分享

Bab 1407

作者: Rexa Pariaman
Dia mengira babak ini sudah pasti dimenangkannya. Siapa sangka, Ewan malah mendapat sebuah giok merah kelas atas. Hal yang paling ditakuti Izaz bukanlah kekalahan dalam pertandingan ini, melainkan janji yang sebelumnya dia berikan kepada Reksa.

Dia sudah mengatakan bahwa bahan mentah yang dipilih Ewan tidak mungkin menghasilkan giok. Jika sampai keluar giok, dia akan mengganti sesuai harga kepada Reksa.

Selama bertahun-tahun, Izaz memang menghasilkan banyak uang. Namun jika seluruh hartanya diju
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2286

    Pukul 1 siang, pesawat tempur mendarat di Laut Timur.Ewan turun dari pesawat tempur, lalu berkata sambil tersenyum, "Jenderal Sanusi, aku benar-benar nggak nyangka kemampuanmu menerbangkan jet sehebat ini."Sanusi tersenyum dan berkata, "Pak Ewan belum tahu, waktu pertama kali masuk militer, aku memang berasal dari angkatan udara. Aku mulai dari prajurit kecil yang bertugas membersihkan pesawat, lalu perlahan menjadi pilot kelas khusus. Setelah itu, karena penugasan pekerjaan, aku pindah ke posisi manajemen hingga mencapai jabatan sekarang.""Luar biasa," puji Ewan dengan tulus.Bagi orang seperti Sanusi, bisa melangkah dari seorang prajurit biasa hingga mencapai posisinya saat ini benar-benar tidak mudah.Sanusi tersenyum, lalu berkata, "Sebenarnya, yang benar-benar luar biasa justru para prajurit garis depan.""Latihan mereka sehari-hari saja sudah berat, belum lagi kalau ada masalah, prajurit di garis depan selalu menjadi orang pertama yang maju.""Seperti insiden Pulau Kosong kali

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2285

    "Berani sekali menculik Jenderal Umay di ibu kota! Apa orang itu sudah bosan hidup?"Latif dan Travis dipenuhi aura membunuh."Sudah ada petunjuk? Siapa pelakunya?" tanya Ewan kepada Dewa Perang. Saat ini, di dalam hatinya terpendam niat membunuh yang membumbung tinggi.Selama ini, keluarga dan para wanita yang dia cintai adalah batas terlarang bagi Ewan. Dia bahkan sudah memutuskan, siapa pun yang menculik Neva, dia tidak akan membiarkan orang itu tetap hidup.Dewa Perang berkata, "Kalau bicara soal pelaku, kalian semua mengenalnya. Dia cucu Umay, Willy.""Willy?" Latif tercengang. "Bukannya bocah itu di luar negeri?"Dewa Perang menjelaskan, "Semalam dia diam-diam kembali dan menculik Umay serta Neva. Bocah itu bisa kembali dari luar negeri tanpa terdeteksi oleh kita. Itu menunjukkan bahwa dia sangat licik. Selama ini kita semua meremehkannya.""Bukan cuma itu, kami juga menemukan bahwa saat menculik Umay dan Neva, di sisinya ada seorang prajurit super.""Aku curiga, markas rahasia t

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2284

    Travis memandang Ewan, lalu berkata, "Kali ini aku memanggilmu ke ibu kota karena ingin minta kamu pergi ke Pulau Kosong di Laut Timur untuk menyelidiki situasi di sana sampai jelas. Gimana pendapatmu?"Ewan berdiri, lalu menyahut, "Pak Travis, tentara menjunjung tinggi kepatuhan terhadap perintah. Sebagai seorang tentara, tentu aku nggak akan menolak. Tenang saja, aku pasti akan menyelidiki masalah Pulau Kosong sampai tuntas."Travis mengangguk sambil tersenyum. "Bagus.""Rekan-rekan, kalau nanti benar-benar terjadi perang, begitu perang dimulai, beberapa zona militer utama harus siap memberikan dukungan ke Laut Timur kapan saja.""Departemen Operasi, segera susun rencana tempur. Selain itu, bagian logistik harus memastikan persediaan perlengkapan dan material tetap mencukupi.""Baiklah, istirahat sepuluh menit. Semua keluar dulu untuk menghirup udara segar. Ewan, Dewa Perang, Latif, kalian bertiga tetap di sini."Tak lama kemudian, para jenderal tua meninggalkan ruang rapat.Travis b

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2283

    "Apa?" Para jenderal tua yang hadir langsung terkejut."Tapi kami berhasil mendapat sebuah rekaman dari satelit dan mengirimkannya kembali. Silakan dilihat."Sanusi menyalakan layar besar di ruang rapat. Tak lama kemudian, sebuah video muncul di layar.Terlihat sebuah pulau kecil dengan lautan di sekitarnya yang telah memerah oleh darah. Di permukaan laut bukan hanya ada ratusan mayat mengambang, tetapi juga ikan mati yang tak terhitung jumlahnya. Bahkan, ada puluhan hiu yang ikut mati."Satelit nggak menemukan pelaku dan di Pulau Kosong juga tidak terlihat pasukan Negara Jaban. Informasi yang diketahui saat ini hanya itu. Laporanku selesai." Setelah berkata demikian, Sanusi duduk kembali di kursinya.Travis lalu berkata, "Masalah ini sangat serius. Karena itu aku mengundang semua orang untuk mengadakan rapat darurat ini, ingin mendengar pendapat kalian."Seorang jenderal tua berkata, "Sudah jelas, ini pasti ulah Negara Jaban. Selain mereka, siapa lagi yang berani bertindak segila ini?

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2282

    Rapat dimulai.Semua orang memandang Travis yang duduk di kursi paling depan. Mereka juga ingin tahu, sebenarnya apa yang telah terjadi?Travis berkata, "Hari ini aku undang kalian semua kemari karena telah terjadi sebuah peristiwa besar. Sanusi, jelaskan kepada semua orang."Sanusi adalah pria yang berusia 54 tahun. Dia adalah komandan tertinggi yang menjaga Laut Timur."Baik," jawab Sanusi. Lalu, dia berdiri dan berkata, "Semua pasti tahu tentang Pulau Kosong, 'kan?"Mendengar itu, hati semua orang langsung terguncang."Sanusi, apa terjadi sesuatu di Pulau Kosong?""Jangan-jangan Negara Jaban mulai bergerak?""Dulu saat masa perang, Negara Jaban melakukan kejahatan besar di negara kita. Utang itu belum lunas. Kalau mereka berani membuat masalah di Pulau Kosong, sekalian saja kita hitung dendam lama dan baru."Beberapa jenderal tua berbicara silih berganti."Tenang!" Dewa Perang mengetuk meja, lalu berkata, "Sanusi, jangan bertele-tele lagi. Langsung saja ke inti masalahnya.""Baik."

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2281

    Pukul 10.40 pagi, helikopter mendarat di sebuah bandara yang paling dekat dengan Gedung Bayir. Baru saja Ewan turun dari helikopter, seorang pria paruh baya bermata tajam segera berjalan cepat menghampirinya."Pak Ewan, salam hormat. Aku datang menjemput atas perintah Pak Travis," kata pria paruh baya itu.Ewan langsung mengenali kalau pria itu berasal dari pasukan pengawal dan berkata, "Terima kasih.""Sama-sama, silakan." Pria paruh baya itu mempersilakan, lalu mengantar Ewan menuju sebuah mobil merah besar.Ewan memperhatikan bahwa mobil itu memakai pelat militer dan nomor pelatnya sangat khusus. Rasanya dia pernah melihatnya di suatu tempat."Ini mobil khusus Dewa Perang?" tanya Ewan.Pria paruh baya itu menjawab, "Ini kendaraan pribadi Pak Travis."Ewan akhirnya teringat. Pada malam pertempuran di Kota Terlarang dulu, Travis juga menaiki mobil ini."Pak Ewan, silakan masuk. Pak Travis masih menunggumu," ujar pria paruh baya itu.Ewan masuk ke kursi belakang. Pria paruh baya itu m

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status