Share

Bab 1867

Author: Rexa Pariaman
Saat berjalan ....

Tiba-tiba, Nazar yang memimpin di depan berhenti melangkah.

"Kenapa berhenti?" tanya Ewan.

Nazar menoleh dan menatap Ewan sambil menyeringai. "Bocah, mau makan torpedo harimau?"

Ewan menjulurkan kepala melihat ke depan. Dia mendapati sekitar 50 meter di depan ada sebuah pohon tua besar. Di pangkal pohon itu, seekor harimau Siberia sedang berbaring dan tidur nyenyak.

Harimau itu bertubuh sangat besar, panjangnya lebih dari dua meter. Seluruh tubuhnya dipenuhi garis-garis hitam.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1870

    Wajah Ewan tampak terkejut.Setelah dia menarik daun bambu itu, aroma arak yang sangat kuat langsung menyebar dari dalam tabung bambu. Ewan menunduk dan melihat cairan di dalamnya berwarna kehijauan, dengan aroma buah kiwi yang sangat jelas."Ini arak monyet?"Ewan tidak ragu lagi. Dia langsung meneguk habis seluruh arak di dalam tabung bambu itu dalam satu tegukan. Begitu arak itu masuk ke tenggorokannya, rasanya harum, manis, dan lembut.Ewan pernah minum arak tua berumur 50 tahun, juga pernah minum arak koleksi 30 tahun. Kedua arak itu sudah termasuk kelas tertinggi di antara minuman keras. Namun dibandingkan dengan arak monyet ini, baik aroma maupun rasanya terasa seperti langit dan bumi.Bukan hanya itu, dengan pengetahuannya tentang arak, Ewan bisa memastikan bahwa arak monyet ini setidaknya telah berumur 100 tahun.Ewan menjilat bibirnya, masih merasa belum cukup."Bocah, sisakan sedikit untukku!" teriak Nazar yang baru tersadar. Dia buru-buru merebut tabung bambu dari tangan Ew

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1869

    Harimau Siberia itu terkejut dan langsung melepaskan anak monyet, lalu menoleh menatap Ewan dengan tajam. "Lihat apa? Pergi!" bentak Ewan dengan suara berat.Namun sebagai raja hutan, harimau Siberia itu tampaknya tersulut amarah oleh Ewan."Auuum!"Harimau itu mengaum ke arah Ewan hingga mengguncang seluruh hutan. Matanya menatap tajam ke arah Ewan, berjalan mondar-mandir di tempat dengan sorot mata yang penuh keganasan."Nggak dengar kata-kataku? Kalau kamu nggak pergi sekarang, jangan salahkan aku kalau aku bertindak kasar." Ewan mengangkat tangannya, dan di ujung jarinya energi pedang berkilat-kilat.Harimau Siberia itu ketakutan. Ia melompat beberapa kali lalu langsung masuk ke dalam hutan pegunungan. Nazar mencibir, "Bagaimanapun juga dia raja hutan, tapi kenapa begitu nggak punya harga diri. Sudah dua kali ditakuti sampai kabur hari ini.""Dia memang binatang, tapi bukan bodoh. Dia tahu bakal dipukul kalau nggak lari," kata Ewan. Setelah itu dia berjalan menuju anak monyet tadi.

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1868

    Ewan mengikuti arah yang ditunjuk oleh jari Nazar. Begitu melihatnya, wajahnya langsung dipenuhi kegembiraan. "Ginseng seratus tahun!"Di pangkal pohon tua itu tumbuh sebuah tanaman ginseng. Batangnya tampak seperti pohon kecil, daunnya rimbun, dan di atasnya dipenuhi buah-buah kecil berwarna merah cerah.Menurut pengetahuan Ewan, batang ginseng biasanya hanya setinggi 30 sampai 60 sentimeter. Namun, ginseng di depan mereka ini memiliki batang lebih dari satu meter."Bocah, aku nggak salah bilang, 'kan? Tempat harimau berdiam pasti menyimpan harta," kata Nazar dengan bangga."Kali ini kamu kebetulan benar," kata Ewan. Setelah itu, dia bersiap maju untuk menggali ginseng tersebut. Namun tanpa diduga, Nazar melangkah maju dan berdiri menghalangi Ewan."Tua bangka, kamu mau apa?" tanya Ewan dengan ekspresi tidak ramah.Nazar tersenyum. "Aku yang nemu ginseng ini. Jadi, sebenarnya itu milikku. Tapi karena kamu suka, aku akan bermurah hati dan memberikannya kepadamu. Tapi, kamu nggak boleh

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1867

    Saat berjalan ....Tiba-tiba, Nazar yang memimpin di depan berhenti melangkah."Kenapa berhenti?" tanya Ewan.Nazar menoleh dan menatap Ewan sambil menyeringai. "Bocah, mau makan torpedo harimau?"Ewan menjulurkan kepala melihat ke depan. Dia mendapati sekitar 50 meter di depan ada sebuah pohon tua besar. Di pangkal pohon itu, seekor harimau Siberia sedang berbaring dan tidur nyenyak.Harimau itu bertubuh sangat besar, panjangnya lebih dari dua meter. Seluruh tubuhnya dipenuhi garis-garis hitam. Kepalanya besar dan bulat, di dahinya ada beberapa garis hitam melintang."Kenapa, kamu mau menyembelihnya?" tanya Ewan.Nazar tersenyum dan berkata, "Aku sudah hidup sampai usia segini, tapi belum pernah makan torpedo harimau liar. Katanya kalau direndam dalam arak, efek penambah keperkasaannya luar biasa. Mau coba?"Ewan memaki dengan kesal, "Coba apanya! Harimau Siberia itu hewan yang dilindungi. Kalau kamu berani membunuhnya, kamu bisa ditembak."Nazar tidak peduli. "Di hutan pegunungan ter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1866

    Setelah keluar dari makam. Nazar memberi perintah kepada Tandi, "Setelah peti mati giok putih terbaik itu dikeluarkan, langsung ledakkan makam ini.""Kenapa?" Tandi tidak mengerti.Nazar berkata, "Ini adalah makam leluhur Keluarga Sinaga, nggak perlu dibiarkan tetap ada. Aku ingin memutus garis leluhur Keluarga Sinaga dan memotong keberuntungan mereka.""Tandi, lakukan saja seperti yang dikatakan orang tua ini," kata Ewan. "Kalau nanti orang-orang dari Kota Terlarang bertanya, kamu bilang saja dia yang melakukannya."Nazar langsung melotot. "Bocah sialan, jangan jebak aku seperti itu."Ewan tertawa kecil. "Aku cuma bercanda, jangan dianggap serius."Tandi segera berkata, "Master Nazar, masih ada satu hal lagi yang perlu kamu bantu tangani."Nazar bertanya, "Yang kamu maksud tujuh pohon pinus berusia ratusan tahun itu?"Tandi mengangguk."Cuma masalah sepele. Aku akan langsung menyelesaikannya."Setelah berkata demikian, Nazar berjalan cepat ke depan tujuh pohon pinus tua itu dan melemp

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1865

    "Pergi!" Nazar menatap tajam Tandi, lalu berjalan keluar ruang makam dengan marah.Ewan berbisik kepada Tandi, "Setelah kami pergi, segera kirim peti mati giok putih terbaik ini."Tandi bertanya, "Kamu mau? Lalu bagaimana dengan Master Nazar ...."Ewan memotong perkataannya dan berkata, "Kalau nanti orang tua itu bertanya, bilang saja ini perintah Dewa Perang. Peti mati giok putih terbaik ini sangat berharga dan merupakan harta nasional, seharusnya diserahkan kepada negara."Baru saat itu Tandi mengerti bahwa Ewan tidak berniat memilikinya sendiri. Dia langsung mengangguk dan berkata, "Baik!"Ewan lalu berpesan kepada Tandi dan penjaga gunung, "Oh ya, sebelum Kota Terlarang dimusnahkan, identitasku nggak boleh diumumkan. Kalian harus merahasiakannya."Tandi mengangguk. "Aku mengerti."Penjaga gunung juga berkata, "Pak Ewan tenang saja. Aku nggak akan membocorkan sepatah kata pun."Ewan mengangguk pelan. Pada saat itu, tiba-tiba terdengar suara ledakan dari luar. Mereka segera meninggal

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 667

    Mereka tentu tahu, masalah yang dimaksud Ewan adalah soal dirinya menyinggung Darwin."Pak Ewan, aku percaya masalah itu akan segera berlalu.""Ya, Pak Ewan, kamu yang paling hebat.""Kami semua percaya padamu!"Sekelompok perawat muda itu berusaha menghibur Ewan. Harus diakui, wanita memang makhluk

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 680

    Darwin dan Stevanus sama-sama menunjukkan wajah penuh rasa canggung. Baru sekarang mereka sadar, ternyata Lisa bukan datang untuk memberi mereka penghormatan. Mereka sudah salah paham dan terlalu percaya diri.Darwin berharap bisa langsung mencari lubang untuk bersembunyi. Kalau hanya dirinya, mungk

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 653

    Syut!Entah dari mana, Smith tiba-tiba mengeluarkan sebuah belati yang melesat cepat ke arah Ewan. Ewan tampak sudah menduga hal itu, sehingga dia berdiri di tempat dan melambaikan jarinya.Syush .... Sebuah jarum emas meluncur dengan suara berdesir.Smith yang hendak menerkamnya tersungkur seketika

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 709

    Ewan menghela napas pelan. "Kak Millie, bagaimanapun juga, ada beberapa hal yang tetap ingin aku katakan padamu.""Baiklah, kalau begitu jelaskan. Siapa sebenarnya pacarmu itu?" tanya Millie dingin."Kak Millie, aku nggak bohong. Kak Lisa memang pacarku. Aku sudah mengenalnya cukup lama.""Kalian su

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status