author-banner
Ralonya
Ralonya
Author

Romans de Ralonya

Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!

Lady Madeleine, Yang Mulia Tak Ingin Melepaskanmu!

Emma terbangun sebagai Madeleine Moore, sang Villainess yang ditakdirkan mati secara tragis. Demi bertahan hidup, ia membuat satu keputusan: berhenti mengejar suaminya, Lucas Severis Auvrellis. Namun saat Madeleine bersikap tak acuh, pria yang dulu membencinya justru mulai kehilangan kendali. Ketika sang Villainess berusaha melarikan diri dari takdir, sang monster berniat mengurungnya. Mampukah Madeleine bertahan, ketika pria yang membencinya kini bersumpah tak akan pernah melepaskannya? — “Apa yang sedang kau mainkan, Lady Madeleine?” “Jika Yang Mulia begitu terganggu oleh ketenanganku, apakah itu berarti Anda mulai merindukan perhatianku yang menjijikkan?”
Lire
Chapter: Bab 414. Membalas dengan cara yang sama
Pola simpul milik kesatria pengembara yang dengan gegabah dijamin menggunakan identitasnya sendiri.Ucapan Kaisar saat menjenguknya sehari sebelumnya kembali terlintas di benaknya."Terlalu ceroboh jika wanita itu benar-benar merencanakannya dengan matang. Jika dia memahami risikonya, dia tidak akan menyewa orang yang harus dijamin untuk memasuki ibu kota. Bandit berkeliaran di mana-mana. Kenapa dia tidak memanfaatkan mereka?"Madeleine kembali mengingat setiap kejadian sejak awal penculikan itu.Semakin ia menyusunnya satu per satu, semakin kuat perasaan bahwa ada bagian yang tidak saling mengait.Seolah ada satu keping yang hilang dari keseluruhan peristiwa itu."Lucas?"Lucas yang baru saja hendak membuka pintu kamar menghentikan langkahnya, lalu menoleh."Apa orang-orang yang ditangkap Tuan Kael sudah dieksekusi?""Sudah. Semuanya dieksekusi kemarin." Suara Lucas tetap tenang. "Hak itu kuberikan kepada Kael."Madeleine terdiam sejenak."Apa ada yang mengatakan sesuatu sebelum diek
Dernière mise à jour: 2026-07-25
Chapter: Bab 413. Sebuah simpul
Setelah kabar itu berlalu, Madeleine duduk di depan meja dan membentangkan selembar vellum resmi milik kekaisaran. Pandangannya bertahan beberapa saat di atas permukaan kertas yang masih kosong. Ia menimbang setiap kalimat dengan saksama, memastikan tak ada satu kata pun yang dapat menimbulkan penafsiran lain.Begitu surat itu rampung, Madeleine melipat vellum tersebut dengan rapi, memasukkannya ke dalam amplop khusus, lalu menekan cap resmi kekaisaran pada segelnya. Bukan lambang Putri Mahkota, melainkan stempel yang mewakili otoritas Kaisar.Tak lama kemudian, ketukan terdengar dari balik pintu.Madeleine mengangkat pandangan."Yang Mulia, semuanya telah siap. Yang Mulia Putra Mahkota juga sudah menunggu Anda.""Aku akan menemui Erin lebih dulu sebelum berangkat. Sampaikan padanya agar menunggu.""Baik."Pelayan itu hendak beranjak ketika Madeleine kembali memanggilnya."Tolong panggil Tuan Edwig.""Baik, Yang Mulia."Tak lama kemudian, Edwig memasuki ruangan. Ia membungkukkan bada
Dernière mise à jour: 2026-07-25
Chapter: Bab 412. Simpul dan sepatu
"Berikan sekarang. Ini perintah," ucap Madeleine tegas.Pelayan itu membungkuk dalam sebelum bergegas meninggalkan ruangan.Tak lama kemudian, ia kembali sambil membawa surat kabar di kedua tangannya.Madeleine segera mengambilnya.Begitu lembar pertama terbuka, ia langsung mengerti mengapa Lucas berusaha menyembunyikannya.Narasi demi narasi memenuhi pandangannya.Petisi di depan gerbang istana.Penutupan seluruh jalur keluar masuk wilayah memicu gelombang protes dari para pedagang dan bangsawan yang mengaku aktivitas perdagangan mereka lumpuh.Putri Mahkota dituduh memanfaatkan tragedi penculikan sebagai dalih untuk menyingkirkan perempuan yang tidak disukainya.Semakin banyak berita yang ia baca, semakin nyata pola yang terbentuk.Semua pemberitaan mengarah pada satu kesimpulan. Seluruh kesalahan ditimpakan kepadanya.Seolah-olah ia masih Madeleine yang dulu. Perempuan yang terobsesi pada Putra Mahkota hingga tega memfitnah wanita tak bersalah demi menyingkirkan saingannya.Madelei
Dernière mise à jour: 2026-07-25
Chapter: Bab 411. Apa yang terjadi di luar sana?
Madeleine akhirnya dapat menghembuskan napas lega ketika mendengar bahwa Adelynn telah ditangkap. Setidaknya, untuk sesaat, beban yang sejak tadi menghimpit dadanya sedikit berkurang.Namun, ketenangan itu tidak bertahan lama.Suara seseorang terdengar dari luar kamar sedang melapor kepada Lucas. Suara itu asing di telinganya. Bukan Kael, juga bukan Edwig.Rasa penasaran dan gelisah mengalahkan kondisi tubuhnya yang masih lemah. Madeleine memaksakan diri bangkit dari ranjang, lalu berjalan perlahan mendekati pintu. Begitu sampai di sana, ia menahan napas dan mendengarkan percakapan di baliknya."Lady Vaelthorne telah ditangkap dan saat ini ditahan di sel. Namun interogasi belum bisa dilakukan. Dewan sedang mendesak Kaisar di ruang audiensi. Mereka menuntut bukti.""Mereka butuh bukti?"Madeleine langsung membuka pintu.Lucas dan prajurit yang sedang melapor serempak menoleh ke arahnya."Aku buktinya," katanya tanpa berusaha meredam amarah yang memenuhi dadanya. "Aku korbannya. Bukank
Dernière mise à jour: 2026-07-24
Chapter: Bab 410. Perintah Putra Mahkota
"Erin... bagaimana keadaannya?" bisik Madeleine lirih, nyaris tenggelam di udara yang sunyi. "Lukanya tidak terlalu parah, kan?"Lucas tidak langsung menjawab. Madeleine sempat menangkap keraguan yang melintas di wajah pria itu sebelum akhirnya ia membuka suara."Dia masih belum sadar," ucapnya pelan. "Tapi kondisinya sudah stabil. Dia akan bangun."Madeleine mendorong tubuhnya untuk duduk. Belum sempat ia berpindah, nyeri menjalar dari tengkuk ke tulang belakang. Kepalanya berdenyut."Aku ingin melihatnya.""Nanti saja, setelah kau sehat." Lucas menahan bahunya dengan hati-hati agar ia tidak memaksakan diri.Madeleine mengangguk pelan. Dadanya masih dipenuhi sesak yang sulit diusir, tetapi kabar mengenai Erin sedikit meredakan beban di hatinya. Erin masih hidup. Untuk saat ini, kenyataan itu sudah cukup memberinya ketenangan.Pandangannya kemudian mengembara ke sekeliling ruangan. Tatapannya menyapu dinding, dan perabot di dekat ranjang hingga akhirnya berhenti pada sebuah rangkaian
Dernière mise à jour: 2026-07-24
Chapter: Bab 409. Karena goresan kayu
"Mereka baik-baik saja," jawab Lucas pelan.Jawaban singkat itu seolah melepaskan beban besar yang sejak tadi menyesakkan dada Madeleine. Bahunya perlahan mengendur, lalu ia menghembuskan napas lega. ia kembali memejamkan mata. Keletihan yang sedari tadi dipaksanya bertahan akhirnya mengambil alih kesadarannya sedikit demi sedikit."Madeleine... kau tidur?" tanya Lucas lirih. Kepanikan masih membayangi wajahnya.Madeleine membuka matanya sedikit. "Hanya sebentar," gumamnya lemah. Kelopak matanya kembali terpejam, sementara napasnya perlahan berubah semakin tenang.Lucas tetap berada di sisinya tanpa bergerak. Ia menunggu hingga tarikan napas Madeleine kembali teratur dan wajahnya benar-benar terlihat damai. Baru setelah yakin istrinya telah terlelap, ia bangkit dari kursinya dan melangkah keluar dari ruang perawatan.Saat pintu tertutup rapat di belakangnya, ketenangan yang tadi dipaksanya langsung lenyap. Jemarinya mencengkeram gagang pedang di pinggang begitu erat hingga buku-bu
Dernière mise à jour: 2026-07-23
Dibenci Suami, Dicintai Sahabatnya

Dibenci Suami, Dicintai Sahabatnya

Terjebak dalam pernikahan dengan pria kasar dan egois, Dina berusaha mempertahankan rumah tangga yang setiap hari hanya memberinya luka. Hingga suatu malam, Arka memperkenalkan sahabat lamanya, Davin—lelaki dari masa lalu yang dulu pernah mengisi hati Dina. Kini Davin hadir kembali, membawa kehangatan yang nyaris ia lupakan. Dina tahu, membiarkan hatinya kembali bergetar adalah sebuah kesalahan. Tapi bagaimana jika satu-satunya orang yang membuatnya merasa dihargai, dimengerti, dan dicintai adalah sahabat suaminya sendiri?
Lire
Chapter: Bab 114. Tertabrak
Dina mengangguk perlahan, mencoba menyerap setiap kata yang diucapkan Davin sebagai penawar rasa takutnya. ​"Jangan terlalu dipikirkan. Kita masih punya bukti untuk memberatkan Arka di pengadilan nanti," Davin menggenggam tangan Dina, memberikan tekanan yang menenangkan. "Semua akan berakhir begitu kebenaran terungkap." ​Dina kembali mengangguk, meski hatinya masih terasa berat. Sorotan tajam dan penghakiman di media sosial terasa lebih menyakitkan daripada luka fisik; bagaimana orang-orang yang tidak pernah mengenalnya bisa begitu yakin dengan asumsi yang mereka karang sendiri, lalu menggiring opini seolah ia yang paling bersalah. ​Davin menyadari perubahan raut wajah Dina. Ia mengusap kening wanita itu, berusaha menghapus kerutan cemas di sana. "Beristirahatlah. Kamu sudah melalui banyak hal hari ini. Biar aku yang menyiapkan makan malam." ​"Aku saja, Mas," sela Dina, merasa tidak enak jika hanya berdiam diri. ​"Tidak kali ini." Davin menahan bahu Dina dengan lembut, memaksa wa
Dernière mise à jour: 2026-01-28
Chapter: Bab 113. Fokus pada diri sendiri
Dina bisa merasakan setiap pasang mata di sekitarnya seolah menghakimi, meskipun yang ia temui hanya orang tak dikenal yang berpapasan dengannya di jalan. Ia bahkan tidak punya keberanian untuk menyentuh ponselnya; nama dan fotonya telah beredar luas di media sosial dengan narasi yang menyudutkan. Puluhan pesan dari adiknya pun sengaja ia biarkan tanpa respon.​Ia tidak tahu bagaimana harus menjelaskan kekacauan ini kepada keluarganya tanpa membuat mereka ikut menanggung malu. Namun, di tengah hiruk-pikuk hujatan publik, hanya satu ketakutan yang benar-benar menghimpit dadanya: kondisi ibunya.​Ia takut berita ini sampai ke telinga sang ibu sebelum ia sempat bersimpuh dan memohon maaf secara langsung.​“Mas?” panggil Dina pelan begitu memasuki rumah.​Davin yang tampak gelisah sejak tadi, langsung menyongsongnya. “Gimana tadi?” tanyanya tanpa basa-basi begitu menutup pintu utama.​Dina menghela napas berat, mencoba mengumpulkan sisa tenaganya. “Mas Arka tetap bersikeras tidak mau berc
Dernière mise à jour: 2026-01-28
Chapter: Bab 112. Beban dipundak
Arka terpaku. Seluruh aliran dana untuk reservasi hotel dan pembelian barang mewah yang ia sembunyikan ternyata tercatat rapi di bawah pengawasan kakeknya. Ia tidak menyangka Arman akan melangkah sejauh itu. “Setelah mendapat bukti kekerasanmu pada Dina dan keterlibatanmu dalam pembakaran restorannya, Kakek menyuruh orang untuk menelusuri segalanya. Termasuk semua transaksi yang kamu rahasiakan itu,” jelas Arman dingin. Arka kehilangan kata-kata. Kebohongannya runtuh tanpa sisa. Ester yang tadinya vokal, kini terpaku menatap putranya dengan ekspresi syok yang mendalam.“Nak? Katakan sesuatu. Bilang kalau semua itu bohong!” tuntut Ester lirih. Ia menatap cemas, berharap ada satu saja kalimat bantahan dari Arka. Namun, Arka hanya diam membisu.“Sudahlah, Ma. Terima saja kalau anak kita memang bersalah,” sela Hendrik. Ia menatap Arka dengan kekecewaan yang nyata, lalu beralih pada istrinya. “Aku setuju mereka bercerai. Bukankah dari dulu kamu bilang Dina tidak pantas menjadi menantu ke
Dernière mise à jour: 2026-01-24
Chapter: Bab 111. Catatan transaksi
Keheningan berat menyusul ucapan Arman. Ester terdiam tak berani membantah. Sementara itu, Hendrik menarik napas panjang, ia tahu jika ayahnya sudah berbicara, maka tak ada lagi ruang untuk membantah. “Aku tidak akan menceraikan Dina, Kek,” ujar Arka tegas. “Kakek pikir dengan bercerai semua masalah selesai? Nama baikku sudah terlanjur rusak karena skandal perselingkuhannya. Melepaskannya sekarang hanya akan membuatnya merasa menang!” Arman menatap cucunya dengan sorot mata kecewa. “Masalahnya bukan siapa yang menang atau kalah, Arka. Masalahnya adalah kamu sudah menjadi monster dalam pernikahanmu sendiri.”“Dina yang memulainya, Kek! Dia yang mencari laki-laki lain!” bantah Arka, suaranya naik satu oktaf.“Dia mencari laki-laki lain karena kamu tidak pernah menganggapnya ada!” Arman memotong dengan tegas. Ester tidak tahan untuk tidak membela putranya. “Apa perselingkuhan itu bisa dibenarkan, Pa? Apa pun alasannya, Dina sudah berkhianat!”“Lalu menurutmu, perbuatan Arka selama ini
Dernière mise à jour: 2026-01-24
Chapter: Bab 110. Perlindungan Arman
“Kekerasan? Apa maksudmu, Dina?” tanya Ester dengan nada menuduh, matanya beralih menatap Dina dan Arka bergantian, mencari kebohongan di sana.Arka mendengus, seolah tuduhan itu adalah lelucon. “Aku memukulnya kemarin karena dia ketahuan selingkuh. Apa salah seorang suami memberi pelajaran pada istri yang tidak tahu malu?”“Bukan itu!” seru Dina. Ia menoleh ke arah Ester dan Hendrik, matanya berkilat penuh amarah yang sudah ia pendam bertahun-tahun.“Anak kalian ini bukan hanya memukuliku kemarin. Dia menyiksaku dengan kata-kata tajam setiap hari. Dia merendahkanku seolah aku ini sampah di rumah!” Dina menunjuk Arka, suaranya naik satu oktaf. “Bahkan sejak malam pertama pernikahan kami sampai detik ini, dia tidak pernah mau menyentuhku. Tidak sekalipun!”​Ester dan Hendrik ternganga, wajah mereka memucat mendengar kejujuran itu.“Semua itu dia lakukan dengan sengaja,” lanjut Dina dengan napas memburu. “Dia menikahiku hanya untuk menjadikanku tawanan. Dia ingin melihatku menderita set
Dernière mise à jour: 2026-01-23
Chapter: Bab 109. Membusuk di Penjara
"Kenapa kamu harus ke sana sendirian, Dina?” suara panik Davin terdengar sangat kontras dengan ketenangan yang mulai menyelimuti Dina. Dina menatap keluar jendela taksi, memperhatikan deretan kendaraan yang berlalu. “Tenang, Mas. Aku tahu apa yang aku lakukan,” sahutnya pelan. “Aku harus menyelesaikan ini. Mertuaku memintaku datang untuk menandatangani surat cerai. Aku tidak mau kehilangan kesempatan ini.”“Tapi mereka bisa menyakitimu, Dina. Aku tidak tenang membiarkanmu menghadapi mereka sendirian, apalagi dalam situasi panas seperti sekarang.” Davin bersikeras, kecemasan terdengar jelas dari nada bicaranya. Dina menghembuskan napas panjang, mencoba memantapkan hatinya. “Mas, selama ini aku selalu bersembunyi. Kali ini tidak lagi. Aku akan ke sana untuk mengambil kembali sisa harga diriku. Kalau mereka mau cerai, akan aku sanggupi. Bukankah ini yang kita tunggu?” “Baiklah-baiklah. Tapi beritahu aku posisi kamu sekarang. Aku jemput dan kita ke sana bersama,” seru Davin. Di seberan
Dernière mise à jour: 2026-01-23
Mendadak jadi istri kakak tiriku

Mendadak jadi istri kakak tiriku

Dalam satu malam, hidup Amel retak dan serpihannya tertancap di hati yang salah. Ketika Jonathan—kakak tiri yang selama ini ia hormati—melakukan satu kesalahan fatal dalam kondisi mabuk dan emosi, Amel kehilangan banyak hal: rasa aman, masa depan, dan kepercayaan. Di bawah tekanan keluarga dan rasa malu yang membungkam, pernikahan dipaksakan, sebuah "tanggung jawab" yang hanya menambah luka. Jonathan ingin menebus, tapi Amel hanya ingin melarikan diri. Di tengah rasa bersalah dan trauma, benih cinta tumbuh dalam bentuk yang tak wajar. Pahit, gelap, dan menyakitkan. Apakah cinta bisa bertahan di atas puing-puing hati yang salah? Atau keduanya akan tenggelam dalam luka yang tak pernah sembuh?
Lire
Chapter: Bab 139. Headliner
9 bulan kemudian. Di ruang bersalin, semua menunggu dengan cemas di depan pintu. Ratna, Laura, dan Raden—mereka semua tak ingin melewatkan momen penting itu.Tapi di tengah keheningan itu, tiba-tiba, suasana berubah menjadi genting ketika terdengar suara tangisan Jonathan dari dalam ruangan.Wajah mereka seketika pucat dan panik. Laura menggenggam erat tangan rapuh Ratna, mencoba menenangkan diri sendiri sekaligus orang di sampingnya.“Apa yang terjadi di dalam? Kenapa Jonathan menangis di sana?” tanya Laura dengan suara gemetar, matanya menatap Ratna penuh kekhawatiran. Ia juga hampir tak kuasa menahan tangis karena mulai memikirkan bagian terburuk. Ratna semakin cemas. Suara tangisan Jonathan terdengar begitu keras hingga membuat jantungnya ikut berdebar.“Semoga cucu dan menantuku baik-baik saja, Tuhan… Kami memohon padaMu,” doa Laura lirih, suaranya dipenuhi harap dan kecemasan.Sementara itu, di ruang bersalin, Amel yang tengah menahan sakit juga harus menenangkan Jonathan yang
Dernière mise à jour: 2025-09-30
Chapter: Bab 138. Akhir bahagia
Beberapa bulan berlalu, kehidupan rumah tangga Amel dan Jonathan berjalan begitu harmonis. Namun, pagi itu Amel terbangun dengan tubuh yang terasa lemah, perutnya mual, dan muntah-muntah untuk kesekian kalinya. Wajahnya pucat, tubuhnya lunglai, hingga membuat Jonathan benar-benar khawatir.“Ayo kita ke rumah sakit,” ucap Jonathan cemas, bahkan sudah bersiap untuk menggendong Amel.Amel menggeleng pelan. “Tidak perlu, aku baik-baik saja,” jawabnya lirih.“Tapi, Amel—”“Aku hanya butuh istirahat sebentar. Nanti juga membaik,” ujarnya mencoba menenangkan Jonathan.Belum sempat Jonathan membalas, suara ketukan terdengar di pintu. Laura muncul sambil memberi kabar bahwa sarapan sudah siap. Dengan langkah pelan, Amel dan Jonathan menuju ruang makan.Namun begitu mencium aroma masakan dari dapur, rasa mual Amel semakin menjadi-jadi. Perutnya bergejolak hebat, membuatnya segera berlari ke wastafel. Ia memuntahkan isi perutnya di sana, merasa tak enak hati karena harus melakukannya di depan Ra
Dernière mise à jour: 2025-09-30
Chapter: Bab 137. Semua dikembalikan
“Usia kehamilanku semakin bertambah, dan aku butuh tanggung jawabmu, Jonathan,” desis Fidya penuh penekanan.Jonathan tidak langsung menjawab. Ia hanya menoleh ke arah Amel. Tatapan mereka bertemu, dan Amel mengangguk pelan, memberi izin.Jonathan mengeluarkan sebuah alat perekam dari sakunya. Ia meletakkannya di atas meja, mendorongnya perlahan ke arah Fidya.Fidya mengernyit, wajahnya menegang penuh kebingungan. “Benda apa ini?”“In rekaman yang menyimpan kebenaran tentang kehamilanmu,” jawab Jonathan. Begitu tombol play ditekan, suara dalam rekaman memenuhi ruangan. Wajah Fidya pucat seketika, matanya membelalak tak percaya. Ia mengenali suara itu. Itu suaranya dan suara Marcell. Tidak bisa disangkal lagi.“Ini tidak benar, Jona. Kamu harus percaya padaku,” ucapnya terbata, panik.Jonathan menatapnya penuh luka sekaligus kecewa.“Aku pernah berpikir kau wanita terhormat, Fidya. Seseorang yang tidak akan merendahkan dirinya hanya demi menjebakku. Tapi ternyata aku salah.” “Jona…”
Dernière mise à jour: 2025-09-30
Chapter: Bab 136. Semua terbongkar
Namun sebelum rencana Jonathan untuk ikut menemani Fidya ke rumah sakit terlaksana, Raden justru menemukan sesuatu yang jauh lebih mengejutkan. Ia kembali membuntuti Fidya secara diam-diam. Meski tidak bisa masuk ke dalam lapas untuk menyaksikan langsung pertemuan Fidya dan Marcell, ia tidak terlalu khawatir, perekam kecil yang ia titipkan pada Nico sudah terpasang rapi di tas Fidya, persis sesuai arahan yang ia berikan sebelumnya. Dan ketika Raden mendengarkan rekaman itu, tubuhnya menegang. Suara Marcell terdengar jelas, dingin dan penuh perhitungan. “Kau harus pertahankan cerita itu, Fidya. Biarkan mereka percaya kalau anak dalam kandunganmu adalah hasil dari Jonathan. Dengan begitu, posisi kita aman, dan keluarga Sailendra tidak akan bisa menolakmu lagi.”Tak lama, terdengar sahutan Fidya. Suaranya penuh kebencian, penuh dendam yang membara.“Ya! Amel harus menyingkir. Aku yang akan masuk ke keluarga Sailendra. Semua orang akan memandangku sebagai istri sah Jonathan. Tidak ada y
Dernière mise à jour: 2025-09-29
Chapter: Bab 135. Rencana
Raden menyipitkan mata dari kejauhan. Ia sudah mengikuti Fidya sejak wanita itu keluar dari kafe. Langkahnya ragu saat melihat mobil Fidya berhenti tepat di depan lapas kota. Hatinya langsung dipenuhi tanda tanya besar. “Untuk apa dia ke sini?” gumamnya pelan. Tak butuh waktu lama, Raden melihat Fidya masuk melewati pintu pemeriksaan, lalu menghilang di balik lorong panjang. Raden menunggu dengan sabar, menahan diri agar tidak gegabah. Sekitar setengah jam kemudian, Fidya keluar dengan wajah masam, namun di matanya jelas ada cahaya puas. Raden mengepalkan tangan di samping tubuhnya. “Dia menemui Marcell… berarti dugaan Jonathan benar. Mereka berdua masih bekerja sama.” Kecurigaan itu semakin kuat ketika Raden menyadari betapa hati-hatinya Fidya saat meninggalkan lapas, seakan sedang menyembunyikan sesuatu. Tak menunggu lama, Raden segera menyalakan mobilnya. Ia menghubungi Jonathan dengan suara tegas. “Jonathan, dugaanmu tidak salah. Fidya barusan menemui Marcell. Dan aku yakin
Dernière mise à jour: 2025-09-29
Chapter: Bab 134. Janji dalam sentuhan
Jonathan menarik napas panjang, menatap mata istrinya yang basah. “Aku akan berusaha membuktikan semuanya, Amel,” ucapnya mantap, meski jauh di dalam hatinya masih ada keraguan yang menusuk. “Aku akan buktikan kalau semua ucapan Fidya itu salah. Kamu hanya perlu percaya padaku.” Amel terdiam, lalu mengangguk. Ia menunduk, tubuhnya sedikit bergetar sebelum akhirnya bersandar pada dada Jonathan. Ia membiarkan tangannya melingkari pinggang pria itu, membiarkan dirinya dikelilingi hangat tubuhnya. Meski hatinya belum sepenuhnya tenang, di dalam pelukan itu ia menemukan sedikit tempat untuk bernapas. Amel tahu, Jonathan tidak akan pernah ingkar. Pria itu akan menepati semua ucapannya. Jonathan merapatkan pelukannya, mencium pucuk kepala Amel seakan menegaskan janjinya. Amel mengangkat wajahnya pelan, matanya masih sembab. “Kenapa kamu begitu yakin untuk membuatku bertahan? Padahal aku tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan padamu, dan juga kamu tidak punya alasan apa pun untuk memilih
Dernière mise à jour: 2025-09-29
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status