A deal with the devil

A deal with the devil

last updateLast Updated : 2025-12-22
By:  MajestiqueOngoing
Language: English
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
33Chapters
430views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

He's the devil she can't resist. She's the one sin he can't afford. Rookie FBI agent Nina Torres has one goal- to find her sister and take down the man responsible for abducting her. Cold, calculating and untouchable, Rafael Santiago, the billionaire businessman with ties to the Black smoke syndicate has eluded every investigation. But when a chance encounter throws them into each other's path, Nina discovers that the line between duty and desire is far thinner than she imagined. Every glance from Rafael feels like a challenge, every touch a dangerous confession. In a city built on secrets and blood, falling for the enemy might be the one crime neither of them can survive.

View More

Chapter 1

Chapter one

"Argh… Sakit, sakit banget!"

"Mbak, Mbak masih bisa denger suara saya?"

Sekuat tenaga Gendhis berusaha mengangguk saat guncangan di Pundak dan pertanyaan itu ditujukan padanya.

“Sakit sekali, Dokter.” Lagi-lagi, hanya erangan kesakitan yang Gendhis beri sebagai tambahan jawabannya. Tangannya tergerak mencengkeram perut bagian bawahnya, keringat dingin membasahi sekujur tubuh.

"Dari kapan sakitnya?" tanya perawat di sebelah Gendhis.

Gendhis menggeleng, "Semalam…" gumamnya tak yakin.

"Ada bercak darah?"

Gendhis mengangguk kali ini, ia berusaha membuka matanya.

Tak jauh dari ranjangnya sekarang, seorang perempuan berusia 40 tahunan tengah menatapnya dari kejauhan. Tampak cemas, tapi juga tak berani mendekat.

"S-saya hamil. Test pack saya positif," ungkap Gendhis terbata.

Tak ada jawaban, semua orang yang menangani Gendhis di Instalasi Gawat Darurat itu tampak sibuk melakukan tugasnya masing-masing setelah mendengar pengakuannya.

Air mata Gendhis menetes, ia ingin menjadi gila saja setelah semua yang dialaminya. Di tengah rasa sakit yang menyerang sekujur tubuh, ia kumpulkan kekuatan untuk lebih membuka matanya, meski sulit.

Obrolan orang-orang di sekitarnya masih bisa Gendhis dengar dengan baik meski menggunakan bahasa medis yang asing, berusaha memanggil dokter kandungan dengan cepat.

Napas Gendhis makin tak teratur, rasa sakit menghujam perut bagian bawahnya semakin kuat.

“Status?” Sebuah suara berat membuat kegaduhan yang tadi Gendhis dengar senyap seketika. Terasa jemari Gendjis diraba lembut, hangat.

"Perdarahan pervaginam, gangguan hemodinamik, nyeri tekan panggul dan perut, hasil USG transvaginal, suspect K.E.T, Dok."

"Hubungi OK, dan seseorang tolong bicara dengan walinya."

Begitu mendengar para tenaga medis itu menyebut tentang wali, Gendhis berusaha membuka mulutnya. Meski pandangannya sudah memudar, setidaknya ia harus memberi penjelasan mengenai statusnya.

"Saya sebatang kara. Nggak punya wali," ungkap Gendhis.

Helaan napas berat menjadi tanggapan pertama dari ucapan Gendhis. Sejenak tampak sepi, hanya terdengar suara sirine dari luar ruangan IGD itu.

"Kamu hampir kehabisan darah, kita harus segera ngambil tindakan operasi. Dan kita butuh persetujuan wali kamu," ucap sang dokter.

Gendhis menggeleng, "Lakukan apa aja Dok, saya nggak punya wali," sebut Gendhis. "Orang yang nganter saya adalah germo di tempat saya bekerja," ujarnya mengejutkan semua orang.

"Oke, masalah wali biar jadi urusan saya," kata sang dokter berwajah sangat tampan ini. "Saya yang akan jadi pendonor darah kamu," katanya.

Air mata Gendhis mengalir lagi, ia coba untuk membuka matanya perlahan. Cahaya putih memendar menghalangi pandangannya.

Ia itarkan tatapannya ke sekeliling, tenaga medis yang menanganinya sudah berkurang jumlahnya. Dari sekitar selusin, hanya ada 4 orang sekarang, termasuk si pemilik punggung tegap yang baru saja datang dan menanyai soal walinya tadi.

"Saya yang akan jadi walinya," ucap si dokter tampan yakin, memunggungi tempat Gendhis berbaring. "Tolong persiapkan operasinya, saya ke bank darah sebentar," pamitnya.

"Dokter!" Gendhis memanggil dengan sisa tenaganya.

Punggung tegap nan lebar itu berbalik perlahan. Wajah tampan dengan hidung mancung menantang yang tertutup masker, mendekat kembali pada Gendhis.

"Kehamilan Ektopik Terganggu, kondisi kamu sangat mengancam nyawa, harus segera dioperasi. Saya yang akan jadi wali sekaligus pendonor darah untuk kamu. Bertahanlah, Gendhis," ucap sang dokter penuh pengharapan.

Seakan tak asing oleh suara dan wajah di balik masker itu, Gendhis berusaha menajamkan pandangan.

Namun, si tampan baik hati justru berlalu pergi tanpa penjelasan atas panggilan akrabnya pada Gendhis barusan.

"Tadi siapa?" tanya Gendhis pada seorang perawat muda di sampingnya. "Dokter barusan," tambahnya timbul tenggelam.

"Dokter Christ, spesialis Obgyn Mbak," balas sang perawat.

Bibir Gendhis bergetar hebat, sungguh, ia tidak mau bertemu dengan masa lalunya itu di situasi semacam ini. Betapa takdir yang sangat berantakan.

Gendhis langsung teringat pada sosok masa lalunya. Rai Damian Christopher Wisanggeni.

"Rai, apa itu kamu?"

###

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

No Comments
33 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status