เข้าสู่ระบบDi hari ulang tahun pernikahannya, Victor menyiapkan cincin sebagai kado untuk istrinya, Emma. Namun sang istri mencampakkan cincin itu di depan Victor, menganggapnya barang palsu. Emma bahkan memamerkan kalung seharga $5.000 yang baru saja dia dapatkan dari seorang pria kaya yang baru saja mentraktirnya makan di sebuah restoran mewah. Sang istri meminta cerai, karena sudah tak tahan hidup mengenaskan bersama suami pecundang sepertinya. Satu hal yang Emma tak tahu, hadiah yang baru saja dia tolak adalah cincin seharga 1 Juta dolar. Begitu mengetahui harga dari cincin itu, sayangnya mereka sudah bercerai. Parahnya, Emma malah mengambil cincin itu tanpa sepengetahuan Victor dan menjualnya kembali. Perselisihan mantan suami istri itu pun mulai memanas dari situ, hingga berujung pada tindakan criminal yang jauh lebih serius, hingga melibatkan banyak mafia berbahaya di Indianapolis.
ดูเพิ่มเติมKidnapped by the billionaire
.
Mercy's write
.
Chapter one
.
*coffee at this time*
1
Valerie pov
I sigh as I placed the already ordered coffee,last customer of the day.I quickly did a cup if coffee for myself and I was really exhausted. I quickly swept and mobbed the titled floor,time to go home.
Anyway am valarie,I don't even know my other name,my mom let's not go into that for now and working my butt off to pay her debts.
Just then the door opened and I raised My head not looking at the person "sorry,but we are closed for today I said and return back to what I was doing.
"A cup of coffee and a plate of doughnuts"the voice ordered.
"Sorry,we are closed for today"I said still not looking at the person.
"I said a cup if coffee"was what I heard with a loud bang on the counter, I flinch a bit before moving back,
Did he just yelled at me ,I raised my head and my eye caught the most captivating green eye,straight nose, soft pink lips,
*holly gess,is he human*
"When you are done drooling,get me a cup if coffee and a plate of doughnuts"he said drawing.
I quickly jerk and god,his eyes were burning with anger,am I the one at fault.
"Look here mister,we are closed for today, I suggest you go another coffee"I advised.
"Stubborn right?"he smirk,do you know who I am?he asked
"Do I need to know?"i replied,
"Hey,have you ever heard of the Marshall company,I can get you fired from this your so called job"he said and I felt my head spinning, did I just yelled at the most popular billionaire.
Like who doesn't know or who haven't heard of the marshalls, they swim in wealth they are the best selling electronic device.
And jessica is surely crushing on this guy in front of me.
*my job*I said inwardly
I still have some debt to pay.
"Are you xavier?I asked in disbelief.
"That should be me"he replied and my eyes widened in shock.
I quickly put on my apron and prepared the cup of coffee and a plate of doughnuts.
The doughnuts box were already empty and that left me with no choice but to prepare the doughnut for him.
Wait...doesn't he have a chef or something like private cook from Australia.
"I thought you'd remain stubborn"he teased with a smirk plastered on his face like dies he think he's the only one that smirk,I smirk better*I said inwardly,I need my job.
I quickly served him and went back to what I was doing,soon I was done and stared at the billionaire in front of me,he wasn't even showing any sign of getting up.
"Mmm,Mr Xavier, I need to close the shop now,so........I was cut short when I find his green eye boring hole in my skin"am not ready to go"he said and I felt like giving him a resounding slap.
*is he okay*,I've been working since I need rest"I said inwardly.
He placed a copy of dollars in the table.
Ttch,spoilt rich billionaire.
"You can keep the change"he said but am never keeping it.I took his change from the drawer and placed it on the counter just like how he did to me,he didn't take it as he just placed his head in a table,
My patience was wearing off and I wasn't going to keep calm anymore ,watching a billionaire sleep was never my aim.
"Hey,Mr billionaire"I yelled,dont you have where to go,I thought billionaire have mansions, how you planing to turn this place to your home,you ,you dont know what they call working off one butt,you are just a spoilt billionaire,I really need to get home and you are wasting much of my time,I really need to be here as early as possible and I can't afford being sacked,I need to pay my mom debt"I blabbed.
Okay,scratch that,did I say anything.
He just sat there looking at me like I've suddenly grown two heads.
He kept staring at me,
*Is he gonna make me lose my job*
He brought out his phone doing whatsoever, god knows .
I was tired of standing so I sat on one of the seat and placed my head on the table
And soon,I drifted off to sleep.
.
.
.
*************************
**************************
***************************
Next morning
**************************
***************************
***************************
The morning ray of sunlight that made me kept scratching my eye.
"Jessica"I called sleepily can you close the windows for me "I said sleepily just then something ticked in my brain.
"God when did I get home"I asked myself scratching my scattered hair.just then the picture became clear in my head,I was in a room with white cellings,the wall was plastered with HD wallpapers, celebrities like cardi b,Beyonce.
"Where am i?"I asked no one in particular, suddenly I recalled all why happen last night, the billionaire request,
Me yelling at him,
And me drifting to sleep.
But this room here doesn't look like a prison or cell to me instead it was prettier than the room I share with jessica
The room was pretty to be precise,two door were in my right and one by my left,it had a dressing table by the front,
From the look if it,it looks like a female room, where was i?
Jessica must have been so worried
That isn't the problem now.
My job.
How did I get here and lastly I yelled at a billionaire,am so dead, I gasped remembering I didn't close the shop.
It can't be........
Actually,this is my first story,so am sure there are tons of mistake and errors but am sure you can still read it and am nervous like this is shit but there is no harm in trying right😆😆😆
.
.
.
Semakin Victor menunjukkan wajah serba salahnya, pria itu semakin yakin bahwa Victor benar-benar seorang pencuri. Dalam benaknya, ketakutan Victor adalah ketakutan pencuri yang baru saja tertangkap.“Pencuri mana mau mengaku kalau dia adalah seorang pencuri?” kata seorang laki-laki dari kerumunan.“Logika macam apa itu?” bantah Victor pada orang yang baru saja menuduhnya. “Mereka yang bukan pencuri pun, tidak mau mengakui dirinya sebagai pencuri? Dasar bodoh!”“Kamu benar-benar pandai berkilah! Aku yakin kau pasti sudah berlatih berkilah setiap hari,” kata pria bernama Andrew itu sambil masih memegang kerah baju Victor.“Sudah kubilang, aku tidak mencoba mencuri tasnya!”“Oh, benar juga! Kenapa tak kau katakana saja itu pada polisi nanti. Tapi untuk saat ini, aku perlu…”Andrew menarik tangannya ke belakang, hendak melayangkan pukulan. Namun tiba-tiba seorang lelaki tua memukul punggung Andrew dengan tongkat.“Dia mengatakan yang sebenarnya! Kau dan gadismu itu perlu berterima kasih p
Hari Sabtu pun datang, sama seperti hari-hari Sabtu lainnya bagi sebagian orang. Tapi itu berbeda untuk Emma. Dia masih tertidur meski sudah lewat tengah hari.Dia masih mengenakan pakaian yang sama yang dia kenakan untuk bekerja tadi malam. Tempat tidurnya berantakan dengan salah satu sepatunya di atas bantal. Ada juga beberapa kaleng bir kosong di mana-mana.Sejak bekerja paruh waktu sebagai operator drive thru di “Peccato Legale”, bar milik pria bernama Robert itu, Emma harus bekerja lembur hingga lewat tengah malam.Meskipun dia kembali ke motel sebelum jam 3 pagi, dia baru tertidur sebelum fajar. Bahkan itu hanya setelah dia menghabiskan beberapa kaleng bir. Tapi sekarang, minuman keras itu masih mempermainkan pikirannya.Alkohol itu begitu efektif dalam menghentikan otaknya menghasilkan hormon kecemasan sejak tadi malam. Itu juga efektif membuatnya melupakan semua masalahnya.Namun, ketika efek minuman kerasnya mereda, kecemasannya justru meningkat. Sekarang dia mengalami sesuat
Jimmy menyajikan kopi untuk mereka. Setelah itu, dia sedikit menykamurkan bokongnya di atas meja, dan mulai berbicara untuk memancing perhatian mereka ke arahnya.“Aku tahu kamu adalah Viona Emery, wakil presiden di Counterbrand. Aku tidak akan menyembunyikan siapa diriku di depan orang sepertimu. Jadi, apakah kamu sudah selesai menghakimi diriku?” dia bertanya dengan percaya diri.Viona tersenyum dengan sedikit berceletuk. “Aku tidak datang ke sini untuk memintamu bekerja untukku, tapi hanya untuk menemani orang di sebelahku ini, pemimpin di perusahaan Counterbrand,” jelas Viona.“Eh?!” Jimmy menjawab dengan sedikit terkejut dan senyuman yang tidak pasti, tak menyangka bahwa klien barunya adalah seorang presiden sebuah perusahaan besar.Melihat betapa tenangnya Victor saat ini, Jimmy langsung mengubah sikapnya. Dia merapikan rambut dan pakaiannya sedikit, dan duduk di kursinya dengan memulai sikap profesionalnya.“Jimmy Farion siap melayani anda, menyelesaikan masalah tanpa masalah!
Ia mulai ragu dengan niatnya untuk berbuat sesuatu di lelang tersebut. Sepertinya dia harus menerima tawaran apapun yang akan datang pada cincin yang akan dia jual.“Sudah, suruh mereka pergi,” kata Victor kepada Emma.Kedua orang itu pun pergi begitu saja bahkan sebelum Emma menyuruh mereka pergi.“Jadi, apa yang akan kau lakukan sekarang?” tanya Viona.“Kita bicarakan saja nanti. Kita temui saja pengacara itu dulu!” Jawab Victor sambil bangkit dari sofa dengan wajah lelah.Pada akhirnya, mereka meninggalkan rumah dengan Viona yang mengendarai Ferrari untuknya. Victor sama sekali tak membuat wajah tak bersemangatnya, tak menyembunyikan betapa kecewanya ia pada Viona.Meski begitu, dia tahu bahwa tak bisa juga menyalahkannya. Viona sudah mengatakan bahwa dia tidak akan mengasuhnya lagi. Bagaimana pun, tentu dia menyadari bahwa sebagian besar masalah ini disebabkan oleh kesalahannya sendiri, perselisihan pribadinya dengan Emma.Tapi tetap saja…“Bagaimana kamu bisa kepikiran menggunaka
Dia hanya berdiri saja di sana, di seberang toko apotek tempat dia seharusnya bekerja. Ia merasa agak enggan untuk kembali bekerja, karena apotek tersebut masih milik keluarga Lucas.“Eh? Emma?!” salah satu mantan rekan kerja menyapanya dari belakang.“Oh? Stephanie! Hi!” jawab Emma.“Mereka bilang kam
Sesampainya di kamar hotel, Lucas melemparkannya ke atas kasur, dan segera melucuti pakaiannya satu-persatu. Nafasnya berburu berkejaran tampak tak sabaran.Dia juga melepaskan pakaiannya. Namun, saat dia telanjang bulat, tiba-tiba teleponnya berdering.Dia mengangkat telepon dengan wajah kesal. Namun
Dia memang mengira permata dari Johnson’s Pleasantry akan berharga mahal. Tapi dia tidak pernah mengira harganya akan semahal itu. “Satu juta dolar?” gumamnya sambil memegang kepalanya dengan satu tangan, sementara tangan lainnya berusaha menjaga keseimbangan dengan mencari sesuatu untuk dipegang. “
Saat mereka memaksa masuk dan berdiri di belakang Victor, lift membunyikan alarm tanda kelebihan beban. Mereka pun mulai saling pandang, menunggu seseorang keluar dari lift.Namun kedua karyawan perempuan itu, Abigail dan Sarah, bersikap cuek dengan apa yang terjadi.“Hei, kita tidak akan kemana-mana






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
ความคิดเห็น