Share

Chapter 19: Penjara Emas

Penulis: MIMOWIE
last update Tanggal publikasi: 2026-05-14 13:00:25

Malam itu, Arlos datang.

Tapi bukan dengan cara biasa—tenang dan terkontrol. Kali ini, ia datang dengan energi yang gelap dan berbahaya, matanya menyala lebih terang dari biasanya.

“Ceritakan padaku,” ucapnya begitu pintu tertutup di belakangnya, suaranya sangat tenang hingga menakutkan.

“Apa yang terjadi antara mu dan Lady Cordelia hari ini?”

Anastasia duduk tegak di ranjang, jantungnya berdebar.

“Dia datang dengan hadiah. Dan... proposal tentang
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   Chapter 82: Harga Dari Keajaiban

    “Yang Mulia,” suaranya gemetar. “Kerusakannya... kembali.Dan kali ini... lebih parah dari sebelumnya. Tubuh Yang Mulia Permaisuri... seolah mengimbangi kesehatan yang ajaib dengan memburuk lebih cepat sekarang.”“APA MAKSUDMU?” Arlos mengaum, api literal mulai menari di sekitar tubuhnya.“Yang Mulia, mohon tenang—““KATAKAN PADAKU APA YANG TERJADI PADA ISTRIKU!”Tabib itu menelan ludah.“Tubuhnya... seperti lilin yang dibakar dari kedua ujung.Kesembuhan ajaib itu—itu meminjam dari masa depannya. Dan sekarang—tubuhnya menagih hutang itu. Dengan bunga.”Keheningan total.Arlos merasakan dunia berhenti berputar.“Berapa lama?” suaranya tiba-tiba berbahaya tenang.“Aku... aku tidak tahu pasti…Yang Mulia—tidak ada yang bisa kulakukan. Tidak ada ramuan, tidak ada sihir lagi yang bisa--““KELUAR.”“Yang Mulia—““KELUAR SEBELUM AKU MEMBAKARMU HIDUP-HIDUP.”

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   Chapter 81: Tugas Yang Telah Selesai

    Malam Keintiman Kembali ke istana, kehidupan normal mereka kembali—tapi dengan kualitas baru. Anastasia, sekarang benar-benar sehat, memiliki energi yang belum pernah dia miliki dulu bahkan saat ia masih beumur 17 tahun dan belum melahirkan Lucian, anak pertamanya. Dia tidak hanya bisa mengurus anak-anak dan tanggung jawab permaisuri— Dia juga punya waktu untuk Arlos. Waktu yang berkualitas. Intim. Malam-malam mereka menjadi lebih dalam—bukan hanya fisik—meskipun itu juga, tapi emosional. Mereka akan berbicara sampai larut malam—tentang mimpi, ketakutan, harapan. “Aku takut,” Anastasia mengaku suatu malam, kepalanya di dada Arlos, mendengarkan detak jantungnya yang stabil. “Takut apa?” Arlos bertanya, jari-jarinya bermain dengan rambutnya. “Bahwa ini semua akan hilang. Bahwa ini terlalu sempurna untuk bertahan.” Arlos menariknya lebih erat.

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   Chapter 80: Dan Untuk Sesaat, Dunia Sempurna

    Di akademi, semua orang terdiam ketika Permaisuri tiba. Anastasia, dalam gaun sutra biru yang elegan, mahkota kecil di kepalanya, berjalan dengan Arlos di sisi kanannya dan Lucian di kiri. “Permaisuri kita sangat cantik,” bisik-bisik di antara siswa dan orang tua. “Dan lihat—dia memegang tangan Pangeran Lucian. Mereka sangat dekat.” Upacara dimulai. Dan ketika nama Lucian dipanggil— “Pangeran Lucian Draven Cassius, Siswa Terbaik Tahun Ketiga”— Anastasia berdiri, bertepuk tangan dengan bangga, air mata mengalir. Lucian berjalan ke panggung, menerima medali emas dan sertifikat. Tapi alih-alih langsung kembali— Dia turun dari panggung, berjalan langsung ke ibunya, dan memeluknya. “Ini semua karena Mama,” bisiknya. “Mama yang selalu percaya pada Lucian.” Anastasia tidak bisa menahan tangisannya. Dia memeluk putranya dengan erat—putranya yang sudah hampir setinggi bahun

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   Chapter 79: Tahun-Tahun Keemasan

    Villa pantai kekaisaran adalah surga di bumi. Dibangun di tepi pantai pribadi dengan pasir putih dan air biru jernih, dikelilingi oleh hutan tropis yang rimbun. Villa itu sendiri megah tapi juga nyaman—bukan istana yang formal tapi rumah yang hangat. Mereka tiba di sore hari—Lucian dan Sera sudah bergidik dengan kegembiraan saat melihat laut untuk pertama kalinya. “AIR BESAR!” Lucian berteriak, berlari ke pantai sebelum siapapun bisa menghentikannya. “Lucian! Tunggu!” Anastasia tertawa, berlari mengejarnya dengan Sera di gendongan. Arlos mengikuti dengan senyum—pemandangan keluarganya bermain di pasir membuat sesuatu di dadanya melembut. Ini adalah kebahagiaan. Kebahagiaan sejati. ☆☆☆ Dua minggu berikutnya adalah kenangan yang akan mereka hargai selamanya. Pagi dimulai dengan sarapan di teras yang menghadap laut. Lucian dan Sera akan berlari ke panta

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   Chapter 78: Musim Terakhir Sebelum Mereka Tumbuh

    Malam adalah untuk keintiman. Setelah anak-anak tidur—Lucian di kamarnya yang sekarang penuh dengan buku tentang sihir dan sejarah kekaisaran, Sera di tempat tidur bayi di kamar mereka—dia masih menolak tidur jauh dari orang tuanya. Arlos dan Anastasia akan punya waktu untuk mereka berdua. Kadang mereka hanya duduk di balkon, menatap bintang, berbicara tentang hari mereka. Kadang mereka membaca bersama—Arlos membacakan laporan kekaisaran sementara Anastasia membaca novel—dia menemukan dia sangat suka cerita romansa, meskipun tidak ada yang sebanding dengan cerita mereka sendiri. Dan kadang— Kadang mereka hanya menatap satu sama lain, tidak perlu kata-kata, tangan saling bergandengan. “Apa yang kau pikirkan?” Arlos akan bertanya suatu malam, jari-jarinya bermain dengan rambut Anastasia yang tergerai. “Aku berpikir betapa beruntungnya aku,”

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   Chapter 77: Hari-Hari Yang Damai

    Bulan-bulan setelah pernikahan adalah periode kebahagiaan yang belum pernah dialami istana dalam generasi.Anastasia—sekarang secara resmi Permaisuri—bersinar dalam perannya. Dia tidak hanya ibu yang mencintai, tapi juga pemimpin yang bijaksana. Rakyat mencintainya—bukan karena kecantikannya atau statusnya, tapi karena kebaikannya yang tulus.Setiap minggu, dia membuka istana untuk rakyat biasa. Mendengarkan keluhan mereka, membantu memecahkan masalah mereka, bahkan kadang turun ke kota untuk mengunjungi rumah sakit dan panti asuhan.“Permaisuri kita adalah anugerah dari para dewa,” orangorang akan berbisik dengan kagum. “Lihat bagaimana dia memperlakukan bahkan orang paling miskin dengan rasa hormat.”Dan Arlos—dia menonton istrinya dengan kebanggaan yang tidak bisa disembunyikan. Dalam pertemuan dewan, dia akan meminta pendapat Anastasia, mengakui kebijaksanaannya di hadapan bangsawan yang dulunya meremehkannya.“Permaisuriku memiliki h

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   Chapter 28: Keluarga Kecil Yang Rapuh

    Anastasia terbangun dengan cahaya pagi yang lembut menyentuh wajahnya. Untuk sesaat, ia bingung—tubuhnya terasa sakit di mana-mana, ada kehangatan kecil di lengannya, dan suara napas halus yang teratur.Lalu ia ingat.Lucian.Ia menunduk dan melihat bayinya yang masih t

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   Chapter 27: Saat Aku Hampir Kehilanganmu

    “Lucian,” ucapnya pelan.“Namanya Lucian. Artinya cahaya. Karena dia akan menjadi cahaya di tengah kegelapan dunia ini.”Arlos menatapnya dengan tatapan yang intens.“Lucian,” ia mengulangi, mencicipi nama itu.“Pewaris pertama kekaisaran. Pangeran Lucian.”

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   Chapter 26: Lucian

    Dengan usaha yang terasa seperti mengangkat gunung, Anastasia menarik dirinya keluar dari kegelapan yang menggoda. Cahaya mulai muncul—redup dulu, lalu semakin terang.Suara-suara mulai terdengar jelas.“—kehilangan terlalu banyak darah—tidak mungkin dia bertahan—““Dia

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   Chapter 25: Lahir Dari Api

    Seminggu berlalu dalam keheningan yang menyakitkan.Anastasia tidak lagi mencoba meninggalkan kamarnya.Ia menghabiskan hari-harinya duduk di balkon, membaca buku-buku tentang perawatan bayi, atau hanya menatap kosong ke taman di bawah—menghindari melihat ke arah sayap barat di

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status