Share

BAB 17

Rasanya seperti tidak nyata.

Aku sudah sering mendengar nama Monster itu dari orang-orang terdekat Adib yang menceritakan ancaman yang dia berikan, sehingga aku tidak bisa membayangkan jika aku akan melihat langsung sosok Aqmal Bramantyo yang legendaris.

Ada mobil berhenti sekitar tiga rumah dari mobil yang di mana aku dan Adel berada di dalamnya. Tubuh Adel menyusut seolah dia ingin bersemnunyi di kursi yang dia duduki saat tepukan lembut langkah kaki di sepanjang jalan mendekati kami. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi ketika orang itu sudah sampai kepada kami, dan aku takut untuk mengetahuinya.

Adel mencengkeram ponselnya, semakin tenggelam di balik lindungan kursi mobil.

Pria itu berhenti di belakang mobil, dan selama beberapa detik, aku rasa tidak ada yang berani bernapas.

“Pulanglah, Adel.”

Suaranya yang mengalir dari pintu pengemudi yang sedikit terbuka mengirimkan rasa tak

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status