Share

Eve Mengobati Kesatria

last update Dernière mise à jour: 2023-03-21 05:58:48

Di rumah sakit yang luasnya melebihi lapangan bola, terdapat seorang bangsawan bernama Eve sedang membawa herbal-herbal dan air yang sudah dibacakan mantra. Eve berjalan dengan sempoyongan, detak jantung masih berdegub cepat. Seakan jantungnya mau meledak karena penyakit jantung. Namun, sebagai bangsawan dan calon istri dari kerajaan penyihir putih di selatan Eropa yang letaknya di hutan sihir seorang calon ratu tidak boleh lengah karena tugas sebagai istri dari putra mahkota sangat berat.

“Anne bertahanlah, kita sudah sampai di rumah sakit.”

Duke membawa wanita yang berparas indah. Ia segera membawa Anne, lelaki itu memapah perlahan-lahan wanita yang dijaga dan diberi sesuatu yang sangat indah dengan kasih sayang ke sebuah tempat yang berisi alat sihir dan ramuan herbal.

 

“Ada yang bisa saya bantu? Apakah di kamar ujung ada pasien yang terluka?” tanya Eve. Wanita yang memakai baju medis berhenti, dan memegang kerah baju karena sesak. Sesaknya bukan karena pakaian melain kan penyakit jantung yang menguras energi sihir. Putra mahkota berjalan menghampiri wanita yang sudah menjadi kekasihnya. Mereka saling mencintai dan membuat sebuah aliansi demi memusnahkan penyihir jahat. 

 

Eve sedang mencoba menolong para kesatria yang terluka, dia sudah mengirim selembar catatan tentang isi hatinya. Catatan itu berisi perasaan dia dan Putra Mahkota Hector, namun putra mahkota Hector belum datang. Meski surat itu sudah di kirim ke sahabat lelakinya sekaligus calon suami dari Anne. Langkah kaki terhenti dan tidak bersuara, dua orang muda-mudi yang datang tersenyum melihat Hector sudah menjumpai Eve. Anne memberikan isyarat pada lelaki yang memfokuskan pandangan ke Eve. Wanita itu kemudian mengeluarkan tongkat sihir saat tidak sehat, ia kemudian mendorong Hector kea rah wanita yang sedang merawat kesatria.

“Eve, kamu harus istirahat. Kesehatan kamu sedang tidak pulih.”

 

Eve menoleh ke suara yang merdu dan suara itu adalah suara lelaki yang setia padanya. Putra mahkota Hector sedang mengeluarkan botol dari saku celana panjang, kemudian ia membantu Eve berjalan perlahan-lahan.

 

“Hector, apakah pasukan sudah dikirim ke tempat kak Anne? Aku merasa kesal dengan bangsawan.”

 

Hecktor yang bergelar putra mahkota hanya bisa menangis mendengar Eve yang sedang berjuang membantu Anne dan sahabat Hector yang sering bersama-sama. Seberapa Hector mencoba untuk membantu Eve supaya tidak mengeluarkan tenaga dalam dan kultivasi. Eve tetap saja mengeluarkan kultivasi, karena tekhnik Eve sudah SSS. Level terberat yang diambil Eve adalah kultivasi dan kedokteran.

 

“Nona Eve, di sini butuh pertolongan!” 

 

“Baik, aku akan ke sana.”

 

“Eve, aku akan membantu kamu pejamkan mata.” Lalu Hecktor mengeluarkan sebuah tongkat sihir. “Eve, kita sudah sampai. Aku yang akan menjadi perantara kamu. Aku sudah berjanji dengan Anne dan Alban.”

 

“Meski pun aku tidak bisa melihat dan mempunyai lemah jantung. Jangan memaksakan dirimu, karena kamu habis membuat obat untukku,” ucap Eve.

 

“Masil, aku ke sana dan tolong balut pasien.”

Eve dibantu Hector, ia berjalan masuk ke ruang. Ada kamar dan kasur, terdapat delapan kasur terpisah dan kesatria yang terluka.

 

“Putri Eve dan Putra Mahkota Hector,” ucap seorang yang berdiri. Meski orang itu sedang terluka.

 

“Bagaimana Hector? Apakah luka di lengan parah?” tanya Eve pada Hector.

 

“Apakah ini karena penyakit gula? Atau ini karena bekas perang yang tidak sembuh?” tanya Hector. Pria itu mengangguk dua-duanya, kemudian dia mulai menarik napas dan berbicara ke Hector.

Aku sudah yakin, ini adalah sihir kutukan yang membuat lengan tuan ini menjadi terluka. Hector berpikir keras dan mengeluarkan sebuah mantra. Lalu sebuah cahaya ke luar dan membentuk buku.

 

“Anakku jangan menangis. Kamu sedang sakit,” ucap salah seorang ibu, kemudian Eve berhenti dan mendengar suara seorang wanita yang sedang bersama anaknya yang balita. Namun, tugas di sini lebih para. Eve adalah seorang penyihir pengobatan.

 

“Nona, air garamnya sudah jadi. Apakah sekarang perlu?” tanya seorang perawat yang datang. Eve kemudian mengangguk, sebelumnya wanita yang buta dan pucat ini memiliki sedikit air garam di botol. Kemudian ia mengeluarkan botol, membuka tutup botol, menaruh dengan menuangkan air ke tangan pemuda itu, dan mengucapkan mantra. “Ini adalah obat antiseptik saya sudah mencampur dengan kunyit dan minyak ikan gabus ke dalam obat-obatan ini.”

 

“Ikan gabus di Eroa apakah ada?” tanya lelaki itu yang sedang diobati. 

 

“Kiriman dari guru saya. Ia adalah penyihir di Asia. Dan membawa minyak ikan gabus. Temannya adalah seorang penyihir yang bisa berubah menjadi ikan gabus.” Kemudian Eve menggunakan asap dari tanaman suci yang dicampur resin dan herba.

 

Diceritakan, Eve ini suka meracik obat-obat dan membawa obat-obatan yang masih belum berjamur untuk dimanfaatkan sebagai obat. Karena, obat-obat di tempat rumah sakit sihir ada yang kurang.

 

“Nona Eve, air garam sudah saya bawa lalu dibagikan ke siapa saja?” tanya perawat penyihir.

 

“Yang satu suruh minumkan yang tekanan darah rendah dan obati luka luar. Jangan beri dosis berat dulu.”

Butiran salju turun dengan perlahan-lahan, nyanyian burung sihir membuat semua orang tenang. Beberapa orang sedang tersenyum karena mendengarkan burung bernyanyi.

 

“Kita sudah memasuki bulan ke tujuh, di tempat tinggal kita udara dingin sudah mulai berdatangan dan membuat daun-daun rontok. Sedangkan mata hari tidak memberi energi di daerah kita,” ucap kesatria yang sedang tidur. “Namun, berkat peri Dryad dan rekan-rekannya yang datang dan melestarikan hutan. Tumbuhan selalu bermunculan, teman dryad ada bernama peri hutan keabadian. Dia sangat anggun saat sihir muncul dan menyembuhkan hutan yang sering sekali ada energi hitam,” lanjutnya.

 

'Hutan memang terkadang lelah. Peri Dryad menolong untuk membersihkan hutan dan mereka tidak mau ada yang berulah lagi.” Putra mahkota kemudian mengobati dengan menempelkan sedikit air garam ke luka wanita yang sedang terbaring. Ia menolong Eve, jadi Hector tidak mau putri Eve sedih dan murung.

 

Aku hanya ingin memanggil Eve, tetapi dia dan aku sama-sama memiliki etika bangsawan dan belum resmi menjadi suami istri. Aku tidak mau wanita yang tersenyum sedih, makanya sebagai Putra Mahkota yang baik sekarang harus tersenyum buat Eve dan kestaria, pikir Hector.

 

“Hector, aku ke tempat orang yang sedang terluka. Dia bersama anaknya sedang menungguku,” ucap Eve. Wanita itu berjalan meraba-raba tempat tidur, Hector sedang asik menolong yang lain dan langsung lari dengan kecepatan penuh. Saat sampai di depan wanita yang bersanggul bagaikan putri Eropa, Lelaki yang sudah siaga ini perlahan membantu Eve dengan melihat lantai. Mana mungkin Hector membuat Eve menderita, sedangkan para kesatria terluka akibat melindungi sebuah kerajaan Eropa dari serangan penyihir hitam. Sebagai wakil dari kerajaan “Laviola Anamtar” yang diberikan perintah oleh raja Javier. Sang ayah menyuruh Hector menolong kerajaan tempat Eve dibesarkan dan menetap saat sebelum menjadi putri mahkota.

 

Sebulan, saat itu Hector sedang menghadap raja dari kerajaan Laviola Amantar. Raja yang juga sebagai ayah kandung dan guru bagi Hector.

 

“Baginda raja, ada apa anda memanggil saya ke sini. Saya baru dari perbatasan dekat dengan hutan dan dunia manusia?” tanya Hector. Wajahnya masih kusut dan kotor akibat latihan panah dan pedang di perbatasan. 

 

“Pergilah ke Kerajaan tempaat tunangan kamu. Bawa kesatria kerajaan dengan jumlah banyak untuk dijaga perbatasan hutan dan perbatasan kerajaan tempat tunangan kamu berada.”

 

“Adikku, kamu punya teman bernama Alban kan? Jika dia tidak sibuk kamu suruh dia mengantarmu dan bermukim selama perang berlangsung,” ucap kakak lelaki bernama Blaise. Blaise adalah penyihir yang memiliki lagu-lagu, dia selalu bernyanyi saat musim salju.

Saat ini, Hector sedang melamun. 

 

“Hector, kekasihku. Aku akan mendekap kamu erat-erat ya, agar kamu sadar,” ucap Eve. Wanita itu melangkah namun saat Hector sudah sadar, ia melihat Eve berjalan perlahan-lahan.

 

“Aku tidak akan terkena jebakan kamu, lihat ini kubawakan apa untukmu.”

Hector mengeluarkan obat yang satunya di kantong ajaib yang dibuat oleh penyihir penjahit. 

 

“Terima kasih sayang, aku suka minuman ini dan rasanya menyegarkan.” Namun, Eve tertawa karena melihat botol yang dibawa Hector.

 

“Sudah, ini botol aku beli di tempatku dan hanya ada botol ini,” ucap Hector. Ia kemudian mengesun Eve tepat di jidat.

“Ini adalah mantra untuk penenang pikiran.”

Eve kemudian berjalan bersama Hector untuk mengobati pasien, meski pun mereka berdua tetap saja saling bertatapan dan merona.

“Akhirnya kitab isa tenang ya, Anne!”

“Ayo, kita masih ada banyak yang perlu diurus. Alban, seharusnya kamu beri kabar tentang adikku dan sahabatmu.”

 

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Latest chapter

  • ADIKKU YANG BERNAMA EVE, JADIKAN AKU SEBAGAI MATA KE DUAMU   Raja Bertemu Masa Lalu

    Island yang memakai pakaian sederhana menemui seorang lelaki yang gagah, lelaki itu adalah suami sahabatnya. Sahabat Island yang meninggal, siapa lagi kalau bukan ratu. Ratu dari penyihir suci yang bisa membawa kedamaian. “Halo, sudah lama tidak bertemu. Semakin hari, Anda semakin kelihatan tua.”Wanita berpakaian atasan baju laki-laki yang agak sobek dan celana panjang kain yang agak kusut itu, berjalan dengan pelan-pelan melihat kakak kelas di kerajaan sihir. Kakak kelas di kerajaan sihir, yang berstatus suami ratu sihir es – kini menahan napas, kemudian dia menutup buku.“Ada apa? Kenapa berpakaian seperti rakyat.”Island melemparkan baju yang sama, namun warna pakaian itu adalah hijau muda dan penutup kepala. Dia ingin raja segera bertemu adi tirinya yang masih hidup, Island merahasiakan penyakit pangeran ke 2. Pangeran ke dua saat terjadi perang antara monster dan penyihir baik – dibawa ke tempat manusia. “Pakai, saja. Ada seseorang yang menunggu kamu.”Raja yang memegang pakai

  • ADIKKU YANG BERNAMA EVE, JADIKAN AKU SEBAGAI MATA KE DUAMU   KEMUNCULAN ISLAND

    Yang mulia membacakan beberapa kasus, bangsawan angkuh tidak mau mendengar. Mereka malah menyuruh raja untuk menutup agenda tahunan, alumni-alumni kementerian datang dan memasuki ruang rapat kerajaan. Alternatif sudah dimulai, raja kemudian menyuruh beberapa pengawal untuk mengantar kedatangan tamu terhormat. Wanita itu tidak menampakkan pakaian glamor, dia juga tidak menggoda beberapa bangsawan justru menunjukkan beberapa dokumen kesehatan masyarakat yang sudah dicatat Alband dan Putra mahkota.“Yang mulia, saya adalah penyihir yang sudah bersahabat dengan mendiang ratu. Saya ke sini untuk menunjukkan beberapa bahan-bahan pengobatan yang hilang dari pandangan saya.”Pengawal kerajaan kemudian mengambil gulungan, dia mulai membacakan beberapa orang yang telah menghilangkan bukti-bukti. Island meski berada di perbatasan, dia menyediakan pengobatan yang tidak mahal dan terjangkau bagi masyarakat. Kode yang diberikan Island sudah jelas, Raja yang membaca juga mengerti. Di gulungan, terda

  • ADIKKU YANG BERNAMA EVE, JADIKAN AKU SEBAGAI MATA KE DUAMU   Anne Mengalami Diskriminasi

    Beberapa serdadu sihir melindungi Island, wanita yang dilindungi itu tidak bisa melihat bawahannya terluka. Siapa lagi, kalau bukan Island. Island sang penyihir mawar memang memiliki bakat yang luar biasa sejak lahir, dia sekarang melindungi Anne dari diskriminasi. Beberapa penyihir hitam sengaja menyerang kapal terbang yang dipesan. Bicara yang sangat sulit, apa lagi mereka sudah merencanakan. Seorang putri yang akan terlahir cantik menjadi cacat karena kutukan yang direncanakan. Siapa lagi, kalau bukan dari bangsawan kerajaan pihak raja. Kakak Eve, dia pernah bertemu dengan beberapa putri bangsawan yang sombong. Bahkan mereka berkata kalau orang tua mereka membenci. Diskriminasi terang-terangan dilontarkan ke Anne, saat sedang ikut ujian sihir. “Berapa lama lagi kita menghalangi musuh, Nyonya?” tanya Serdadu. Mereka berusaha menghalau serangan untuk memutar kapal terbang. Island sungguh tidak bisa menahan serangan, tangannya seperti ingin membuat musuh menjadi abu.“Ulur waktu, ka

  • ADIKKU YANG BERNAMA EVE, JADIKAN AKU SEBAGAI MATA KE DUAMU   Kutukan Mati Dan Darah

    Kicau terdengar jelas di langit, menandakan Anne dan Eve mengalami sihir yang membuat mereka tidak bisa terbangun. Ekliptika matahari belum benar, sehingga sihir putih belum bisa membuat perubahan besar. Dua wanita mengalami sihir yang membuat mereka kesakitan dan melemah.“Anne, kamu harus bertahan.”Pilihan yang sangat sulit untuk Duke Alband, di saat Anne sedang mengalami kutukan mengerikan. Anne berubah biru, karena peredaran darahnya tidak lancar. Setiap kali, dia memuntahkan cairan yang bernama cairan kehidupan di tubuhnya. Esensi jiwanya terguncang, membuat energi sihir menyerang jantung dan rahim sehingga perut Anne membengkak. Bulan sedang tidak baik-baik saja, amanat raja dan ratu sihir harus disampaikan. Anne harus menghormati raja, tetapi dia tidak bisa ke kerajaan dan menghadap ayah kandungnya. Anne dan Eve sedang mengalami kutukan mematikan.Musuh tidak mungkin mundur, mereka pasti akan mencari kesalahan demi mendapat kekuasaan. Sihir listrik yang diasah oleh Alband dan

  • ADIKKU YANG BERNAMA EVE, JADIKAN AKU SEBAGAI MATA KE DUAMU   Thunder Bird

    Island, yang tengah berjalan di hutan, mendengar suara Thunder Bird menggema di langit. Ia segera mengirim sinyal ke Alband dan beberapa temannya yang sebelumnya berpencar. Mereka memang sengaja berpisah untuk menghindari musuh yang mengintai. Hingga kini, belum jelas siapa yang memerintahkan mereka memata-matai Anne dan Eve.Island menatap kepala burung Thunder Bird itu dalam-dalam, matanya membulat dan wajahnya menegang.“Anne, Eve... semoga kalian selamat.”Dengan lembut, Island mengelus kepala sang burung dan memberinya makan. Setelah itu, ia memerintahkannya kembali ke puncak pegunungan.“Pergilah. Kau sudah membantuku.”Hewan mitologi itu mengeluarkan suara pelan, seolah menangis. Ia tahu Island dalam bahaya dan enggan berpisah. Namun Island telah menyiapkan mantra khusus—agar burung itu dapat menemukan dirinya, baik dalam keadaan aman maupun genting.Demi menjaga keseimbangan dunia sihir, para penyihir kini berpencar, mencari sang pengkhianat. Langit jagat raya sedang kelabu, d

  • ADIKKU YANG BERNAMA EVE, JADIKAN AKU SEBAGAI MATA KE DUAMU   MERAH ?

    Anne yang sedang sakit tidak ingin acara bunga mawar berakhir dengan kekacauan. Meskipun ada tumor atau kista di perutnya, dia tetap cekatan. Anne sudah mencoba injeksi agar tidak tumbang."Anne, mawarnya tumbuh berwarna merah!""Merah? Syukurlah."Anne yang bertanya dan mengucap syukur itu sendiri tidak percaya bahwa dia telah memilih bibit berwarna merah. Bibinya—atau Tante Island—menunjukkannya. Kemudian, dia mengeluarkan mawar yang telah dipetik.Penyakit Anne memiliki masa inkubasi yang sangat lama, jadi dia tidak boleh kelelahan. Namun, Anne ingin acara bunga mawar berjalan lancar. Dia juga tahu ada bangsawan yang cemburu padanya. Maka, dia berusaha tetap tenang meskipun sedang sakit."Anne, apakah kamu tidak kesakitan? Kamu harus duduk di kursi roda."Tantenya lalu membuat kursi roda itu muncul, kemudian membantunya duduk perlahan. Beberapa bangsawan yang melihat perut Anne yang tampak besar mulai berbisik, menyebarkan gosip bahwa Anne dan Alband memiliki anak sebelum menikah.

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status