Share

Part 85

"San, lo gak mau maafin Vian? Kasihan dia. Katanya dia udah minta maaf sama lo, tapi gak mau lo maafin," ucap Beno. Dia ingin membujuk Sani agar tidak marah lagi dengan Vian.

Sani yang sedang memainkan ponselnya menoleh pada Beno. "Lo disuruh Vian?"

Beno menggeleng. "Vian sama sekali gak ada suruh gue. Ini inisiatif gue sendiri. Karena gue gak mau kalian berantem."

"Gue juga gak mau berantem, tapi Vian yang cari masalah. Kalau lo jadi gue emang lo gak marah?"

"Ya gue pasti marah karena Vian udah ingkar janji, tapi kan dia udah minta maaf dan nyesal."

"Bukan sekali, No, dia kayak gini. Udah dua kali. Emang lo pikir kerjaan gue cuma nungguin dia pacaran doang?"

"Maklumlah, namanya juga baru pacaran. Makanya sering habisin waktu bareng jadi lupa."

"Jadi gue harus maklumin dia gitu? Sedangkan dia sendiri gak peduli sama gue." Sani bangkit berdiri. "Gue masuk kelas dulu."

Beno menoleh pada Vian yang diam-diam mengintip dari jauh. Vian segera menghampiri Beno.

"Gimana? Berhasil?"

Beno meng
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status