Chapter: 77. KajutanSetelah Bastian juga permisi untuk menyapa teman-temannya, Dania mengajak Clara menghampiri sekelompok tamu undangan yang sejak tadi memperhatikan mereka. Clara tentu saja tidak mengingat siapa tamu-tamu spesial itu, tapi tidak ada satu pun dari mereka yang tidak mengenal Clara Favietra Mananta. "Siapa mereka?" bisik Clara bingung. Dania hanya tersenyum tanpa mengatakan apapun, seolah tindakannya untuk membawa Clara menemui mereka bukanlah sesuatu yang salah. "Wah! Lihat siapa yang berani datang ke pesta pernikahan Dania!" Ujar salah satu dari mereka. Raut wajahnya sama sekali tidak ramah, justru tatapannya seperti orang yang sedang mengejek Clara. Yang lain menimpali tidak kalah sinis. "Apa dia tidak punya malu sampai bisa berdiri sepercayadiri itu?!" "Dia pasti datang untuk mengutuk pernikahanmu, Dania. Harusnya kamu jangan mengizinkannya masuk!" Tuduh yang lain lagi bersungut-sungut. Clara sungguh tidak mengerti dengan satu pun maksud dari ucapan mereka. Tapi tentu saja ia sa
Last Updated: 2026-01-10
Chapter: 76. Pernikahan DaniaFavietra Bloom tengah disibukkan oleh pesanan papan bunga dan buket-buket souvenir untuk acara pernikahan seorang model ternama. Sejak pagi, aroma mawar, peoni, dan lily memenuhi ruangan, bercampur dengan suara gunting yang sesekali beradu dengan batang bunga. Beberapa karyawan hilir mudik membawa rangka papan, pita satin, dan kartu ucapan yang harus ditulis rapi sebelum siang.Clara sendiri berdiri di balik meja kerja, jemarinya cekatan merangkai buket pengantin berwarna putih gading. Wajahnya tampak tenang, tapi pikirannya tidak sepenuhnya berada di sana meski ia berusaha untuk fokus. Ingatan soal dirinya dan Sean yang menangis malam itu terasa mengganjal di hatinya. Sean mungkin lupa karena ketika mereka bertemu di meja makan, pria itu terlihat dingin seperti biasanya. Hanya Clara yang canggung dengan perasaanya sendiri. “Bu, ini pita yang kemarin habis, diganti yang ini bisa?” tanya Nella.Clara mengangguk cepat. “Bisa. Yang penting warnanya senada. Jangan terlalu mencolok.”Ia
Last Updated: 2026-01-10
Chapter: 75. Dua PriaClara berlutut untuk meyakinkan bahwa bukan hanya Regan yang bersedia menyembahnya, tapi juga dirinya yang akan melakukan hal sama. Rupanya, Regan juga senantiasa menatap Clara dengan sepasang mata biru yang berkabut oleh haru dan keinginan untuk segera menenggelamkan diri dalam bibir wanitanya yang ranum nan indah. Pelan-pelan Regan mengangkat dagu Clara, setelah menyapunya beberapa kali, ia sendiri yang mengarahkan ke bibirnya. "Aku tidak akan meragukanmu lagi."Sepertinya Regan mulai menyadari jika bukan hanya dirinya yang bisa melihat kejujuran di wajah seseorang. Dan bagaimanapun ia harus mempercayai istrinya yang sudah berusaha sejauh ini. Sebuah lenguhan yang terdengar kasar dan terburu-buru seketika lepas dari bibir Regan begitu Clara mulai menghisap dan mendorongnya masuk lebih dalam. Ia sungguh tidak pernah membayangkan Clara akan berlutut di hadapannya dengan begitu pasrah dan mempesona. Clara begitu cantik sampai Regan kehilangan kewarasan dan menghentakkan otot pingg
Last Updated: 2026-01-09
Chapter: 74. KeyakinanClara baru menyadari bahwa hampir semua barang yang mereka beli di mall itu dipilih berdasarkan selera Regan. Mulai dari tas tangan mewah berhiaskan berlian, jam tangan pasangan yang simpel nan elegan, sepatu-sepatu, bahkan deretan pakaian dengan potongan saksi dan bahan tipis yang membuatnya merinding hanya dengan membayangkannya dipakai.Clara memperhatikan semua barang yang berserakan di atas meja dan sofa kamar. Sebenarnya, Clara juga memiliki beberapa dress mini di dalam lemari. Dulu ia membeli semua itu untuk menggoda Sean meski tidak pernah berhasil, tapi ia tidak mengingatnya dan hanya berasumsi 'mungkin dirinya yang dulu memang memiliki selera seperti itu'. Tapi tiba-tiba, sepotong ingatan menyusup ke benaknya. Clara teringat dirinya pernah mengenakan dress mini hitam dan berdiri di hadapan seorang pria. Pria itu begitu dingin, menolak setiap sentuhan yang ia berikan. Wajahnya tidak mampu Clara ingat, namun rasa sakit yang menyesak di dadanya tetap terekam begitu jelas.Regan
Last Updated: 2026-01-08
Chapter: 73. Jatuh Dan KalahBeberapa potong ingatan Clara memang sudah kembali meski hanya berupa kilasan-kilasan singkat, dan sedikit demi sedikit Clara juga mulai menyadari jika hubungannya dengan Regan memang tidak diawali dengan cara yang baik. Ada satu momen dari ingatannya yang membuat Clara merasa cemas. Yaitu saat ia menandatangani dokumen pernikahan dengan kebencian yang ia sendiri pun belum mengingat alasannya. Yang jelas, Clara sudah tahu bahwa Regan berbohong soal pernikahan mereka yang dilandasi cinta, tapi Clara juga tidak meragukan kasih sayang Regan yang selama ini tulus padanya. Meski ingatannya perlahan pulih, Clara memilih untuk merahasiakannya karena ia takut Regan akan bersikap obsesif lagi. Sebenarnya Clara juga hanya mengikuti naluri hatinya yang saat ini merasa sedang jatuh cinta pada suaminya yang masih terasa misterius itu. Regan terlihat serius membahas spesifikasi handphone dengan seorang pramuniaga yang menjajarkan beberapa model berbeda, sedangkan Clara hanya mengiyakan saja setia
Last Updated: 2026-01-07
Chapter: 72. KemewahanUntuk mempertahankan kebahagiaan di wajah istrinya, Regan sudah menyiapkan hadiah berupa beberapa unit mobil yang akan dikirim hari ini oleh pihak dealer. Mereka sedang sarapan ketika kepala pelayan mengabari bahwa mobil-mobil itu baru saja tiba. “Maaf mengganggu waktu sarapan, Tuan Besar,” ucapnya pelan. “Pihak dealer baru saja mengabarkan bahwa beberapa unit mobil telah tiba dan kini terparkir di garasi utama.”Tuan Jusuf mengangkat alisnya, menoleh sekilas ke arah Regan sebelum bertanya, “Mobil?”“Itu milikku, Kakek.” Jawab Regan menyeringai kecil. Regan merasa tidak perlu izin kakeknya untuk membeli apa pun selama ia menggunakan uang pribadi. Lalu ia menoleh pada Clara. “Ayo, Bee. Aku ingin kamu melihatnya langsung.”Regan sudah berdiri lebih dulu, menggenggam tangan Clara sebelum wanita itu sempat bertanya. Ia juga tidak menerima penolakan walaupun Clara sepertinya akan protes. “Regan, tunggu—” Clara sempat bersuara, namun kalimatnya terputus. “Kali ini, jangan protes dulu." R
Last Updated: 2026-01-06