Part 8

Lintang dan Vanka sedang berada di cafe. Mereka kini sedang menikmati ice cream. Bahkan, Vanka sudah dua kali memesan ice cream.

Lintang hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan pacarnya.

"Doyan banget lo," ucap Lintang.

Vanka tersenyum kecil. "Iya lah. Soalnya ice cream di sini enak banget. Makasih ya atas sogokannya."

Lintang mengernyitkan keningnya bingung. "Sogokan? Maksud lo?" tanya Lintang tidak mengerti.

"Iya sogokan. Lo nyogok gue biar gue gak marah lagi sama lo, kan?"

"Gue gak nyogok. Gue emang mau traktir lo aja," jawab Lintang seadanya.

Sebenarnya, ia memang sengaja mengajak Vanka untuk makan ice cream, agar gadis itu tidak marah lagi padanya. Lintang tahu Vanka sangat menyukai ice cream. 

Setiap Vanka marah padanya, ia pasti akan berusaha membujuk Vanka dengan ice cream, dan hal itu berhasil. Walaupun, kadang-kadang gagal.

"Oh gitu." Vanka kembali menyuapkan ice cream coklat kesukaannya ke dalam mulutnya.

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status