LOGINBam! Kepala Ishwar pecah dan berdarah."Aahhh!" Di antara rombongan yang datang bersama Ishwar, beberapa perempuan langsung menjerit keras. Sementara itu, beberapa pria lainnya memarahi Ewan."Bocah, berani-beraninya memukul Kak Ishwar! Kamu sudah bosan hidup ya?""Sialan, nggak usah banyak omong sama dia. Saudara-saudara, hajar dia!""Berani sekali kamu menyentuh Kak Ishwar! Aku habisi kamu!"Jelas terlihat, para anak orang kaya ini sudah terbiasa bersikap arogan. Mereka langsung meraih botol minuman dari meja di samping, bersiap memukul Ewan."Berhenti!" teriak Ishwar dengan keras, menghentikan para pengikutnya. Kemudian, dia menatap Ewan sambil tersenyum bengis dan berkata, "Kamu sudah memukulku. Sekarang pacarmu itu bisa diserahkan kepadaku, 'kan?"Bum! Ewan menendang Ishwar dengan satu tendangan keras. Tenaganya tidak kecil. Tubuh Ishwar terlempar lima sampai enam meter, menghantam dan menghancurkan dua meja sekaligus. Suasana langsung kacau-balau.Tak lama kemudian, musik berhent
Pelayan itu melirik Lisa sekilas, dalam hati memaki, 'Perempuan jalang, sok suci segala. Nanti Pak Ishwar akan membuka kakimu dengan uang!'Kemudian, dia melirik Ewan lagi dan kembali mengejek dalam hati, 'Berengsek, berani-beraninya memukulku. Nanti kamu pasti nangis!'Tak lama kemudian, Ishwar sudah tiba di depan Lisa. "Cantik, halo. Aku Ishwar."Di wajah Ishwar tergantung senyuman yang menurutnya sangat tampan. Dia berkata, "Orang bilang, pertemuan itu bukan kebetulan. Kalau kita bisa ketemu hari ini, mungkin memang sudah ada ceritanya dari dulu."'Anjing penjilat sialan! Lebih pintar menjilat daripada aku!' maki Dodo dalam hati.Lisa sama sekali tidak bereaksi. Ishwar pun tidak merasa canggung. Dia langsung duduk di samping Lisa dan tersenyum sambil mengusulkan, "Cantik, gimana kalau minum satu gelas bersama?"Dari awal sampai akhir, dia bahkan tidak melirik Ewan sedikit pun, seolah-olah Ewan dan Dodo transparan.Lisa tidak menghiraukan Ishwar. Dia menoleh ke Ewan dan berkata, "Tem
Pelayan itu tertegun. Dia tidak menyangka Ewan akan menyuruhnya pergi. Saat melirik Ewan, di mata pelayan itu muncul rasa meremehkan."Aku datang mewakili Pak Ishwar mengantar minuman. Kamu malah menyuruhku pergi? Kamu mau menantang Pak Ishwar?"Ekspresi pelayan itu tidak bersahabat. Kemudian, dia menoleh ke Lisa dan berkata, "Pak Ishwar adalah putra orang terkaya di Soharia. Masih muda dan sangat kaya. Entah berapa banyak wanita yang ingin menjilat dan mendekatinya."Dengan nada dingin, Lisa berkata, "Pacarku sudah menyuruhmu pergi. Kamu nggak dengar?""Bu, maaf aku bicara terus terang. Daripada mengikuti orang miskin yang cuma sanggup minum Penfolds, lebih baik ikut Pak Ishwar. Bersama Pak Ishwar, kamu bisa minum Royal Salute setiap hari.""Kemarilah." Lisa tersenyum sambil mengaitkan jarinya ke arah pelayan.Hati pelayan itu langsung berbunga-bunga. Dia mengira Lisa terpengaruh oleh ucapannya, lalu segera mendekat ke hadapan Lisa.Lisa meraih gelas anggur di atas nampan, lalu menyir
"Baik." Sikap pelayan itu langsung menjadi lebih hormat. Dua botol Lafite tahun 1982 berarti komisi yang lumayan baginya."Tunggu sebentar." Ewan memanggil pelayan itu, lalu berkata kepada Dodo, "Aku nggak pernah minum Lafite.""Hah?" Dodo agak terkejut dan bertanya, "Kalau begitu, kamu suka minum apa?""Ambil dua botol anggur merah Penfolds biasa saja," kata Ewan.Dodo buru-buru bertanya, "Bukankah kelas Penfolds agak rendah?""Sesama orang sendiri, pakai kelas segala buat apa." Ewan berkata kepada pelayan, "Cepat ambilkan.""Baik." Pelayan itu berbalik dan menggerutu dalam hati, 'Sekumpulan orang miskin, nggak punya uang tapi masih mau minum anggur.'Sebenarnya Ewan bukan tidak minum Lafite, hanya saja sebagian besar bar di dalam negeri yang menjual Lafite tahun 1982 itu palsu.Produksi anggur Lafite tahun 1982 dari kebun anggurnya sendiri saja begitu sedikit, jadi mana mungkin ada di mana-mana?Lagi pula, sekalipun anggur asli, dua botol Lafite tahun 1982 juga tidak murah. Di tempat
Saat menyebut Ishwar, sebersit rasa takut melintas di mata Dodo. Kemudian, dia melanjutkan."Grup Japati utamanya bergerak di bisnis properti, total asetnya mencapai ratusan triliun. Ayah Ishwar selama hampir sepuluh tahun terakhir ini terus menduduki posisi orang terkaya di Soharia.""Bukan cuma itu, ayah Ishwar juga langganan daftar Forbes, dengan kekayaan pribadi mencapai puluhan triliun.""Sebenarnya Ishwar itu cuma anak orang kaya yang hidup berfoya-foya dan mengandalkan uang keluarganya untuk bertindak semaunya.""Dua tahun lalu, ayahnya memberinya 1 triliun. Dia membuka perusahaan perhiasan sendiri dan menghasilkan cukup banyak uang. Katanya sekarang kekayaannya juga sudah triliunan.""Karena itulah, para anak orang kaya generasi kedua di Soharia semua menganggap Ishwar sebagai pemimpin bisnis muda."Sampai di sini, Dodo semakin kesal. "Sialan, berani sekali merebut tempat parkirku. Kalau bukan karena dia lebih kaya dariku, sudah pasti aku hajar dia.""Oh ya, Kak Ewan, kamu haru
"Ayahku kembali diberhentikan.""Setelah itu, Kakek mengaturnya untuk pindah ke Universitas Soharia, sengaja menempatkannya di bagian logistik. Kakek pikir, mengurus logistik pasti nggak akan terjadi apa-apa lagi.""Siapa sangka, suatu kali saat festival olahraga, para mahasiswa datang ke bagian logistik untuk mengambil perlengkapan. Salah satu mahasiswa terpeleset dan meninggal.""Waktu itu ayahku ada di lokasi dan menyaksikannya dengan mata kepala sendiri. Katanya, mahasiswa itu hanya jatuh sekali. Kepalanya pecah berdarah, lalu langsung nggak bernapas.""Sejak kejadian itu, ayahku langsung mengambil keputusan untuk mengundurkan diri dan terjun berbisnis. Kakek juga merasa ayahku memang tidak berjodoh dengan dunia pendidikan, jadi dia pun tidak lagi ikut campur soal ayahku."Dodo menghela napas. "Kalau ayahku tetap di sekolah, mungkin sekarang dia sudah jadi pejabat setingkat rektor. Aku pun bisa jadi anak rektor."Ewan berpikir dalam hati, untung saja paman keduanya meninggalkan dun




![MY CEO [Hate And Love]](https://acfs1.goodnovel.com/dist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)


