The Jerk Man(Indonesia)
The Jerk Man(Indonesia)
Author: DiantiDianti
Part1:Alina dan Dimitri

Ini adalah pagi yang cerah menjelang siang dan aku Alina Calista seorang asisten dari model terkenal dan direktur perusahan yang bergerak dibidang Real estate.

Bosku bernama Alexander Edzard dia adalah seorang pria yang tampan dengan senyum menawannya,dia juga seseorang yang memiliki hati malaikat.

Kenapa aku bisa berbicara seperti itu karena dia adalah orang yang baik yang membantuku memiliki pekerjaan keren ini.

Meski sebenarnya aku sangat tidak pantas berada di lingkungannya karena aku hanyalah orang biasa dengan kemampuan biasa juga serta tidak cantik ataupun menawan tapi karena kebaikan hatinya,dia menolongku dan memberiku pekerjaan dengan gaji yang pantas.

Awal aku bertemu dengannya saat aku tanpa sengaja menemukan dompetnya yang terjatuh,aku terengah-engah untuk mengejarnya dan saat menemukan dirinya,aku memberikan dompetnya dia mengucapkan kata terima kasih dan bertanya beberapa hal tentang diriku.

Aku pikir itu sangat aneh tak lama tiba-tiba saja dia menawarkan pekerjaan sebagai asistennya dan aku sungguh merasa senang bukan main karena pada saat itu aku sedang pusing mencari pekerjaan.

Saat kutanya apa alasannya memberiku pekerjaan? Dia hanya menjawab bahwa dia sedang mencari seorang asisten lagi untuk membantu asistennya yang lainnya dan saat itu dia melihat wajahku yang katanya aku adalah wanita yang baik,jujur dan polos.

Tapi menurutku tidak karena dia mungkin hanya kasihan padaku karena waktu itu wajahku terlihat kusut dan menyedihkan meski aku juga seseorang yang baik seperti ucapannya dan aku juga bersyukur karena mendapatkan sebuah keberuntungan ini yang sangat jarang orang lain mendapatkannya.

Disini aku tidak bekerja sendiri dia selalu membawa orang banyak untuk menemaninya bekerja dan dia adalah orang yang menurutku sangat prepare.

Mr.Alex memiliki seketaris cantik yang cerdas bahkan tubuhnya sangat seksi dengan kaki jenjang mulusnya,rambut hitam kecoklatannya serta wajah yang begitu mulus dan halus.

Lalu asistennya yang lain dan berjenis kelamin laki-laki juga tak kalah tampan dengan tinggi sekitar 179 cm memiliki kulit tan yang begitu eksotis dan menurutku sangat seksi jika dia ingin menjadi model pasti sangatlah cocok tapi dia mengatakan tidak mau dan tidak ingin mencobanya.

Lalu bagaimana diriku? Aku sungguh tidak ada apa-apanya dengan mereka.Aku hanyalah gadis biasa dengan penampilan yang sederhana tubuhku juga tidak seksi hanya berisi lemak yang menggumpal di beberapa tempat sedangkan wajahku biasa sajalah,tidak cantik-cantik juga tapi banyak orang mengatakan bahwa aku sangatlah manis.

Aku terkadang sungguh merasa selalu tidak percaya diri jika berada disekitar tiga orang itu yang begitu sempurna tapi karena mereka orang yang baik dan membuatku nyaman serta tidak pernah memandangku rendah membuatku benar-benar betah bekerja disana.

Dan untuk perjalanan hidup,hidupku terlalu monoton pagi bekerja lalu malam pulang seperti itu terus bagaikan rotasi bumi.

Hari ini aku sedang berada di suatu tempat dengan kolam renang yang mewah menemani bosku bekerja dan membawakan barang berharganya yang disimpan dalam tas mahal serta limited editionnya.

Bosku sedang akan menjalani pemoteretan dengan tema outdoor yang dikelilingi kolom renang dengan beberapa model cantik dan pastinya seksi.

Tapi kali ini pemotretan tidak akan langsung dilaksanakan dengan cepat karena kita menunggu satu model pria lain yang masih belum datang menunjukan batang hidungnya.

Karena dia,membuat semua pekerjaan disini sedikit terhambat."Dimana? Si sialan itu lama sekali."gerutu kesal bosku mulai terdengar.

"Oliv,sebenarnya kita menunggu siapa?"tanyaku pada Olivia Stella wanita cantik serta seksi yang menjabat sebagai seketaris pribadi Mr.Alex.

"Itu dia,Dimitri Sean Zander model yang kita tungguh sedari tadi."jawab Olivia dan menunjuk seorang pria tampan yang memakai setelan jas berwarna biru navy hingga membuat tubuhnya begitu tegap dan terlihat sangat keren.

Penampilannya sungguh tampan dengan mata tajam penuh aura mendominasi,senyum menggoda,kulit putih yang begitu halus,tubuh proposional dan juga tinggi tubuhnya mungkin sekitar 185 cm entahlah aku tidak tahu.

'Wow,dia sangat tampan.'batinku berbicara menilai penampilannya.

"Dia tampan bukan."bisik Olivia tanpa menatap diriku.

"Iya,dia sangat tampan setara dengan bos."jawabku jujur dengan mata yang mengagumi dirinya.

Pria tampan bernama Dimitri itu berjalan ke arah tempatku serta bosku berdiri,dia tersenyum begitu menawan menyapa Mr.Alex tapi bosku itu hanya memperlihatkan wajah kesal bukan mainnya.

"Kau darimana saja bodoh? Lihat jam tanganmu,berapa menit kau terlambat?"omel bosku terlihat marah tapi aku yakin dia tidak benar-benar marah terhadap pria tampan itu.

"Biasa olahraga pagi."jawabnya santai dan bukannya meminta maaf.

"Kau memang tidak pernah berubah sekian lama tidak pernah bekerja sama denganmu lagi kau tetap menyebalkan!"bosku masih menggerutu.

"Sudah hentikan ocehanmu.Kau tidak merindukanku?"tanyanya dengan senyum seringainya.

"Untuk apa aku merindukanmu? Lagipula kita terkadang bertemu di meja rapat."jawab bosku malas dengan memutar bola matanya.

Lalu tak lama salah satu staff datang menghentikan adu mulut mereka dan menyuruh mereka berdua berganti pakaian.

"Sepertinya Mr.Alex sangat mengenalnya dan mereka berdua terlihat dekat."ucapku pelan dengan memperhatikan mereka berdua yang telah pergi ke ruang ganti.

"Mereka berdua adalah sahabat, sebelas dua belaslah sifatnya tapi aku jamin seratus persen masih lebih baik sifat Mr.Alex."Evan salah satu asisten Mr.Alex juga mulai bersuara dan menanggapi ucapanku.

"Aku baru pertama kali melihat dia."ucapku lagi dan kali ini menatap Evan.

"Tentu saja karena kau masih baru dan juga beberapa lama ini Mr.Alex dan Mr.Dimitri jarang bekerja sama di satu lokasi pemoteretan.Mereka hanya bertemu di ruang rapat saja." Jelas Olivia yang menimpali dan mungkin karena itu aku tidak tahu siapa dirinya.

Tak lama akhirnya mereka berdua keluar hanya dengan menggunakan celana pendek yang sangat ketat dan membuat sesuatu disana sedikit menonjol dan terlihat besar.

Tubuh mereka terbentuk sangat sempurna dan kekar tapi tubuh pria bernama Dimitri itu benar-benar sangat menggoda dan istilah roti sobek yang menonjol di perutnya itu pasti menggugah selera banyak wanita untuk menyoba menyentuhnya.

Auh...lupakan pikiran kotor itu dan fokuslah bekerja Alina!

Aku menduga pasti Mr.Dimitri itu sudah mencicipi banyak wanita kenapa aku dapat menilainya seperti itu karena aku tahu jenis orang-orang seperti itu setelah beberapa bulan bekerja dengan Mr.Alex dan kalau tidak salah lihat aku melihat bekas warna merah yang ada disekitar lehernya meski sudah terlihat samar.

Mereka berdua sudah melakukan pemoteretan dengan begitu panas dengan ditemani oleh beberapa model seksi di sana tapi percayalah seluruh staff wanita yang ada di sini dan menontonnya terlihat begitu lapar menatap dua pria seksi itu.

Hanya aku dan Olivia yang menatap mereka biasa saja karena terkadang Mr.Alex suka memamerkan bentuk indah dada bidangnya itu tanpa sehelai benang jika di apartemennya.

Saat menyelesaikan semua pose yang diinginkan sang fotografer dan pemoteretan benar-benar berakhir,aku dengan cepat menghampirinya serta memberikan handuk untuknya.

"Terima kasih Alina."ucapnya tulus.

"Mr.Alex tadi ada telphon dari Mrs.Shela Ananta."lanjutku berbicara dan dia langsung memperlihatkan wajah tidak sukanya.

Belum membuka suara Mr.Alex menjawab ucapanku,suara Mr.Dimitri terlihat masuk ke dalam pendengaran kita berdua dan ikut dalam pembicaraan kami.

"Kau masih berhubungan dengannya?"tanyanya dengan senyum remeh.

"Tidak,tapi dia sering menggangguku jika kau ingin bersamanya aku dengan senang hati memberikannya padamu dan akan memberitahunya jika Dimitri menginginkannya dia pasti akan sangat senang."balas Mr.Alex dengan senyum yang juga tak kalah remeh.

"No,berikan aku seketarismu saja seperti permintaanku yang dulu."ucapnya dengan menyeringai.

Wow,aku benar-benar takjub dengan informasi baru ini jadi Olivia sudah dekat dengan Mr.Dimitri ini. 'Olivia memang keren' pujiku dalam hati.

"Tidak akan kuberikan,dia adalah milikku siapapun yang berdiri dan berada dekat di sekitarku dalam jarak satu meter tidak akan kuberikan padamu."balas Mr.Alex dengan serius dan aura di sekitar kami begitu menegangkan sedangkan aku,aku sendiri tidak begitu mengerti apa yang sedang mereka berdua bicarakan.

"Ayolah,Alex aku sungguh ingin sekali membawanya ke ranjangku pasti dirinya sangat panas,kau pasti sudah menyobanya."ucapnya dengan nada santainya serta memasang wajah mesumnya yang menurutku sangat menyebalkan.

Uh...aku paling benci jika sudah melihat sikap seorang pria yang seperti ini yang ingin menjatuhkan harga diri seorang wanita dan hanya menilai wanita  sebelah mata.

Dia terlihat seolah merasa paling berkuasa dan semua yang diinginkan dapat dia dapatkan.

"Tutup mulutmu jika kau tidak ingin merasakan tinjuku."Mr.Alex dengan cepat membalas ucapannya dengan wajah seriusnya padahal aku ingin membalas ucapannya yang bodoh dan seenak jidat itu.

"Calm down Alex,aku hanya bercanda aku tidak akan mengganggu milikmu seseorang yang telah merengut hatim...."

Ucapan Mr.Dimitri terpotong dengan cepat saat Mr.Alex memotongnya dan dia terlihat kesal."Tutup mulutmu bodoh."dia sedikit melirik ke arahku.

"Ups...aku kelepasan."Mr.Dimitri terlihat mengatakannya dengan tampang tidak punya dosa sedikit melirikku dengan senyum mengejek yang ditunjukkan untuk Mr.Alex.

Dan aku mengetahui satu fakta lagi yang sempat membuatku tercengang meski ucapan Mr.Dimitri terpotong,aku masih bisa menangkap maksudnya.

"Jangan pernah dengarkan apapun yang dia katakan."Mr.Alex menatapku dengan serius dan dia terlihat masih kesal menatap Mr.Dimitri.

"Tenang saja Mr.Alex jangan terlalu dipikirkan aku tidak akan berbicara apapun dan akan melupakan apa yang aku dengar."ucapku santai."Lalu bagaimana dengan Mrs.Stella dia menelphon sebanyak sepuluh kali dan lima pesan singkat,aku belum membukanya."lanjutku lagi

"Biarkan saja jangan pedulikan." ucapnya dan perlahan mulai menurunkan emosinya.

"Jadi kau akan makan siang dimana?"tanya Mr.Dimitri dan masih mengganggu pembicaraanku dengan Mr.Alex."Ayo makan siang di restoranku,aku akan menaktirmu."lanjutnya.

"Oke,aku setuju."ucap Mr.Alex dengan cepat lalu Mr.Dimitri segera pergi meninggalkan kami berdua.

Akhirnya kami berempat pergi ke restoran milik Mr.Dimitri yang aku sendiri tidak tahu dimana tempatnya dan kali ini Mr.Alex dengan senang hati mau menjadi sopir untuk para pegawainya yaitu kami bertiga.

"Alina menurutmu,bagaimana penampilan Mr.Dimitri?"tanya Mr.Alex tiba-tiba dan menghentikan kegiatanku bermain ponsel.

"Em...dia terlihat maskulin,keren dan tampan.Aku sangat mengaguminya sama seperti aku mengagumimu,Mr.Alex."jawabku jujur.

"Jangan mengaguminya ataupun tertarik dengannya cari orang lain saja untuk kau jadikan idola."Mr.Alex dengan cepat mengatakannya dengan nada penuh tidak sukanya dan membuatku bingung.

"Kenapa?"tanyaku singkat menanyakan alasannya yang melarangku.

"Karena dia brengsek dia adalah playboy gila dan bajingan ulung yang mengencani dan meniduri banyak wanita sebaik dia mengganti parfumnya,dia adalah seseorang yang tidak memiliki hati ataupun perasaan.Dia suka mempermainkan perasaan wanita,memiliki sifat yang egois,arogan,pemaksa dan angkuh."ucap Mr.Alex cepat dan panjang dengan mengatakan beberapa keburukannya dan aku sangat terkejut mendengarnya,seburuk itukah dirinya?

"Dia tidak pernah mengatakan maaf ataupun kata terima kasih dalam hidupnya dan dia akan melakukan apa saja untuk mendapatkan apapun yang dia inginkan dengan cara baik maupun cara licik yang kasar.Dalam hidupnya dia tidak pernah percaya kata cinta dan dia menganggap semua wanita dapat takluk di bawah kakinya."Mr.Alex mengatakannya lagi tentang keburukannya.

"Jadi aku ingin kau jangan pernah menunjukkan rasa kagummu ataupun tertarik padanya.Meski harus aku akui dia memang pria yang memiliki aura untuk menjerat banyak wanita."ucapnya yang terakhir dan aku mengangguk mengerti.

"Apakah dia memang benar-benar tidak memiliki sifat yang baik untuk dibanggakan?" tanyaku penasaran karena sedari tadi aku hanya mendengar sifat keburukannya saja yang dibicarakan oleh Mr.Alex.

"Tidak ada,kecuali kepintarannya dalam dunia bisnis dan modeling dan kepiawaiannya dalam menjebak wanita dengan perhatiannya dan juga kekayaannya."jawab Evan cepat yang sekarang berbicara dan Mr.Alex menganggukkan kepalanya setuju.

"Benar Alina kau harus hati-hati dengannya,dia sedikit gila aku saja pernah hampir dia paksa untuk masuk ke dalam kamar hotelnya."Olivia yang sekarang membuka suara dan aku sangat terkejut mendengarnya."Dan aku beruntung Mr.Alex datang di waktu yang tepat untuk menyelamatkanku."

Oh,jadi karena itu Mr.Alex tadi terlihat marah saat membahas seketarisnya.

"Asalkan kau tau Olivia bahwa Mr.Alex sebenarnya menyukaimu."ucapku dalam hati.

"Tapi kurasa aku tidak mungkin masuk dalam targetnya karena aku yakin aku tidak masuk dalam kriteria wanitanya tapi terima kasih untuk sarannya aku akan berhati-hati dan mulai sekarang aku akan berhenti menganguminya."ucapku yakin tanpa keraguan.

"Syukurlah,kau tahu dia adalah pria yang sulit untuk ditebak jika dia sudah menargetkan seseorang dia tidak akan main-main untuk mengejar wanita itu hingga menjadi miliknya entah bagaimanapun penampilannya."ucap Mr.Alex dengan serius dan aku menganggukkan kepala mengerti.

Inilah yang aku sukai jika bekerja dengan mereka,mereka sangat baik dan mau menjagaku.

To be continue

Maafkan typo dan lainnya.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status