17. Gadisku, Galexia

Menyibak selimut dengan perasaan marah, Rigel terhuyung saat akan turun dari ranjang Rumah Sakit, dan Yoan mencoba menangkap sebelah tubuh Tuannya.

“Di mana Galexia?” Kedua mata Rigel yang memerah menatap tajam pada Yoan.

“Dia akan segera ke sini, jadi Anda mau kemana?” Yoan terpaksa mengizinkan Sia ke Rumah Sakit karena wanita itu memaksa ingin bertemu Rigel.

Yoan menanamkan pikiran di kepalanya, bahwa Sia datang karena merasa bersalah, bukan untuk mengkhawatirkan Rigel. Yoan yakin hampir seratus persen bahwa perasaan Sia hanya akan tertuju padanya. Mereka saling menyukai.

“Kau bawa kemana gadisku?” Rigel masih berapi-api, duduk di tepi ranjang bersamaan dengan pikiran yang kacau.

“Menjauh dari jangkauan Nona Disi, Tuan.”

“Apa?” Nada suara Rigel meninggi. “Siapa yang memintamu melakukan itu?”

“Aku ....”

Pintu ruang rawat Rigel terbuka perlahan,

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status