Chapter: Chapter 277 TamatWaktu cepat berlalu, hingga usia kesembilan bulan kehamilan Eva. Perutnya semakin membesar, pergerakan di dalam perut semakin terasa, dan tanggal kelahiran sudah di depan mata. Namun, bagi Henry terasa berat. Dia harus bolak-balik San Francisco dan Manhattan untuk memastikan proyek raksasanya berjalan lancar. Dia benci jarak jauh, tetapi pekerjaannya menuntutnya. Dia selalu meyakinkan Eva bahwa dirinya akan kembali cepat. Eva berusaha kuat di setiap Henry akan pergi. Setiap Henry pergi, mereka selalu melakukan panggilan video. Henry selalu bersikap lembut, menenangkan sang istri bahwa dia baik-baik saja dan akan segera pulang. Hari-hari menjelang kelahiran terasa lambat sekaligus cepat. Ponsel Henry selalu dalam mode siaga, begitu juga keperluan bersalin Eva yang sudah Elise siapkan. Lengkap. Namun, sebelum tanggal kelahiran tiba, Eva mengalami kontraksi pertamanya. Awalnya ringan, tetapi semakin lama rasa sakitnya semakin meningkat. Ternyata, kelahirannya lebih cepat dari t
Huling Na-update: 2025-10-13
Chapter: Chapter 276Hari demi hari terlewati, hingga tanpa terasa usia kandungan Eva sudah tujuh bulan.Sejak kehamilannya, Eva banyak berubah. Bukan hanya perutnya yang semakin membesar, tetapi juga suasana hatinya sering berubah-ubah.Sore itu, Eva berada di ruang tengah dengan TV besarnya menyala. Matanya tak sengaja menangkap keberadaan Rosa yang tengah menikmati cemilan di tangannya bersama pelayan lain di dapur.Eva berharap Rosa akan melihatnya dan menawarkan cemilan itu padanya.Eva terus menunggu. Hingga cemilan itu habis di tangan Rosa.Tiba-tiba saja bibir Eva mengerucut. Tangannya menekan tombol off, lalu melangkah pergi menuju kamar.Sesampainya di kamar, tangannya meraih ponsel dan segera menghubungi Henry.Saat itu, di ruangannya, Henry sedang menerima laporan mengenai perkembangan proyek raksasa miliknya. Hingga tiba-tiba ponselnya berdering.Begitu melihat nama di layar ponselnya. Henry segera menekan tombol hijaunya. “Ada apa? Ada yang kau inginkan?”Terdengar suara tidak bersahabat dar
Huling Na-update: 2025-10-10
Chapter: Chapter 275Eva dan Henry masih berpelukan erat, seakan merasakan tekad baru. Henry memejamkan kedua matanya, mencium pucuk kepala Eva lagi, dan lagi. Ciuman itu turun ke bawah, berhenti di leher jenjang Eva. Eva menutup mulut Henry, menjauhkan wajah itu darinya. “Hentikan, Henry. Itu geli,” ucapnya diikuti kekehan kecil. Tiba-tiba saja, bel penthouse berbunyi, memecah momen hangat mereka. Keduanya saling pandang. Eva melepaskan pelukannya, sementara wajah Henry gusar, tak ingin lepas, tak ingin diganggu siapapun pagi ini. “Siapa yang datang?” Henry hanya menggeleng tidak tahu. Terhitung jarang sekali mereka kedatangan tamu luar. Bel berbunyi lagi. Henry memberikan isyarat agar Eva tetap di tempat, tak peduli siapa yang datang. Yang dia inginkan hanya bersama Eva. Istrinya. Salah satu pelayan yang bertugas bergegas membuka pintu. Di ambang pintu, tampaklah Martin dan Elise. Martin datang dengan senyum tulusnya, sementara Elise memasang wajah gelisah, campuran kegengsian yang terlihat
Huling Na-update: 2025-10-06
Chapter: Chapter 274Suasana penthouse semakin sunyi. Eva masih terjaga menunggu kedatangan Henry. Dia tampak mengantuk, tetapi matanya menyimpan kekhawatiran yang mendalam. Tiba-tiba suara bel berbunyi nyaring, memecah keheningan. Eva segera berlari ke arah pintu dan menariknya hingga pintu terbuka. Di ambang pintu, berdirilah Samuel yang memegang lengan Henry, yang kini terlihat lebih buruk daripada di bar. Henry terseok-seok, kepalanya bersandar penuh pada Samuel. Bau alkohol begitu menyengat menusuk hidung Eva. Seketika wajahnya berubah, bercampur lega sekaligus panik karena melihat kondisi Henry. “Dia mabuk?” “Seperti yang kau lihat.” Tanpa berlama-lama, Samuel segera menuntun Henry masuk. Langkah Henry tak beraturan, kakinya tersandung dengan kakinya yang lain. Samuel mengerahkan seluruh tenaganya untuk membimbing tubuh Henry yang berat sampai di sofa. Mereka mencapai sofa. Samuel dengan hati-hati merebahkan tubuh Henry di atas sofa panjang. Eva menatap ke arah Henry lalu beralih mengara
Huling Na-update: 2025-10-04
Chapter: Chapter 273Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, dan Henry belum pulang. Biasanya, suaminya akan memberi kabar jika telat, tetapi malam ini ponselnya terasa dingin, tak ada notifikasi apapun. Eva meraih ponselnya mencoba menghubungi Henry. Panggilan pertama, tidak terjawab. Panggilan kedua, tidak terjawab. Tak biasanya Henry mengabaikan panggilannya. Rasa cemas mulai merayapi hatinya. Apa terjadi sesuatu?Eva mencoba menepis pikiran negatif. Dia beralih menghubungi sopir pribadinya, terakhir, dia pergi bersama Henry.Setelah beberapa detik sambungan terhubung, dan mulai terdengar suara di ujung telepon. “Selamat malam, Nyonya.”“Apa Tuan Henry di mobil sekarang?” tanya Eva, mencoba untuk tenang. “Saya sudah di rumah, Nyonya. Tuan Henry meminta saya pulang sejak sore tadi. Tuan kata, ada urusan pribadi yang harus diselesaikan, Nyonya.”Tak berselang lama panggilan telepon berakhir. Dia mencoba menghubungi orang-orang yang bersama Henry. Nomor Ryan pun tak ada jawaban. Mengingat keberad
Huling Na-update: 2025-10-01
Chapter: Chapter 272Martin menepuk pundak Samuel. “Terima kasih atas bantuanmu, Sam. Uncle berhutang budi padamu.”Samuel tersenyum lalu menggeleng. “Tidak perlu sungkan, Uncle. Aku hanya tidak ingin membiarkan wanita itu terus-terusan memanipulasi keluarga kita.”“Uncle akan memberimu bonus atas kerja kerasmu.” Pandangan Martin beralih ke arah Elise yang terduduk dengan tatapan tidak percaya. “Sekarang kau tahu sendiri, ‘kan? Orang yang selalu kau bela itu justru pelaku sebenarnya. Apa kau masih ingin memusuhi orang yang tidak bersalah?”Elise hanya diam, tidak bisa menjawab. Dia merasa menyesal dan bersalah, tetapi gengsi mengalahkan semuanya. Dia hanya bisa menunduk malu di hadapan suami dan keponakannya. Malu karena sudah membela Julia dengan sepenuh hatinya. “Papa harap setelah ini Mama meminta maaf pada Eva.” Elise ingin menunjukkan protesnya, tetapi, baru saja dia membuka mulut, Martin kembali membuatnya terdiam. “Papa tidak menerima bentuk protes apapun!” Sementara di ruang kerja…Mata Henry
Huling Na-update: 2025-09-26
Chapter: Bab 36Keberanian Sora memuncak karena rasa muak yang sudah sampai di ubun-ubun. “Kau bukan seorang pahlawan. Kau hanyalah pria yang takut kehilangan kendali sampai-sampai membangun tembok besar untuk berlindung di baliknya.”Durand mencengkeram kemudi erat. “Jaga ucapanmu, Sora!”Alih-alih takut dengan nada suara Durand yang mulai berubah, justru Sora semakin berani bersuara. “Kenapa? Kau tersinggung dengan ucapanku?” Suara Sora mulai bergetar karena amarah yang ia tahan selama berbulan-bulan. “Kau itu menyedihkan, Durand. Kau punya segalanya di Moskow, tapi kau mengurung wanita di balik tembok besarmu agar kau merasa punya kuasa.”Durand tak bisa lagi menahan kesabarannya. Ia mendadak menginjak rem hingga tubuh Sora sedikit terpental ke depan. Mobil itu berhenti di tepi jalan, jauh dari keramaian kampus. Napas Durand memburu, ia menoleh ke arah Sora dengan kilatan amarah di matanya yang gelap. “Beraninya kau!” “Keluar!” bentak Durand. Ruang yang sempit suara Durand terasa menggelegar
Huling Na-update: 2026-02-23
Chapter: Bab 35“Pulang?” Ada sedikit kekecewaan pada raut wajah Katharina. “Ooh, ayolah … kau butuh udara segar sejenak, Sora. Sejak tinggal di rumah teman Papamu aku jarang sekali pergi bersamamu.” Katharina mengerucutkan bibirnya. Ada rasa tidak suka yang ia tunjukkan terang-terangan. Ia merasa kehilangan sosok sahabat yang biasa menghabiskan waktu bersama.Semenjak Sora tinggal di kediaman Volkov, Katharina merasa sebuah tembok besar terbangun di antara mereka. Sora selalu terburu-buru dan sangat sulit dijangkau. Tubuh Sora membatu, lidahnya terasa kelu. Ia ingin mengatakan jika dirinya tidak punya pilihan lain. Setiap langkah yang ia ambil selalu diburu ‘jam’. “Aku—”“Sora!” Terdengar suara berat sangat familiar sebelum ia meneruskan kata-katanya. Sora pun menoleh ke arah sumber suara. Katharina ikut menoleh. Tak jauh di depan mereka, Durand berdiri tegak dengan kedua tangannya tersumpal ke dalam saku celananya. Kenapa dia masih di sini?Apa dia menungguku?Sora sedikit terkejut dengan ke
Huling Na-update: 2026-02-21
Chapter: Bab 34Mobil Range Rover itu menderu pelan sepanjang perjalanan menuju Moskow University. Bangunan megah dengan menara tinggi dan bintang di puncaknya itu mulai terlihat. Sebelum mobil itu benar-benar memasuki area kampus, Sora meminta Durand untuk berhenti jauh dari area kampus. “Berhenti di sini saja.” Alih-alih menginjak rem, Duran justru melajukan mobilnya, mengabaikan permintaan Sora. Kepatuhan tidak ada dalam kamusnya, ia selalu memiliki cara tersendiri.Sora hanya bisa menghembuskan napasnya panjang. Ia menelan kembali kata-kata yang sudah berada di ujung lidahnya, berbicara dengan orang sekeras Durand sama saja berbicara dengan tembok. Dan ia terlalu lelah untuk melakukan perdebatan.Begitu mobil berhenti di area drop-off, tanpa menunggu lama Sora membuka pintu mobil, wajahnya yang panas karena rasa gondok tersapu angin musim dingin.“Sekarang pergilah,” kata Sora dengan nada mengusir. Namun, ucapan Sora itu bagaikan angin musim dingin yang berlalu. Durand membuka pintu kemudi lal
Huling Na-update: 2026-02-18
Chapter: Bab 33Durand meletakkan ponselnya kembali. Ia mengangkat pandangannya, lalu bangkit berdiri, berjalan ke arah Sora. Kini, ia berdiri tepat di depan Sora. Tubuhnya yang tinggi membuat wanita itu harus mendongak. Bukannya marah karena penolakan yang dilakukan Sora, justru Durand menatapnya lekat dengan seringaian tipis muncul di sudut bibirnya. “Kau terlihat lebih galak.” Sora memutar kedua matanya, malas menanggapi hinaan atau pujian yang keluar dari mulut Durand. Kemudian, Durand melanjutkan, “Orang Tuaku akan kembali minggu depan.” Amarah Sora memudar begitu mendengar kata-kata Durand. Ekspresinya digantikan wajah kebingungan dengan alis berkerut. Selama berbulan-bulan tinggal di sini, ia tak pernah melihat keberadaan pria yang membawanya ke Mansion. Ia hanya melihat Viktor sekali, itu pun dalam waktu singkat. Tak ada keluarga yang lain di Mansion ini. Hanya Durand dan dominasinya.“Lalu, apa hubungannya denganku?” tanya Sora, meski ia diliputi dengan rasa penasaran mengenai keluar
Huling Na-update: 2026-02-15
Chapter: Bab 32Durand tak menjawab permintaan maaf dari pelayan itu. Wajahnya tenang, tetapi nada suaranya terdengar penuh intimidasi. “Keluar.”Pelayan itu menunduk cepat. Ia hampir tersandung ketika melangkah pergi meninggalkan Durand dan Sora. Pintu kembali tertutup.Suasana kembali hening.Sora masih berdiri di tempatnya, jantungnya masih terpacu cepat karena adegan beberapa menit yang lalu. Durand kembali menatap ke arah Sora. Belum juga kesadaran wanita itu pulih, suaranya berhasil membuatnya terkejut. “Ikut denganku!”Tanpa menunggu persetujuan Sora, Durand langsung saja menarik tangannya—membawanya melewati lorong panjang menuju kamarnya. Berkali-kali Sora memberitahu agar Durand melepaskannya, tetapi pria itu acuh tak acuh. Pada akhirnya, Sora hanya pasrah dan mengikuti setiap perintah Durand. Sehari penuh menjadi pelayan pribadi dadakan untuk Durand membuatnya tak terasa jika hari sudah berganti malam. Sora kembali ke kamarnya sambil menggerutu sepanjang perjalanan. Durand benar-benar
Huling Na-update: 2026-02-11
Chapter: Bab 31Sora menarik napas lega, memposisikan dirinya senyaman mungkin di atas kasur. Hawa dingin dan sunyinya kamar berasa surga yang diidam-idamkan. Ia kembali menggulung tubuhnya di bawah selimut.Perlahan, kesadarannya hilang. Napasnya mulai teratur. Ia hampir saja jatuh ke dalam tidurnya yang nyenyak. Dunia di sekitarnya menjadi sunyi.Sampai kemudian …Brak! Brak! Brak!Gedoran keras dengan ketidaksabaran menghantam pintu kamarnya, membuat Sora tersentak hebat membuka mata lebar-lebar.“Sora!”Suara bariton berat dan sangat familiar itu terdengar dari pintu. Durand. Sora mengerang kesal, menutup wajahnya frustasi. “Demi apa pun, pria ini benar-benar menyebalkan!” Gedoran pintunya tak berhenti, justru semakin terdengar keras. “Buka pintunya!” Durand kembali berteriak. “Aku tahu kau tidak mengerjakan diplom-mu di dalam.”Sora terduduk, telinganya terasa berdengung karena teriakan Durand yang menembus daun pintu. Rasa kesal mulai merayapinya. Ia tak berekspektasi sedikitpun jika pria
Huling Na-update: 2026-02-08