Share

Part 47

 “Selamat malam, Neesha. Belum tidur?” Aldric melangkah menghampiri Neesha yang sedang asyik bermain piano.

“Malam, Uncle. Neesha belum mengantuk, masih menunggu siapa tahu sebentar lagi Papa datang menjemput Neesha. Neesha kangen Papa.”

Aldric mengelus rambut panjang Neesha dengan lembut, kemudian ia menunduk dan menyejajarkan posisi wajah dengan bocah perempuan itu. “Main pianonya bisa istirahat sebentar? Ada seseorang yang ingin bertemu Neesha.”

Kaneesha mendongak dengan mata berbinar. “Papa yang datang kan?”

Aldric menggeleng perlahan. “Bukan, Sayang.”

“Yaaaah … ternyata bukan Papa.” Seketika binar indah di mata Kaneesha meredup.

“Sabar ya, Nak. Papamu masih membutuhkan waktu.”

“Sampai berapa lama? Papa sudah terlalu lama di luar kota.”

“Emmm … tunggu saja. Ah ya, kata Alsen, selama ini Neesha ingin punya kakek dan nenek, ‘kan?”

“Yeah, Neesha iri pada Alsen. Alsen punya mama yang baik, tidak seperti mama Neesha yang lebi

Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status