Share

Bab 678

Author: Rexa Pariaman
Dari luar pintu tiba-tiba terdengar suara ketukan.

Stevanus menghentikan panggilannya dan menoleh ke arah Darwin. Karena saat datang tadi, Stevanus sudah mendengar dari Darwin bahwa Darwin juga mengundang seorang tokoh besar. Mungkinkah tokoh besar itu sudah datang?

"Coba lihat siapa di luar," instruksi Darwin kepada sekretarisnya.

"Baik." Sekretaris menjawab singkat, lalu bergegas keluar. Tak lama kemudian, dia kembali dan melapor, "Manajer hotel yang datang."

"Manajer hotel? Untuk apa?" tanya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2953

    Ewan tiba-tiba teringat warisan dari leluhur Keluarga Aditya. Di dalamnya juga tercatat cukup banyak formasi. Dia segera memeriksanya, tetapi mendapati bahwa tidak ada satu pun formasi di warisan itu yang mirip dengan formasi di hadapannya."Jangan-jangan, kita harus mengandalkan keberuntungan lagi?"Setelah Ewan berpikir begitu, Nazar berkata, "Biar aku coba."Setelah berkata demikian, Nazar maju beberapa langkah, lalu mengibaskan tangan kanannya.Syut! Syut! Syut! Sepuluh lembar jimat terbang keluar dari lengan jubahnya. Nazar kemudian membentuk segel dengan kedua tangannya dan berteriak, "Emas, kayu, air, api, tanah, bumi, petir, angin, air ...."Bam! Sepuluh lembar jimat itu memancarkan cahaya pekat dan menyebar ke segala arah dengan cepat."Formasi apa pun pasti memiliki jalan keluar. Asalkan kita menemukan jalan keluarnya, kita bisa pergi dari sini."Setelah Nazar mengatakannya, semua orang langsung mengerti. Tujuan sepuluh lembar jimat itu dilemparkan adalah untuk mencari jalan

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2952

    "Senjata ilahi tertinggi? Layak untuk memilikinya? Kepalamu!" Lubang hidung Nazar sampai mengembang karena marah. Dia langsung melemparkan batu bata itu.Bam! Batu bata itu menghantam tanah hingga meninggalkan lubang besar. Kekuatannya tidak kalah dari ledakan sebuah granat. Padahal, Nazar sama sekali belum menggunakan energi murni."Eh?" Nazar berseru heran, lalu seketika dipenuhi kegembiraan. Dia langsung menghambur untuk mengambil kembali batu bata itu. Dia berkata sambil memegangnya dengan rasa sayang, "Ternyata benar-benar harta karun."Ewan dan yang lainnya juga merasa terkejut. Mereka tidak menyangka batu bata sekecil itu ternyata memiliki kekuatan yang begitu luar biasa."Tua Bangka, selamat ya. Akhirnya kamu dapat harta karun," kata Ewan.Nazar menyeringai dan berkata, "Mulai sekarang, siapa pun yang berani macam-macam denganku, akan kuhajar dengan batu bata ini."Dewi Kembang dan Midori menutup mulut sambil tertawa kecil."Di sini pasti masih ada harta karun lainnya. Ayo, kit

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2951

    Ewan benar-benar tidak habis pikir. Masih bisa bercanda seperti ini?Nazar menggosok-gosok tangannya, lalu kembali berjalan ke depan peti kayu dan mencoba membuka peti itu dengan hati-hati.Bum! Cahaya putih kembali muncul, membuat Nazar terlempar sehingga tubuhnya penuh debu."Tua Bangka, biar aku saja yang membantumu," kata Ewan."Nggak perlu. Aku pasti bisa membukanya." Nazar menolak bantuan Ewan.Setelah itu, Nazar terlempar lebih dari 100 kali. Wajahnya lebam, rambutnya acak-acakan. Penampilannya benar-benar mengenaskan."Cari masalah sendiri," kata Ewan.Midori merasa tidak tega dan bertanya, "Tuan Ewan, kamu benar-benar nggak mau membantu Master?"Ewan menyahut, "Tadi kamu nggak dengar? Dia sendiri bilang nggak mau dibantu."Dewi Kembang berkata, "Master sudah terlempar separah itu, tapi masih nggak menyerah. Aku jadi curiga, jangan-jangan dia punya kecenderungan suka disiksa."Ewan tahu Dewi Kembang hanya bercanda. Dia tertawa dan berkata, "Tua bangka itu nggak mau aku bantu ka

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2950

    Setelah Nazar pergi, Ewan kembali mengeluarkan kertas dan pena. Dia menulis dua kalimat dan memasukkannya ke dalam peti kayu, lalu melangkah maju.Dewi Kembang bertanya kepada Midori, "Nggak ada efek buruk kan kalau Busur Pembunuh Dewa itu masuk ke dahimu?"Midori menggeleng. "Nggak ada. Aku merasa sama seperti biasanya.""Syukurlah." Dewi Kembang mengingatkan, "Sebelum tingkat kultivasimu mencapai tingkat kesatuan ilahi, sebaiknya jangan biarkan orang lain tahu kalau kamu punya sebuah artefak suci. Kalau nggak, orang lain bisa mengincarnya.""Ya." Midori mengangguk.Tak lama kemudian, terlihat kata-kata yang berkilauan kembali muncul di depan mereka.[ Warisan Keempat! ]Nazar berjalan paling depan. Begitu melihat tulisan itu, dia langsung memelesat ke sana secepat kilat. Sama seperti sebelumnya, di bawah tulisan tersebut terdapat sebuah peti kayu."Harta ini milikku."Setelah berkata demikian, Nazar mengulurkan tangan untuk membuka peti. Tak disangka, peti itu tiba-tiba memancarkan c

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2949

    Bruk!Nazar tidak sanggup menahannya dan langsung berlutut di tanah. Tulang-tulang di seluruh tubuhnya terasa hampir remuk.Dewi Kembang berusaha keras melawan tekanan itu, tetapi sama sekali tidak berguna. Aura membunuh tersebut terlalu pekat, seolah mampu memusnahkan seluruh makhluk hidup di dunia. Bahkan dia pun hampir tidak mampu menahan diri untuk berlutut.Reaksi Ewan paling cepat. Begitu aura membunuh itu muncul, dia segera menjalankan Teknik Naga Ilahi Sembilan Revolusi. Namun, dia tetap tidak mampu menahannya.Tempurung lututnya nyaris hancur dan punggungnya mulai membungkuk.Bum!Tiba-tiba, sebuah Kaldron Kosmik keluar dengan sendirinya. Seolah menyadari bahwa pemiliknya sedang menghadapi bahaya, kaldron itu melayang di atas kepala Ewan dan memancarkan untaian cahaya keemasan.Seketika, Ewan tidak lagi merasakan tekanan aura membunuh tersebut. Seluruh tubuhnya terasa lega. Dia segera menarik Dewi Kembang ke sisinya."Tua bangka, cepat kemari!" teriak Ewan.Nazar tiarap di tan

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2948

    "Ada warisan di depan."Begitu selesai bicara, Nazar menjadi orang pertama yang bergegas maju.Kali ini, yang ada di sana bukan kotak kayu kecil, melainkan sebuah peti kayu berbentuk persegi. Permukaan peti kayu itu tertutup lapisan debu tebal. Jelas sekali peti tersebut sudah berada di sana sejak lama.Nazar bergegas menghampiri dan langsung memeluk peti kayu itu."Warisan ini milikku. Nggak ada yang boleh merebutnya dariku.""Nggak ada yang mau merebutnya. Buka saja dan lihat," kata Ewan.Nazar membuka peti kayu dan menunduk untuk melihat isinya. Di dalam peti itu terdapat sebuah busur sakti.Seluruh bagian busur itu berwarna hijau giok dan dipenuhi ukiran mantra. Bentuknya kuno, sekilas saja terlihat bahwa busur itu berasal dari zaman yang sangat lampau."Benar-benar harta karun."Nazar benar-benar kegirangan. Dia mengulurkan tangan untuk menggenggam busur sakti tersebut, lalu mencoba mengangkatnya dari dalam peti.Namun, busur itu tidak bergerak. Busur sakti itu bagaikan sebuah gun

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status