Share

100. Campur Tangan

Author: IamBlueRed
last update Huling Na-update: 2025-11-06 23:05:11

Damian duduk lama di dalam mobil, mesin sudah mati sejak sepuluh menit lalu tapi tangannya masih di setir. Pandangannya kosong menembus kaca depan yang buram karena hujan yang sempat turun. Kepala terasa penuh, seperti ada seratus suara berdebat di dalamnya dan semuanya sama-sama menyebalkan.

Gila. Rasanya baru kemarin ia berusaha membereskan sisa perasaan tentang Arin. Wanita yang membuatnya hidupnya mengarah tidak jelas beberapa bulan ini, lalu menikah dengan orang lain seolah-olah semua luka yang pernah mereka toreh hanya adegan latihan. Damian pikir setelah itu, hidupnya akan tenang. Atau minimal, tidak secarut-marut ini.

Tapi ternyata semesta punya selera humor yang aneh.

Baru juga napasnya agak stabil, Papa malah muncul dengan kejutan baru: “Papa pengin kamu ketemu anak rekan Papa. Orangnya baik, Damian. Papa rasa kalian cocok.”

Cocok apanya, coba?

Bahkan Papa nggak tahu, Damian sudah punya pacar.

Dan lucunya, bukannya diminta cerita soal kerjaan atau kabar hidup, Papa malah sib
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • 200 Hari Jadi Pacar Pura-pura Pewaris Tampan   119.

    Lia tidak mengerti, tapi otaknya hanya terisi segala hal tentang Damian dari sejak kemarin siang sampai siangnya lagi. Otaknya tidak bisa berhenti mengingat perkataan lelaki itu, selalu kepikiran entah karena alasan apa. Lia sepertinya lupa Damian itu bajingan. Dia itu berengsek karena pernah menghamili wanita lalu mengaborsi kandungan. Lalu bagaimana bisa Damian mengatai Lia suka pada lekaki itu? Argh tidak mungkin. Lia tidak suka Damian. Ia tidak punya perasaan pada lelaki itu. Tidak mungkin Lia jatuh cinta pada laki-laki berengsek, menyebalkan, dan semena-mena seperti Damian. Itu mustahil dan tidak bisa dipikir oleh akal sehat. Dari sekian juta lelaki, kenapa harus Damian? Lia lebih baik suka pada Haikal daripada lelaki macam setan itu. Sumpah menyukai Haikal lebih baik daripada menyukai lelaki itu. Tapi menyukai Haikal juga sama tidak mungkinnya. "ARGH KESEL!" Haikal menatap ngeri Lia di sebelahnya. "Li, lo kerasukan?" Kelas sudah sepi, menyisakan mereka berdua yan

  • 200 Hari Jadi Pacar Pura-pura Pewaris Tampan   118.

    Lia tidak mengerti, tapi otaknya hanya terisi segala hal tentang Damian dari sejak kemarin siang sampai siangnya lagi. Otaknya tidak bisa berhenti mengingat perkataan lelaki itu, selalu kepikiran entah karena alasan apa. Lia sepertinya lupa Damian itu bajingan. Dia itu berengsek karena pernah menghamili wanita lalu mengaborsi kandungan. Lalu bagaimana bisa Damian mengatai Lia suka pada lekaki itu? Argh tidak mungkin. Lia tidak suka Damian. Ia tidak punya perasaan pada lelaki itu. Tidak mungkin Lia jatuh cinta pada laki-laki berengsek, menyebalkan, dan semena-mena seperti Damian. Itu mustahil dan tidak bisa dipikir oleh akal sehat. Dari sekian juta lelaki, kenapa harus Damian? Lia lebih baik suka pada Haikal daripada lelaki macam setan itu. Sumpah menyukai Haikal lebih baik daripada menyukai lelaki itu. Tapi menyukai Haikal juga sama tidak mungkinnya. "ARGH KESEL!" Haikal menatap ngeri Lia di sebelahnya. "Li, lo kerasukan?" Kelas sudah sepi, menyisakan mereka berdua yan

  • 200 Hari Jadi Pacar Pura-pura Pewaris Tampan   117.

    Lia tidak mengerti, tapi otaknya hanya terisi segala hal tentang Damian dari sejak kemarin siang sampai siangnya lagi. Otaknya tidak bisa berhenti mengingat perkataan lelaki itu, selalu kepikiran entah karena alasan apa. Lia sepertinya lupa Damian itu bajingan. Dia itu berengsek karena pernah menghamili wanita lalu mengaborsi kandungan. Lalu bagaimana bisa Damian mengatai Lia suka pada lekaki itu? Argh tidak mungkin. Lia tidak suka Damian. Ia tidak punya perasaan pada lelaki itu. Tidak mungkin Lia jatuh cinta pada laki-laki berengsek, menyebalkan, dan semena-mena seperti Damian. Itu mustahil dan tidak bisa dipikir oleh akal sehat. Dari sekian juta lelaki, kenapa harus Damian? Lia lebih baik suka pada Haikal daripada lelaki macam setan itu. Sumpah menyukai Haikal lebih baik daripada menyukai lelaki itu. Tapi menyukai Haikal juga sama tidak mungkinnya. "ARGH KESEL!" Haikal menatap ngeri Lia di sebelahnya. "Li, lo kerasukan?" Kelas sudah sepi, menyisakan mereka berdua yang belum

  • 200 Hari Jadi Pacar Pura-pura Pewaris Tampan   116.

    Lia tidak mengerti, tapi otaknya hanya terisi segala hal tentang Damian dari sejak kemarin siang sampai siangnya lagi. Otaknya tidak bisa berhenti mengingat perkataan lelaki itu, selalu kepikiran entah karena alasan apa.Lia sepertinya lupa Damian itu bajingan. Dia itu berengsek karena pernah menghamili wanita lalu mengaborsi kandungan. Lalu bagaimana bisa Damian mengatai Lia suka pada lekaki itu?Argh tidak mungkin. Lia tidak suka Damian. Ia tidak punya perasaan pada lelaki itu.Tidak mungkin Lia jatuh cinta pada laki-laki berengsek, menyebalkan, dan semena-mena seperti Damian. Itu mustahil dan tidak bisa dipikir oleh akal sehat. Dari sekian juta lelaki, kenapa harus Damian? Lia lebih baik suka pada Haikal daripada lelaki macam setan itu.Sumpah menyukai Haikal lebih baik daripada menyukai lelaki itu. Tapi menyukai Haikal juga sama tidak mungkinnya."ARGH KESEL!"Haikal menatap ngeri Lia di sebelahnya. "Li, lo kerasukan?"Kelas sudah sepi, menyisakan mereka berdua yang belum beranjak

  • 200 Hari Jadi Pacar Pura-pura Pewaris Tampan   115.

    Damian duduk lama di dalam mobil, mesin sudah mati sejak sepuluh menit lalu tapi tangannya masih di setir. Pandangannya kosong menembus kaca depan yang buram karena hujan yang sempat turun. Kepala terasa penuh, seperti ada seratus suara berdebat di dalamnya dan semuanya sama-sama menyebalkan. Rasanya baru kemarin ia berusaha membereskan sisa perasaan tentang Arin. Wanita yang membuatnya hidupnya mengarah tidak jelas beberapa bulan ini, lalu menikah dengan orang lain seolah-olah semua luka yang pernah mereka toreh hanya adegan latihan. Damian pikir setelah itu, hidupnya akan tenang. Atau minimal, tidak secarut-marut ini. Namun, ternyata semesta punya selera humor yang aneh. Baru juga bernapas, Papa tiba-tiba membawa kabar perjodohan yang entah ia rencanakan dengan siapa. Bahkan Mama, yang telah mengandung dan membesarkannya tidak diajak berdiskusi tentang hal itu! Lalu dirinya sendiri, sebagai orang yang menjalani rencana itu, tidak pernah diajak berdiskusi sama sekali. Lebih gila

  • 200 Hari Jadi Pacar Pura-pura Pewaris Tampan   114.

    Damian duduk lama di dalam mobil, mesin sudah mati sejak sepuluh menit lalu tapi tangannya masih di setir. Pandangannya kosong menembus kaca depan yang buram karena hujan yang sempat turun. Kepala terasa penuh, seperti ada seratus suara berdebat di dalamnya dan semuanya sama-sama menyebalkan.Rasanya baru kemarin ia berusaha membereskan sisa perasaan tentang Arin. Wanita yang membuatnya hidupnya mengarah tidak jelas beberapa bulan ini, lalu menikah dengan orang lain seolah-olah semua luka yang pernah mereka toreh hanya adegan latihan. Damian pikir setelah itu, hidupnya akan tenang. Atau minimal, tidak secarut-marut ini.Namun, ternyata semesta punya selera humor yang aneh.Baru juga bernapas, Papa tiba-tiba membawa kabar perjodohan yang entah ia rencanakan dengan siapa. Bahkan Mama, yang telah mengandung dan membesarkannya tidak diajak berdiskusi tentang hal itu! Lalu dirinya sendiri, sebagai orang yang menjalani rencana itu, tidak pernah diajak berdiskusi sama sekali. Lebih gilanya,

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status