Share

Bab 1301

Author: Rexa Pariaman
Yogi sedikit bingung. Dia tidak mengerti mengapa Ewan mengatur agar dia pergi ke Papandaya. Dia sendiri tidak familier dengan Papandaya.

"Bisa memiliki kekuatan yang setara dengan ahli Daftar Harimau di usiamu sekarang, itu menunjukkan bahwa gurumu mengajar dengan sangat baik. Tapi untuk jalan selanjutnya, gurumu sudah nggak bisa banyak membantumu lagi."

"Kamu pergi ke Papandaya. Kalau ada waktu, aku akan membimbingmu sedikit. Nggak perlu beberapa tahun, kamu akan bisa melampaui gurumu."

Mata Yo
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2398

    Begitu mendengar ucapan Nazar, Ewan berkata pelan, "Tua bangka, kamu keterlaluan juga. Kenapa malah menjatuhkan nama Master Sunnata?""Huh, sejak dulu aku memang nggak suka sama dia. Kalau dulu dia nggak sedikit lebih unggul dariku, aku yang akan jadi peringkat kedua di Daftar Naga."Nazar menyeringai dengan licik. "Pendeta itu juga belum tahu kalau sekarang aku sudah jadi kultivator abadi tingkat fondasi tahap menengah. Nanti kalau bertemu lagi, pasti akan kuhajar dia sampai giginya rontok."Ewan berkata, "Ada pepatah bilang, lebih baik merobohkan satu kuil daripada menghancurkan satu pernikahan. Kamu ini kepala sekte, tapi tindakanmu kelewatan begitu.""Kelewatan apanya?" balas Nazar. "Wanita itu bukan orang baik. Kalau mereka benar-benar nikah, laki-laki itu bakal menderita."Saat mereka berbicara, pasangan di belakang sana sudah mulai bertengkar."Kita sudah bersama selama ini, kenapa kamu malah percaya pendeta busuk yang nggak kamu kenal itu?""Kamu nggak dengar? Dia pemimpin Akad

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2397

    Sepasang mata Nazar menatap wanita itu tanpa berkedip, seolah-olah ingin menempelkan bola matanya langsung ke tubuh wanita itu.Wanita itu juga menyadari Nazar sedang menatapnya, lalu buru-buru menutupi bagian kerah bajunya dengan tangan.Ewan merasa sangat malu dan berbisik pelan, "Tua bangka, dia sudah sadar kalau kamu menatapnya. Bisa berhenti nggak?""Memangnya kenapa kalau lihat? Apa dia bakal berkurang dagingnya cuma karena kulihat beberapa kali?" Suara Nazar cukup keras hingga pasangan itu bisa mendengarnya.Pemuda berkacamata itu baru saja hendak bicara, tetapi wanita itu lebih dulu membuka mulut."Pendeta busuk, lihat apa kamu? Kalau masih berani lihat lagi, awas ya, nanti kucungkil matamu!" bentak wanita itu dengan nada kasar sambil memelototi Nazar.Nazar tersenyum. "Nona, semua orang punya hati yang mencintai keindahan. Kamu secantik ini, aku cuma lihat beberapa kali, kamu juga nggak rugi apa-apa. Kenapa harus marah?""Aku kasih tahu kamu satu rahasia. Di dunia ini ada begi

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2396

    Keesokan harinya, tepat saat tengah hari.Ewan dan Nazar tiba di kaki Gunung Angkara. Mereka mendaki gunung menyusuri tangga batu. Sepanjang perjalanan, wisatawan hilir mudik tanpa henti, sementara pemandangannya sangat indah.Tak lama kemudian, mereka tiba di jalur gunung yang sangat curam. Di kedua sisi, tebing menjulang tajam seperti dipahat. Tangga berliku yang menempel di lereng tampak seperti tangga menuju gerbang langit di antara awan.Jumlah anak tangganya mencapai ribuan.Setelah Ewan dan Nazar mendaki setengah perjalanan, Nazar berkata, "Bocah, aku capek. Harus istirahat sebentar."Ewan tersenyum. "Bukannya kamu kultivator abadi dengan kultivasi tinggi? Masih perlu istirahat?""Bukan urusanmu." Nazar melotot pada Ewan, lalu duduk di pinggir jalan. Bola matanya bergerak ke sana kemari seperti pencuri.Barulah Ewan sadar, si tua bangka ini sebenarnya ingin mengintip para wisatawan. Terutama saat melihat gadis-gadis muda cantik berpakaian tipis dan terbuka, mata Nazar langsung b

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2395

    "Kenapa? Kamu nggak mau? Kalau nggak mau, kembalikan saja padaku," kata Ewan.Nazar berkata, "Uang yang sudah diberikan itu ibarat air yang sudah tumpah. Masa kamu mau minta kembali? Nggak malu?""Aku cuma bercanda. Lihat tuh, sampai tegang begitu." Ekspresi Ewan penuh ejekan. Alasan dia begitu murah hati sebenarnya karena merasa berterima kasih kepada Nazar.Kali ini, kalau bukan karena Nazar bersikeras datang ke Kota Lokara, Ewan jelas tidak mungkin mendapatkan keberuntungan sebesar ini. Bisa dibilang, Nazar berjasa sangat besar.Ewan berhasil memulihkan sepuluh aliran energi murni, memperoleh Mutiara Radaya, Kitab Dewa Spiritual, dan satu Kaldron Kosmik. Hasil yang didapat sangat besar. Sebaliknya, Nazar sama sekali tidak memperoleh apa pun.Sebenarnya, Ewan sengaja mentransfer uang sebanyak itu untuk menghibur Nazar.Nazar berkata, "Bocah kurang ajar, kamu langsung kasih aku uang sebanyak ini sampai aku merasa agak bersalah. Rasanya aku sudah mengecewakanmu.""Kenapa merasa begitu?

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2394

    Setelah huruf-huruf kuno emas itu masuk ke tengah dahi Ewan, dia langsung merasakan seluruh tubuhnya menghangat, seperti berjemur di bawah matahari pada musim dingin. Sangat nyaman.Tak lama kemudian, ratusan huruf kuno itu membentuk sebuah kitab suci dan terpatri jauh di dalam benak Ewan.Isi kitab itu sangat luas dan mendalam, sulit dipahami. Ewan membutuhkan waktu cukup lama untuk memahami seluruh isi kitab tersebut, lalu mulai melafalkan isinya dalam hati.Beberapa saat kemudian ... bzzz! Tubuh Ewan tiba-tiba memancarkan cahaya emas. Bersamaan dengan itu, ratusan huruf kuno emas berputar di sekeliling tubuhnya dan membentuk sebuah pelindung cahaya yang menyelubunginya di tengah.Saat ini, Ewan tampak seperti Buddha, suci dan tak dapat diganggu gugat."Bukan cuma mendapatkan Kitab Dewa Spiritual, kamu bahkan bisa memahaminya dalam waktu sesingkat ini. Benar-benar membuatku iri setengah mati!" ujar Nazar dari samping sambil menatap dengan mata memerah.Beberapa saat kemudian, cahaya

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2393

    Dia memutuskan bahwa kalau nanti ada kesempatan, dia pasti akan mencari cara untuk menyambung kembali Pedang Cahaya Senja.Nazar memasang wajah kesal. "Bocah, aku nggak peduli, pokoknya kamu harus kasih aku sesuatu yang bagus. Kalau nggak, aku putus hubungan denganmu.""Apa lagi yang kamu inginkan?" tanya Ewan.Nazar berkata, "Harta lain aku nggak mau lagi. Kalaupun mau, kamu pasti nggak bakal kasih. Jadi kasih aku uang saja. Buatmu itu nggak sulit, 'kan?""Oke." Ewan langsung menyetujuinya sambil tersenyum. "Bagiku, uang hanyalah angka."'Sialan, bajingan ini berhasil pamer lagi!'Pada saat itu, fenomena lima bintang sejajar menghilang. Bulan purnama kembali berubah menjadi bulan sabit, sementara puluhan ribu bunga teratai di Sungai Irida layu dalam sekejap.Bersamaan dengan itu, cahaya yang menerangi kedua sisi gunung dan suara lantunan mantra juga menghilang.Langit dan bumi kembali tenang. Hanya dua naga air yang masih berbaring di atas permukaan sungai sambil meraung pelan, seolah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status