Keenan Dan Killa
Keenan Dan Killa
Author: Iinyoursoul28
Salah Kamar

Buat kalian yang enggak sengaja mampir, jangan lupa tinggalkan jejak ya ^_^

“Janji ya kalau udah besar nanti kita ketemu kita bakalan jadi pengantin yang paling keren.” Ucap seorang gadis sambil mengacungkan jari kelingkingnya.

“Janji ..” balas anak lelaki itu sambil mengaitkan jari kelingkingnya ke anak perempuan tadi.

# # #

“Permisi Mbak, kita sudah sampai.” kata sang supir yang membangunkan Syakilla saat mereka telah sampai di kediaman tante Manda. Pasti kalian bertanya– tanya kenapa gadis itu berada disini. Ya kali ini Gadis yang akrab dipanggil Killa itu akan tinggal dirumah ini. Sejak mama dan papanya sudah tidak ada beberapa tahun lalu Killa tinggal bersama kakaknya Revan. namun karena bisnis sang kakak yang baru ia rintis membuat mereka sering berpergian berpindah – pindah dari satu kota ke kota lain yang membuat Killa sang adik ikut berpindah – pindah sekolah. Dan hal itu membuat sang kakak merasa kasihan melihat sang adik yang terus mengikuti kegiatannya dan akhirnya memutuskan untuk menitipkan Killa kepada Tante Manda. Tante Manda adalah sahabat Mama yang sudah ia kenal sejak lama dan beliaulah sosok yang sering membantu Revan dari dulu sampai saat ini.

“Drrrttt..” Sebuah getar panjang dari ponsel Killa saat mereka sudah menurunkan kopernya. Saat melihat nama sang kakak tertera dilayar ponselnya ia tersenyum dan segera menjawab panggilan itu.

“Halo, Kak Revan.” Ucapnya dengan nada ceria.

“Killa, kamu udah sampai mana?”

“Baru saja sampe Kak. Nih lagi didepan rumahnya baru mau pencet bel.” Jawabnya santai sambil menekan bel.

“Inget ya De, jangan nyusahin keluarga Tante Manda. kalau butuh apa- apa kamu langsung hubungin Kakak ya.” Pesan Revan agar Adiknya tak membuat keluarga Tante Manda semakin repot dengan keberadaan Adiknya itu.

“Siap bos..” telefon mereka pun terputus saat wanita parubaya yang bernama Tante Manda membuka pintu lalu menghampiri Killa dengan wajah sumeringah. Beliau pun langsung menghampiri Killa dan memberikan sebuah pelukan hangat.

“Ya ampun, Killa sudah besar ya sekarang. Cantik lagi.” puji Tante Manda.

“Iya Tante, terima kasih.” jawab Killa sambil tersenyum lebar.

“Bi, tolong bawa masuk barang-barang Killa.” Teriak Tante Manda kepada sang pembantu yang masih berada di dalam rumah. Tak lama sang Bibi pun keluar dan membawa barang bawaan milik Killa.

“Rian... Keenan.. ayo sini ada Killa.” Panggil beliau kepada kedua anaknya saat kami baru sampai ruang tengah rumahnya. Rian dan Keenan pun datang menghampiri Killa dan Tante Manda. Entah yang mana Rian dan Keenan namun satu yang pasti mereka menunjukkan sebuah ekspresi berbeda yang satu datang dengan tatapan ramah dan yang satu datang dengan tatapan sinis, seperti ingin menerkam Killa.

“Hayo, kalian masih inget nggak sama Killa?”

“Siapa dia?” tanya salah satu dari mereka dengan nada ketus.

“Kalau aku masih inget dari Revan, kalau Killa tau deh masih inget nggak?” tambah cowok disebelahnya sambil tersenyum.

“Kalau aku nggak salah ini, Kak Rian?tebak Killa sambil menunjuk lelaki yang selalu tersenyum ramah dengannya.

“Dan ini Keenan?” Tbak Killa lagi kepada lelaki yang berbicara ketus dan menatap sinis dirinya. Sebenarnya Killa sangat ragu kalau sosok terahir yang ia tunjuk adalah Keenan karena lelaki itu terlihat jauh berbeda saat tekakhir kali mereka bertemu beberapa tahun yang lalu.

“Lo siapa sih? Sok kenal banget sama keluarga gue?” Tanya Keenan lagi.

“Masa kamu lupa, Ken? Ini Killa dulu kalian sering mainan penganten – pengantenan bareng dan kalia..” ucapan beliau terputus saat seorang lelaki paruh baya datang mendekati mereka.

“Killa sudah datang ya?” seru lelaki paruh baya itu saat beliau sudah sampai diantara mereka berempat. Namun di saat yang bersamaan lelaki bernama Keenan berjalan pergi meninggalkan mereka begitu saja.

Nan, kamu mau kemana?” tanya tante Manda.

“Ke kamar, mau tidur !!” jawabnya lagi dengan nada ketus.

Oh ya Killa, ini Om Gunawan suami sekaligus Papanya anak – anak yang baru. Kalian pasti belum saling kenal bukan?” Tambah Tante Manda Dan Killa pun langsung bersalaman dan mencium punggung tangan Om Gunawan.

Halo Om Gunawan, salam kenal aku Killa. Seru Killa memperkenalkan diri.

“Killa, sebaiknya kamu istirahat dulu ya di kamar pasti capek kan? nanti kita lanjut mengobrol lagi selesai makan malam.” Suruh Tante Manda.

“Kamar Killa dimana ya, Tante?” Tanya Killa.

“Kamar kamu dilantai dua, sebelah kanan nomer dua.” Jawab Tante Manda memberitahu. Killa pun langsung pamit undur diri meninggalkan mereka.

“Tadi itu benaran Keenan? Tapi kok dia terlihat kasar, jutek dan sepertinya galak.” batin Killa sambil berjalan menuju tangga namun saat ia sedang merasa heran dengan sosok Keenan. Ia melihat beberapa foto yang terpanjang di dinding sepanjang perjalanan menuju lantai dua. Ya ini adalah foto masa kecil Kak Rian dan juga Keenan. Dan lihatlah disini ada foto keluarga Tante Manda dan keluarg KIlla dalam satu Frame saat Mama Rosa dan Papa Heru, orang tua dari Killa masih ada.

“Tess..” air mata Killa pun akhirnya tumpah tanpa sengaja. Ya mungkin Killa sangat merindukan sosok Ibu dan ayahnya, saat mereka masih bersama dan dalam keadaan yang masih baik- baik saja. Tanpa terasa kenangan mereka pun kembali mampir ke ingatan dan hati Killa. Namun hal itu tak berlangsung lama karena sang kakak kembali menghubunginnya. Dengan cepat gadis itu menghapus air matanya dan menjawab panggilan telefon kakaknya sambil berjalan menuju kamarnya.

Halo Kakak, ada apalagi?” tanya Killa sambil membuka pintu sebuah kamar.

“Kamu tuh baru sehari pisah sama kakak udah mulai bosan ya kalau kakak telefon?” Sambil tersenyum ia pun meletakkan badannya di kasur saking lelahnya.

“Ha.. ha.. ha iya kakak maaf soalnya aku baru sampe kamar mau istirahat.” Keluh gadis itu.

“Kakak telefon karena mau kasih tau kamu, kalau mulai besok kamu udah sekolah bareng Keenan dan kamu bisa tanya – tanya soal pelajaran yang tertinggal sama dia.”

“Oke kak, kalau gitu aku istirahat dulu ya udah ngantuk banget soalnya.” Jawab Killa sambil menutup obralan mereka. Gadis itu pun langsung memejamkan matanya lalu mulai tertidur sambil memeluk guling yang ada disebelahnya.

# # #

Entah telah berapa lama ia tertidur namun kali ini ia terbangun saat ia merasa sedang memegang telapak tangan seseorang. Matanya melotot saat ia melihat Keenan sedang duduk di tepi ranjang. Ia terpenjarat kaget kenapa lelaki itu bisa berada dikamarnya saat ini?

 “Akhirnya, Lo bangun juga!

“Kamu kenapa ada di kamar aku?” Tanya Killa. Sambil beranjak bangun untuk duduk.

“Kamar Lo? Liat dong ke sekeliling Lo ini kamar siapa?” ucap Keenan dengan nada meninggi serta ketus. Killa berusaha melihat ke sekeliling arah dan benar saja kalau ia salah masuk kamar.

“ Bodoh kok bisa??" batinnya. Dan saat ia membalikkan pandangannya untuk melihat sosok Keenan. Tatapan mata mereka saling bertemu dengan jarak yang sangat dekat. Keenan menatap Killa tajam hingga gadis itu merasa takut. Perlahan Keenan memajukan wajahnya lagi dan Killa yang sadar langsung memundurkan tubuhnya hingga menempel pada punggung tempat tidur.

“Kamu mau apa??” tanya Killa cepat karena ia merasa sangat takut.

“Gue ma...” ucapan Keenan terhenti tante Manda memanggil nama Keenan.

“Keenan ..” Suara itu masih terasa samar mungkin karena masih jauh.

“Kali ini Lo gue lepasin! Tapi kalua sampe Lo salah kamar lagi, Lo bakalan tau apa yang bakalan gue perbuat.” Ancam Keenan sambil tersenyum nakal. kini Keenan beralih menuju pintu karena suara Tante Manda yang sudah terdengar berada disana.

“Kenapa, Ma?” tanya Keenan santai.

Sudah waktunya makan malam ayo turun, Mama juga mau panggil Killa.”

“Mama enggak usah repot- repot Killa ada disini.” Tambah Keenan dan tanpa basa – basi Tante Manda membuka pintu kamar lebar dan yap Killa yang merasa malu karena salah masuk kamar namun ia hanya bisa tersenyum tipis.

“Sial nih cowok udah bikin deg-degkan sekarang bikin gue malu di depan Tante Manda.” Umpat gadis itu dalam hati. Keenan yang berdiri di balik punggung Tante Manda pun tersenyum puas.

“Kamu kenapa ada di sini, Killa?” tanya beliau bingung.

“Emmm Killa ...” Gadis itu bingung harus berkata apa? Haruskan ia berkata jujur ata berhohong kali ini. karena jika berkata jujur gadis itu merasa malu berkali- kali lipat.

“Dia kesini buat tanya tentang pelajaran di sini sama atau beda sama yang di pelajari dimana tadi Lo bilang? seru Keenan sambil melemparkan tatapannya ke arah Killa.

“Surabaya, Nan..”

“Oh begitu, Syukur kalau kalian sudah mulai akrab tapi sekarang kalian turun ya kita makan malam sama- sama.Suruh Tante Manda.

Iya, Tante.” jawab Killa, gadis itu pun langsung mengikuti Tante Manda dari belakang karena ia ingin segera lolos dari laki – laki itu.

jangan lupa tinggalkan jejak ya guys ^_^

Related chapters

DMCA.com Protection Status