Share

Bab 118

Author: Olivia Yoyet
last update publish date: 2026-03-24 10:25:46

118

Aditya terhenyak, sesaat setelah mendengarkan penjelasan psikiater, yang telah menangani adiknya pada 2 jam lalu. Aditya merutuki dirinya yang kurang peka dengan suasana hati Asmiratih, hingga gadis itu lepas kendali tempo hari.

Aditya akhirnya sadar, jika beberapa minggu terakhir Asmiratih memang sering dipergoki tengah melamun. Aditya ingat cerita istrinya, yang juga kesulitan mengorek informasi dari Asmiratih.

Belasan menit terlewati. Aditya telah berada di mobil MPV putih yang dikemudi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • AJUDAN SELEMBE    Bab 119

    119Aditya mengusap punggung adiknya yang tengah terisak-isak dalam pelukan. Pria berjaket biru itu membaca doa tanpa suara, lalu meniupkan napasnya ke puncak kepala Asmiratih,Aditya mengurai pelukan dan mengecup dahi adiknya. Aditya memaksakan senyuman, sebelum membujuk gadis berkulit putih itu untuk berhenti menangis. Aditya melepaskan Asmiratih dan bergeser ke kanan. Dia menyalami Ferlita, lalu mengusap lengan kanan gadis itu sambil memberikan banyak wejangan, yang dibalas Ferlita dengan anggukan. Pria berambut lebat tersebut berpindah untuk menyalami Chyou dan semua adiknya, serta tim CJC dan PBK wilayah China. Aditya menitipkan Asmiratih dan Ferlita pada Sha Jun Hui serta Tang Jason. Kemudian direktur utama TOPAZ dan BKD itu bergabung dengan kelompoknya, yang hendak bertolak kembali ke Indonesia. Tim pimpinan Herjuno itu memberi hormat pada semua pengantar. Lalu mereka berbalik dan jalan keluar ruang tunggu menuju pesawat Adhitama, sambil menjinjing tas masing-masing. Han Su

  • AJUDAN SELEMBE    Bab 118

    118 Aditya terhenyak, sesaat setelah mendengarkan penjelasan psikiater, yang telah menangani adiknya pada 2 jam lalu. Aditya merutuki dirinya yang kurang peka dengan suasana hati Asmiratih, hingga gadis itu lepas kendali tempo hari.Aditya akhirnya sadar, jika beberapa minggu terakhir Asmiratih memang sering dipergoki tengah melamun. Aditya ingat cerita istrinya, yang juga kesulitan mengorek informasi dari Asmiratih.Belasan menit terlewati. Aditya telah berada di mobil MPV putih yang dikemudikan Zikria. Aditya menimbang-nimbang sesaat dalam hati, sebelum memutuskan untuk menerangkan semuanya pada Zikria. Pria berkumis tipis itu telah menjadi sahabat Asmiratih sejak lama. Terutama, karena mereka sering bekerjasama untuk mengawal Vanetta, jika tengah syuting. Selain itu, Zikria yang cukup menguasai wilayah China, sering berkunjung ke negara itu dan bisa membantu Aditya dalam mengawasi adiknya, selama setahun ke depan."Abang nggak tahu, kalau dia pacaran sama cowok itu?" tanya Zikria

  • AJUDAN SELEMBE    Bab 117

    117*Tim PBK dan CJC* To Mu : Siapa yang punya ide naruh ular di dekat dedaunan? Harzan : Girish, @Koko To Mu. Jianzhen : Idenya bagus.Syafid : Kriminal itu.Chyou : yang ditaruh pun jenis ular berbisa. Lakhsyan : Kacau emang Girish. Yuze : Ular apa? Shen : Ular daun, yang hijau kecil itu. Xiuhuan : Ada berapa ekor? Yichen : 30, dan semuanya baru netas.Tang Jason : Dia pintar. Yang ditaruh itu telur, bukan anak ular. Rebecca : Tapi, hebat, loh. Girish bisa tahu kalau ular itu sudah mau netas. Zhu Hadwin : Dia pakar ular. Gwenyth ; Yoih. Lulusan Universitas Sydney. Sha Jun Hui : Baru ingat aku. Girish sempat tugas di sana 3 tahun.Hana : Dia itu pengendali ular. Donnie : Siluman ular. Asmiratih : Pacarnya Nyai Centini. Liu Bin : Harusnya yang ditaruh itu ular derik. Seng Esther : Mana ada ular derik di sini. Chen Wayne : Ada, tapi mahal. Xi Madison : Aku merinding.Chang Guo : Sini, @Maddie. Kupeluk, supaya hangat. Sha Guan Lin : Chang Guo, modus! Chao Gabby : Mes

  • AJUDAN SELEMBE    Bab 116

    116"Huang Miller!" seru Aditya. Pria yang disebut itu melengos. "Kenapa kamu terus yang jadi lawanku?" tanyanya. "Mungkin Tuhan ingin aku menghajarmu lagi." "Jangan mimpi! Kemampuanku sudah jauh lebih tinggi daripada dulu." "Yeah, aku pun begitu." Huang Miller menatap tajam pria yang diketahuinya sebagai direktur operasional PBK. "Apa kamu masih jadi kacung 4 klan?" celanya. "Aku tidak pernah jadi kacung. Mereka adalah keluargaku." Huang Miller berdecih. "Aku heran. Kenapa kamu bisa bertahan kerja sama orang-orang sombong itu?" "Aku juga heran. Kenapa kamu masih akrab sama orang-orang tolol, yang cuma memamerkan otot, tapi otaknya kosong?" "Kami tidak tolol! Kamu, Setan!" "Jangan memaki diri sendiri, Babi!" Huang Miller memelototi lelaki yang tengah berdiri tegak sembari memasang tampang selembe. Huang Miller mengangkat pedang di tangan kanannya, lalu menyerang Aditya sembari berteriak. Huang Miller kaget, ketika Aditya maju menyongsongnya dan meninju berulang kali. Belum

  • AJUDAN SELEMBE    Bab 115

    115Lembayung senja perlahan menghilang di garis cakrawala. Malam menjelang dengan kondisi langit yang gelap. Sekali-sekali terlihat petir di kejauhan, pertanda bila kemungkinan besar hujan akan segera turun.Aditya menengadah menatap langit. Dia berusaha menenangkan degup jantung yang menggila sejak tadi. Terutama saat mendengar informasi dari tim pengintai di radius 2 km dari area, yang menerangkan jika pasukan musuh mulai bergerak. Aditya mengalihkan pandangan ke sekeliling. Raut wajah tegang ditunjukkan semua orang di lobi utama gedung kantor. Seperti halnya Aditya, mereka juga cemas, karena mengetahui bila lawan yang akan dihadapi bukanlah preman biasa. Klan Ruan, Wang dan Jiang, telah membentuk aliansi baru. Jumlah pasukan mereka merupakan terbesar ketujuh di seluruh China, dan sebagian besarnya adalah para profesional. Tim CJC dan PBK sudah belasan kali berhadapan dengan kelompok itu, tetapi tetap saja mereka tidak bisa menganggap remeh lawan, karena pihak gangster memiliki

  • AJUDAN SELEMBE    Bab 114

    114 Ruang rapat Hotel CJC di Shanghai, siang itu dipenuhi banyak orang berseragam hitam dan biru. Mereka tengah mendengarkan strategi yang dipaparkan Zikria dalam bahasa Mandarin yang fasih.Pria berkulit putih itu tampak sangat tenang dalam memaparkan detail rencana yang dibuatnya bersama Deswin, Harzan, dan Girish. Zikria mempersilakan peserta rapat untuk bertanya, lalu dia menjawabnya dengan lugas. Setelah Zikria kembali menempati kursinya, Tang Jason berdiri dan berpindah ke dekat layar besar, yang memantulkan denah proyek hotel dan gedung perkantoran di wilayah Kunshan.Kota itu terletak di antara Shanghai dan Suzhou, serta merupakan kota industri maju. Proyek di tempat itu sejak awal memang sudah sering ditekan dari pihak triad, tetapi bisa dikendalikan para pengawas dan pihak keamanan gabungan CJC serta PB.Akan tetapi, seminggu lalu, sekelompok orang yang diduga merupakan anggota gangster lokal, mendatangi lokasi proyek guna memeras pengelola. Sempat terjadi perkelahian anta

  • AJUDAN SELEMBE    Bab 30

    30Acara saweran menjadi hal yang dinantikan semua orang. Namun, yang sudah dewasa terpaksa mundur, karena panitia telah memutuskan jika hanya anak kecil yang boleh mengikuti acara itu. Khusus untuk para bayi ataupun yang usianya di bawah tiga tahun, didampingi pengasuh masing-masing. Hadirin berso

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • AJUDAN SELEMBE    Bab 33

    33Puluhan orang di panggung, berbalik dan memasuki tirai gelap secara bergantian. Semua lampu di ballroom itu mendadak padam, dan menimbulkan tanda tanya bagi khalayak. Tiga lampu besar menyoroti panggung. Seorang pria berpakaian bangsawan Sunda serba hijau, muncul dari sisi kiri. Disusul seorang

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • AJUDAN SELEMBE    Bab 27

    27*Tim Konvoi OTW Bandung*Haikal : @W. Vanetta beneran ikut? Jaka : @W lagi nyetir, @Bang Haikal. Haikal : Tumben? Jaka : Dia lagi ngajarin Akhtar sama Badar, supaya bisa manuver. Haikal : Bininya beneran diangkut? Jaka : Ho oh. Bareng debay dan kiddos. Tapi kiddos ikut di mobil Hendri. Darm

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • AJUDAN SELEMBE    Bab 26

    26Acara pengajian diadakan ulang pada Kamis siang menjelang sore, di jalan depan blok kediaman Aditya. Sepanjang area itu telah ditutupi tenda biru sejak tadi pagi. Pada sisi ujung kanan, dibuat pelaminan kecil yang akan menjadi tempat siraman. Tepat jam 4 sore, acara pengajian usai, dan langsung

    last updateLast Updated : 2026-03-20
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status