Share

Bab 1356

Author: Rexa Pariaman
"Saya ada di sini!" Empat kata itu terdengar lantang. Ewan menatap sekeliling. Dia hanya mendengar suaranya, tetapi tidak melihat orangnya.

Detik berikutnya, pandangannya tertuju ke arah pagoda dan hatinya terguncang. Master Hampa berada di dalam pagoda itu!

Perlu diketahui, posisi Ewan saat ini berjarak sekitar 100 meter dari pagoda tersebut. Artinya, Master Hampa yang berada di dalam pagoda sejauh 100 meter itu masih bisa mendengar percakapan antara Ewan dan Dharmadaya dengan jelas.

Dalam hati, Ewan kagum. 'Memang pantas dijuluki biksu agung. Tingkat kultivasinya benar-benar luar biasa!'

Dharmadaya menunjuk ke arah pagoda dan berkata, "Pagoda ini bernama Pagoda Pencerahan."

"Pagoda ini pertama kali dibangun pada 960 Masehi. Sampai sekarang, usianya sudah lebih dari 800 tahun."

"Pagoda Pencerahan berdiri di atas tebing. Dahulu, banyak pendahulu Kuil Naga Langit yang memperoleh pencerahan di dalam pagoda ini, lalu pergi menuju tanah suci. Dalam beberapa tahun terakhir ini, guruku juga
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1372

    "Master, apa maksudmu?" Ewan tampak kebingungan.Luka Master Hampa sangat serius. Jika tidak segera ditangani, kondisinya hanya akan semakin memburuk. Apalagi, di bawah menara masih ada seorang ahli tingkat atas yang mengintai.Master Hampa tersenyum dan berkata, "Lukaku nggak penting. Ewan, bagaimana kemajuan latihan Pedang Enam Nadi?"Ewan menjawab, "Sejujurnya, aku merasa malu. Walaupun jurus pedangnya sudah sepenuhnya kupahami, tingkat kultivasiku terlalu rendah, sehingga kekuatan tiga pedang terakhir nggak bisa kukeluarkan.""Tiga jurus pedang terakhir memang sangat sulit dilatih ...." Saat berkata demikian, mata Master Hampa tiba-tiba membelalak. "Ewan, tadi kamu bilang bahwa kekuatan tiga jurus pedang terakhir nggak bisa kamu keluarkan?""Kalau begitu, sebenarnya kamu sudah memahami tiga jurus pedang terakhir itu .... Apa benar seperti yang kupikirkan itu?"Ewan mengangguk. "Master benar. Keenam jurus pedang itu sudah kupahami semuanya.""Benarkah?" Master Hampa tampak sangat ge

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1371

    Dharmadaya terkejut setengah mati.Teknik transmisi suara juga merupakan salah satu dari Tujuh Puluh Dua Jurus Mahayana Buddha. Dalam hampir 200 tahun terakhir, hanya segelintir orang yang berhasil menguasainya. Tak disangka, gurunya telah menguasai teknik itu.Master Hampa terus menggunakan transmisi suara untuk memberi instruksi kepada Dharmadaya, "Dharmadaya, kamu berjaga di sini dan awasi Marwanto. Kalau dia berani menerobos masuk tanpa izin, segera gunakan Pedang Enam Nadi sebagai tanda peringatan.""Tapi, kamu nggak perlu terlalu khawatir. Marwanto tadi terluka cukup parah. Dalam enam jam ke depan, lukanya akan sulit pulih. Aku akan naik ke menara untuk melihat Ewan. Sepertinya dia sedang mengalami sedikit masalah."Dharmadaya mengangguk pelan.Master Hampa melangkah menuju lantai kedua. Saat menginjak anak tangga, dia tiba-tiba menoleh dan menatap Dharmadaya. Di kedua matanya terpancar rasa enggan yang mendalam.Dharmadaya menangkap pandangan itu. Entah kenapa, hatinya mendadak

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1370

    "Amitabha." Master Hampa berkata, "Tuan Marwanto salah paham.""Salah paham?" Marwanto mendengus dingin. "Faktanya sudah jelas di depan mata. Kamu melindungi bocah itu, di mana letak salah pahamnya?"Master Hampa berkata, "Pertama, apakah Tuan Ewan benar-benar keturunan Tuan Ega, aku tidak tahu. Kedua, apa pun dendam dan permusuhan antara Kota Terlarang dan Tuan Ewan, aku juga tidak mengetahuinya. Terakhir, aku tidak pernah mengatakan akan melindungi Tuan Ewan.""Apa maksudmu?" Marwanto berkata dingin. "Kalau kamu nggak melindunginya, cepat minggir dan jangan menghalangiku membunuhnya."Dharmadaya berseru cemas, "Guru ...."Master Hampa melanjutkan, "Tuan Marwanto, Menara Pencerahan adalah tanah suci kuil kami. Aku menghalangimu hanya untuk mencegahmu masuk ke dalam menara.""Setelah Tuan Ewan keluar dari menara, apa pun yang ingin kamu lakukan adalah urusan kalian berdua. Aku nggak akan ikut campur. Hanya saja, aku punya satu syarat. Tidak boleh ada pembunuhan di Kuil Naga Langit."Ma

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1369

    Akhirnya, kecepatan kedua orang yang sedang bertarung itu perlahan menurun.Master Hampa baru saja menghindari tendangan tajam Marwanto, lalu dia melancarkan sebuah serangan ke depan dan bersiap menahan pukulan Marwanto. Namun, telapak tangannya hanya mengenai udara.'Tipuan?'Alis Master Hampa terangkat. Secara naluriah dia ingin mundur, tetapi tiba-tiba dia merasakan embusan angin kencang menyerang dari belakang.Tak punya pilihan lain, Master Hampa hanya bisa maju ke depan.Pada saat itu, Marwanto sudah kembali memutari dan muncul di depan Master Hampa. Dengan kembali memanfaatkan gerakan tubuhnya yang aneh, dia melancarkan lebih dari 30 pukulan berturut-turut ke arah Master Hampa.Keduanya saling menyerang dan membalas, serta bertarung dengan sangat sengit.Beberapa saat kemudian. Tiba-tiba, tanpa tanda apa pun, keduanya berhenti bergerak pada saat yang bersamaan.Lima detik berlalu."Mati kamu!" seru Marwanto. Kemudian, dia melayangkan satu pukulan ke arah Master Hampa. Master Ham

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1368

    Seketika, semua orang mengangkat kepala dan menatap lantai keempat Menara Pencerahan. Di sana terdengar desingan pedang yang mengguncang langit.Master Hampa dan Dharmadaya langsung berseri. Jelas sekali, Ewan telah berhasil memahami pedang keempat. Namun tak lama kemudian, aura pedang itu menghilang, dan lantai keempat kembali tenggelam dalam keheningan.Ada apa ini?Dharmadaya dan Master Hampa saling berpandangan. Beberapa saat berlalu, tetapi bayangan Ewan tak juga muncul dari lantai keempat.Hati keduanya pun mencelos. Mereka memikirkan satu kemungkinan.Ewan gagal!"Hahaha ...." Tiba-tiba Marwanto tertawa terbahak-bahak. "Pantas saja bocah itu bersembunyi, ternyata ada di dalam menara. Bagus sekali."Setelah berkata demikian, tubuh Marwanto berubah menjadi bayangan dan melesat menuju Menara Pencerahan. Tubuh Master Hampa berkelebat, langsung mengadang Marwanto."Amitabha." Master Hampa merapatkan kedua telapak tangan dan berkata tenang, "Menara Pencerahan adalah tanah suci kuil ka

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1367

    Terlalu kuat! Saking kuatnya sampai membuat orang putus asa!"Dharmadaya, selama bertahun-tahun ini kamu sama sekali nggak mengalami kemajuan. Benar-benar mempermalukan gurumu," ujar Marwanto.Begitu kata-katanya berakhir, Marwanto kembali menghantamkan satu pukulan. Kali ini, kekuatan pukulan itu jauh lebih besar daripada sebelumnya. Dari jarak belasan meter saja, Dharmadaya sudah merasakan bayang-bayang kematian menyelubungi dirinya."Tuan Marwanto, Dharmadaya hanyalah junior di hadapanmu. Bukankah tidak pantas yang tua menindas yang muda?"Sosok Master Hampa berkelebat. Dalam sekejap, dia sudah berdiri di depan Dharmadaya. Kemudian, dia mengulurkan satu jari dan menekannya ke depan.Plop ....Terdengar suara seolah udara ditusuk hingga pecah, sehingga memunculkan gelombang riak. Gelombang tinju Marwanto langsung pecah dan lenyap tanpa jejak."Tua bangka, ternyata kamu ada sedikit kemajuan juga. Kebetulan, aku memang ingin mencari seseorang untuk menguji hasil pertapaanku kali ini."

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status