Share

Youtube

"Hahaha... Hahaha... "

Itu suara tawa Nacita dan Jovian, lain hal dengan Stevia yang cemberut melihat reaksi mereka.

"Kalian ngetawain aku ya?" tanyanya kesal.

"Bukan. Kami ngetawain kakak-kakak kelas itu." jawab Jovian spontan karena tidak enak melihat ekspresi Stevia yang membuat hati iba.

Beberapa menit yang lalu Stevia baru saja menceritakan apa yang ia alami kemarin saat istirahat pertama di sekolah. Siswi-siswi yang mendatanginya dengan wajah penuh amarah itu sebenarnya tidak semuanya punya urusan dengan dia. Hanya satu di antara mereka, Stevia tidak tahu namanya karena ia tidak sempat melihat papan nama di seragam sekolah gadis itu.

Ia marah pada Stevia karena tidak suka postingan instagram Stevia disukai dan dikomentari oleh kekasihnya. Ia juga bilang ia muak dengan Stevia yang sok cantik di sekolah padahal masih kelas X. Tentu saja kenyataannya tidak seperti itu. Stevia merasa dirinya biasa-biasa saja, ia tidak pernah merasa lebih cantik daripa

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status