When Heather is coming

Sadovaya,Rostov 1725

Frensques Ramida

Kota 5 laut dengan julukan gerbang kaukasus, membuat kota Rostov menjadi idaman seluruh rakyat kekaisaran rusia dimasa itu, memiliki banyak tebing dengan pesona yang luar biasa, semilir angin dengan pepohonan hijau khasnya menyamankan fikiran dan menyejukkan hati, kota kelahiran Frensques Ramida ini sangat digemari para kaum wanita muda, dimana disini ada pelatihan Koroleva dan kecerdasan Printessa, banyak dari negeri lain yang datang kesini sekedar mencari pengetahuan mengenai adat sebuah kaisar dalam mendidik Koroleva dan printessa nya, tidak jauh beda dengan Frensques yang selalu memainkan rambut hitamnya dengan ditemani instrument musik indah di sekitar mansion Cernaya Bashnya, jika Adera tinggal di mansion Menara putih maka frensques tinggal di mansion Menara hitam dengan lambang burung elang mata merah di atas menaranya, Menara ini milik Frensques seorang, tempatnya melantunkan lagu kesunyian dan pendambaan kecantikan dari sang fajar dikala terbangunnya ia dari tidurnya.

Oh sang fajar oh sang fajar

 Beri aku keindahan

Tatap aku dengan sinarmu

Beri aku pangeran

Yang menjelajahi nadi

Berlesung pipi

Dengan aku disampingnya

Oh fajar

Aku mengaguminya

Sejak pertama kali bertemu di Peterburg, atas keinginan Brat Ricky, aku mengenali pria tampan dengan pedang ditangannya, ia selalu tersenyum dengan menampilkan lesung pipi diwajahnya, sangat manis membuatku hampir terkena serangan hati, meski orang tuaku lebih tertarik dengan Tsar Louis namun aku sangat mengagumi Prints Liam, mat’ memberiku kebebasan karena memang aku bisa memilih untuk menikahi Tsar Louis, Prints Liam atau Pritns Dominic. Tsar louis terlalu dewasa untukku kami terpaut 6 tahun dan Prints Dominic sangat menyeramkan fikirku, apalagi desas desus ia seorang Czar Knight di Moskwa membuatku semakin takut, tapi tidak dengan Prints Liam, kami berbeda satu tahun dan ia sangat baik hati, seluruh gadis di Rostov memujanya, bahkan ada yang mentuhankan Prints Liam atas usahanya merebut kejayaan Rostov di bagian selatan dari para pemangsa malam, banyak yang selalu menjulukiku schastvitsa, dimana aku bisa memilih Prints mana yang bisa aku nikahi dan ketiganya adalah idola negeri yang sangat dihormati dengan ketampanan dewa diwajah mereka.

Hari ini aku akan melakukan perjalanan ke Peterburg karena terselesaikannya pelatihan Printessa dan kekorolevaan dua tahun ini di Rostov, awalnya aku ingin melakukan pelatihan ini di Peterburg atau Moskwa, namun akan lebih nyaman jika di kota kelahiran sendiri bukan?.

Keretaku melancarkan perjalanan kami tanpa hambatan, banyak diantara para pengawal yang terperangah dengan kecantikanku, aku sendiri menyadari itu, makanya banyak pria menjulukiku The Real Heather.

Setelah keberadaan kami diketahui Dvorets Imperor, kami pun mendapat penghormatan yang sangat besar, bahkan Tsar sendiri yang menjemput kami di alun alun Ibu Kota Peterburg sebelum memasuki Dvorets, hari ini Tsar sangat tampan dan begitu berubah dari 5 tahun lalu saat aku ke Dvorets meminta izin pelatihan, ia sangat mirip dengan Tsar Kiev, sesampainya di Dvorets kami disuguhkan jamuan makan siang yang sangat istimewa, seluruh Ser dan Prints ada di meja makan, bahkan kini Koroleva pun duduk disampingku dengan elegannya, tak kulihat Pritns Liam sempat membuatku kecewa hingga dipertengahan makan kami, ia datang dan memohon maaf atas keterlambatannya karena banyaknya tantara baru yang harus ia rekrut untuk perang di wilayah utara Rusia.

Ia duduk dihadapanku dengan senyum dimplenya selalu, sesekali kami bercuri pandang dan saling tertawa, entah hanya perasaanku saja ia selalu memandangku aku jadi memanas kalau begini.

Mat’ku pergi bersama Koroleva Alica untuk berbincang bincang, sementara aku ditinggalkan dengan para Prints disini yang mana semuanya adalah Prints yang bisa aku pilih untuk menikah dengan siapa, membuatku gugup namun aku tetap tenang, sampai keberadaan Ken dan Brat Ricky mencairkan suasana, kini tangan Brat Ricky membelai kepalaku dengan rindu, kami sudah lima tahun tak bertemu karena pelatihanku, ia masih saja lucu dan menggemaskan, sedangkan Ken masih saja dengan gurauan garingnya, membuat suasana benar benar hidup, aku diajak Ketiga Prints ini mengelilingi Dvorets, dengan elegannya aku hanya bisa tersenyum dan menghindari tertawa, oh tuhan ini sulit.

“Bagaimana pelatihanmu? Sampai lupa mengirim surat ke Peterburg “ rajuk Brat Ricky membuatku terkekeh.

“Sangat padat disana brat, bahkan aku hanya tidur 6 jam saja”.

“Hei itu lama loh aku hanya 4 jam saja heuhhhh lelahnya” keluh Prints Liam mendapati tawa renyah dari Ken.

Ya ken dan aku seumuran jadi aku memanggilnya dengan nama langsung.

“Jangan mendramatisir, Prints sepertimu hanya duduk dimeja yang setiap hari dilayani selamat pagi yang mulia prints, apakah anda ingin menikmati jamuan kami, prints mari kami siapkan mandi air hangatmu” cibir Brat Ricky.

“Hei siapa yang senang dengan itu, harus formal terus, gigiku kering terus menyengir kearah mereka tahu”.

“Ya sudah ayok tukar posisi” Ken memberi penawaran.

“Jangan mimpi bodoh” Ricky menoyor kepala Ken.

Kami tertawa senang dengan gurauan yang membuatku melupakan tujuanku ke Dvorets ini.

“Prints,izin menyampaikan pesan dari Tsar Louis” seorang pengawal memberikan gulungan kertas pada Prints Liam dan kini ia tersenyum senang.

“Aku harus menemui dewiku dulu, sampai jumpa, semoga kau betah disini Printessa” ia beranjak pergi meninggalkan kami dengan aku yang sangat bingung dengan kata katanya, apa dewiku? Apa ia sudah memiliki kekasih? Namun seakan tahu ketidak tahuanku, Brat Ricky memberitahuku bahwa dewinya adalah seseorang yang dikagumi Prints Liam sejak 3 minggu lalu.

Demi tuhan aku akan mencari siapa gadis yang mendahuluiku itu.

Belaya Bashnya, Moskwa

Frensques mengikuti kuda Prints Liam karena rasa penasarannya dengan dewi yang ia sebut di sela pembicaraanya tadi, hatinya sudah memanas sejak tahu siapa yang akan ditemui Prints idamannya, mengendap ngendap kesebuah mansion dengan Menara putih mengingatkannya akan sebuah takdir yang sempat ia cari kebenarannya lewat ramalan, dimana ia akan menemui sebuah Menara putih yang didalamnya seorang wanita jahat yang akan menghalangi jalan cintanya, sudah jelas wanita ini lah orangnya, ia tidak lebih cantik dariku batin Frensques.

Meski kini bukan hanya Prints yang mendatangi Belaya Bashnya ada Tsar Louis juga dengan keretanya, namun yang Frensques tuju adalah yang ditemui Liam, dan kini ia berdiri diantara dua pohon apel dengan matanya yang memerah.

Sungguh kesal dengan pemandangan paling ia benci disepanjang hidupnya, lelaki yang ia kagumi membelai rambut wanita yang diyakininya lebih muda dari Frensques, ingin rasanya menjambak rambut indah yang kini membuatnya iri setengah mati, belum reda dengan bayangan belaian rambut, kini printsnya bahkan mencium tangan gadis itu dengan senyum manis dan mata yang berbinar, sialan gadis itu bahkan tersipu malu, apa apaan ini tidak seharusnya gadis biasa seperti itu merebut pujaan hatinya, rasa kesal menyeruak dan kini Frensques pulang dengan amarah besarnya.

Dvorets Imperor, Peterburg

Alica Aestherelia

Menara putih yang menjadi rumahku 16 tahun lalu yang sangat indah kini tergantikan dengan suasana Dvorets yang ramai dan melelahkan, menjadi Koroleva bukanlah hal yang menyenangkan, meninggalkan Moskwa tempat kelahiranku yang paling kucinta, hingga aku bertemu putra Kiev, Louis, si anak kurang ajar itu, sikap sombongnya sangat kentara sama dengan ayahnya Kiev, sempat menyesal pernah menerima cinta Kiev dimasa lalu, dimana ia berjanji akan meninggalkan Nastasya dan menikahiku, tapi lihatlah ia bahkan mati sebelum Dominic menginjakan kaki di Dvorets, jika teringat kisah cinta kami dulu sangat indah namun tak lepas dari itu semua aku tetap membenci seluruh Peterburg.

Keberadaan Frensques sempat membuatku senang dengan adanya dia bisa memberi peluangku untuk menjadikan Dominic sebagai seorang Tsar, namun dari yang kudengar ia menyukai Prints Liam, kebenaran itu kini bisa kubuktikan dengan amarah Frensques di kamar tidurnya yang gaduh dengan suara pecahan kaca bahkan kursi patah.

Brakk

Preng….

"Aaaaa sialan gadis sialan, aku membencimu aku ingin mencekikmu aaaa” teriaknya dengan sesekali menjatuhkan guci bahkan menghancurkan piano dikamarnya dapat kudengar, inikah sosok Printessa idaman Rostov? Pemarah dan perusak sangat mirip dengan seseorang, seringaiku senang.

Tak lama kudengar suara tangisan dan berhentinya suara kerusakan didalam, akupun akhirnya masuk dengan tanpa mengetuk pintu.

"Oww printessa ku apa gerangan yang  membuatmu kesal?" Ia tidak menjawab dan diam sepertinya malu karena keadaanya yang seperti ini.

“Ma.. maaf aku menghancurkan kamar ini” lirihnya disela tangisnya.

“Tak apa luapkanlah, ini sudah jadi milikmu apapun yang kau mau disini bisa kau dapatkan” bisikku padanya, ia sempat merinding dan menjauhiku sampai akhirnya menerima keberadaanku.

“Benarkah? Kalau begitu beri aku pengawal setia dimana dia hanya setia padakku dan sangat tangkas dalam bertarung”.

“Tentu saja apapun yang kau mau” ia terhenyuk sesaat saat melihat seringaiku dan kemudian tersenyum penuh arti.

Aku mendapati pengawal muda dan memenuhi permintaan printessa frensques yang sama sekali merahasiakan niatnya, dan tebakkan dikepalaku ia akan mengacaukan kekasih Liam, ini menarik sekali.

Dvorets, Peterburg

Printessa Frensques 

Printessa Frensques bukanlah orang bodoh ia tahu maksud dibalik bantuan sang Koroleva, maka kini ia manfaatkan pengawal pribadinya itu untuk ke Moskwa dengan membawa nama Koroleva agar ia tetap main dibelakang layar tanpa ada yang tahu.

Hampir satu hari penuh aku menunggu kabar dari pesuruhku, dan akhirnya ia datang dengan kabar yang sangat tidak menduga dimana gadis itu adalah kerabat Koroleva, bernama Adera dan merupakan anak pungut keluarga Ser Punn, bisa bisanya ia kalah dengan gadis rendahan seperti itu, baiklah mari kita mulai permainanmu.

Aku mengusahakan Koroleva agar bertemu dengan Adera di Dvorets Peterburg, meski kesulitan namun ancamanku dengan nama Koroleva pun didengar oleh mereka, bukan hanya Adera yang datang ada dua pria muda dan Ser Pun sendiri, aku mengadakan jamuan makan malam dengan perintahku karena kini perintahku sekelas perintah Koroleva dan mampu melakukan apapun, mengumpulkan seluruh anggota keluarga kaisar, membuat Koroleva dan Prints Dom terbelalak dengan apa yang ia lihat, meski kini Prints Liam terus mencuri pandang pada Adera namun tiada yang lebih menyenangkan dari mendapat pemandangan kekhawatiran seorang Koroleva yang dikenal kejam dan tak kenal takut.

Kini aku ada diruangan milik si Alica ini, dia begitu marah dan mendorongku hingga tersungkur.

“Apa maumu hah? Apa kau tahu sesuatu tentang ku?.

“Ya ya…ng mu…lia” jawabku terbata bata karena cengkraman keras didaguku olehnya.

“Dengar jika kau melakukan sedikit saja yang mampu merugikanku jangan harap bisa hidup tenang selama kau disini”.

“Tenang Koroleva, lepaskan aku, aku ingin bernegosiasi”.

“Jika kau ingin aku bungkam, maka turuti perintahku”.

“Apa?” ia benar benar masuk jebakanku fikirku senang.

“Aku ingin Adera kau pindah tempatkan jauh dari Moskwa dan Peterburg, jamin jika ia tidak akan bertemu prints liam ,dan buat kakaknya tinggal di Dvorets agar tidak ada kebocoran, hanya kau dan aku yang tahu” tawarku padanya, ia pun segera menurutinya dengan mudah.

Seperti yang kuharapkan semuanya berjalan sesuai keinginanku, kini kaka Adera Ser Alan akan ditugaskan tetap di Dvorets, sempat menolak keinginan Koroleva namun pada akhirnya menolak keinginannya adalah sebuah dosa, dengan terpaksa Adera hilang selamanya dari pandangan Liam, tawa kemenanganku bergema dalam fikiranku saat ini.

Gerbang Kaukasus, Rostov

Adera 

Inilah aku Devushka V Kletke , sangat menyedihkan. Sendirian di antara gerbang besi dengan tombak disetiap sisi seakan seorang tahanan dan penjahat yang paling dijaga. Rasanya keluar dari sini adalah hal mustahil, bohong jika printessa menjamin keamananku ke Moskwa, ia kini mengurungku aku ingin pulang, rindu menaraku.

Tuturku dalam alunan nada 

Bawa aku, 

Bawa aku kepelukanmu lagi,

Menyesal akan penolakan

Tak seharusnya melepaskan genggaman

Datanglah padaku kini aku menerimamu

Matahari datanglah padaku

Bulanmu menginginkamu

Rinduku yang terucap dalam benak

Dengan seberaninya, buat yang penghabisan kalinya

Aku membelai-belai wajahmu yang terkasih di dalam pikiran,

Membangkitkan impian dengan kekuatan hati

Dan dengan rasa takut yang lemah dan

Dengan kemuraman mengenang cinta bagimu.

Tahun-tahun kita saling silih berganti berkejaran

Mengubah segalanya, mengubah kita

Tentunya engkau dengan pakaian gelap perkabungan

Diperuntukkan bagi penyairmu

Dan sahabatmu ini telah mati untukmu.

Damaikanlah sahabatku yang jauh

Rasa berpisah hatiku

Menjelang pemenjaraannya

Tak bisakah aku berbahagia sebentar saja, mendapat cinta dari Printsku dan mendapat pengakuan dari Koroleva yang masih menjelma dalam sebuah keadaan menyembunyikanku dalam diam.

Brat Alan mengapa kau membiarkanku saat aku berkata aku mampu tanpamu, kau biasa menolak dan menginginkan kebersamaan kami, apakah pesona Tsarmu mengalahkan aku, kini aku cemburu dengan dua orang bersamaan, Tsar Louis yang dikagumi bratku dan Prints Dominic yang diakui Mat’ku, kau fikir aku tak tahu aku seorang gadis yang kau lahirkan namun aku sepertinya membawa petaka jika kau beberkan, rintih air mataku membasahi pipi sampai ke kerah gaunku.

Dictionary

Schastvitsa : Gadis beruntung

Czar knight: Panglima Tsar (julukan yang diberikan pada penjahat unggul asal Moskwa yang kebenaran siapa dia belum diketahui)

Heather: Wanita primadona,menarik nan elegan tak tertanding

Devushka V Kletke: Gadis Terkurung

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status