Terus mendatangi tempat itu
Madeleine segera bangkit dari kursi. Ia berjalan menuju ranjang, lalu merebahkan tubuh membelakangi pria itu.Ia menarik napas perlahan sebelum memejamkan mata.Mungkin kelelahan yang sejak tadi menguasai tubuhnya akhirnya akan membawanya tertidur.Namun, harapan itu tidak terwujud.Madeleine terus terjaga.Pikirannya terlalu penuh untuk memberinya kesempatan beristirahat. Setiap kali mencoba mengosongkan kepala, pertanyaan tentang Lucas dan Adelynn kembali muncul.Beberapa saat kemudian, kasur di belakangnya bergerak pelan.Lucas berbaring di sisinya.Madeleine tetap memejamkan mata. Ia tidak mengubah posisi sedikit pun. Bahkan, ia sengaja mengatur napasnya agar terdengar teratur.Ia tidak ingin Lucas tahu bahwa dirinya masih terjaga.Dalam keheningan kamar, suara Lucas kembali memecah kesunyian."Sepertinya kau terlalu jauh memahami maksudku."Kelopak mata Madeleine nyaris terbuka.Ia ingin segera berbalik dan menanyakan maksud perkataan itu. Lebih dari itu, ia ingin memaksa Lucas m
Last Updated: 2026-09-01
Chapter: Bab 430. Menyembunyikan sesuatu darinya
Suara Madeleine terdengar tenang. Selaras dengan sorot matanya.Ucapannya itu rupanya berhasil membuat Lucas terdiam sesaat.Madeleine melihat perubahan kecil pada wajah pria itu. Dahi Lucas berkerut tipis, seolah ia sedang mencoba memahami sesuatu dari ucapannya."Maddie, sepertinya kau …""Maaf, Yang Mulia," sela Madeleine sebelum Lucas sempat menyelesaikan kalimatnya.Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis."Aku sempat lupa kalau aku ini istrimu."Tatapan Lucas seketika berubah. Pria itu mengatupkan rahangnya hingga mengeras. Sorot matanya semakin berat, lalu tubuhnya bergerak maju seolah hendak mendekati Madeleine.Namun, Lucas mengurungkan langkahnya.Ia menarik napas panjang, menahannya sejenak, kemudian mengembuskannya perlahan sebelum kembali berdiri tegak di tempatnya.Madeleine mengamati setiap perubahan itu tanpa bergeming. Sikap Lucas jelas menyimpan gejolak yang tidak mampu ia sembunyikan, tapi Madeleine tidak akan mundur hanya karena pria itu menunjukkan kemarah
Last Updated: 2026-09-01
Dibenci Suami, Dicintai Sahabatnya

Dibenci Suami, Dicintai Sahabatnya

Terjebak dalam pernikahan dengan pria kasar dan egois, Dina berusaha mempertahankan rumah tangga yang setiap hari hanya memberinya luka. Hingga suatu malam, Arka memperkenalkan sahabat lamanya, Davin—lelaki dari masa lalu yang dulu pernah mengisi hati Dina. Kini Davin hadir kembali, membawa kehangatan yang nyaris ia lupakan. Dina tahu, membiarkan hatinya kembali bergetar adalah sebuah kesalahan. Tapi bagaimana jika satu-satunya orang yang membuatnya merasa dihargai, dimengerti, dan dicintai adalah sahabat suaminya sendiri?
Read
Chapter: Bab 114. Tertabrak
Dina mengangguk perlahan, mencoba menyerap setiap kata yang diucapkan Davin sebagai penawar rasa takutnya. ​"Jangan terlalu dipikirkan. Kita masih punya bukti untuk memberatkan Arka di pengadilan nanti," Davin menggenggam tangan Dina, memberikan tekanan yang menenangkan. "Semua akan berakhir begitu kebenaran terungkap." ​Dina kembali mengangguk, meski hatinya masih terasa berat. Sorotan tajam dan penghakiman di media sosial terasa lebih menyakitkan daripada luka fisik; bagaimana orang-orang yang tidak pernah mengenalnya bisa begitu yakin dengan asumsi yang mereka karang sendiri, lalu menggiring opini seolah ia yang paling bersalah. ​Davin menyadari perubahan raut wajah Dina. Ia mengusap kening wanita itu, berusaha menghapus kerutan cemas di sana. "Beristirahatlah. Kamu sudah melalui banyak hal hari ini. Biar aku yang menyiapkan makan malam." ​"Aku saja, Mas," sela Dina, merasa tidak enak jika hanya berdiam diri. ​"Tidak kali ini." Davin menahan bahu Dina dengan lembut, memaksa wa
Last Updated: 2026-01-28
Chapter: Bab 113. Fokus pada diri sendiri
Dina bisa merasakan setiap pasang mata di sekitarnya seolah menghakimi, meskipun yang ia temui hanya orang tak dikenal yang berpapasan dengannya di jalan. Ia bahkan tidak punya keberanian untuk menyentuh ponselnya; nama dan fotonya telah beredar luas di media sosial dengan narasi yang menyudutkan. Puluhan pesan dari adiknya pun sengaja ia biarkan tanpa respon.​Ia tidak tahu bagaimana harus menjelaskan kekacauan ini kepada keluarganya tanpa membuat mereka ikut menanggung malu. Namun, di tengah hiruk-pikuk hujatan publik, hanya satu ketakutan yang benar-benar menghimpit dadanya: kondisi ibunya.​Ia takut berita ini sampai ke telinga sang ibu sebelum ia sempat bersimpuh dan memohon maaf secara langsung.​“Mas?” panggil Dina pelan begitu memasuki rumah.​Davin yang tampak gelisah sejak tadi, langsung menyongsongnya. “Gimana tadi?” tanyanya tanpa basa-basi begitu menutup pintu utama.​Dina menghela napas berat, mencoba mengumpulkan sisa tenaganya. “Mas Arka tetap bersikeras tidak mau berc
Last Updated: 2026-01-28
Chapter: Bab 112. Beban dipundak
Arka terpaku. Seluruh aliran dana untuk reservasi hotel dan pembelian barang mewah yang ia sembunyikan ternyata tercatat rapi di bawah pengawasan kakeknya. Ia tidak menyangka Arman akan melangkah sejauh itu. “Setelah mendapat bukti kekerasanmu pada Dina dan keterlibatanmu dalam pembakaran restorannya, Kakek menyuruh orang untuk menelusuri segalanya. Termasuk semua transaksi yang kamu rahasiakan itu,” jelas Arman dingin. Arka kehilangan kata-kata. Kebohongannya runtuh tanpa sisa. Ester yang tadinya vokal, kini terpaku menatap putranya dengan ekspresi syok yang mendalam.“Nak? Katakan sesuatu. Bilang kalau semua itu bohong!” tuntut Ester lirih. Ia menatap cemas, berharap ada satu saja kalimat bantahan dari Arka. Namun, Arka hanya diam membisu.“Sudahlah, Ma. Terima saja kalau anak kita memang bersalah,” sela Hendrik. Ia menatap Arka dengan kekecewaan yang nyata, lalu beralih pada istrinya. “Aku setuju mereka bercerai. Bukankah dari dulu kamu bilang Dina tidak pantas menjadi menantu ke
Last Updated: 2026-01-24
Chapter: Bab 111. Catatan transaksi
Keheningan berat menyusul ucapan Arman. Ester terdiam tak berani membantah. Sementara itu, Hendrik menarik napas panjang, ia tahu jika ayahnya sudah berbicara, maka tak ada lagi ruang untuk membantah. “Aku tidak akan menceraikan Dina, Kek,” ujar Arka tegas. “Kakek pikir dengan bercerai semua masalah selesai? Nama baikku sudah terlanjur rusak karena skandal perselingkuhannya. Melepaskannya sekarang hanya akan membuatnya merasa menang!” Arman menatap cucunya dengan sorot mata kecewa. “Masalahnya bukan siapa yang menang atau kalah, Arka. Masalahnya adalah kamu sudah menjadi monster dalam pernikahanmu sendiri.”“Dina yang memulainya, Kek! Dia yang mencari laki-laki lain!” bantah Arka, suaranya naik satu oktaf.“Dia mencari laki-laki lain karena kamu tidak pernah menganggapnya ada!” Arman memotong dengan tegas. Ester tidak tahan untuk tidak membela putranya. “Apa perselingkuhan itu bisa dibenarkan, Pa? Apa pun alasannya, Dina sudah berkhianat!”“Lalu menurutmu, perbuatan Arka selama ini
Last Updated: 2026-01-24
Chapter: Bab 110. Perlindungan Arman
“Kekerasan? Apa maksudmu, Dina?” tanya Ester dengan nada menuduh, matanya beralih menatap Dina dan Arka bergantian, mencari kebohongan di sana.Arka mendengus, seolah tuduhan itu adalah lelucon. “Aku memukulnya kemarin karena dia ketahuan selingkuh. Apa salah seorang suami memberi pelajaran pada istri yang tidak tahu malu?”“Bukan itu!” seru Dina. Ia menoleh ke arah Ester dan Hendrik, matanya berkilat penuh amarah yang sudah ia pendam bertahun-tahun.“Anak kalian ini bukan hanya memukuliku kemarin. Dia menyiksaku dengan kata-kata tajam setiap hari. Dia merendahkanku seolah aku ini sampah di rumah!” Dina menunjuk Arka, suaranya naik satu oktaf. “Bahkan sejak malam pertama pernikahan kami sampai detik ini, dia tidak pernah mau menyentuhku. Tidak sekalipun!”​Ester dan Hendrik ternganga, wajah mereka memucat mendengar kejujuran itu.“Semua itu dia lakukan dengan sengaja,” lanjut Dina dengan napas memburu. “Dia menikahiku hanya untuk menjadikanku tawanan. Dia ingin melihatku menderita set
Last Updated: 2026-01-23
Chapter: Bab 109. Membusuk di Penjara
"Kenapa kamu harus ke sana sendirian, Dina?” suara panik Davin terdengar sangat kontras dengan ketenangan yang mulai menyelimuti Dina. Dina menatap keluar jendela taksi, memperhatikan deretan kendaraan yang berlalu. “Tenang, Mas. Aku tahu apa yang aku lakukan,” sahutnya pelan. “Aku harus menyelesaikan ini. Mertuaku memintaku datang untuk menandatangani surat cerai. Aku tidak mau kehilangan kesempatan ini.”“Tapi mereka bisa menyakitimu, Dina. Aku tidak tenang membiarkanmu menghadapi mereka sendirian, apalagi dalam situasi panas seperti sekarang.” Davin bersikeras, kecemasan terdengar jelas dari nada bicaranya. Dina menghembuskan napas panjang, mencoba memantapkan hatinya. “Mas, selama ini aku selalu bersembunyi. Kali ini tidak lagi. Aku akan ke sana untuk mengambil kembali sisa harga diriku. Kalau mereka mau cerai, akan aku sanggupi. Bukankah ini yang kita tunggu?” “Baiklah-baiklah. Tapi beritahu aku posisi kamu sekarang. Aku jemput dan kita ke sana bersama,” seru Davin. Di seberan
Last Updated: 2026-01-23
Mendadak jadi istri kakak tiriku

Mendadak jadi istri kakak tiriku

Dalam satu malam, hidup Amel retak dan serpihannya tertancap di hati yang salah. Ketika Jonathan—kakak tiri yang selama ini ia hormati—melakukan satu kesalahan fatal dalam kondisi mabuk dan emosi, Amel kehilangan banyak hal: rasa aman, masa depan, dan kepercayaan. Di bawah tekanan keluarga dan rasa malu yang membungkam, pernikahan dipaksakan, sebuah "tanggung jawab" yang hanya menambah luka. Jonathan ingin menebus, tapi Amel hanya ingin melarikan diri. Di tengah rasa bersalah dan trauma, benih cinta tumbuh dalam bentuk yang tak wajar. Pahit, gelap, dan menyakitkan. Apakah cinta bisa bertahan di atas puing-puing hati yang salah? Atau keduanya akan tenggelam dalam luka yang tak pernah sembuh?
Read
Chapter: Bab 139. Headliner
9 bulan kemudian. Di ruang bersalin, semua menunggu dengan cemas di depan pintu. Ratna, Laura, dan Raden—mereka semua tak ingin melewatkan momen penting itu.Tapi di tengah keheningan itu, tiba-tiba, suasana berubah menjadi genting ketika terdengar suara tangisan Jonathan dari dalam ruangan.Wajah mereka seketika pucat dan panik. Laura menggenggam erat tangan rapuh Ratna, mencoba menenangkan diri sendiri sekaligus orang di sampingnya.“Apa yang terjadi di dalam? Kenapa Jonathan menangis di sana?” tanya Laura dengan suara gemetar, matanya menatap Ratna penuh kekhawatiran. Ia juga hampir tak kuasa menahan tangis karena mulai memikirkan bagian terburuk. Ratna semakin cemas. Suara tangisan Jonathan terdengar begitu keras hingga membuat jantungnya ikut berdebar.“Semoga cucu dan menantuku baik-baik saja, Tuhan… Kami memohon padaMu,” doa Laura lirih, suaranya dipenuhi harap dan kecemasan.Sementara itu, di ruang bersalin, Amel yang tengah menahan sakit juga harus menenangkan Jonathan yang
Last Updated: 2025-09-30
Chapter: Bab 138. Akhir bahagia
Beberapa bulan berlalu, kehidupan rumah tangga Amel dan Jonathan berjalan begitu harmonis. Namun, pagi itu Amel terbangun dengan tubuh yang terasa lemah, perutnya mual, dan muntah-muntah untuk kesekian kalinya. Wajahnya pucat, tubuhnya lunglai, hingga membuat Jonathan benar-benar khawatir.“Ayo kita ke rumah sakit,” ucap Jonathan cemas, bahkan sudah bersiap untuk menggendong Amel.Amel menggeleng pelan. “Tidak perlu, aku baik-baik saja,” jawabnya lirih.“Tapi, Amel—”“Aku hanya butuh istirahat sebentar. Nanti juga membaik,” ujarnya mencoba menenangkan Jonathan.Belum sempat Jonathan membalas, suara ketukan terdengar di pintu. Laura muncul sambil memberi kabar bahwa sarapan sudah siap. Dengan langkah pelan, Amel dan Jonathan menuju ruang makan.Namun begitu mencium aroma masakan dari dapur, rasa mual Amel semakin menjadi-jadi. Perutnya bergejolak hebat, membuatnya segera berlari ke wastafel. Ia memuntahkan isi perutnya di sana, merasa tak enak hati karena harus melakukannya di depan Ra
Last Updated: 2025-09-30
Chapter: Bab 137. Semua dikembalikan
“Usia kehamilanku semakin bertambah, dan aku butuh tanggung jawabmu, Jonathan,” desis Fidya penuh penekanan.Jonathan tidak langsung menjawab. Ia hanya menoleh ke arah Amel. Tatapan mereka bertemu, dan Amel mengangguk pelan, memberi izin.Jonathan mengeluarkan sebuah alat perekam dari sakunya. Ia meletakkannya di atas meja, mendorongnya perlahan ke arah Fidya.Fidya mengernyit, wajahnya menegang penuh kebingungan. “Benda apa ini?”“In rekaman yang menyimpan kebenaran tentang kehamilanmu,” jawab Jonathan. Begitu tombol play ditekan, suara dalam rekaman memenuhi ruangan. Wajah Fidya pucat seketika, matanya membelalak tak percaya. Ia mengenali suara itu. Itu suaranya dan suara Marcell. Tidak bisa disangkal lagi.“Ini tidak benar, Jona. Kamu harus percaya padaku,” ucapnya terbata, panik.Jonathan menatapnya penuh luka sekaligus kecewa.“Aku pernah berpikir kau wanita terhormat, Fidya. Seseorang yang tidak akan merendahkan dirinya hanya demi menjebakku. Tapi ternyata aku salah.” “Jona…”
Last Updated: 2025-09-30
Chapter: Bab 136. Semua terbongkar
Namun sebelum rencana Jonathan untuk ikut menemani Fidya ke rumah sakit terlaksana, Raden justru menemukan sesuatu yang jauh lebih mengejutkan. Ia kembali membuntuti Fidya secara diam-diam. Meski tidak bisa masuk ke dalam lapas untuk menyaksikan langsung pertemuan Fidya dan Marcell, ia tidak terlalu khawatir, perekam kecil yang ia titipkan pada Nico sudah terpasang rapi di tas Fidya, persis sesuai arahan yang ia berikan sebelumnya. Dan ketika Raden mendengarkan rekaman itu, tubuhnya menegang. Suara Marcell terdengar jelas, dingin dan penuh perhitungan. “Kau harus pertahankan cerita itu, Fidya. Biarkan mereka percaya kalau anak dalam kandunganmu adalah hasil dari Jonathan. Dengan begitu, posisi kita aman, dan keluarga Sailendra tidak akan bisa menolakmu lagi.”Tak lama, terdengar sahutan Fidya. Suaranya penuh kebencian, penuh dendam yang membara.“Ya! Amel harus menyingkir. Aku yang akan masuk ke keluarga Sailendra. Semua orang akan memandangku sebagai istri sah Jonathan. Tidak ada y
Last Updated: 2025-09-29
Chapter: Bab 135. Rencana
Raden menyipitkan mata dari kejauhan. Ia sudah mengikuti Fidya sejak wanita itu keluar dari kafe. Langkahnya ragu saat melihat mobil Fidya berhenti tepat di depan lapas kota. Hatinya langsung dipenuhi tanda tanya besar. “Untuk apa dia ke sini?” gumamnya pelan. Tak butuh waktu lama, Raden melihat Fidya masuk melewati pintu pemeriksaan, lalu menghilang di balik lorong panjang. Raden menunggu dengan sabar, menahan diri agar tidak gegabah. Sekitar setengah jam kemudian, Fidya keluar dengan wajah masam, namun di matanya jelas ada cahaya puas. Raden mengepalkan tangan di samping tubuhnya. “Dia menemui Marcell… berarti dugaan Jonathan benar. Mereka berdua masih bekerja sama.” Kecurigaan itu semakin kuat ketika Raden menyadari betapa hati-hatinya Fidya saat meninggalkan lapas, seakan sedang menyembunyikan sesuatu. Tak menunggu lama, Raden segera menyalakan mobilnya. Ia menghubungi Jonathan dengan suara tegas. “Jonathan, dugaanmu tidak salah. Fidya barusan menemui Marcell. Dan aku yakin
Last Updated: 2025-09-29
Chapter: Bab 134. Janji dalam sentuhan
Jonathan menarik napas panjang, menatap mata istrinya yang basah. “Aku akan berusaha membuktikan semuanya, Amel,” ucapnya mantap, meski jauh di dalam hatinya masih ada keraguan yang menusuk. “Aku akan buktikan kalau semua ucapan Fidya itu salah. Kamu hanya perlu percaya padaku.” Amel terdiam, lalu mengangguk. Ia menunduk, tubuhnya sedikit bergetar sebelum akhirnya bersandar pada dada Jonathan. Ia membiarkan tangannya melingkari pinggang pria itu, membiarkan dirinya dikelilingi hangat tubuhnya. Meski hatinya belum sepenuhnya tenang, di dalam pelukan itu ia menemukan sedikit tempat untuk bernapas. Amel tahu, Jonathan tidak akan pernah ingkar. Pria itu akan menepati semua ucapannya. Jonathan merapatkan pelukannya, mencium pucuk kepala Amel seakan menegaskan janjinya. Amel mengangkat wajahnya pelan, matanya masih sembab. “Kenapa kamu begitu yakin untuk membuatku bertahan? Padahal aku tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan padamu, dan juga kamu tidak punya alasan apa pun untuk memilih
Last Updated: 2025-09-29
You May Also Like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status