Chapter: Bab 256."Lidya sayang, untuk apa menanyakan wanita siluman seperti Monica itu..? Dia bukan manusia seperti kita Lidya sayang. Apalagi dia tak secantik dan sebaik dirimu, jadi untuk apa Mas menyembunyikannya..?" Bimo berkata dengan lembut, seraya mendekati istrinya yang sedang ngambek itu. Nampak wajah Lidya yang perlahan mulai mereda dari sikap jutek dan tegangnya. Setelah dia mendengar ucapan suami kesayangannya itu. 'Kenapa aku jadi marah-marah tak jelas begini sama Mas Bimo ya', bathin Lidya akhirnya, merasa menyesal dan bingung sendiri."Aih..! Benarkah si Monica itu bukan manusia Mas Bimo..?! Pantas saja aku selalu merinding, jika berada dekat dengannya..!" seru Lidya terkejut, walau sesungguhnya dia sudah merasa lega dan puas dengan jawaban Bimo tadi. "Tentu saja Monica itu bukan manusia Lidya sayang. Kalau dia manusia biasa, mana mungkin dia bisa menghilang begitu saja dari penglihatanku," sahut Bimo tersenyum. 'Ahh, akhirnya dia mereda dari ngambeknya', bathin Bimo lega. "Hmm. Tap
Terakhir Diperbarui: 2026-01-14
Chapter: Bab 255."Baiklah! Besok pagi, tim kita akan berkumpul di pantai Miranda Locna. Kita akan membooking beberapa speedboat, untuk menuju ke pulau Duyung. Sementara aku dan Evan akan naik helikopter menuju ke sana!" Demikianlah rencana penyerangan ke markas Gank Shadow yang diambil Bimo. "Siap Bos..!!" seru serentak empat pimpinan Pijar Taruna, Parlan, Denta, Alimsyah, dan juga Maux. "Baik sekali Mas Bimo..!" seru Evan, merasa senang dan setuju dengan rencana Bimo. "Denta, Maux, Parlan, dan kau Alimsyah. Kalian segera tentukan tujuh orang anggota Pijar Taruna yang kalian percaya, untuk ikut penyerangan besok..! Masukkan juga Ojay dan Hendri dalam pasukkan kita!" ujar Bimo tegas, memberi pesan pada keempat orang kepercayaannya itu. "Baik Bos..! Kami akan urus dan persiapkan mereka saat ini juga..!" seru patuh Denta, mewakili ketiga rekannya. "Evan, kausiapkan saja dua orang kepercayaanmu, untuk ikut penyerangan besok. Dan besok pagi datanglah ke rumahku, kita akan berangkat dengan helikopter
Terakhir Diperbarui: 2026-01-13
Chapter: Bab 254."Bos sudah datang..!" seru penjaga markas yang bertugas malam itu, saat dia melihat helikopter yang dikenalinya landing di belakang markas pijar Taruna. "Mari kita sambut Bos Bimo..!" ajak Denta pada semua rekannya, yang memang telah menanti di lobi markas. Mereka semua pun bergegas berdiri, untuk menyambut kedatangan Bimo. "Tak perlu kalian repot, mari kita kembali masuk ke dalam saja," ujar Bimo yang tiba-tiba telah berada di pintu masuk markas. Ya, Bimo memang sengaja kerahkan peringan tubuhnya, dia melesat keluar dari helikopter yang tengah landing itu. Hal yang dikarenakan dia tahu para sahabatnya telah menunggu, dan Bimo juga ingin cepat membahas perihal siasat penyerangan esok hari. "Wah! B-baik Bos..! Silahkan!" seru Denta agak terkejut. Karena dia melihat helikopter di kejauhan sana belum lagi landing dengan sempurna. 'Bos telah menggunakan kemampuannya!' bathin Denta kagum. "Mas Bimo. Aku telah membawa persenjataan yang kiranya dibutuhkan untuk aksi kita besok," uja
Terakhir Diperbarui: 2026-01-12
Chapter: Bab 253.Malam pun menjelang. "Uhhgsh..! T-terus lebih cepat lagi Mas Yoga sayang..sh!" desah keras Dewinda, seraya tangannya mencengkram sisi jendela kamar yang terbuka lebar.Semua adegan super hot itu terjadi di lantai 2 bangunan villa milik Prayoga, yang kini dijadikan markas sementara Gank Shadow.Ya, itu memang gaya favorit Dewinda dan Yoga dalam berolah asmara. Keduanya memang kerap terobsesi melakukan hal itu, sambil menikmati pemandangan indah dan udara bebas..! Edan..! Dan dari jendela kamar itu, keduanya memang bisa melihat panorama cukup indah. Mulai dari taman villa dengan aneka warna lampu, desiran angin dan suara ombak, hingga kerlip bintang-bintang di langit malam itu. "Ohsk..! Ok, Winda sayang..sh..! Sebentar lagi aku sam.. paihsk..!" erang serak Yoga, seraya terus menghantam penuh stamina, sosok setengah polos Winda dari belakang. Keduanya memang nampak masih kenakan baju atasan mereka, jika orang melihatnya dari bawah atau luar. Namun sesungguhnya bagian bawah mereka ter
Terakhir Diperbarui: 2026-01-11
Chapter: Bab 252."Nah Devi adikku. Mari bicara soal rencana kita bersama Mas Bimo di dalam kamarku," ajak Lidya seraya tersenyum penuh arti. Devi pun akhirnya mengikuti langkah Lidya menuju kamarnya, dengan tangannya setengah ditark oleh Lidya. Sepertinya memang Lidya yang nampak antusias sekali saat itu. Bimo yang sejak tadi memang bersifat pasif dalam pembicaraan antara istrinya dan Devi, dia pun mengikuti langkah kedua wanita cantik itu ke kamarnya. 'Hhh.. Biarlah mereka berdua membahas semuanya dengan leluasa. Aku hanya bisa menjalani garis hidupku yang aneh ini', bathin Bimo pasrah. Ya, Bimo sengaja memilih bersikap 'non aktif' dalam masalah jodohnya dengan Devi. Karena dia paham, hal itu akan menyakitkan bagi Lidya yang tengah mengandung anaknya. Dan setibanya di depan kamarnya, Bimo melihat pintu kamarnya dalam keadaan tertutup. Maka menjadi pahamlah Bimo, bahwa Lidya tak menginginkan dirinya ikut dalam pembicaraan dua wanita itu. Bimo pun memilih duduk menunggu, di kursi panjang yang ada
Terakhir Diperbarui: 2026-01-11
Chapter: Bab 251.Claapsh..! "Aihh..!!" seruan serentak keluar dari mulut Lidya dan Devi, saat melihat mata batu hijau dari gelang dan liontin itu saling melekat erat. Seolah hendak menyatu..! Blaphss..! Mewujud seketika sosok Naga Hijau berkepala wanita yang sungguh cantik. Sebuah mahkota kencana berada di atas kepala wanita itu, dengan sosoknya yang diselimut cahaya hijau cemerlang. "Hahh..!!" kini bukan hanya Lidya dan Devi yang berseru kaget, bahkan Bimo pun ikut terkejut melihat kemunculan penghuni batu Mustika Naga Hijau itu. Hawa sejuk bukan main menebar di seantero ruangan itu, suasana ruangan itu pun bagaikan diselimuti aura magis seketika. Lengang dan sunyi, bagaikan hampa udara..! "Ehh..! A-apa itu..?! T-tolongg..!" Sontak Bi Inah berseru kaget bukan main, saat dia masuk ke ruang tengah dan langsung menyaksikan pemandangan ngeri dan hawa sejuk yang menebar.Prangkh..! Brugh! Nampan berisi sajian camilan dan minuman yang dibawa Bi Inah pun langsung lepas, dan jatuh berantakkan di lantai
Terakhir Diperbarui: 2026-01-10
Chapter: Bab 633. "Wah..! Selamat datang Raja Elang sekeluarga..! Senang sekali menerima kehadiranmu dan keluarga di istana Kalpataru ini..!" sambut sang Maharaja, dengan wajah berseri gembira. Sang Maharaja bahkan anggukkan kepalanya, sebagai tanda hormat pada Elang. "Salam Paduka Maharaja Kalpataru. Senang rasanya, kami sekeluarga bisa memenuhi undangan Paduka Maharaja," sahut Elang tersenyum lebar, seraya balas memberi hormat. "Maaf Raja Elang, sebaiknya kita langsung saja menuju ke bukit Karang Waja. Karena ada yang hendak aku tunjukkan pada Raja, sebagai ungkapan rasa terimakasih dan penghargaan rakyat Tlatah Kalpataru. Karena jasa Pendekar Penembus Batas, yang tak mungkin kami sanggup membayarnya..!" ucap sang Maharaja, tersenyum penuh rasa terimakasih pada Elang. "Wah..! Tak perlu membesar-besarkan hal yang sudah berlalu, Paduka Maharaja. Hal itu sudah semestinya dilakukan, oleh penduduk yang tinggal di Kalpataru, termasuk Elang saat itu," sahut Elang agak rikuh. Namun akhirnya dia meng
Terakhir Diperbarui: 2025-08-03
Chapter: Bab 632."Bagus..! Jadi tepatnya 5 (lima) hari lagi. Maka pembangunan monumen itu telah selesai sempurna, juru bangun Glagah Amba..?!" seru sang Maharaja senang. "Benar Paduka Maharaja Yang Mulia," sahut sang Juru Bangun. "Baiklah, kau akan menerima penghargaan dari pihak kerajaan. Setelah monumen itu selesai dibangun. Sekarang kembalilah, dan selesaikan monumen itu dengan sempurna..!" ucap tegas sang Maharaja Mahendra. "Baik Paduka Maharaja Yang Mulia..! Hamba mohon diri..!" seru patuh sang Juru Bangun.Dia pun segera menghaturkan sembah, dan beranjak keluar dari ruang dalem istana Kalpataru. *** Akhirnya atas pertimbangan Elang, Nadya memutuskan ikut tinggal di istana Belupang selama setengah tahun. Itu sama dengan waktu setengah hari di dimensinya. Nantinya ganti Prasti dan Nadya kecil, yang akan ikut ke dimensi masa kini, dan tinggal bersama Nadya, saat Nadya kembali ke dimensinya.Sementara Elanglah yang akan sibuk mondar mandir ke dimensi masa kini dan dimensi lampau. Agar tugasn
Terakhir Diperbarui: 2025-08-02
Chapter: Bab 631. Nadya segera melepaskan pelukkannya dari Prasti. Lalu dia menunduk, seraya memegang lembut kedua pundak Nadya kecil. Mata Nadya masih basah dengar air mata keharuan. Ikhlas sudah hatinya, melihat sambutan ramah dan bersahabat dari Prasti. Ditambah lagi dengan sikap polos Nadya kecil, yang menggemaskan hatinya itu. Suasana pun mencair seketika di ruangan itu. "Ihhh..! Nggak boleh begitu Bibi. Namaku Nadya, Bibi harus cari nama yang lain. Nama kita nggak boleh sama..!" seru Nadya kecil cemberut. Ya, si kecil rupanya tak mau namanya tersaingi oleh Nadya. "Hahahaa ...!! Hihihii..!!" bergemuruh sudah ruang dalem istana, dengan suara tawa mereka semua di dalamnya. Saat mendengar ucapan polos Nadya kecil itu. "Hihihii..! Ya sudah begini saja, panggil saja bibi Nadya besar, dan kalau kamu, bibi panggil Nadya kecil. Bagaimana..?" ucap Nadya tertawa geli, seraya bertanya pada si kecil. Hatinya seketika jatuh sayang, pada putri kecil suaminya dan Prasti itu. Nadya kecil terdiam, seolah b
Terakhir Diperbarui: 2025-08-01
Chapter: Bab 630. "K-kenapa..?! Ram-rambutmu memutih Mas Elang..?! Tsk, tsk..!" Nadya berseru terbata, setelah dia telah bisa memastikan, jika pria itu adalah suami tercintanya. Seketika isak tangis pun tak terbendung, menyadari sosok itu bukanlah ilusi. Brughk..! Nadya pun menubruk dan memeluk Elang, dalam isak tangis haru dan kebahagiaan. Jemari Nadya tak lepas memegang dan memandangi, ujung rambut putih suaminya yang menjela dibahunya. 'Suamiku telah kembali..!' seru lirih bathinnya bahagia. Elang balas memeluk dan mencium kening istri tercintanya itu. "Maafkan aku Nadya sayang. Maafkan aku..! Takdir ini benar-benar diluar dugaanku," ucap Elang lembut di telinga Nadya. "Mas Elang. Mana wanita yang bernama Prasti itu..? Tidakkah dia Mas ajak serta ke sini..?" tanya Nadya, yang langsung teringat dengan wanita lain di kehidupan suami tercintanya itu. "Begitu aku menguasai aji 'Sabdo Jagat', aku langsung menemuimu di sini Nadya sayang. Prasti dan putri kita Nadya juga belum tahu, jika aku sud
Terakhir Diperbarui: 2025-08-01
Chapter: Bab 629.Blashp..! Seketika muncul cahaya putih perak menyilaukan, di tengah ruang dalem istana Selaksa Naga itu. Dan saat perlahan cahaya perak itu memudar sirna. Kini nampaklah sosok Naga Perak, yang berdiri melayang tak menyentuh lantai, di tengah ruangan itu. "Hormat kami leluhur Naga Perak Yang Mulia," ucap Ki Naga Merah dan Nyi Naga Biru bersamaan. Pada saat mereka melihat kedatangan Naga Perak itu. "Salam hormat saya Ki Naga Perak," Elang turut memberi hormat. "Tidak..! Sayalah yang menghaturkan sembah hormat pada Paduka Elang Prayoga Yang Mulia," sahut Ki Naga Perak, seraya tundukkan kepala menghormat pada Elang. "Naga Merah, Naga Biru. Kalian harus ingat, bahwa akulah yang membuat 'sumpah', dengan Paduka Indra Prayoga dahulu kala. Dan itu adalah 'sumpah abadi'ku. Walau pemilik Cincin Naga Asmara ingin membebaskan kalian..! Apakah kalian memahami maksudku..?!" seru sang Naga Perak, pada Ki Naga Merah dan Nyi Naga Biru. "Kami paham dan kami patuh, pada leluhur Naga Perak..!" sa
Terakhir Diperbarui: 2025-08-01
Chapter: Bab 628. "Ahh..! Sudahlah Ki Naga Merah. Nyatanya aku memang belum berbuat apapun, untuk negeri 'Selaksa Naga' ini," ucap Elang jujur apa adanya. Akhirnya mereka berdua beranjak, menuju ke ruang makan di istana itu. Seminggu kemudian di dimensi Selaksa Naga. Elang kembali berniat melakukan hening di air terjun Naga Moksa. Setelah dia merasa kebugaran dan powernya telah kembali 100 persen. Aura keemasan seperti sudah menyatu dengan Elang saat itu. Walau dia tak mengerahkan power sedikit pun. Bahkan orang awam akan bisa dengan mudah melihat, aura cahaya emas yang menyelimuti sosok Elang. Ya, sepertinya 'power' semesta Elang sudah pada taraf sempurna sekali saat itu. Power yang sudah menyatu dalam diam dan geraknya, dalam tidur dan terjaganya. Sungguh mengagumkan, namun juga sangat mengerikkan, bagi pihak yang menjadikan Elang sebagai musuhnya. Elang memulai heningnya sejak senja menjelang. Seperti biasanya ruang Naga Moksa dibalik air terjun itu seketika diterangi oleh cahaya keemasan,
Terakhir Diperbarui: 2025-07-31
Chapter: Bab 368. PESTA AKBARTaph..! Tak salah memang Bara menjuluki Brian sebagai sahabat tercepat setelah dirinya, dalam hal ilmu meringankan tubuh. Bara pun terselamatkan dan langsung di bawa oleh Brian, ke tempat agak jauh dari arena pertarungan. Para sahabat pun berlesatan cepat menghampiri Brian, untuk melihat kondisi Bara yang masih tak sadarkan diri. Gatot langsung menotok beberapa titik di tubuh Bara. Untuk mempercepat dan memperlancar sirkulasi darah dan energi di tubuh Bara. Akhirnya, para sahabat memutuskan untuk meninggalkan area pertarungan final malam itu. Mereka pun berniat kembali ke kediaman Joseph, yang saat itu masih setia menanti mereka. Tampak wajah Joseph pucat pasi dilanda ketakutan, akibat merasakan kondisi alam yang tadi bagaikan hendak kiamat. Namun rasa cemasnya atas keselamatan Bara cs, membuatnya tetap bertahan menanti di posisinya. Sungguh orang yang tabah dan setia kawan si Joseph ini. Dimas dan Leonard memutuskan ikut ke rumah Joseph, setelah mereka melihat kond
Terakhir Diperbarui: 2025-01-25
Chapter: Bab 367. SAVANA BERGUNCANGLengkap sudah tiga elemen langit, es, dan bumi menyatu..! Dalam satu badai gelombang power raksasa di sekitar Bara.Semua orang yang berada di sekitar arena pertarungan itu, mereka langsung bergerak secepat mungkin. Untuk menjauh dari lokasi pertarungan, yang bagaikan sedang dilanda kiamat itu. Bahkan dua helikopter yang tersisa di udara, mereka hanya bisa mengambil gambar itu dari jarak yang sangat jauh. Tentu saja mereka bergidik ngeri, setelah melihat dua helikopter rekan mereka yang sudah menjadi bangkai. Tanpa ada satu pun penumpangnya yang bisa selamat. Dengan saling menguatkan tekat. Keempat sosok lawan Bara secara bersamaan bergerak, menyerang dan menerjang..! "Hiyaahh...!! Haaurmmsh.!! Hiyaathh..!! Huuppsh..!!" Keempat sosok itu serentak melesatkan pukulan andalan mereka ke arah Bara. BLANNGGGKSHHZTT...!!!! Sebuah gelombang besar bak bola energi raksasa pun melesat deras ke arah Bara. Gelombang energi yang tercipta dari 4 serangan lawannya tersebut, terdiri atas berb
Terakhir Diperbarui: 2025-01-25
Chapter: Bab 366. TIGA ELEMEN MENYATU"Tembak..!" seru Dimas, saat dia melihat para sniper penyelenggara mulai menarget ke arah Bara. Splazth..! Splatsh..! ... Splatzh..! Dengan serentak para sniper Pasukan Super Level segera melesatkan pelurunya. Clakh..! Clakhs..! Clapsh..! Claksh..! ... Clakgssh..! Dan seluruh sniper pihak penyelenggara pun terhentak tewas, dengan kepala berlubang.! Karena memang mereka sudah dalam target para sniper Pasukan Super Level sejak tadi. Seth..! Sethh..! Sethh..! Sang Jendral, Freedy, dan Pandu, yang melihat Hong Chen sudah bergerak menyerang Bara. Akhirnya mereka semua pun ikut melesat, hendak menyerang Bara. Para sahabat yang melesat juga telah bersiap dengan ilmu pamungkas mereka masing-masing. Ajian 'Sayap Pembelah Langit' disiapkan oleh Brian, ajian 'Tendangan Halilintar Semesta' disiapkan Sandi, Gatot siagakan 'Jari Singa Neraka'nya, dan David juga telah menyiapkan ilmu 'Tapak Budha Mengguncang Langit' miliknya. Seth..! Sett..! Dimas dan Leonard juga tak mau ketinggalan, mere
Terakhir Diperbarui: 2025-01-24
Chapter: Bab 365. AMBYAR PAMUNGKASLangit bagai terbelah, saat menyambar sebuah kilatan halilintar bercahaya keemasan ke arah tangan Chen Sang yang teracung. Dan nampaklah kini, betapa tangan kanan Chen Sang di selimuti cahaya keemasan yang berkeredepan menyilaukan. Sebuah cambuk dengan 3 lidah petir berkilat-kilat, dengan mengeluarkan bunyi tegangan listrik yang mengerikkan di udara. Krrtzzh...! Krttzzkh..!! Krrttzzsk..!!Bara melirik ke arah timer, yang menunjukkan pertarungan sudah berada di menit ke 21. 'Hmm. Apa boleh buat, ini terpaksa', bathin Bara resah. "KALIAN SEMUA YANG DI BAWAH..! MENYINGKIRLAH LEBIH JAUH..!!" seru Bara memperingatkan, dengan lambaran tenaga dalamnya, pada semua orang yang berada di sekitar arena. Seketika semua orang di bawah pun bergerak menjauhi garis batas arena. Hati mereka semua sama berdebar. Ya, mereka semua sangat sadar, kiranya puncak pertarungan final telah tiba. Dan 'Pukulan Dua Naga' pamungkas Bara pun di siapkan tanpa ragu lagi. "Hyaarrghks...!!" Blaatzhs..!! Blaatzks
Terakhir Diperbarui: 2025-01-24
Chapter: Bab 364. DUEL DUA NAGA"Terimalah ini bedebah.!" Byaarshk..!! Chen Sang berseru keras, seraya kembali meledakkan energi dalam dirinya. Kini nampak sosoknya berubah di selubungi cahaya hitam pekat kemerahan. Inilah ilmu gabungan, antara power Naga Bumi dan ilmu 'Badai Bumi Neraka'..! Byaarshk..!!Bara juga meledakkan 'power' dalam dirinya. Seketika sosoknya berubah menjadi dua warna yang berbeda. Nampak sebagian sisik tubuhnya berwarna emas di kanannya, dan sisik putih cemerlang kebiruan di sebelah kirinya. Kedua matanya mencorong, dengan warna merah menyala dan biru berkilau. 'Ahh..! Penyelarasan dua Mustika Naga..!' seru bathin Chen Sang terkejut. Walau dia sudah mendengar dari gurunya, soal pemuda yang sanggup menyelaraskan dua power Mustika Naga ini. Namun tetap saja hatinya merasa tergetar. Melihat keindahan sekaligus kengerian 'power', di balik sosok Bara itu. Namun tentu saja Chen Sang juga sangat yakin, dengan 'power'nya sendiri. Segera Chen Sang menerapkan ilmu 'Badai Neraka Naga Bumi'nya.
Terakhir Diperbarui: 2025-01-24
Chapter: Bab 363. L E N Y A PSlaph..! Slaph..! Hampir bersamaan dan dengan kecepatan yang setara, Bara dan Chen Sang kini telah saling berhadapan di tengah arena pertarungan yang luas itu. Keduanya masih dalam posisi melayang tak menyentuh tanah. Keduanya nampak saling tatap dengan pandangan tajam, dalam jarak sekitar 15 meter. "Apakah kau yang membunuh kedua adik seperguruanku..?!" seru tajam Chen Sang. "Maaf, adik seperguruanmu yang mana..?" Bara balik bertanya tenang. Karena dia memang tak tahu, jika Cin Hai dan Han Jian adalah adik seperguruan dari Chen Sang. "Si Kipas Neraka dan si Naga Terbang..!" seru Chen sang geram bukan main, melihat ketenangan Bara. 'Seolah tak bersalah saja kau bangsat..!' seru hati Chen Sang murka. Nampak 4 buah helikopter dari pihak channel khusus telah terbang mengudara, di empat titik mereka dalam bentuk 'plus' di empat sisi arena. "Ohh..! Si Tukang Kipas dan si Pendek Kekar itu. Iya aku membunuhnya, karena mereka berbuat onar di negeriku," sahut Bara tersen
Terakhir Diperbarui: 2025-01-23
PENDEKAR Sabda JAGAD
Dengan satu seruan 'Sabda Jagad'!
Ruang dan waktu pun tergenggam... Gerak dan laku pun terdiam.. Hening tunaikan dendam!
Kisah perjalanan sosok Jalu Sajiwo, seorang anak yatim piatu yang menuntut keadilan atas nasib tragis yang menimpa keluarganya.
Sekte Rajawali Emas adalah sekte yang pernah jaya pada masanya, namun badai fitnah akibat rasa dengki dari sekte-sekte lainnya mengakibatkan keruntuhan dan pudarnya kejayaan sekte Rajawali Emas.
Dilecehkan, dihina, dinistakan, serta ditindas! Itulah nasib sekte Rajawali Emas saat ayah Jalu, Ki Respati menjadi ketua sekte Rajawali Emas yang ke 30.
Mampukah Jalu menuntut balas atas itu semua, membersihkan diri dari segala fitnah, serta mengangkat kembali sekte Rajawali Emas meraih puncak kejayaannya..?!
Ikutilah perjalanan penuh darah, ambisi, intrik, asmara, pengkhianatan, serta duel dahsyat para tokoh pendekar pamungkas pada jamannya ini!
Yuukkk..!
Baca
Chapter: Bab 250. PENDEKAR RAMBUT EMAS"Ayo..! Pasang semua umbul dan panji yang masih belum terpasang..! Sebelum para tamu undangan berdatangan siang nanti!Jangan sampai kita di anggap tak siap merayakan hari berdirinya sekte Rajawali Emas yang keenam ini..!" seru Panji mengingatkan para anggota sekte Rajawali Emas, yang bertugas memasang umbul-umbul serta panji-panji sekte Rajawali Emas di sekitar markas.Umbul serta panji sekte Rajawali Emas itu bahkan dipasang hingga sepanjang pohon-pohon di tepi jalan, yang merupakan akses menuju ke markas sekte Rajawali Emas.Hingga saat tiba waktu menjelang siang. Para tamu undangan dari berbagai sekte, para pendekar non sekte, perwakilan ataupun pihak kerajaan dari tiga tlatah, bahkan hingga para tokoh sepuh dunia persilatan, telah mulai berdatangan memasuki markas sekte Rajawali Emas.Ya, siapa yang tak mengenal dan tak mendengar kebesaran nama serta sepak terjang para anggota sekte Rajawali Emas. Sekte yang menyandang nama harum di dunia persilatan, maupun di hati para penduduk T
Terakhir Diperbarui: 2024-11-22
Chapter: Bab 249. HEBOH DAN RASA BERSALAHBLAPH..!Seketika kilau cahaya putih cemerlang yang menyilaukan di atas area Padang Khayangan yang tak bertepi itu pun lenyap.Kini hanya ada warna keemasan pekat di area Padang Khayangan itu. Sunyi ... angin pun bagai tak berhembus saking tenangnya.Jalu ambil posisi bersila dengan sikap teratai, perlahan dia pejamkan kedua matanya. Tak lama Jalu pun tenggelam di alam keheningan yang tercipta. Pasrah ... Mandah ... dan Berserah.*** Dan kehebohan pun terjadi di Tlatah Klikamuka.Ya, semua orang di sana ribut dan panik mencari sosok Jalu, yang bagai hilang ditelan bumi. Mereka semua yakin Jalu bisa mengatasi dan melenyapkan Arya. Karena Arya sendiri tak pernah muncul kembali, setelah duelnya melawan Jalu.Selama 7(tujuh) hari lebih seluruh orang di Tlatah Klikamuka mencari keberadaan Jalu. Mereka menyusuri dengan kapal-kapal laut hingga jauh ke laut lepas, namun tetap saja sosok Jalu tak mereka lihat dan temukan.Pada akhirnya mereka semua menyimpulkan, bahwa Jalu telah mati sampyuh
Terakhir Diperbarui: 2024-11-21
Chapter: Bab 248. HUKUMAN SANG DEWASosok Eyang Sokatantra ambyar berkeping, terlabrak pukulan inti 'Poros Bumi Langit' milik Eyang Bardasena.Ya, bola emas berpusar milik Eyang Bardasena itu berhasil menerobos titik benturan pukulan dahsyatnya dengan pukulan milik Eyang Sokatantra.Akibatnya, dengan telak sekali bola emas yang berputar dahsyat itu menghantam dada Eyang Sokatantra. Sungguh dahsyat tak tertahankan memang power Eyang Bardasena saat itu. Kendati sesungguhnya power Eyang Sokatantra berada di atas tingkatan Eyang Barnawa dulu.Ya, keajaiban olah Pernafasan Bathara Bayu yang diperdalam Eyang Bardasena di bawah arahan Jalu, memang telah membuat peningkatan pesat pada powernya.Bahkan bisa dikatakan Eyang Bardasena kini telah memasuki ranah awal di tingkat Ksatria Semesta tingkat tak terbatas, ranah yang sama seperti halnya Jalu. Namun tentu saja power dan daya bathin Eyang Bardasena masih berada beberapa tingkat di bawah Jalu."Hukghs..!" sosok Eyang Bardasena terhuyung ke belakang, namun cepat dia kembali teg
Terakhir Diperbarui: 2024-11-21
Chapter: Bab 247. CAKRA SEMESTA DAN LENYAPWuunnggtzz..!!! Weerrsskh..!!Dengung membahana suara cakra emas yang memancarkan cahaya cemerlang terdengar. Cakra emas itu berputar menggila bukan main cepatnya.Seluruh badai angin yang berada di sekitar lokasi pertarungan itu, seketika ikut terhisap masuk dan menyatu dengan pusaran badai raksasa cakra tersebut. BADAS..!Sementara badai halilintar emas tak henti menghujani lokasi pertarungan Arya dan Jalu tersebut. Tengah laut, lokasi pertarungan dua tokoh muda tersakti di jamannya itu, seketika bagai berubah menjadi sebuah wilayah yang terkutuk. Mengerikkan..!Dan yang terdahsyat adalah terbentuknya pusaran laut mega raksasa, yang berpusat di bawah sosok Jalu melayang. Pusaran laut raksasa itu mencakup radius yang sangat luas, hingga menelan pusaran raksasa yang berada di bawah sosok Arya! Inilah kegilaan yang super gila..!"Ca-cakra Semesta..?! Ini Gila..!! Keparat kau Jalu..!!" Arya tersentak kaget dan gentar bukan main. Dia seketika teringat ucapan Maha Gurunya sang Penguasa Ke
Terakhir Diperbarui: 2024-11-21
Chapter: Bab 246. AKHIRNYA.."HUAAAHHH..HH..!!!"Teriakkan bergemuruh dari pasukkan perang tiga tlatah membahana badai di pantai Parican saat itu. Dan permukaan air laut di pantai Parican yang biasanya berwarna hijau kebiruan itu, kini telah berubah total menjadi merah darah..!Patih Karna bisa mengerti siasat panglima Indrakila, dengan tidak melabuhkan kapal di pelabuhan pantai Parican. Karena rawan untuk dipakai para pasukkan tlatah Bhineka, yang hendak melarikan diri nantinya.Sungguh siasat yang cukup mematikan langkah pihak musuh. Sebuah siasat yang hanya berarti dua pilihan untuk pihak musuh, tetap menyerang dan melawan, atau mati di negeri orang..!Sungguh sebuah kesalahan fatal dari siasat dan pemikiran Panglima Besar pasukkan Bhineka, Arya.Arya tak memperhitungkan, bahwa persatuan dan persahabatan tlatah Pallawa, Klikamuka, serta Ramayana semakin bertambah solid, setelah perang besar yang terjadi 5(lima) tahun yang lalu.Arya benar-benar kurang memperhitungkan hal yang sebenarnya sangat fatal itu.***
Terakhir Diperbarui: 2024-11-20
Chapter: Bab 245. SIASAT GILA SANG PANGLIMA"Bedebah kau Bardasena..! Bisakah sopan sedikit saat berbicara denganku! Simpan arakmu brengsek..!" seru marah Eyang Sokatantra.Ya, Eyang Sokatantra sangat keki dan merasa diremehkan oleh sikap Bardasena, yang berbicara dengannya sambil minum arak."Hmm. Sokatantra kita sudah sama sepuh, dan kita sudah sama tahu apa itu arti basa basi dan sikap munafik. Apa bedanya sikapku yang minum arak, dengan kata-kata makian kasarmu itu padaku! Hahahaa!" seru Eyang Bardasena tergelak, membalikkan teguran Eyang Sokatantra dengan sindirannya."Hmm. Baik Bardasena! Kita mulai saja pertarungan kita sekarang!" karuan Eyang Sokatantra bertambah keki, mendengar ucapan Eyang Bardasena yang dengan telak membalikkan teguran dengan sindiran tajamnya.Glk, glk, glk!"Baik Sokatantra! Sebaiknya kita juga bertarung agak ke tengah laut sana! Kasihan jika ada prajurit yang tewas karena pukulan kita yang meleset," ucap tegas Eyang Bardasena, menyambut tantangan Eyang Sokatantra.Slaph..!! Slaphh..!!Dua tokoh se
Terakhir Diperbarui: 2024-11-20