Chapter: 103. KembaliEnam tahun lalu, di hari seluruh ingatannya kembali, Clara menyadari satu hal gila yang hatinya sembunyikan dari dirinya sendiri. Fakta menjijikkan yang telah ia lupakan bersama ingatannya yang hilang. Fakta bahwa ia mencintai dua pria sekaligus seperti wanita tidak bermoral.Clara ingat perasaannya yang perlahan berkembang pada Regan sejak malam pertama mereka melakukan kesalahan di kamar 101, namun ia bersikap seolah tidak merasakan apa-apa meski jantungnya berdegup kencang setiap kali bertemu dengan pria itu. Clara menyimpan rahasia itu rapat-rapat sampai kemudian ia bercerai dengan Sean. Di sisi lain, ia juga masih mencintai Sean bahkan setelah menjadi istri Regan di atas kertas. Namun setelah kehilangan ingatan, ia sempat melupakan hal itu dan kembali mengingat semuanya setelah ingatannya kembali.Hal itulah yang membuatnya sempat canggung setiap kali berpapasan dengan Sean. Canggung karena di saat seharusnya ia meratapi kematian suaminya, hatinya justru hangat oleh perhatian Sean
Last Updated: 2026-01-28
Chapter: 102. TraumaSelama enam tahun terakhir, Sean merasa hubungannya dengan Clara berada pada titik yang nyaris sempurna. Mereka sering terlihat bersama dalam berbagai kegiatan yayasan Mananta. Berdampingan menghadiri acara sosial, menyapa para donatur, atau turun langsung menjadi relawan. Ada kalanya Sean menemani Clara berziarah ke makam kedua orang tuanya, pun sebaliknya Clara berdiri di samping Sean mengunjungi makan keluarga Mananta, termasuk makam Regan. Bagi Sean, kebersamaan itu sudah lebih dari cukup.Namun ucapan Nillon mendadak mengusik ketenangan yang ia jaga bertahun-tahun. “Apa Anda akan membiarkan Nona Clara direbut pria lain lagi?” Kalimat itu terus terngiang.Rahang Sean mengeras. Tentu ia tidak menginginkan hal itu terjadi. Sean hanya berpikir Clara mungkin sudah tidak tertarik untuk menjalin hubungan dengan pria manapun. Hal itulah yang membuat dirinya merasa tidak perlu cemas, bahkan meski Dirga menempel seperti lintah di sisi Clara. Tapi hari ini ketenangan Sean benar-benar diuj
Last Updated: 2026-01-27
Chapter: 101. Kepemimpinan Baru"Kakek, aku tidak bisa menerima ini." Clara mengembalikan dokumen itu langsung setelah mengerti bahwa rumah yang dimaksud adalah rumah keluarga Mananta. Namun Tuan Jusuf tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang memaklumi keberatan Clara. Kali ini pria tua itu menggeleng dengan tegas. "Aku sudah menyerahkan seluruh bisnis Mananta pada Sean, dan rumah ini..." Tuan Jusuf mengedarkan pandangan sejenak, lalu menghela napas berat seolah mengingat semua kenangan yang pernah terjadi di rumah itu. Kemudian tatapannya kembali pada Clara. "Aku ingin kau merawat rumah ini jika aku sudah tiada." "Jangan bicara seperti itu. Kakek pasti akan hidup lebih lama," sergah Clara. Matanya mulai berkaca-kaca melihat tubuh Tuan Jusuf yang memang terlihat jauh lebih lemah dari saat terakhir kali mereka bertemu. "Aku sudah membuat keputusan, Nak, cobalah pahami keinginan kakek tua ini." Tuan Jusuf tidak ingin dibantah dan Clara merasa keberatan dengan kemauannya. "Kakek bisa memberikannya pada istri Sean
Last Updated: 2026-01-25
Chapter: 100. Lagu Ulang TahunSean tersenyum hangat membalas sapaan Clara. Sedangkan Dirga mendengus tipis melihat kedatangannya. 'Apa-apaan senyumnya itu? Mengganggu saja," batinnya tidak suka. Sebelum Sean ikut bergabung, Dirga bangkit lebih dulu. "Kak Clara, sepertinya aku harus pergi sekarang," ucap Dirga sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam tas punggungnya. Clara mengangguk. "Ya, belajarlah yang rajin.""Aku tidak akan mengecewakan Kakak," sahut Dirga menyeringai lalu meraih tangan Clara yang mungil tanpa izin. 'Bagaimana bisa perempuan yang usianya lima belas tahun lebih tua dariku punya tangan sekecil ini?' Pikir Dirga gemas. Ia ingin menggenggam tangan itu lebih lama, tapi tatapan seseorang yang tajam dan dingin membuat punggungnya merinding. Dirga akhirnya melepaskan tangan Clara setelah memakaikan sebuah gelang di pergelangannya."Selamat ulang tahun, Clara Favietra. Semoga suatu hari Kakak melihatku sebagai seorang pria," ucapnya dengan senyum simpul penuh harapan. Sejenak, Clara memperhatikan g
Last Updated: 2026-01-24
Chapter: 99. DirgaLima tahun kemudian... Beberapa saat lalu matahari begitu terik sampai Clara perlu menggeser bunga-bunganya agar tidak mudah layu, tapi sekarang kaca toko justru diterpa hujan deras sampai suara ketukannya seperti ingin memecahkan kaca jendela. "Ibu, mau saya buatkan teh hangat?" Suara Sarah membuat Clara menoleh. Ia mengangguk dan tersenyum lembut. "Tolong buatkan tanpa gula.""Baik." Sarah mengangguk dan pergi. Sementara itu, Clara kembali ke meja kerja untuk melanjutkan pekerjaannya membuat bingkai mahar. Di desa, toko bunga Clara tidak memiliki banyak pelanggan seperti di kota. Mungkin karena hadiah semacam buket bukanlah sesuatu yang istimewa bagi orang-orang desa. Maka itu Clara juga menyediakan jasa pembuatan bingkai mahar yang lumayan laku. Sarah kembali dengan dua cangkir teh saat Clara sedang menggulung replika uang. Aroma teh rosella tercium menguar di udara. "Silahkan diminum sebelum dingin, Bu Clara," ucap Sarah sambil meletakkan cangkir keramik putih di ujung meja
Last Updated: 2026-01-23
Chapter: 98. PergiSemua orang di kediaman Mananta masih diselimuti kesedihan, sehingga rasa hening membuat angin seakan enggan untuk berhembus. Clara duduk di bawah jendela kamarnya dan tengah hanyut dalam lamunan. Sudah satu jam lebih ia di sana tanpa bergerak sampai kemudian sebuah ketukan menyadarkan dirinya. Clara menoleh ke pintu dan mendapati Sean tengah berdiri di sana. "Boleh aku masuk?" tanya pria itu. Clara tidak langsung menjawab. Ia terdiam cukup lama untuk mengusir kecanggungan di dalam hatinya lebih dulu. Dua hari lalu, saat dokter menyatakan bahwa ia demam karena kelelahan fisik dan mental, semua ingatannya yang semula hilang tiba-tiba muncul kembali seperti rentetan film yang masuk ke dalam kepala. Hal itu tentu saja menimbulkan konflik di dalam diri Clara termasuk ketidaknyamanannya terhadap Sean. Tapi Clara akhirnya mengangguk. "Masuk saja, Sean."Pria itu berjalan masuk dengan langkah yang selalu tegap dalam keadaan apapun. Lalu duduk di sofa dengan punggung yang juga tegak luru
Last Updated: 2026-01-23
Chapter: Bagian 63Bibir Damian terasa panas saat menyentuh bibirnya. Aroma anggur yang kuat bercampur dengan napas pria itu, meninggalkan rasa manis samar dengan sedikit sensasi pahit alkohol. Alena membeku. Kedua tangannya masih bertumpu di dada Damian, tetapi ia tidak segera mendorong pria itu menjauh. Ia seharusnya menghentikan ini. Damian sedang mabuk, sementara mereka baru saja terlibat dalam masalah yang membuat hubungan mereka berada di ujung tanduk. Namun, ketika Damian perlahan memperdalam ciumannya, pikiran Alena mendadak kosong. Kali ini, Alena membalas ciuman Damian bukan untuk menggodanya. Entah karena terkejut atau karena perasaan yang selama ini berusaha ia abaikan, jemarinya tanpa sadar mencengkeram kemeja Damian. Ia bahkan tidak menyadari kapan matanya terpejam. Saat Damian sedikit melonggarkan ciumannya, Alena justru bergerak mendekat. Bibirnya kembali menyentuh bibir pria itu, membalas ciuman tersebut tanpa sempat memikirkan apa yang sedang dilakukannya. Gerakan kecil i
Last Updated: 2026-10-15
Chapter: Bagian 62Damian akhirnya berhenti minum. Ia menyandarkan punggung ke sofa, lalu meraup wajahnya dengan kasar. Heinry menghela napas lega. Ia meletakkan gelas di atas meja sebelum berbicara. “Jujur saja, aku memang tidak pernah memiliki kesan yang baik tentang istrimu. Kita semua tahu reputasinya sebelum menikah denganmu. Tapi aku tidak menyangka dia juga terlibat dalam kejahatan ayah dan kakak tirinya.” Tatapan Heinry beralih kepada Damian. “Tapi kalau kau memang sudah menganggapnya sebagai perempuan yang tidak bisa dipercaya, kenapa kau begitu marah? Bukankah sejak awal kau sudah tahu bahwa pernikahan kalian tidak akan berjalan mulus?” Damian tidak langsung menjawab. Ia terdiam sambil mencerna kata-kata Heinry. Memang benar, sejak awal ia sudah tahu bahwa Alena dan keluarganya tidak bisa dipercaya. Pernikahan mereka pun hanya didasarkan pada sebuah kesepakatan. Namun, entah sejak kapan, ia mulai berharap bahwa Alena berbeda dari ayahnya. Ia berharap perempuan itu tidak sama deng
Last Updated: 2026-10-15
Chapter: Bagian 61Kesabaran Damian hampir habis menghadapi kebungkaman Alena, sampai akhirnya suara dering ponsel yang nyaring menginterupsi ruang kamar yang tegang. Tangan Damian terkepal erat. Kilatan amarah terlihat jelas di matanya. “Jawablah. Mungkin itu panggilan dari seseorang yang sedang kau tunggu.” Bibir Alena terbuka, hendak mengatakan sesuatu. Namun, Damian sudah berbalik dan melangkah menuju pintu sebelum ia sempat mengeluarkan sepatah kata pun. Punggung pria itu tampak begitu dingin dan kaku. Alena menatapnya dengan hati yang terasa perih, merasakan jarak di antara mereka yang semakin jauh. Pernikahan ini, Alena tidak tahu apakah dirinya masih bisa mempertahankan Damian di sisinya. Setelah mengetahui sebagian rahasianya, pria itu mungkin tidak akan segan-segan meninggalkannya. Mungkin, sejak awal, ia memang hanya perlu menunggu sampai Damian merasa muak dan memutuskan untuk membuangnya. Ponselnya di atas meja terus berdering bahkan setelah tiga kali Alena mengabaikannya. Kar
Last Updated: 2026-10-15
Chapter: Bagian 60Sentuhan Damian terasa begitu lembut. Pria itu menciumnya dengan pagutan yang tidak tergesa-gesa. Tangannya yang semula dingin, perlahan menjadi hangat di pipinya. Namun, entah kenapa tatapan pria itu membuat Alena merasa tidak nyaman. Sentuhan lembut yang Damian berikan, sama sekali berbanding terbalik dengan sorot matanya yang keras dan sedingin es. “Damian...” Alena menghentikan pria itu saat tangannya hendak masuk ke dalam blus. Hatinya gelisah. Lantas ia bertanya, “Apa kamu marah?” Damian membelai wajah Alena dan tersenyum lembut. Senyum yang penuh kepalsuan, namun mampu membuat jantung Alena berdebar kencang. “Tidak,” jawabnya. “Bukankah kau bilang kalian tidak punya hubungan apa-apa?” Sebelum Alena kembali bicara, Damian mencium bibirnya lagi. Kemudian, tangannya menyusuri kulit punggung Alena yang halus, melepas kaitan penutup dadanya. Perasaan Damian saat ini berkecamuk. Tubuhnya menginginkan wanita ini, tetapi pikirannya tidak. Ia ingin memeluknya sekaligus m
Last Updated: 2026-10-14
Chapter: Bagian 59“Alena Teresha, apa kau senang berbicara dengannya? Kalian terlihat begitu akrab sampai aku hampir mengira kalian memiliki hubungan khusus.” Alena langsung menggeleng. “Tidak, Damian. Jangan salah paham! Kami tidak memiliki hubungan apa pun.” “Benarkah?” Damian mengangkat alis. “Lalu, kenapa kau memberikan nomor pribadimu kepadanya? Katakan, kau ingin terus berhubungan dengannya, bukan?” Alena mundur selangkah. Melihat Damian terus memojokkannya dengan pertanyaan seperti itu, ia buru-buru menjelaskan. “Bukan begitu! Noel sedang menghadapi masalah bisnis. Aku hanya memberinya beberapa saran. Hubungan kami hanya sebatas itu, sungguh.” Ekspresi Damian tetap datar. Tatapannya yang dingin terus mengunci wajah Alena. Ia melangkah maju, sementara Alena terus mundur untuk menjaga jarak di antara mereka. “Kalau begitu, kenapa kau memberikan nomor pribadimu?” “Karena dia ingin memberitahuku tanggal persidangannya!” Alena menjawab dengan sedikit panik. “Dia memintaku datang untuk m
Last Updated: 2026-10-14
Chapter: Bagian 58Saat Alena menoleh ke belakang, Damian sudah tidak ada di sana. Ia mengerutkan kening. Ia merasa seperti sedang diperhatikan oleh seseorang, tapi ketika melihat ke sekeliling, ia tidak menemukan siapa pun. ‘Mungkin hanya perasaannya saja.’ Alena kembali menatap Noel yang sedang memeriksa jam di pergelangan tangannya. “Nona Alena, terima kasih atas sarannya. Aku harus pulang sekarang. Masih ada beberapa pekerjaan yang harus kuselesaikan.” Alena mengangguk. “Baiklah. Jangan lupa menyiapkan semua bukti yang tadi kita bicarakan.” “Tentu. Aku tidak akan membiarkan Aaron mendapatkan kesempatan untuk menjebakku.” Noel berdiri, lalu merapikan pakaiannya. Alena ikut bangkit dan mengantarnya sampai ke halaman depan. Sesampainya di dekat mobil, Noel berbalik menghadapnya. Senyum cerah kembali menghiasi wajahnya. “Kalau waktunya sudah tiba, datanglah ke persidangan. Aku ingin kau datang untuk memberiku semangat.” Alena terkekeh pelan. “Kau hanya akan menghadapi persidangan, bu
Last Updated: 2026-10-13