Home / Romansa / Ah! Enak Mas Dokter / Ceritakan dari Awal!

Share

Ceritakan dari Awal!

Author: Dita SY
last update publish date: 2025-09-09 08:00:21

Kembali ke vila tempat Sisca disembunyikan demi keamanan.

Saat ini Barta dan Dewanto sedang duduk di depan Kembang Desa itu. Mereka sedang menanyakan kejadian awal sebelum Sisca berakhir koma di rumah sakit.

"Jangan gugup, ceritakan semuanya pelan-pelan," ucap Bramanto menenangkan Sisca.

Melihat dari wajah wanita muda yang cantik itu, ia sudah tahu Sisca sedang gelisah.

Trauma karena kecelakaan itu masih membekas dalam diri Sisca, ya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (9)
goodnovel comment avatar
Rozalii
ku suka cerita barda dan Sisca KK outhur ...
goodnovel comment avatar
Rozalii
kayak nya barta akan jadi pebinor nihh wk wkwkw, seperti Dirga,
goodnovel comment avatar
Nur Naisah
belibet banget gak sampe"
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 637: Biru

    Senin pagi yang cerah di sekolah internasional itu terasa begitu menyenangkan.Di jam istirahat Farah terlihat sedang asyik bermain sendirian di halaman belakang sekolah setelah jam istirahat pertama.Ia membawa sebuah boneka kelinci kecil dan sekotak bekal makanan yang disiapkan oleh Mommy Febby.​Halaman belakang taman sekolah itu memang berbatasan langsung dengan pagar kawat besi yang menjulang tinggi, pembatas antara area sekolah yang megah dan perkampungan di baliknya.Saat sedang asyik mendudukkan bonekanya di atas rumput, Farah merasa seperti ada yang memperhatikan sejak tadi. Ia mendongak, lalu menoleh ke arah pagar kawat."Hay!"​Di balik sela-sela besi yang rapat, berdiri seorang anak laki-laki. Anak itu tampak sebaya dengan kakaknya, Dylan.Tubuhnya kurus, rambutnya agak berantakan, dan kaos yang berwarna abu-abu terlihat kusam

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 636: Sentuhan +

    "Kalau memang tidak ada apa-apa, setelah makan malam, kamu istirahat ya," ucap Dirga sambil mengusap kepala anak laki-lakinya."Iya Daddy.""Jangan macam-macam lagi ya Dylan. Ingat pesan Daddy dan Mommy! Yang kami lakukan hanya untuk kebaikan kamu!" pesan Febby dengan suara lembut, tetapi tegas."Iya Mommy," sahut Dylan sambil tersenyum, menenangkan.Makan malam itu berakhir dengan tenang. Dylan yang sudah menyelesaikan makannya segera pamit untuk masuk ke dalam kamar, sementara Farah sudah lebih dulu tertidur lelap di kamarnya setelah kelelahan bermain seharian.Setelah memastikan kedua anak mereka aman di tempat tidur masing-masing, Dirga dan Febby merapikan sisa meja makan bersama sebelum melangkah menuju kamar tidur utama."Kamu mencurigai sesuatu nggak Mas?" tanya Febby pada Dirga.Sang Dokter menggeleng, "Kita harus percaya sama Dyl

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 635: Melamun

    Ting! Ting! Ting!Suara lonceng sekolah terdengar. Seluruh anak-anak berhamburan keluar dari kelas.Suara tawa, tangis, teriakan khas anak-anak sekolah dasar terdengar memenuhi seluruh bangunan sekolah.Orang tua, baby sitter dan supir dari anak-anak kaya raya tersebut tampak sudah menunggu di Koridor sekolah.Sementara Dylan dan Farah sudah masuk ke mobil mewah mereka. Dan seperti biasa, mereka hanya dijemput supir pribadi keluarganya.Sore itu, langit Jakarta mulai berubah jingga saat mobil mewah yang menjemput Dylan dan Farah bergerak membelah kemacetan jalanan pulang.Farah, yang duduk di kursi belakang sebelah Dylan, sudah menyandarkan kepalanya ke bantal kecil.Ia tampak sangat lelah setelah seharian belajar dan bermain di sekolah.​Berbeda dengan adiknya yang hampir terlelap, Dylan justru duduk tegak dengan mat

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 634: Jangan Dylan!

    "Bagaimana Dylan?" tanya Zidan saat kakinya sudah mulai terasa letih."Sstttt!"Dylan menatap jalan setapak kecil yang memanjang di balik pintu belakang sekolah.Rasa penasarannya memuncak. Di ujung jalan itu terdapat sebuah perkampungan padat dengan rumah-rumah semipermanen yang berimpitan ... sebuah kawasan kumuh yang sangat kontras dengan gedung sekolah internasional mereka yang megah.Jiwa petualang Dylan mendesaknya untuk terus melangkah ke luar pagar demi mengejar si pencuri."Aku tahu dia lari ke mana?" gumam Dylan.​Namun, tepat ketika Dylan hendak melangkahkan kaki melewati pintu besi tua itu, Zidan tiba-tiba menarik ujung seragam Dylan dengan kuat.Wajah Zidan tampak sangat pucat, ketakutan setengah mati.​"Jangan, Dylan! Jangan keluar dari sekolah!" bisik Zidan dengan suara bergetar."W

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 633: Detektif Kecil

    "Dylan ke kantin yukk!"Suara seruan teman sekelas Dylan terdengar dari arah pintu, tetapi bocah laki-laki yang dipanggil tampak diam mematung sambil memperhatikan sesuatu."Udah kita ke kantin berdua aja," ajak Gilang, menggandeng lengan temannya.Sementara Dylan masih diam, duduk di dalam kelas.Hari itu di jam istirahat sekolah, suasana yang biasanya ceria mendadak berubah tegang.Zidan, teman sebangku Dylan, duduk di pojok kelas sambil menangis sesenggukan.Dylan mendekati, "Kamu kenapa?"Zidan menatap Dylan dengan kedua manik mata berkaca-kaca, lalu menjelaskan semuanya.Mainan robot superhero edisi terbatas miliknya yang baru dibelikan sang ayah hilang dari dalam tas.Mainan itu sangat mahal dan langka, membuat seisi kelas heboh mencari di bawah meja dan loker, namun hasilnya nihil.

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 632: Penjaga Kecil

    "Hahaha! Ayo Kak Dylan! Kejar aku dong!""Iya, masa kalah sih sama anak perempuan?""Hmm, awas ya kalian berdua!"Seminggu berlalu. Pada hari ini halaman rumah besar milik Dirga dipenuhi oleh suara tawa dan derap langkah kaki kecil.Setelah melewati masa-masa yang berat, suasana di kediaman Dirga kini terasa jauh lebih hangat.Dylan, kini tumbuh menjadi anak yang sangat baik dan penurut, benar-benar membuktikan dirinya sebagai sosok kakak yang bisa diandalkan.Ia tidak lagi sering melamun, melainkan aktif membantu Daddy dan Mommy-nya menjaga adik perempuannya, Farah.​Bukan hanya kepada Farah, Dylan juga sangat perhatian pada Aurora, sahabat Farah yang sering main ke rumah.Karena Dylan adalah anak laki-laki yang paling besar, ia merasa punya tugas penting untuk menjadi kapten pelindung bagi anak-anak perempuan yang l

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status