INICIAR SESIÓNLuna terbunuh oleh salah satu pria dalam haremnya. Namun, alih-alih mati, jiwa Luna, sang permaisuri agung, mendadak terlempar ke dunia modern dan masuk ke dalam tubuh seorang gadis desa jelek yang dijodohkan pada 4 tuan muda penguasa. Meski tampak menjanjikan, Luna menolak! Ia hanya ingin hidup tenang, berbeda dengan hidup dia sebelumnya. Namun, apa yang bisa ia lakukan ketika empat pria tampan yang sebelumnya menghinanya justru berbalik mengejarnya?
Ver más“Tuan sulung memanggil anda untuk apa, nona?” Anna bertanya penasaran usai menutup pintu. Ia membawa dirinya ke sisi Luna. Mata hazel bulatnya menyala menantikan gosip terbaru asmara majikannya. “Tidak sopan,” dengus Luna menjetik dahi lebar Anna main-main. Sudut bibirnya tertarik alami. “Kau itu sudah seperti penggosip kecil.”Anna tertawa pongah, kedua tangannya menutupi bekas sentilan Luna. “Nona, ampuni saya,” pintanya bersikap menyedihkan. Luna terkekeh pelan dan membiarkan Anna membereskan ruangan sedangkan ia bersiap memulai siaran langsung. Ruangan live itu seketika meledak dibanjiri ratusan komentar selang satu menit siaran langsung dimulai. Luna membaca barisan komentar yang bergulir ke atas setiap komentar baru ditambahkan. Semua orang berkata mereka merindukan suara indahnya. “Maaf, belakangan ini kesehatan saya kurang bagus. Berkat dukungan dan kasih sayang kalian saya bisa kembali melakukan siaran. Terima kasih semuanya.” Alibinya dengan mulus. [ Ya ampun, ahh! Be
Luna duduk berseberangan dari sofa Marios. Ia senantiasa menunggu pria itu membuka mulut dan berbicara. Tetapi lima menit berlalu hampa. Marios belum terlihat akan membuka suaranya. “Tatapan intens anda terasa tidak nyaman, tuan muda.” Luna berkata apa adanya. “Anda membuat saya gugup. Bisakah kita langsung ke intinya saja?”Pria di sofa seberang membuang napas pendek, melepas kacamata kerja dari pangkal hidung tingginya. “Nenek pernah menelfonmu?” Marios akhirnya bersedia berbicara setelah sekian lama. Luna terdiam, memilah ingatan si pemilik tubuh asli. “Ya, beliau menelefon saya satu kali melalui telefon paviliun. Tuan muda butuh informasi tertentu?”Marios memutuskan bersikap jujur karena meski ia bukan pria baik yang hangat dan riang, setidaknya ia tidak suka memberi harapan kosong. “Kau pasti tahu nenek menjelaskan posisimu sebagai calon menantu Laventin. Kandidat terkuat adalah aku, tapi aku tidak bisa menikahimu.”“Oh, saya mengerti. Sebenarnya anda tidak usah repot menga
“Sebelum kakak menginterogasiku, sudahkah kakak bertanya kekacauan apa yang dia perbuat?”Marios menajamkan tatapannya. “Aku sudah tahu.”“A-apa?” Luca tercengang. Marios tahu segalanya tapi tetap memarahinya. “Kalau begitu kenapa kakak memarahi aku!”“Aku memarahimu karena tindakanmu tidak tahu sopan santun saat membalas Liena dan Eva. Apa aku pernah mengajarimu berperilaku tak tahu malu dan kurang ajar?”Suara keras Luca melembek seperti kapas yang dihantam tekanan besar. Lirih dan lembut. “Tidak pernah, kakak selalu mengajariku bersikap sopan sebagai seorang Laventin.”“Bagus karena kau masih mengingat siapa dirimu.” Marios menghentikan omelannya sebentar. “Sekarang tahukah kamu di mana letak kesalahannya?”Luca mengangguk patuh. Didepan Marios, ia hanyalah seorang adik laki-laki yang patuh dan penurut. “Seharusnya aku menyikapi Liena dengan lebih dewasa. Tidak masalah untuk membalas perbuatannya, tapi tindakanku malam ini terlalu impulsif.”“Jangan membuat orang meremehkan morali
“Sejak kapan tuan muda tertarik dengan hadiah yang saya terima dari tuan sulung?” Luna merasakan pembatas dingin dari tatapan teduh Zeron. Insting kuatnya berkata bahwa niat pria itu tidaklah baik. Meskipun seluruh orang di dunia mengatakan sosok Zeron adalah tuan muda lembut berhati malaikat. Bagi Luna yang terbiasa dengan kehidupan yang penuh sandiwara, orang-orang seperti Zeron Laventin justru berpotensi menjadi sosok paling berbahaya. “Anda mewaspadai saya,” kalimat Zeron bukanlah jawaban melainkan tuduhan sepihak. Walau benar adanya karena Luna memang menaruh curiga. Bibir indah pria itu melengkung ke atas, manik mata caramel lembutnya berbinar polos. “Tolong jangan salah paham pada saya, Nona Martino. Saya bertanya santai karena penasaran.” “Penasaran?” Luna memiringkan kepalanya ke kiri, surai pirang panjangnya yang bergelombang jatuh indah tersampir di bahunya. “Bukan hanya aku, tapi Leon dan Luca mungkin juga merasakan ketertarikan serupa padamu. Sejauh ini belum ad












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.