Share

Bab 947

Author: Rexa Pariaman
Nazar berkata, "Latif, demi melindungi cucumu, aku bahkan mempertaruhkan nyawaku sendiri. Gimana? Cukup luar biasa, 'kan?"

"Terima kasih, Nazar," ucap Latif dengan wajah penuh rasa terima kasih.

"Cuma segitu?" Nazar tampak tidak puas dengan ucapan terima kasih itu.

"Kalau nggak begitu, mau gimana lagi?" balas Latif.

Nazar meletakkan sumpitnya dan berkata, "Latif, Ewan itu cucumu. Demi menyelamatkan dia, aku nyaris kehilangan nyawa, bahkan sudah menghabiskan begitu banyak Jimat Petir. Kalau kamu cuma berterima kasih dengan kata-kata, bukankah itu terlalu nggak tulus?"

"Terus, maksudmu apa?" tanya Latif.

Nazar mengangkat dua jarinya.

"Aku paham," kata Latif sambil tersenyum menggoda. "Nanti aku suruh Rindra carikan dua wanita untukmu. Nazar, ternyata kamu cukup nakal juga. Satu nggak cukup, mau dua sekaligus."

"Yang kumaksud bukan wanita, tapi uang," kata Nazar dengan nada datar. "Kasih aku 2 miliar."

"Oh, jadi yang kamu mau uang. Kenapa nggak bilang dari tadi?" timpal Latif. "Tapi kamu
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1360

    Marsudi dibunuh?Wajah Ewan dipenuhi keterkejutan. Dia segera menelepon Venus."Ada apa, kangen aku?" Suara Venus terdengar lembut dari seberang, sambil tertawa kecil.Ewan tidak berminat bercanda dan langsung bertanya, "Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa yang membunuh Marsudi?""Nggak tahu siapa pelakunya," jawab Venus. "Marsudi tewas di pinggiran kota, sekitar sepuluh kilometer dari ibu kota. Dari situasinya, sepertinya dia sedang dalam perjalanan menuju bandara."Ewan merasa sulit dipercaya. "Jaringan intelijen Aula Raja Maut begitu kuat, tapi tetap nggak tahu siapa pembunuhnya?"Venus menjawab, "Dewa Perang sudah memerintahkan penyelidikan, tapi sampai sekarang belum ada hasil.""Karena Mariadi dan Magana sudah tiba di lokasi kejadian, orang-orang kami nggak berani mendekat. Tapi satu hal bisa dipastikan, orang yang mampu membunuh Marsudi pasti seorang ahli tingkat puncak."Alis Ewan berkerut. Siapa sebenarnya ahli yang turun tangan? Dan apa alasannya membunuh Marsudi? Mungkinkah d

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1359

    'Mungkin Master belum pernah dikerjai olehnya!''Masuk akal juga. Master Hampa adalah tokoh luar biasa. Seaneh apa pun Master Nazar, dia tentu tidak berani mempermainkan Master Hampa.'Master Hampa melanjutkan, "Ega bukan hanya unggul dalam bela diri, dia juga mendalami ajaran Buddha. Dalam hal ini, aku malah merasa nggak sebanding.""Seandainya sejak awal aku tahu bahwa kamu adalah keturunan Ega, sebenarnya nggak perlu ada rangkaian ujian ini. Kamu bisa langsung membaca kitab pedang."'Apa maksudnya itu? Berarti tiga ujian tadi sia-sia?'Ewan merasa agak tertekan.Master Hampa berkata, "Sebenarnya, tiga ujian itu masing-masing memiliki tujuan tersendiri.""Ujian pertama, membuka pintu gunung, menguji tingkat kultivasi.""Ujian kedua, mendaki Gunung Pisau, menguji keteguhan batin.""Ujian ketiga, menemukan satu gua yang benar di antara 720 gua, menguji keberuntungan dan takdir.""Lalu, Dharmadaya, bagaimana Ewan melewati ujian ketiga?"Ini ....Wajah Dharmadaya tampak serba salah.Mast

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1358

    Hati Ewan terguncang hebat.'Apa maksud Master Hampa dengan perkataan itu? Apakah dia sedang mengujiku? Atau ... dia sudah mengetahui identitasku?"Memikirkan hal itu, Ewan sempat ragu sejenak, lalu berkata, "Terus terang saja kepada Master, Ega adalah ayahku."Begitu kata-katanya dilontarkan, Dharmadaya muncul di belakangnya dan kebetulan mendengar kalimat tersebut. "Apa? Kamu putra Ega?" Wajah Dharmadaya dipenuhi keterkejutan.Ewan tersenyum pahit. "Karena alasan ayahku, selama ini aku nggak pernah mengungkapkan asal-usulku kepada siapa pun.""Pantas saja aku merasa ada kedekatan sejak pertama kali bertemu denganmu. Jadi kamu memang keturunan Ega. Ini benar-benar berkah," kata Master Hampa.Dia melanjutkan, "Walaupun aku berada jauh di Dadaru, aku tetap mendengar sedikit tentang pergolakan besar yang terjadi di ibu kota lebih dari 20 tahun lalu. Aku ingin tahu, di mana Ega berada sekarang?"Ewan menjawab, "Aku juga nggak tahu keberadaan ayahku. Setelah peristiwa besar 20 tahun lalu i

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1357

    Tiba-tiba, suara Master Hampa terdengar dari dalam pagoda di atas tebing, "Dharmadaya, tamu terhormat sudah tiba. Kenapa kamu lalai menjamu orang?""Ya, ucapan Guru memang benar. Maaf atas kelalaian saya."Dharmadaya memberi hormat dengan penuh hormat ke arah tebing, lalu berkata kepada Ewan, "Ewan, akan kuantar kamu naik.""Silakan, Master."Begitu kata-kata Ewan berakhir, Dharmadaya langsung bergerak.Terlihat dia menarik napas dalam-dalam, lalu tubuhnya melesat ke udara. Kelima jarinya membentuk cengkeraman seperti kait besi untuk mencengkeram dinding batu. Gerakannya sangat lincah. Dalam sekilas, dia sudah melesat naik belasan meter dengan santai.Jelas terlihat bahwa teknik panjat tebing Dharmadaya sangat terlatih.Setelah naik belasan meter, Dharmadaya menunduk dan melihat Ewan masih berdiri di dasar tebing dengan dahi berkerut. "Ewan, apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Dharmadaya.Ewan menunjuk ke arah tebing dan menjawab jujur, "Aku sedang memikirkan, bagaimana caranya naik

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1356

    "Saya ada di sini!" Empat kata itu terdengar lantang. Ewan menatap sekeliling. Dia hanya mendengar suaranya, tetapi tidak melihat orangnya.Detik berikutnya, pandangannya tertuju ke arah pagoda dan hatinya terguncang. Master Hampa berada di dalam pagoda itu!Perlu diketahui, posisi Ewan saat ini berjarak sekitar 100 meter dari pagoda tersebut. Artinya, Master Hampa yang berada di dalam pagoda sejauh 100 meter itu masih bisa mendengar percakapan antara Ewan dan Dharmadaya dengan jelas.Dalam hati, Ewan kagum. 'Memang pantas dijuluki biksu agung. Tingkat kultivasinya benar-benar luar biasa!'Dharmadaya menunjuk ke arah pagoda dan berkata, "Pagoda ini bernama Pagoda Pencerahan.""Pagoda ini pertama kali dibangun pada 960 Masehi. Sampai sekarang, usianya sudah lebih dari 800 tahun.""Pagoda Pencerahan berdiri di atas tebing. Dahulu, banyak pendahulu Kuil Naga Langit yang memperoleh pencerahan di dalam pagoda ini, lalu pergi menuju tanah suci. Dalam beberapa tahun terakhir ini, guruku juga

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1355

    "Bagus, bagus sekali ...," kata Dharmadaya. "Guru telah mengatakan, kalau kamu bersedia bergabung dengan Kuil Naga Langit, maka kamu harus bersumpah di tempat ini.""Sumpah apa?" tanya Ewan."Seumur hidup nggak boleh menikah dan nggak boleh memiliki keturunan."Mendengar hal itu, Ewan langsung murka.'Pergi saja kau, biksu botak tua. Jangan harap bisa mencelakakanku.'Ewan memang mengatakan ingin bergabung dengan Kuil Naga Langit, tetapi sebenarnya dia hanya berniat mendapatkan kitab Pedang Enam Nadi, lalu mencari kesempatan untuk kembali ke kehidupan duniawi. Tak disangka, Master Hampa rupanya sudah menebak niatnya sejak awal dan memaksanya bersumpah.'Benar-benar licik. Ingin memutus niatku untuk menikah dan punya anak? Mimpi! Kalau begitu, lupakan saja soal kitab itu! Aku punya Teknik Naga Ilahi Sembilan Revolusi dan warisan dalam diriku. Tanpa kitab pedang pun aku tetap bisa menjadi seorang super kuat!'Memikirkan hal itu, Ewan pun tertawa terbahak-bahak."Ewan, kenapa kamu tertawa

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status