Bagian 19

Sudah dua minggu sejak kejadian teror itu berlangsung. Kini rumah keluarga Pram kembali tenang setelah Revano meminta satpam kompleks untuk memperketat keamanan.

“Van, besok lusa Tante Desi ulang tahun lho,” kata Alyana membuka pembicaraan ketika keduanya sedang asyik menonton film di ruang tengah.

“Terus?” Revano bertanya dengan cuek, matanya masih fokus pada film yang ditontonnya.

“Ih, kok terus, sih?”

“Ya terus gimana, Ma? Vano harus gimana? Vano harus roll depan roll belakang gitu di depan Tante Desi sama Om Dedi?”

Alyana mencubit perut Revano dengan kesal, membuat cowok itu berteriak kesakitan.

Rupanya Alyana dan Tamara memiliki hobi yang sama, yaitu sama-sama suka mencubit perut Revano.

“Bisa nggak Mama minta tolong Vano buat beli bahan-bahan bikin kuenya?” tanya Alyana sembari memasang puppy eyes agar anaknya itu iba dan menuruti permintaannya.

“Tapi, Ma, b

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status