author-banner
Narra Azahra
Narra Azahra
Author

Novels by Narra Azahra

MENIKAH DENGAN GUS TAMPAN

MENIKAH DENGAN GUS TAMPAN

Zaina, seorang gadis yang baru saja kehilangan tantenya, dipaksa masuk pesantren untuk bekerja sebagai mbak dapur demi melindungi diri dari ancaman suami tantenya. Zaina terpaksa menikah dengan anak pertama kyai, karena kesalahpahaman. Mereka berdua harus saling beradaptasi, menghadapi gosip, dan mencari jalan menuju kebahagiaan meski penuh konflik.
Read
Chapter: Bab 83
Ponsel Zaina bergetar pelan di tangannya. Ia baru saja duduk di tepi ranjang ketika satu pesan masuk dari Umi Khadijah. "Zaina, Alana mau melangsungkan pertunangan. InsyaAllah minggu depan." Zaina menatap layar beberapa detik, seolah memastikan ia tidak salah baca. Jantungnya berdegup sedikit lebih cepat. Tanpa menunda, ia langsung bangkit dan melangkah ke arah kamar. Arkana terlihat berdiri di dekat jendela, menggendong Arzain yang kepalanya bersandar di dada. Tangannya mengusap punggung kecil itu pelan, ritmis, menidurkan dengan sabar. “Mas,” panggil Zaina pelan. Arkana tidak langsung menoleh. Fokusnya masih pada napas kecil yang teratur di lengannya. “Kenapa?” tanyanya akhirnya, suaranya dikecilkan, nyaris berbisik. “Umi barusan ngechat,” ucap Zaina sambil mendekat. “Alana mau tunangan, Mas.” “Hah?” Arkana refleks menoleh. Nadanya sedikit naik sebelum sempat ia tahan. “Gimana?” Tubuh Arzain terlonjak kecil karena perubahan nada itu, alisnya mengernyit sebentar. Un
Last Updated: 2026-02-11
Chapter: Bab 82
HALLO, AKU COMEBACK LAGI. MAAF BANGET YAA KALAU KALIAN NUNGGU CERITA INI BELUM DI PUBLISH BERBULAN-BULAN. AKU BENAR-BENAR GAK SEMPAT NULIS. APALAGI SETELAH AKU MAGANG DAN BARU AJA DIVONIS RADANG PARU-PARU. **** Arkana tak henti menatap Zaina. Istrinya itu entah kenapa terlihat jauh lebih cantik setelah melahirkan. Rasanya setiap hari ia jatuh cinta berulang kali. Ditambah melihat cara Zaina tersenyum pada Arzain, cara ia menepuk-nepuk punggung kecil itu, cara ia menahan lelah demi menjadi ibu terbaik. Semuanya membuat Arkana merasa seperti sedang melihat cahaya. Di depan sana, Zaina sedang menidurkan Arzain. Gerakan lembut tangannya membuat hati Arkana terasa hangat. Fokusnya pada pekerjaan menghilang begitu saja. Tak butuh waktu lama, Arzain mulai terlelap. Nafas bayi kecil itu teratur, pipinya turun naik pelan. Zaina membaringkannya ke kasur bayi, membetulkan selimutnya, lalu berjalan kembali ke samping suaminya. “Kenapa?” tanya Zaina sambil duduk. “Dari tadi liatin aku
Last Updated: 2025-11-24
Chapter: Bab 81
Syifa keluar dari mobilnya perlahan. Maghrib ini, ia berniat menunaikan salat di salah satu masjid terdekat. Usai menghadiri acara fashion show, tubuhnya terasa lelah, dan hujan rintik yang terus turun membuatnya mengembangkan payung putih yang selalu ia bawa. Ia melangkah hati-hati menaiki tangga masjid, lalu berbelok menuju tempat wudhu perempuan. Seusai berwudhu, Syifa masuk ke area salat khusus perempuan. Di sana, hanya beberapa jamaah yang sedang salat atau duduk menunggu iqamah. Ia memilih saf bagian belakang, memakai mukena, dan duduk menunggu imam. Usai salat, niat awal Syifa adalah langsung pulang. Namun, hujan telah berubah menjadi sangat deras. Petir sesekali menyambar dan membuat langit seakan terbelah. Ia berdiri ragu di serambi masjid. Payungnya terasa tak akan cukup kuat menahan hujan seberat ini, dan perut besar nya yang kini mengandung delapan bulan membuatnya berpikir dua kali untuk nekat berjalan ke mobil. Ia memilih duduk di sudut serambi. Hijab panjangnya ia
Last Updated: 2025-07-29
Chapter: Bab 80
“Sayang, kamu beneran mau jodohin Syifa?” tanya Arkana, masih tak percaya. Zaina mengangguk mantap. “Ya iyalah, Mas. Masak aku bercanda? Ngapain juga?” Benar saja, kini Zaina dan Arkana sudah duduk di sebuah restoran untuk mempertemukan Syifa dengan seseorang. Arkana masih menyimpan keraguan. “Kamu jodohin sama siapa, sih?” tanyanya lagi. “Nanti juga kamu tahu sendiri,” jawab Zaina sambil tersenyum misterius. Arkana merasa tak enak hati. Ia tahu betul Syifa sedang dalam masa sulit dan tengah menghindari laki-laki, apalagi urusan pernikahan. Siapa juga yang mau menikah dengan wanita yang sedang hamil dan bukan anaknya? Tapi Arkana hanya bisa diam. Sejak Zaina menjadi ibu, posisi Arkana sebagai suami takut istri. Tak lama, seorang pria mendekati meja mereka. Wajahnya sangat familiar bagi Arkana. “Nah, ini loh, Mas,” ujar Zaina sumringah. “Za, apa kabar?” sapa pria itu, Kaelan. “Baik. Kamu gimana?” balas Zaina hangat. “Alhamdulillah,” jawab Kaelan. Tatapan Kaelan kemudian tert
Last Updated: 2025-07-20
Chapter: Bab 79
Syifa duduk rapi di sofa, menggenggam jemari tangannya sendiri. Perutnya yang mulai membuncit tampak samar di balik gamis longgar yang dikenakannya. Ia menunduk, menahan gelisah. Pikirannya melayang ke pesan dari Kaelan yang belum juga ia balas. Ia belum siap. Tak lama, suara langkah pelan terdengar dari arah dapur. “Maaf ya, lama,” ujar Zaina hangat, datang sambil membawa segelas air putih. Syifa cepat berdiri, tapi Zaina menahan bahunya lembut agar tetap duduk. “Aku yang minta maaf, Mbak, udah ngerepotin lagi.” Zaina tersenyum sambil duduk di sampingnya, matanya menatap Syifa penuh kasih. “Kamu itu udah aku anggap kayak adik sendiri, Sif. Jadi gak usah mikir repot atau enggak.” Syifa menunduk malu, tapi juga terharu. “Alhamdulillah... janinnya sehat, Mbak. Kata dokter perkembangannya juga bagus.” Zaina tersenyum semakin lebar. “Syukurlah. Kamu juga harus jaga makan, istirahat cukup ya. Jangan mikirin yang aneh-aneh.” Syifa hanya mengangguk pelan. Namun matanya s
Last Updated: 2025-07-14
Chapter: Season 2
Dengan langkah sempoyongan, Kaelan menyusuri lorong klub yang dipenuhi lampu kelap-kelip dan suara musik yang menghantam jantung. Tubuhnya terasa panas, keringat membasahi pelipisnya. Seolah ada bara api yang menyala di seluruh tubuhnya membakar kewarasannya perlahan-lahan. Tapi langkahnya terhenti saat matanya menangkap sosok perempuan yang duduk sendiri di sudut ruangan. Sesuatu dalam dirinya seperti memanggil Kaelan untuk mendekat. Wajah perempuan itu memerah, entah karena alkohol atau sesuatu yang lebih dari itu. Tanpa berpikir panjang, Kaelan melangkah mendekat. Perempuan itu berdiri, lalu tanpa aba-aba langsung memeluk tubuh Kaelan erat-erat. Napasnya memburu, bibirnya gemetar saat berkata, "Panas, kamu juga merasakannya, kan?" Suara itu tampak menggoda. Kaelan diam. Jantungnya berdebar. Tubuhnya berkata ya, tapi pikirannya berteriak tidak. Ia ingin mendorong gadis itu. Ingin berlari. Tapi ciuman hangat di lehernya membuat semua keinginannya lumpuh. Obat biadab itu t
Last Updated: 2025-06-23
You may also like
For Husband
For Husband
Romansa · Demina07
11.0K views
The Gray Silhouette of Love
The Gray Silhouette of Love
Romansa · Wika Cahaya
11.0K views
Khair dan Khaira
Khair dan Khaira
Romansa · Eneng Susanti
11.0K views
Pengantin CEO Bertopeng
Pengantin CEO Bertopeng
Romansa · NonaAquarius
11.0K views
Bukan Cinta Duda Biasa
Bukan Cinta Duda Biasa
Romansa · Ahgisa
10.9K views
Hurt Love (Bahasa Indonesia)
Hurt Love (Bahasa Indonesia)
Romansa · Zenny Arieffka
10.9K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status