Share

Bab 378

Author: Rexa Pariaman
Ewan datang, bahkan dia membawa dua peti mati. Jelas sekali, kedatangannya bukan dengan niat baik!

Mata Humam memancarkan kilatan dingin. Dia bertanya, "Dia sendirian?"

Manajer mengangguk. "Ya, cuma dia yang datang."

"Lisa mana?"

"Aku nggak melihat Bu Lisa."

Lisa tidak datang? Humam sedikit terkejut. Menurutnya, penopang terbesar Ewan adalah Lisa. Kenapa Ewan datang, tetapi Lisa malah tidak muncul?

"Gimana situasi di luar?" tanya Humam lagi.

Manajer menjawab, "Para satpam sudah mengepung Ewan."

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Mangun Suyatno
knp dicerita ini gk ada yg tlp polisi. kyk gk masuk akal gini ceritax
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1807

    Tinju dan mata pisau berbenturan tiga kali. Pada benturan terakhir, parang itu langsung patah oleh tinju Ewan."Hmph!"Maprana mendengus dingin. Dia menyadari bahwa kekuatan Ewan luar biasa besar, bahkan sedikit melampaui dirinya. Dia pun langsung mundur dengan cepat. Jarak antara keduanya langsung melebar hingga sepuluh meter.Mereka saling berhadapan dari kejauhan."Bukannya kamu mau bunuh aku? Kenapa berhenti? Aku nggak punya waktu untuk berbasa-basi denganmu," kata Ewan.Wajah Maprana tanpa ekspresi. Dia berkata, "Mengingat kamu baru saja menjadi ketua Organisasi Draken, aku nggak tega melihatmu mati tragis di sini. Lebih baik kamu bunuh diri saja.""Hahaha ...."Ewan tertawa keras, seolah baru saja mendengar lelucon paling lucu di dunia. Lalu dia menunjuk Maprana dan berkata, "Memangnya kamu siapa berani nyuruh aku bunuh diri?"Ekspresi Maprana menjadi muram. Ketegasan Ewan benar-benar di luar dugaannya.Ewan melanjutkan, "Hari ini adalah hari pemakaman Sida. Kamu berani membuat k

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1806

    Urat di dahi Maprana menonjol. Matanya memerah dan wajahnya dipenuhi niat membunuh yang dingin. Ewan telah membunuh Mariadi dan Magana berturut-turut, membuatnya benar-benar murka."Bukan manusia namanya kalau aku nggak bunuh kamu hari ini!"Terpancar tekanan yang besar dari tubuh Maprana, seolah-olah dia menyatu dengan langit dan bumi, tanpa celah sedikit pun.Seorang ahli tertinggi!Mata Ewan sedikit menyipit. Dia menyadari bahwa kemampuan Maprana jauh lebih kuat dibandingkan Mariadi dan Magana."Bunuh!" teriak Maprana dengan keras. Dia melangkah maju dan tiba di depan Ewan seketika, lalu melayangkan pukulan.Bruk!Ewan juga melayangkan pukulan. Tinju mereka bertabrakan dengan keras. Dalam sekejap, terdengar suara seperti benturan logam, bahkan percikan api muncul dari kedua tinju mereka.Semua orang yang hadir terkejut."Luar biasa!""Mereka seperti para ahli yang keluar langsung dari novel silat.""Pantas saja Sida menyerahkan posisi ketua kepada Ewan. Walaupun masih muda, kemampua

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1805

    Maprana mengangguk. Dia juga mengira bahwa Magana terbunuh oleh Ewan karena meremehkan lawan. Bagaimanapun juga, Ewan masih terlalu muda."Anak muda, ajalmu sudah tiba."Mariadi mengentakkan kaki kanannya ke tanah. Tubuhnya langsung melesat seperti peluru meriam dan seketika sudah tiba di depan Ewan.Plak!Mariadi melayangkan satu telapak tangan ke arah dada Ewan.Ewan tetap berdiri di tempat tanpa bergerak. Ketika telapak tangan Mariadi tinggal sekitar 20 sentimeter darinya, Ewan melayangkan satu pukulan.Bum!Tinju mereka bertabrakan, menimbulkan suara benturan yang berat.Namun, tinju dan telapak tangan itu dilapisi oleh energi dalam. Keduanya tetap mempertahankan posisi serangan dan berdiri di tempat tanpa bergerak. Ekspresi Mariadi seketika berubah drastis. Dia merasakan ada kekuatan dahsyat dari tinju Ewan yang menyerbu ke dalam meridiannya dan menghancurkan meridiannya satu demi satu."Kamu ... kamu ...."Mariadi menatap Ewan dengan mata penuh ketakutan.Dia tidak mengerti, baga

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1804

    Magana dibunuh oleh Ewan di tempat. Seluruh lokasi langsung gempar.Semua orang memandang Ewan dengan tatapan yang berbeda.Mereka tidak menyangka bahwa ketua muda Organisasi Draken ini bertindak begitu tegas. Tanpa sepatah kata pun, dia langsung membunuh Magana.Dewa Perang menatap Ewan dan di matanya muncul rasa kagum. Seorang pria memang tidak boleh ragu sedikit pun saat bertindak kejam. Itulah lelaki sejati!Maprana dan Mariadi juga sempat terpaku.Jelas, ketegasan Ewan benar-benar di luar dugaan mereka. Kalau tidak, apa pun yang terjadi, mereka tidak akan membiarkan Magana dibunuh di depan mereka."Adik ...."Mata Maprana memerah.Mariadi yang pertama tersadar kembali. Dia menunjuk Ewan dan berteriak dengan marah, "Mau dewa yang turun dari langit sekalipun, nggak ada yang bisa nolong kamu hari ini!"Ewan menunduk dan melirik jam tangannya. "Masih ada delapan menit."Apa maksudnya?Semua orang bingung.Ewan memandang Mariadi dan Maprana lalu berkata, "Upacara perpisahan Sida akan r

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1803

    "Sombongnya, nggak takut mati konyol apa?"Dewa Perang menatap Mariadi dengan wajah yang sangat muram. Dia juga tidak menyangka bahwa pada pertemuan kali ini, sikap Mariadi berubah total dan menjadi sangat arogan.Jelas sekali, kepercayaan diri Mariadi berasal dari Maprana.Maprana telah mengasingkan diri untuk berkultivasi selama bertahun-tahun. Sekarang setelah dia keluar, kekuatannya pasti telah meningkat pesat.'Entah sudah sampai tingkat apa kultivasinya sekarang?' Tatapan Dewa Perang beralih ke Maprana.Maprana memperhatikan tatapan itu lalu berkata dengan dingin, "Hari ini adalah urusan antara kami dan Ewan. Kusarankan sebaiknya kalian semua yang ada di sini jangan ikut campur. Kalau nggak, jangan salahkan aku kalau aku bertindak tanpa ampun."Swish!Begitu kata-katanya selesai, tubuh Maprana berubah menjadi bayangan. Semua orang hanya merasa pandangan mereka berkelebat, dan saat melihat dengan jelas kembali, Maprana sudah berada tepat di depan Dewa Perang.Apa yang ingin dilaku

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1802

    "Di mana Ewan? Keluar dan terima kematianmu!"Suara itu menggema di setiap sudut alun-alun, membuat gendang telinga para tamu dan murid Organisasi Draken yang hadir hampir pecah.Ada yang buat keributan?Tanpa dikomando, semua orang menoleh ke arah timur laut.Terlihat tiga sosok yang berjalan mendekat. Mereka mengenakan jubah naga berwarna ungu, dengan mahkota emas yang mengikat rambut mereka dan memancarkan aura luar biasa.Setiap langkah mereka berderap keras. Lalu di tanah langsung muncul jejak kaki sedalam lima sentimeter."Siapa mereka?""Aura mereka sangat kuat!""Sepertinya mereka datang dengan niat buruk!"Dewa Perang menoleh sekilas. Matanya tampak sedikit menyipit. Dia sudah mengenali tiga tamu tak diundang itu.Maprana, Mariadi, dan Magana dari Kota Terlarang!Tandi tiba-tiba berdiri dan berteriak, "Pengawal, hentikan mereka!"Swish swish swish!Belasan prajurit yang memegang senapan segera maju dan berdiri di depan Maprana dan dua orang lainnya."Enyahlah!" Magana mengibas

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 190

    Ewan sedikit tegang, karena nyawa Raja Naga saat ini benar-benar di ujung tanduk. Sedikit saja keliru, maka Raja Naga akan tamat."Jarum emas!" Ewan mengulurkan tangannya, lalu Fikri segera meletakkan jarum emas di telapak tangannya.Ewan mengambil jarum emas itu dan kembali menusukkan jarum. Swoosh

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 117

    "Ah ...." Teriakan memilukan meluncur dari mulut Thalia."Berisik! Kalau teriak lagi, kutembak kamu sekarang juga!" Senyum di wajah Lisa lenyap, digantikan tatapan dingin.Tubuh Thalia langsung bergetar, napasnya tercekat dan tidak berani bersuara sedikit pun.Lisa berkata datar, "Kamu bisa hidup te

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 112

    Seluruh ruangan terdiam dalam keterkejutan. Semua orang membuka mata lebar-lebar, menatap ke arah pintu aula perjamuan dengan ekspresi tak percaya.Dullah yang sebelumnya begitu angkuh dan merasa tak terkalahkan, kini terkapar di lantai, bahkan untuk berdiri pun tak mampu.Sementara Ewan berdiri teg

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 155

    Bam! Krak!Tulang wajah Fauzan retak. Dia merasakan sakit menusuk di wajahnya. Tentu saja, luka ini tidak ada apa-apanya bagi Fauzan.Namun, emosi Fauzan tersulut karena tindakan Ewan. Kenapa Ewan menginjak wajahnya saat mereka bertarung?Fauzan berteriak marah. Saat hendak bangkit, dia merasakan an

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status