A Madrasta Mas odiada

A Madrasta Mas odiada

last updateÚltima atualização : 2024-10-26
Por:  Camila NunesCompleto
Idioma: Portuguese
goodnovel18goodnovel
9.7
13 classificações. 13 avaliações
88Capítulos
13.4Kvisualizações
Ler
Adicionar à biblioteca

Compartilhar:  

Denunciar
Visão geral
Catálogo
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP

"Ele a abandonou, mas agora ela detém o poder. E a vingança é um prato que se serve frio." Maribel Varozzini acreditou nas promessas de amor de Bryan Fernandes, mas tudo não passava de uma cruel mentira. O playboy a seduziu e a descartou, deixando-a com o peso da vergonha e o desprezo de sua própria família. Porém, daquela noite de traição, algo inesperado os uniu para sempre. Determinada a virar o jogo e fazer Bryan pagar por tudo, Maribel encontra uma oportunidade perfeita ao conhecer Vincenzo Fernandes, o poderoso pai do homem que destruiu sua vida. Juntos, retornam a Istambul, e Maribel assume um papel que ninguém poderia prever: a madrasta de Bryan. Agora, ela controla o tabuleiro. Mas até onde vai sua sede de vingança? E será que, ao tentar destruir Bryan, Maribel pode acabar destruindo a si mesma? "Entre ódio, desejo e reviravoltas, o jogo de poder entre eles será tão perigoso quanto irresistível."

Ver mais

Capítulo 1

Prólogo

 

 

Desas-desus tentang kabar akan datangnya si pemilik Perusahaan, membuat suasana Kantor begitu ramai. Bukannya sibuk bekerja, mereka malah asyik berbincang. Membuat Alya, merasa geram dibuatnya.

 

Di ruangan itu rupanya hanya dia sendiri, yang tidak perduli dengan kedatangan si Tuan rumah. Bagi Alya, semua nampak biasa tak usah dibuat rusuh!

 

"Dasar wanita dingin!" cecar Santi, sambil menepuk bahu sang teman. Yang tengah sibuk dengan beberapa dokumen di tangan.

 

"Apaan sih? Aku tuh lagi sibuk tau, nggak kayak kalian. Rusuh di pagi yang cerah ini," sahut Alya, tak mau kalah dari Santi.

 

"Hei, si empunya Perusahaan mau datang loh. Dan kabarnya, doi cakep. Mapan pula, emang kamu nggak tertarik gitu?" Santi bertanya, berharap sang teman mulai serius menanggapinya.

 

"Nggak perduli! Cakep doang mah percuma," timpal Alya, masih tak mau mengalihkan pandangan dari kerjaannya.

 

Santi melongo, tak habis pikir dengan ucapan temannya barusan, "Maksudnya gimana sih? Percuma apanya coba?"

 

Alya mendengus kasar, merasa kesal telah diganggu oleh Santi.

 

"Percuma San, kalau ternyata doi nggak tertarik sama aku. Ngerti nggak sih?" 

 

Santi tergelak, lantas terkekeh pelan. Mulai paham dengan arah pembicaraan Alya, teman yang baru masuk kerja sebulan yang lalu.

 

"Yaelah, kali aja doi tertarik sama kamu Al. Terus ngajak pacaran, dan ujungnya nikah deh," seloroh Santi, masih dengan senyum tercetak di bibirnya.

 

"Dasar halu!" Mereka tertawa bersama, obrolan garing seperti ini harus segera Alya akhiri. Sebab, banyaknya kerjaan yang begitu menumpuk.

 

"Oi, pemilik Perusahaan datang!" Teriak seorang OB, membuat suasana yang tadinya begitu rusuh. Mendadak hening, serta merta membuat mereka duduk rapi di meja masing-masing.

 

Semua mata memandang si pemilik Perusahaan, dengan rasa kagum terlebih para wanita. Apalagi jomblo, yang sudah tidak sabar mendamba jodoh yang tak kunjung datang.

 

Alya ikut penasaran, lantas memutuskan untuk menunda dokumen. Mengalihkan pandangan pada pria yang tengah menjadi sorotan seantero Kantor.

 

Degg. Masih tak percaya dengan apa yang baru dilihat, ia mengucek matanya. Hingga menghasilkan tanda merah di mata kiri dan kanan.

 

Bagaimana mungkin, jika si pemilik Perusahaan tempat ia bekerja. Adalah sosok pria yang pernah menjadi masa lalunya!

 

Sekali lagi Alya, ingin memastikan bahwa apa yang baru dilihat. Hanyalah halusinasi, bukan kenyataan yang jelas tak mudah ia terima begitu saja.

 

Alya bangkit dari kursi, membuat orang-orang menatap heran. Alya yang cuek, dingin terhadap pria. Mendadak kepo, ingin tau bagaimana rupa pria yang tengah menjadi sorotan.

 

"Katanya nggak perduli! Tapi, kok lihatnya gitu amat sih!" tukas Santi, menatap Alya dengan heran.

 

Sadar akan tatapan heran dari Santi, Alya bergegas duduk. Tak mau ambil pusing dengan penglihatan barusan, mungkin dia hanya sedang halu. Terlalu banyak memikirkan pria masa lalunya.

 

"Aduuuuh, si Bos tampan banget. Maulah aku sama dia," ujar Dewi, jomblo akut. Masih menatap pintu yang sudah tertutup rapat.

 

"Tapi, sayangnya doi mana mau sama kamu Wi." Yang lain menimpali, lantas membuat seluruh ruangan dihiasi dengan gelak tawa. Mengejek si jomblo, yang udah nggak kuat menahan kesendirian.

 

Alya sendiri masih berkecamuk dengan pikirannya, kedua netra menerawang jauh. Sekelebat bayangan sang mantan, hadir menyapa. Bahkan tanpa diminta.

 

Kepergian pria yang amat dicinta, membuat hidupnya hancur! Bagaimana tidak, ia pergi justru di hari pernikahan mereka yang tinggal menghitung jam.

 

Alya tak pernah tau, alasan pasti sang mantan pergi. Sebab, dirinya tak pernah memberi kabar berita. Pria itu menghilang seolah ditelan bumi.

 

"Melamun aja Al, semenjak kedatangan si Bos. Kok, kamu mendadak muram? Ada yang salah dengan dia?" Pertanyaan Santi, membuyarkan lamunan panjang Alya.

 

Alya mendongak, lantas segera menepis bayangan masa lalu, "Nggak San, aku mendadak pusing tadi."

 

Alya berbohong, demi menutupi apa yang sempat terlintas dalam pikiran. Santi jelas tidak tau, tentang masa lalu yang cukup menikam hati. Meluluhlantahkan seluruh sendi.

 

"Semua cewek kagum sama kamu, Bep. Sebel deh," ucap seorang wanita, sambil terus bergelayut manja.

 

Reino hanya melirik sekilas, lantas terus berusaha melepas tangan dari jerat si wanita.

 

"Biarin aja! Itu 'kan hak mereka," tukas Rei, menatap tak perduli.

 

Mey merasa geram, Reino terus saja cuek. Padahal, dia selalu berusaha untuk menggodanya selama ini.

 

"Kamu bisa keluar nggak dari sini? Aku sibuk, mau ngobrol penting sama Pak Direktur."

 

Dengan penuh sesal, Mey melenggang pergi. Bagaimana mungkin wanita cantik seperti dirinya terusir dengan tidak terhormat!

 

 

 

Expandir
Próximo capítulo
Baixar

Último capítulo

Mais capítulos

Para os leitores

Bem-vindo ao Goodnovel mundo de ficção. Se você gosta desta novela, ou você é um idealista que espera explorar um mundo perfeito, e também quer se tornar um autor de novela original online para aumentar a renda, você pode se juntar à nossa família para ler ou criar vários tipos de livros, como romance, leitura épica, novela de lobisomem, novela de fantasia, história e assim por diante. Se você é um leitor, novelas de alta qualidade podem ser selecionados aqui. Se você é um autor, pode obter mais inspiração de outras pessoas para criar obras mais brilhantes, além disso, suas obras em nossa plataforma chamarão mais atenção e conquistarão mais admiração dos leitores.


avaliaçõesMais

Tereza Izaura Dantas de Assis
Tereza Izaura Dantas de Assis
Parabéns a autora! Gostei muito do livro. Maribel casou com Bryan e tiveram dois filhos. Vincenzo casou com Pérola e ela teve mais um filho. João Carlos e Estefânia tiveram gêmeos. Esther ficou numa clínica e depois fez faculdade e se tornou uma estilista de moda.
2026-05-04 00:16:57
0
0
Alessandra Siqueira Pessanha
Alessandra Siqueira Pessanha
Com quem Maribel vai ficar no final? Vincenzo ou Bryan?
2025-09-05 23:23:35
1
0
Aline Costa
Aline Costa
história envolvente
2025-04-26 13:45:03
0
0
Orlandina Fernandes
Orlandina Fernandes
Se não atualiza nem vou começar espero que termine
2024-09-02 23:35:53
0
0
Aline Costa
Aline Costa
tô adorando a história, Esther tem que crescer, o desfecho dos casais to adorando.
2024-08-13 11:44:28
0
0
88 Capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status