MasukLeah is injured in the woods where Zachary’s wolf finds her. Before Leah passes out, she sees the werewolves transform into humans. She is treated by a girl when she wakes up who was sent by Zachary. Leah meets Zachary before she is taken home. Leah is still stunned as she gets home. She hadn’t known that Winstonville would be crawling with such creatures. She recalls what brought her to Winstonville with her mother in the first place, which is the death of her father. Leah arrives for the first day at school and meets Amelia. Amelia helps her adjust. Surprisingly, she sees Zachary in school and promises to approach him. Leah is late for biology class and is surprised to see Zachary who turns out to be her lab partner. She tries to start a conversation with him but he is disinterested. Leah is disappointed. The Elders of the Den are angry that Zachary exposed their secret to a human. Zachary challenges them with mad leaves. He thinks about Leah and how irked at her presence. His wolf feels otherwise. Leah tried to speak to Zachary in school again but he is still disinterested. Leah still doesn’t give up. She notices how Olivia is close to Zachary and feels that they are a thing. In class, she sits with Olivia coincidentally and she explains her relationship with Zachary.
Lihat lebih banyak"Akhirnya ... aku akan kencan dengan seorang gadis cantik dan kaya! Hehehe." Ferdinand Sinaga terlihat sangat gembira ketika memikirkan dirinya akan segera berkencan dengan seorang gadis.
Suara nada dering telepon membuat Ferdi merasa sangat senang, apalagi saat melihat nama kontaknya. Dia tidak lain adalah Leni Saragi. Seorang CEO di Hotel Merbabu yang terkenal.
"Ferdi, kau ada di mana sekarang?"
Belum sempat Ferdi menjawab, tiba-tiba ia dikagetkan ketika melihat Leni Saragi ternyata datang bersama dengan temannya.
Ferdi terbelalak saat menyaksikannya. Ia seperti sangat mengenal gadis cantik yang ada di samping Leni.
"Maaf. Aku mendadak ada urusan. Jadi, aku tidak bisa bertemu denganmu, maafkan aku! Lain kali, aku pasti akan menemuimu." Setelah mengucapkan hal ini, Ferdi segera menggunakan jurus "langkah seribu" miliknya.
Barulah, setelah dia menjauh dari restoran, Ferdi buru-buru memegang kedua lututnya dan mengatur napasnya yang terengah-engah.
"Buset, siapa yang akan menyangka Leni akan datang bersama Jennifer? Jika sampai tadi aku ketahuan oleh Jennifer, habislah riwayatku!" gumam Ferdi pada dirinya sendiri.
Jennifer Lawrence, merupakan salah satu pacar Ferdi. Gadis cantik dengan paras yang sangat menawan itu juga merupakan seorang konglomerat yang mempunyai harta berlimpah.
Selain Jennifer dan Leni, Ferdi sebenarnya mempunyai beberapa pacar lagi, yaitu Yulia dan Cinta. Total, Ferdi mempunyai 4 orang pacar dan semuanya adalah seorang konglomerat.
Bermodalkan wajah tampan dan kemampuan merayunya, ia berhasil menaklukkan empat gadis konglomerat dan memacarinya di saat yang bersamaan.
Awalnya, ini menyenangkan. Ferdi seringkali memaanfaatkan beberapa pacarnya untuk mengumpulkan uang demi mimpinya. Tapi, sungguh ironis! Justru, karena hal yang sama, Ferdi hidup penuh ketakutan bila para pacarnya tahu kalau sebenarnya dia adalah seorang playboy.
Tring!!!
Sungguh, sial bagi Ferdi. Leni tidak berhenti meneleponnya.
Ferdi ketar-ketir ketika melihat smartphone miliknya.
"Mampus, gue harus jawab bagaimana ini?" gumam Ferdi yang sama sekali tidak berani mengangkat teleponnya. Dia belum tahu harus bilang apa nantinya.
***Sementara itu, di restoran***
"Sialan, kenapa sih? Kok, nggak diangkat?" kesal Leni. Wajah perempuan itu bahkan mengerut sambil memandang ponselnya.
"Sudahlah kak Leni. Ayo, kita pulang saja! Mungkin, pacar kaka sibuk, kan?" ucap Jennifer.
"Baiklah, biar nanti aku baik-baik memberinya pelajaran," ucap Leni kemudian mengikuti saran adik sepupunya, Jennifer.
Ferdi yang malang. Andai saja dia tahu mengenai hubungan Leni dan Jennifer yang seorang saudara sepupu, Ferdi pasti hanya akan menjalin hubungan dengan salah satu dari mereka.
Memacari dua orang gadis yang mempunyai hubungan saudara, tentu sangatlah beresiko. Kemungkinan,, ketahuan sangat tinggi!
Tak lama, Jennifer dan Leni segera pergi begitu saja dari restoran.
Melihat kepergian Leni dan Jennifer, kini Ferdi merasa sangat bahagia. Ia senang, sebab marabahaya telah berlalu.
"Sial, sebenarnya ada hubungan apa sih Leni dan Jennifer?" gumam Ferdi.
Nafsu makan Ferdi mendadak hilang. Dengan cepat, ia pun segera ke parkiran dan mencari mobilnya menggunakan remote.
Hanya saja, Ferdi tidak bisa berhenti untuk memikirkan alasan apa yang harus ia katakan nantinya--meski sudah berkendara di jalanan.
"Jika aku memancing kecurigaan Leni, justru itu akan merugikanku nanti. Lebih baik, aku bikin drama aja. Sekalian aku meminta uangnya nanti." pikir Ferdi yang kini mempunyai rencana di kepalanya.
******
Sesampainya di apartemen miliknya, Ferdi langsung membanting smartphone miliknya dan merusaknya begitu saja.
Wajahnya pun sudah babak belur. Seorang pelayan kini mengulurkan tangannya. "Di mana bayaranku?"
Karena sudah dijanjikan akan diberi sejumlah uang setelah memukuli Ferdi, pelayan itu tentu saja meminta bayarannya.
"Kau masih berani meminta bayaran? Lihatlah diriku sekarang, kalau aku melapor ke polisi dan menuntutmu, kau bisa mengelak tidak?" tanya Ferdi.
Mendengar hal itu, si pelayan yang malang kini sadar dirinya ditipu. Ferdi sama sekali tidak berniat membayarnya!
"Sialan, kau!" Karena tidak mau berurusan apalagi kalau sampai dituntut oleh Ferdi, pelayan itu memilih pergi saja.
"Cih, sudah memukul sampai puas masih mau uang juga? Dia pikir siapa dia?" gumam Ferdi. Suara tawa kini menggelegar dari sana. Dengan tidak tahu malunya, Ferdi merasa bangga pada dirinya.
Mengingat ponselnya juga sengaja dirusak, Ferdi pun menggunakan smartphone baru miliknya kemudian menelepon Leni Saragi.
"Dengan siapa dan di mana?" ucap Leni langsung. Tampaknya, dia sedang sibuk. Ia bahkan menjawab telepon tidak dikenal sambil terus memperhatikan layar laptop--untuk bekerja.
"Leni, ini aku Ferdi! Maafkan aku, kemarin aku melakukan kesalahan besar dan meninggalkanmu sendiri di restoran itu. AAku mendapat masalah dengan seorang gangster, dan hasilnya smartphone milikku sempat diambil olehnya dan sekarang entah di mana. Aku pun sudah dipukuli olehnya sampai bonyok."
"Hah?" bingung Leni."Aku benar-benar tidak berdaya Leni. Bisakah kau menjengukku di apartemen seorang diri? Aku sangat merindukanmu!" ucap Ferdi.
Alasannya itu ... sangat luar biasa! Bukannya curiga, Leni malah merasa sangat khawatir dibuatnya. Dengan menggunakan alasan 'rindu', Ferdi juga menegaskan bahwa ia ingin Leni datang seorang diri. Jadi, semuanya akan aman.
"Lalu, apa kau baik-baik saja?" Leni seketika menunjukkan kekhawatirannya kepada Ferdi.
"Yah, aku baik-baik saja sekarang. Hanya saja, aku merindukanmu. Aku pun bertanya-tanya. Apakah kekasih hatiku sedang sibuk atau tidak?"
"Aku akan segera pergi menuju apartemenmu."
"Benarkah?"
The next day, Zachary came to my house immediately after my Mom left for work.I had told her I was sick and didn't feel like going to school. She let me stay at home but with the condition that I must take medication and rest enough. I was on my bed thinking about the previous day and worrying about my safety when I heard a tap on my bedroom window. I turned to see Zachary waving at me to open up. I signalled him to the main entrance and then I ran downstairs to open the door for him. Zachary walked in with a box and went straight to the kitchen counter and dropped it,he turned to look at me softly with concern in his eyes..' Leah, how're you feeling today? I brought some stuff that could make you feel a lot better.' Zachary explained.' Zachary! what are you doing here?I didn't expect you here this early. Aren't you going to school?'' I just needed to make sure you're doing okay.' He replied worriedly. I suddenly felt shy, remembering the last kiss we shared. Zachary turn
LEAHIt was three o'clock in the afternoon on a breezy weekend and I just got my back shopping with Amelia,it was fun and super exciting and I cherised every moment we spent together. I decided I was going to cook some delicacy in a personal celebration of being a close friend to Zachary,I beamed with joy as I went to the pantry and ingredients to make fried chicken and rice with vegetable sauce. My mom was on her shift, and I mentally checked packing some food for her in the fridge,incase I slept off when she came back. I washed my hands and the ingredients and random thoughts of me and Zachary flashed and I smiled happily. It was about 5 o'clock when I finished cooking and heard the door bell ring,I was surprised…had Amelia forgotten anything in my bag while we were shopping?. I wiped my hands with the kitchen towel and approached the door peephole,I saw Olivia standing there…. surprised and wondering what would make Olivia visit me,I opened the door and was immediately attacked.
ZACHARYI woke up tired with a resounding headache,I remembered coming back from the campfire and heading straight to my favorite liquor canter and shugging down as many shots as possible.i felt devastated about the whole mate issue,why hadn't I found her yet and why was the creator setting me up with such games.I stood up, showered and ate. I was about entering my jeep when I heard my name,I turned and saw Upel,one of the elder beckoning to me. I respectfully went to him and nodded silently at him." The elders summons you this evening for a meeting"" I'll be in attendance"." Good…Hopefully your temper is in check this time,no more repeat of last time". He said as he walked away.I stared at him until he left,then headed towards my Jeep,jumped in and drove off to pick up Leah.***I arrived in time to see her waving goodbye to her Mom,who zoomed off in her car, obviously headed to work. I parked,wore my sunglasses and walked to her front door and was about to knock,when she sudden
ZACHARYI woke up feeling light chested and deliriously happy,my mind reeled back to meeting with Leah and I was smiling sheepishly. I shook my head and got up from the bed and headed towards the bathroom to freshen up. Liam was on the couch in sitting room looking dazed and had the same sheepish look I had on my face few minutes ago,I just stared at him and then went to the kitchen counter to whip something up for us for breakfast. I heard his footsteps approaching the kitchen and I turned to inspect him some more as he was looking and acting weird." Uhmm…Liam, you good??"" Uh ..oh yes yes,am good Zach….All good". I stopped whisking the eggs and looked at him again, Something was definitely up with him and I needed more information than ' yes yes am good' from him,so I pressed further." You look extremely happy, Buddy…Care to share?"" Zachary, you're not going to believe this but I've imprinted!!!"I stood there, shocked to the core. Liam had found and imprinted on his mate,an






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.