LOGINArea 21+ "Apa kamu tuli? Saya bilang layani saya sekarang!" "Sa—saya." Tanpa pikir panjang, kedua tangan Xafier menarik Zavira. "Lepaskan saya! Jangan sentuh saya!" "Aku ingin kamu sekarang. Aku akan membayarmu lebih dari yang kamu butuhkan." "Tapi saya belum pernah melakukannya!" Zavira gadis malang yang harus merelakan kehormatannya direbut paksa oleh seorang pria bernama Xafier. Xafier mengira gadis itu adalah wanita yang disiapkan oleh pemilik klub. Padahal Zavira baru bekerja di klub tersebut sebagai pengantar minuman. Dia terpaksa banting tulang demi melunasi hutang keluarganya di kampung pada rentenir. Folow Ig: Nanitamam
View More"Pengantinnya sangat cantik," puji para tamu yang hadir. "Tuan Xafier juga terlihat bahagia."Gedung megah di pusat kota kini dipenuhi tamu undangan dan tokoh penting. Hari ini, Xafier dan Zavira menggelar resepsi pernikahan secara besar-besaran. Keluarga Zavira pun turut hadir, ikut merasakan kebahagiaan di momen istimewa ini.Zavira menoleh, menatap suaminya dengan pandangan hangat. “Aku kira aku takkan pernah sampai di titik ini, Mas,” ujarnya pelan.“Tapi nyatanya kamu ada di sini, tepat di sisiku, Sayang,” jawab Xafier lembut. Tangannya melingkar erat di pinggang istrinya, mendekapkannya ke pelukan seolah tak mau melepaskan barang sedetik pun. “Maaf ya … karena bersamaku, kamu harus melewati badai yang begitu berat duluan. Tapi mulai saat ini, aku berjanji takkan membiarkan hal buruk menimpamu lagi. Sekalipun nanti ada cobaan lain datang menghadang rumah tangga kita, aku pastikan aku akan selalu ada untuk melindungimu. Aku harap, kamu tetap mau menemaniku melewati segalanya, ya?
Hening. Hanya suara detak jarum jam yang terdengar jelas, memenuhi seluruh ruangan. Semua mata tertuju pada dokter, menanti penjelasan dengan perasaan harap-harap cemas, apalagi Zavira yang berdiri tepat di sisi ranjang suaminya, hatinya berdebar kencang menahan segala kekhawatiran. “Bagaimana keadaannya, Dok?” tanya Zavira dengan suara lirih yang bergetar. Setelah selesai memeriksa dan memastikan seluruh kondisi tubuh Xafier, dokter itu tersenyum tipis lega. “Syukurlah, Tuan Xafier sudah sadar sepenuhnya, dan tidak ditemukan masalah serius apa pun yang perlu dikhawatirkan,” jawabnya tenang. “Meski begitu, kami tetap harus memantau perkembangan kondisinya secara rutin untuk beberapa waktu ke depan.” Senyum Zavira mekar lebar seketika. Raut bahagia juga terlihat jelas di wajah Nyonya Dayana, Tuan Eshal, Samuel, dan Donita yang ada di sana. Sementara itu, Xafier hanya menatap mereka dengan pandangan yang masih lemah namun mulai terlihat nyata. Tanpa pikir panjang, Zavira langsung m
“Kritis?!” seru mereka serentak, suaranya melengking kaget dan penuh kepanikan."Oh My God." Johan melongo, bibirnya terbuka lebar. Suster itu hanya mengangguk perlahan dengan wajah yang tampak sedih dan penuh rasa iba. “Kini tinggal doa dan harapan kita. Kita hanya bisa berserah diri dan berharap ada keajaiban dari Tuhan yang menyelamatkan nyawanya.”Tanpa buang waktu, Zavira segera bangkit dari ranjangnya. Nyonya Dayana dan Donita sigap menahan dan menopang tubuhnya agar tidak jatuh.“Kamu mau ke mana, Nak? Jangan bertindak sembarangan,” tanya Nyonya Dayana cemas.Air mata Zavira jatuh membasahi pipinya seketika. Ia tetap melangkah maju, sementara kedua wanita itu terus menuntun dan mendampinginya berjalan.“Aku harus menemuinya. Aku mau ke tempat Mas Xafier berada,” jawabnya.Tak ada satu pun dari mereka yang berani bersuara. Mereka hanya mengikuti langkah Zavira menuju ruangan tempat suaminya dirawat.Sesampainya di sana, pandangan Zavira terkunci lekat pada pintu berwarna merah
"Jangan sampai terjadi sesuatu pada Zavira, Tuhan. Aku mohon." Doa Nyonya Dayana dalam hati. Kelopak mata Zavira perlahan terbuka sepenuhnya. Ia menoleh ke kiri dan ke kanan, menatap sekelilingnya yang tampak begitu asing baginya. Di samping ranjangnya, tampak Nyonya Dayana yang duduk sambil menyandarkan kepalanya, sepertinya tertidur karena kelelahan.“Ma …,” panggil Zavira lirih.Nyonya Dayana seketika tersentak kaget. Matanya yang tadinya setengah terpejam langsung terbuka lebar seketika.“Kamu sudah sadar, Sayang? Syukurlah. Ada yang sakit? Katakan saja sama Mama, biar Mama segera panggil dokter,” ujarnya cemas, lalu hendak bangkit dari duduknya.Namun, tangan Zavira dengan cepat menahan pergerakan wanita itu.“Tidak usah, Ma. Aku tidak merasa sakit apa-apa, aku baik-baik saja,” ucapnya lembut namun jelas. Wajahnya tampak cemas saat kembali bertanya, “Bagaimana keadaan Mas Xafier, Ma? Operasinya berjalan lancar, kan? Dia baik-baik saja, kan, Ma?”“Tenanglah, Nak. Tanyakan satu pe
“Itu punya tukang ojek online,” kata Zavira cepat.Donita dan Johan langsung menoleh bersamaan. Zavira yang sedang berbaring di ranjang pura-pura sakit langsung mengalihkan pandangan ke arah langit-langit kamar. Di dalam hati ia menggerutu."Aduh, kenapa aku bisa lupa nyembunyiin helm itu sih," bat
“Ada apaan sih? Bikin parno aja deh,” omel Donita. Matanya melotot tajam ke arah Johan yang baru saja berdiri di ambang pintu kamar Zavira dengan raut muka tegang. Jari lentik Johan langsung menunjuk sebuah motor matic pink yang terparkir rapi di bawah, terlihat masih kinclong meski diterpa terik
“Kabur bagaimana maksudnya?” tanya Xafier yang sedang duduk langsung berdiri. Wajahnya mengeras dengan tangan terkepal erat. Samuel melihat ke arah Xafier dengan eskpresi bingung.Bi Murti meremas ujung bajunya. Membayangkan wajah Xafier dari seberang telepon, membuat bulu kuduknya berdiri. “Nona
Dr. Bima tidak langsung menjawab. Ia justru menarik napas pelan, lalu menatap Xavier.“Kamu tidak gila, Xafier. Tapi kamu sudah menemukan seseorang yang membuatmu merasa nyaman.”Kening Xafier langsung berkerut. Ia seperti baru saja mendengar sesuatu yang mustahil.“Itu konyol,” potongnya cepat.Dr






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews