LOGINReyhan Pradipta hanyalah pemuda biasa yang terjebak dalam kerasnya realita. Lulus dengan nilai tinggi ternyata tidak ada artinya tanpa koneksi dan uang. Hidupnya stagnan sebagai karyawan bergaji UMR, terhimpit tagihan kos bulanan, dan selalu menjadi sasaran cibiran di lingkaran sosialnya. Di mata orang-orang, terutama mantan teman sekelasnya yang terlahir sebagai anak konglomerat seperti Reno, Reyhan hanyalah pecundang tanpa masa depan. ‡ ‡ Namun, roda nasib berputar dengan cara yang tidak pernah ia bayangkan. Sebuah suara mekanis misterius mendadak mengubah jalan hidupnya selamanya. ‡ ‡ [Ding! Sistem Sign-In berhasil diaktifkan.] ‡ ‡ Hanya dengan melakukan sign-in setiap hari, Reyhan bisa mengklaim hadiah acak dengan nilai yang tidak masuk akal. Hari pertama, sepuluh miliar rupiah mendarat mulus di rekening banknya. Hari kedua, sebuah hypercar Bugatti La Voiture Noire langka seharga hampir dua ratus miliar menunggunya di area parkir. ‡ ‡ Uang tunai tanpa batas, properti mewah, saham perusahaan raksasa, semuanya kini berada dalam genggamannya hanya dengan satu sentuhan jari. ‡ ‡ Berbekal kekayaan yang menembus nalar dan identitas baru yang terus meningkat, Reyhan melangkah keluar dari bayang-bayang kemiskinan. Orang-orang materialistis yang dulu merendahkannya kini harus menelan ludah mereka sendiri. Mantan teman yang meremehkannya, kaum elite yang sombong, hingga tokoh-tokoh besar dunia perlahan akan menyaksikan kelahiran seorang penguasa baru. ‡ ‡ Ini bukan sekadar cerita tentang orang miskin yang mendadak kaya. Ini adalah perjalanan Reyhan Pradipta menaklukkan dunia, menghancurkan kesombongan orang-orang di sekitarnya, satu sign-in setiap harinya.
View More"Reuni? Besok? Ah, sori, aku absen dulu. Kerjaan lagi padat banget, beneran nggak bisa datang."
Reyhan Pradipta menekan tombol kirim di layar ponselnya, melepaskan pesan suara itu meluncur ke grup obrolan. Balasan langsung masuk sedetik kemudian. "Jangan gitu, dong! Ini reuni pertama kita sejak lulus, lho. Anak-anak pada datang semua. Kamu wajib ikut. Besok jam lima sore di Hotel Nusantara. Pokoknya nggak terima alasan!" Di lingkaran pertemanan seperti ini, orang sering terjebak dalam persaingan terselubung. Pencapaian karier dan merek mobil yang dibawa selalu menjadi tolok ukur harga diri. Reyhan hanya bisa tersenyum masam. Acara berkedok temu kangen ini ujung-ujungnya pasti berubah menjadi ajang pamer pencapaian. Tempat semacam itu hanya panggung bagi mereka yang sudah mapan. Reyhan sadar diri, dia tidak pantas ikut campur. Alasannya sederhana. Nasibnya mandek sejak hari kelulusan. Meski sekarang berhasil masuk ke perusahaan yang lumayan, nilai IPK tinggi rupanya tidak berarti apa-apa tanpa koneksi orang dalam. Gajinya cuma mentok di angka UMR. Memaksakan diri datang ke kontes pamer berkedok reuni itu sama saja dengan mencari malu. Tidak ada satu pun hal dalam hidupnya yang bisa dibanggakan. Kosan masih bulanan, motor sering mogok, bahkan kemeja kerjanya jarang disetrika rapi. "Mending aku di rumah aja maraton drama. Bodo amat sama reuni sok-sokan," batin Reyhan. Ia menghela napas, merelakan sisa-sisa gengsinya. Lagipula, rebahan sambil menonton drama jauh lebih nyaman daripada meladeni obrolan basa-basi. "Kapan ya hidupku seberuntung CEO tajir ini." Reyhan bergumam pelan, menatap sosok pemeran utama pria di layar ponselnya dengan tatapan kosong. [Ding! Sistem Sign-In Harian sedang dimuat] [Mendeteksi gelombang otak target. Tingkat kepasrahan hidup mencapai titik maksimal. Memenuhi syarat mutlak: 'Blank Slate Host', individu tanpa koneksi, tanpa aset, dan memiliki mentalitas stabil di bawah tekanan.] [Ding! Sistem Sign-In Harian selesai dimuat] [Host: Reyhan Pradipta Umur: 23 tahun Tinggi: 178 cm Berat: 65 kg Kepemilikan rumah: Belum ada Kepemilikan mobil: Belum ada Tabungan: Rp3.265.000 Keterampilan pribadi: Tidak ada] "Apa-apaan ini?" Reyhan tersentak. Kepalanya mendadak disusupi suara mekanis yang entah datang dari mana. [Host, tidak perlu cemas. Saya adalah Sistem Sign-in Harian. Alasan pemilihan Anda: Sistem kosmis mendeteksi bahwa tingkat keberuntungan Anda telah ditekan hingga batas terendah selama dua puluh tiga tahun terakhir. Sistem ini hadir sebagai kompensasi takdir untuk memulihkan keseimbangan hidup Anda.] [Sistem menilai Anda layak karena jiwa Anda terbukti murni dari keserakahan duniawi. Anda adalah kandidat paling ideal untuk mengelola dana tak terbatas tanpa merusak tatanan kewarasan. Lakukan sign-in setiap hari tepat waktu untuk mengklaim hadiah acak. Kemungkinannya tidak terbatas. Anda bisa mendapatkan properti, uang tunai, keterampilan, hingga hal-hal di luar nalar lainnya.] Reyhan mencerna informasi itu perlahan. Penjelasan ini mengingatkannya pada genre sistem yang sering ia baca di novel online. Jalan hidup karakter-karakter dalam cerita semacam itu biasanya langsung berubah menjadi sangat mulus. Selama ini dia hanya membaca cerita klise tentang sistem, tidak disangka giliran itu jatuh padanya hari ini. "Sistem, aku mau sign-in sekarang." Reyhan tidak sabar melihat hadiah apa yang akan ia dapatkan di hari pertamanya. [Ding! Proses sign-in Host dimulai. Selamat, Host! Sign-in berhasil. Anda mendapatkan hadiah sebesar sepuluh miliar Rupiah. Dana tersebut kini telah disetorkan ke rekening bank pribadi Anda. Harap verifikasi transaksi.] "Nggak mungkin. Seriusan sepuluh miliar?" Mata Reyhan terbelalak lebar. Detik berikutnya, ponsel di tangannya memunculkan notifikasi B-Mobile. [B-Mobile: Sobat B-Mobile! Dana Rp10.000.000.000,00 telah masuk ke Rek. 5432xxxxxx pada 02/06/2026 21:04. Saldo akhir kamu Rp10.003.265.000,00] Untuk memastikan matanya tidak bermasalah, ia buru-buru membuka aplikasi mobile banking dan mencoba mentransfer seratus ribu rupiah ke akun E-Cash miliknya. Berhasil. Uang seratus ribu itu masuk ke saldo E-Cash tanpa kendala. "Sistem, uang sepuluh miliar tiba-tiba masuk rekeningku begini, pihak bank nggak bakal curiga?" Reyhan tahu betul bagaimana ketatnya pengawasan perbankan di negaranya. Jika asal-usul uang ini diusut, sepeser pun tak akan bisa ia nikmati. [Host harap tenang. Sistem telah mengubah protokol perbankan. Hasil pelacakan akan mendeteksi dana ini sebagai hasil investasi dan transfer yang legal secara hukum. Semakin Host berkembang, pengamanan sistem akan semakin tidak tersentuh oleh pihak mana pun. Silakan gunakan dana Anda dengan sesuka hati.] "Gila, luar biasa." Jaminan dari sistem sukses melepaskan beban di pundak Reyhan. Ia kini bisa menikmati status miliarder dadakannya dengan nyaman. Sambil memproses kekayaan barunya, Reyhan memutuskan untuk pergi ke luar guna memastikan uang itu benar-benar ada di dunia nyata. ** Setengah jam kemudian, Reyhan berdiri di depan mesin ATM minimarket dekat kosannya. Begitu ia memasukkan kartu dan menekan tombol cek saldo, deretan angka nol yang berbaris panjang di layar sukses membuat kepalanya sedikit pusing. "Mumpung sekarang aku sudah tajir, malam ini waktunya makan enak," batin Reyhan. Reyhan keluar dari area minimarket setelah tarik tunai, memesan ojek online, dan meluncur menuju salah satu restoran elite di pusat kota yang sering dijadikan tempat berkumpul kaum konglomerat. Harga makanan di tempat itu jelas di luar nalar Reyhan yang dulu. Rata-rata tagihan mencapai puluhan juta per meja. Tempat yang mustahil diinjak oleh karyawan bergaji UMR sepertinya. Namun malam ini, nilai puluhan juta rupiah nyaris tidak ada artinya bagi Reyhan. Begitu masuk ke area restoran, ia memilih meja di sudut dekat jendela besar. Ia melirik buku menu dan asal menunjuk pesanan steak sirloin kobe, tanpa repot-repot memikirkan apa saus pendampingnya. "Sepertinya masih kurang. Mbak, botol wine paling mahal di sini harganya berapa?" Mental Orang Kaya Baru bercampur jaminan bonus harian dari sistem membuat Reyhan berani. Jika besok ia bisa mendapatkan hadiah miliaran lagi, ia tidak perlu repot-repot berhemat. "Selamat malam, Kak. Untuk red wine termahal kami saat ini ada koleksi Romanée-Conti, dibanderol seharga delapan puluh juta Rupiah per botolnya. Kakak berminat?" Pelayan berseragam rapi dengan postur semampai itu menjawab ramah. Biasanya, pelanggan yang datang sendiri hanya akan memesan per gelas. Reyhan langsung memesan satu botol utuh. "Oke, pas. Saya ambil satu botol itu." "Maaf, Kak. Kakak yakin ingin memesan satu botol penuh?" Pelayan itu tidak bisa menutupi rasa herannya. "Santai saja, Mbak. Kalau nggak habis, nanti saya bawa pulang." Reyhan menjawab santai tanpa repot memberi penjelasan lebih. Ia sadar penampilannya yang sederhana ini tidak meyakinkan untuk memesan minuman seharga delapan puluh juta. Tanpa peduli dengan keraguan sang pelayan, ia langsung mengeluarkan kartu debit dari dompetnya. Pelayan itu merespons cepat dengan menyodorkan mesin EDC nirkabel. Reyhan meraih mesin tersebut, memasukkan kartunya, lalu menekan enam digit nomor sandi dengan santai. Begitu mesin EDC memproses dan mencetak struk tanda transaksi berhasil, mata pelayan itu membulat. Awalnya ia mengira pelanggan ini hanya sekadar membual demi gengsi. Pakaian Reyhan benar-benar meneriakkan status ekonomi menengah ke bawah. Melihat bukti pembayaran yang sah di tangannya, pelayan itu tersenyum gembira, nyaris ingin melompat. Penjualan satu botol wine semahal ini otomatis memberikannya komisi tambahan hingga jutaan rupiah. "Ini kartunya, Kak." Wajah pelayan itu kini berseri-seri. Senyumnya jauh lebih manis saat mengembalikan kartu debit milik Reyhan. Tanpa diminta, ia langsung membuka botol mewah tersebut, menuangkannya ke dalam gelas Reyhan dengan teknik yang sangat elegan. Bukan sekadar menuangkan minuman, pelayan itu tetap berdiri siaga di samping meja Reyhan dan berinisiatif menjelaskan sedikit profil rasa dari anggur tersebut layaknya seorang ahli. Perlakuan istimewa itu sukses membuat ujung bibir Reyhan tertarik naik. Pelayan wanita itu mundur selangkah setelah memastikan gelas Reyhan terisi sepertiga penuh. Reyhan mengangkat gelas kristal tersebut. Ia menyesap cairan merah marun itu perlahan. Jujur saja, bagi lidahnya yang terbiasa dengan es teh manis warteg, rasa anggur ini dominan sepat dan asam. Namun, mengingat harga delapan puluh juta yang mengalir ke tenggorokannya, ia memaksakan diri untuk mengangguk pelan. "Ternyata begini rasanya minuman orang kaya," batin Reyhan.Tidak ada lagi yang berbicara. Reyhan kembali duduk di sudut sofa, sementara Hana masih berdiri di tempatnya. Melihat suasana semakin canggung, Siska akhirnya angkat bicara, berusaha membujuk sahabatnya."Tuh, denger sendiri kan? Rey aja nyuruh santai. Udah, duduk lagi sini," paksa Siska seraya menarik Hana kembali ke atas sofa empuk tersebut.Reyhan memisahkan diri dan memilih duduk di sofa sudut. Pikirannya melayang. Sosok Hana pernah menjadi pusat semestanya semasa kuliah. Sebuah angan-angan indah yang ia simpan sangat dalam. Namun, seiring kerasnya hantaman realita, perasaan itu telah lama mati. Matinya harapan tersebut bukan karena ia mendadak menjadi miliarder, melainkan karena ia sudah terlalu paham bagaimana dunia menilai manusia dari isi dompetnya."Lagi mikir apaan?" bisik Hana. Gadis itu tiba-tiba duduk di sebelah Reyhan, mengabaikan Siska yang sedang sibuk memegang mikrofon karaoke."Nggak ada," jawab Reyhan pendek."Rey, aku mau nanya sesuatu. Tolong jawab yang jujur, ya?
Siska kembali duduk di sofa sambil merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan. "Jahat banget sih kamu, Rey! Muka udah serius gitu, siapa yang nggak jantungan coba?" gerutunya sambil mengerucutkan bibir.Hendra tertawa lepas seraya bersandar di sandaran sofa. "Aku juga hampir percaya tadi. Habisnya, mukamu datar banget kayak pembunuh bayaran beneran."Hana ikut tertawa pelan. "Lain kali jangan bercanda kayak gitu lagi ya, Rey. Jantungku rasanya mau copot.""Iya, iya, sori. Anggap aja pemanasan sebelum kita nyanyi," balas Reyhan santai.Ia mengambil tablet digital yang terletak di atas meja marmer untuk memesan hidangan. "Sekarang kalian mau pesen apa? Kita pesan sepuasnya, mumpung portofolioku lagi hijau-hijaunya."Reyhan mulai menelusuri layar tablet tersebut. Tanpa perlu melihat deretan harga di sebelah kanan layar, ia memasukkan beberapa botol sampanye vintage edisi terbatas, sebotol wiski premium, sepiring kaviar kualitas terbaik, dan berbagai hidangan mewah lainnya ke dalam kera
Belum sempat Hendra mengiyakan ajakan Reyhan untuk masuk, Siska sudah lebih dulu maju."Rey, aku mau dong ngerasain duduk di mobil ratusan miliar!" seru Siska dengan mata berbinar. Ia langsung melangkah maju menggeser Hendra dan mendekati Bugatti tersebut."Boleh aja. Sini naik," jawab Reyhan santai.Siska baru saja hendak membuka pintu, tetapi gerakannya terhenti saat menyadari sesuatu. Ia mengintip ke dalam kabin dan melihat hanya ada satu kursi penumpang di sebelah kursi pengemudi. Gadis itu menoleh ke arah Hana. Sebagai teman yang peka, Siska tahu betul bahwa Reyhan sejak dulu memendam rasa kagum pada primadona kelas mereka itu."Eh, ternyata kursinya cuma dua. Ya udah, kursi penumpangnya buat Hana aja," ucap Siska cepat. Ia menahan rasa mindernya dengan tawa ringan, lalu menatap Reyhan. "Tapi Rey, aku pinjem kursinya bentar buat muter pelataran hotel, ya? Penasaran banget rasanya!""Boleh. Ayo masuk," balas Reyhan sambil tersenyum.Siska kegirangan. Ia masuk ke dalam hypercar itu
"Tampaknya gelar mahasiswa terbaik kurang disukai di sini," ucap Reyhan santai. Ia sama sekali tidak terpancing oleh ejekan Reno dan komplotannya. "Kalian menertawakanku, padahal dulu nilai kalian hancur berantakan. Ini sama saja seperti karyawan bergaji kecil yang merasa lebih pintar dari atasannya. Menurut kalian itu masuk akal?"Kalimat blak-blakan itu meluncur tanpa beban. Reyhan enggan berbasa-basi. Sindiran telaknya sukses membuat Wira dan yang lainnya bungkam seribu bahasa."Sudah, sudah, jangan tegang begini. Kita kan jarang bisa kumpul, dinikmati saja acaranya," sela Siska cepat, berusaha mencairkan suasana."Benar kata Siska. Momen ini spesial. Kita lupakan dulu masalah lama," sahut Hana diiringi senyum lembut. Primadona kampus itu menepuk kursi kosong di sebelahnya. "Reyhan, kamu duduk di sini saja, sebelahku."Mendengar tawaran Hana, wajah Wira dan teman-temannya langsung pias menahan kesal."Han, Reyhan kan laki-laki. Laki-laki tempatnya di meja sana, dekat minuman. Kita












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.