ログインDuarr!!Tak terhitung sambaran petaka langit yang jatuh menuju posisi Ewan berada. Kekuatan dan tekanannya begitu mengerikan. Wajah pria tua itu langsung berubah drastis.Tubuhnya sudah dihantam petaka langit sampai nyaris hancur. Kalau dia tidak segera menemukan cara untuk melepaskan diri dari Ewan, dia pasti akan mati.Dia adalah seorang ahli tingkat dewa, tetapi dipaksa sampai ke kondisi seperti ini benar-benar membuatnya merasa terhina dan tertekan."Roooaaarr!"Pria tua itu tiba-tiba meraung keras. Aura yang luar biasa dahsyat meledak dari tubuhnya.Sesaat kemudian, 36 aliran energi naga meledak dari belakang tubuhnya seperti bom, lalu menghantam dan menerbangkan Ewan.Pfft ....Darah langsung menyembur dari mulut Ewan.Namun, pria tua itu sama sekali tidak memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membunuh Ewan. Saat ini, dia hanya memiliki satu pikiran, 'Pergi secepat mungkin dari tempat ini.'Selama dia berhasil pergi, dia akan aman. Setelah itu, dia bisa bersembunyi dari kejauhan
Boom!Belasan aliran energi naga meledak dari tubuh pria tua itu, lalu melesat dan menghantam punggung Ewan. Ewan sampai memuntahkan darah akibat serangan itu, tetapi dia tetap memeluk erat pria tua tersebut."Bocah sialan ini ternyata ingin menjebakku dengan petaka langit. Hmph, aku nggak akan biarkan keinginanmu tercapai."Begitu memikirkan hal itu, pria tua tersebut segera mengendalikan 36 aliran energi naga ke atas kepala Ewan, bersiap memanfaatkan energi naga untuk menghancurkan ubun-ubunnya.Namun tak disangka, sebelum dia sempat membunuh Ewan, petaka langit sudah lebih dulu turun.Duarr!!Petir raksasa menyambar. Tiga puluh enam aliran energi naga itu seolah ketakutan luar biasa dan langsung masuk kembali ke dalam tubuh pria tua tersebut. Dalam sekejap, kulit kepala pria tua itu mati rasa.Belum selesai sampai di sana, petir itu terus menyambar menuju kepala Ewan.Di saat genting, Ewan dengan nyacerdik memeluk pria tua itu lalu mundur setengah langkah, membuat kepala pria tua it
"Petaka langit!" Ekspresi pria tua itu berubah drastis. Saat ini, dia benar-benar ingin mencabik-cabik Ewan menjadi beberapa bagian.Dia tidak menyangka, Ewan bahkan belum menjadi kultivator abadi, tetapi justru berhasil memicu petaka langit. Pria tua itu tidak ragu sedikit pun dan segera mundur.Namun, bagaimana mungkin Ewan membiarkannya begitu saja?"Tua bangka, bukannya kamu mau membunuhku? Jangan lari dong!" Ewan menggunakan Jimat Petir. Tubuhnya memelesat seperti cahaya, langsung mengadang di depan pria tua itu sambil tersenyum."Minggir!" Pria tua itu sontak menghantamkan satu serangan tapak. Sekarang dia hanya ingin keluar dari jangkauan petaka langit, sehingga begitu menyerang, dia langsung mengerahkan seluruh kekuatannya.Siapa sangka, Ewan sama sekali tidak berniat beradu langsung dengannya. Tubuhnya bergerak seperti bayangan hantu, menghindari serangan tapak pria tua itu.Melihat Ewan menghindar, pria tua itu hendak kembali melarikan diri, tetapi jalannya lagi-lagi diadang
"Kamu benar-benar mengira aku nggak bisa berbuat apa-apa padamu? Sekarang, biar kuberi tahu. Di hadapanku, kamu lemah seperti semut."Duar! Pria tua itu akhirnya meledakkan seluruh kekuatannya. Seketika, 36 energi naga muncul di belakang tubuhnya.Setiap energi naga panjangnya sekitar sembilan meter, memancarkan cahaya emas menyilaukan, bagaikan naga sungguhan yang melayang di udara. Pemandangannya sangat mengerikan.Tingkat puncak dewa! Pupil mata Ewan langsung menyempit.Sejak awal, dia memang sudah menyadari bahwa kultivasi pria tua ini luar biasa, tetapi dia sama sekali tidak menyangka kalau ternyata lawannya berada di tingkat puncak dewa.Artinya, pria tua ini hanya perlu melewati petaka langit untuk menjadi ahli tingkat maharaja.'Sial, kali ini benar-benar gawat!' Ewan mengumpat dalam hati. Rasa waspada yang sangat besar langsung menyeruak dalam dirinya. Dia merasakan tekanan yang amat berat.Hampir pada saat yang sama, di ruang rapat Gedung Bayir, para petinggi juga melihat kej
Syut! Energi pedang menembus titik di antara alis pemuda itu, membuatnya mati seketika.Matanya melotot lebar. Sampai mati pun dia tidak percaya dirinya benar-benar tewas di tangan Ewan.Boom! Ewan langsung melanjutkan dengan satu pukulan yang menghantam kepala pemuda itu.Krak! Kepalanya meledak berkeping-keping, darah muncrat ke mana-mana.Setelah itu, Ewan menendang mayatnya hingga terlempar. Buk! Tubuh pemuda itu jatuh tepat di depan sang pria tua.Baru pada saat itulah pria tua itu sadar tujuan Ewan melepaskan lima energi pedang tadi. Sebenarnya Ewan bukan berniat menyerang, melainkan mengalihkan perhatiannya agar dia tidak sempat menyelamatkan pemuda itu.Pria tua itu mendongak tajam dan menatap Ewan dengan penuh niat membunuh. "Kamu cari mati!"Sorot mata pria tua itu setajam pisau dan sangat mengerikan. Aura membunuh yang menakutkan memancar dari tubuhnya.Ewan sama sekali tidak takut. Dia menunjuk pria tua itu sambil berkata, "Tua bangka, sekarang giliranmu. Cepat sini. Akan k
Ucapan Ewan itu bagaikan sumbu peledak yang langsung menyulut emosi pemuda itu.Sebenarnya wajah pemuda itu biasa saja. Kalau di Negara Madonia, tingkat ketampanannya paling cuma masuk kelas tiga atau empat. Apalagi dibandingkan para pembaca novel yang tampan dan cantik, dia benar-benar sampah.Namun, wajah seperti itu di Negara Jaban sudah dianggap kelas atas. Lagi pula, negara sekecil itu memang tidak punya banyak pria tampan.Ditambah lagi, kulit wajah pemuda itu sangat putih bersih, seperti memakai bedak. Karena itulah, sejak kecil dia sering dikira perempuan.Justru karena hal itu, sepanjang hidupnya dia paling benci kalau ada orang menyebutnya seperti perempuan."Kamu yang kayak cewek!" Pemuda itu meraung marah sambil menghantamkan tinjunya ke arah Ewan.Basis kultivasi pemuda itu sangat tinggi, apalagi dia menyerang dalam keadaan murka. Tekanan pukulannya begitu mengerikan."Bajingan!" Melihat kejadian itu, pria tua itu langsung memaki dengan marah, sekaligus sedikit menyesal da







