Share

Sadar

Auteur: Dita SY
last update Date de publication: 2025-07-14 09:00:22

Di rumah sakit, Inneke baru sadar anaknya belum kembali ke kamar Fandi. Bahkan setelah Dokter memperbolehkan suaminya pulang, anak semata wayang itu belum juga kembali.

"Febby mana, Bu?" tanya Fandi pada istrinya yang kebingungan.

"Ngga tahu, Yah. Tadi ada di sini 'kan. Pas kamu suruh keluar, dia ngga balik lagi." Inneke menutup pintu ruang kamar setelah Fandi keluar.

Keduanya berjalan menyusuri koridor rumah sakit menuju parkiran.

"Mungkin lagi ke kamar ma
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (3)
goodnovel comment avatar
Liem Mei Fang
Andi licik.bermuka 2 sama dengan Anggun monster
goodnovel comment avatar
Hamriani
bener bener Andi licik
goodnovel comment avatar
Yuka yuka
ternyata Sik Andi tambah parah
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Latest chapter

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 608: Perjalanan Pulang

    Di dalam mobil yang melaju membelah sisa kabut pagi menuju Jakarta, suasana terasa begitu berat.Dylan duduk di kursi belakang, dibalut selimut tebal dan memegang botol air hangat yang diberikan petugas medis.Febby duduk di sampingnya, mendekap bahu putranya seolah tak mau kehilangan sedetik pun, sementara Dirga fokus menyetir dengan rahang yang terkatup rapat.​Setelah keheningan yang cukup lama, Dylan akhirnya membuka suara.Suaranya kecil, serak, dan masih menyimpan sisa trauma.​"Daddy ... Mommy ... sebenarnya ada satu hal yang mau aku tanya," bisik Dylan. "Kalian harus jawab ya, Mommy, Daddy."​"Istirahat dulu, Dylan. Kamu baru saja melewati malam yang mengerikan, jangan memikirkan hal yang tidak-tidak lagi, hmm," jawab Febby lembut, mencoba mengusap kotoran yang masih menempel di pipi anaknya.​"Tapi ini penting. Di sana ... tadi a

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 607: Pelukan yang Dirindukan

    Ketegangan di bawah rumah pohon itu mencapai puncak. Buaya muara tersebut, yang merasa terdesak oleh kepungan cahaya senter, mulai menunjukkan perilaku agresif.Ia menghantamkan moncong kerasnya ke batang pohon beringin tua itu berkali-kali. Setiap benturan membuat struktur rumah pohon di atasnya berderit ngeri.​"Komandan! Kayu penyangganya mulai retak!" teriak salah satu petugas SAR saat melihat papan lantai rumah pohon mulai miring."Rumah pohon itu sudah sangat usang dan berumur, pasti kayu-kayu di sana sudah sangat rapuh," ucap salah satu tim SAR merasa khawatir.​"Dylan, Giandra! Jangan bergerak ke pinggir!" perintah Dirga lantang, suaranya berusaha menutupi gemuruh jantungnya yang berpacu gila. "Tetap diam Sayang! Sebentar lagi kami akan ke sama menolong kalian berdua!""Kita harus secepatnya bergerak!"​Tim SAR segera mengeksekusi rencana darurat. Dua

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 606: Aku di sini!

    "Dylan! Giandra! Jawab Mommy, Nak!"​Suara itu kini bukan lagi sekadar sayup-sayup yang dibawa angin.Teriakan Febby terdengar begitu dekat, membelah kesunyian hutan yang mencekam.Kali ini, Giandra tidak bisa lagi menganggap itu sebagai halusinasi. Ia mendongak, matanya yang basah oleh air mata seketika melebar.​"Lan ... itu beneran suara Mommy kamu!" bisik Giandra dengan bibir yang gemetar karena kombinasi rasa dingin dan harapan yang mendadak muncul.​Dylan mengangguk cepat, tetapi ia tetap waspada. Di bawah kaki mereka, predator raksasa itu masih ada.Buaya muara tersebut seolah terusik oleh suara-suara manusia yang mendekat.Ekornya yang besar menghantam semak-semak, menciptakan suara kresek yang berat dan mengerikan.​"Kita harus kasih tanda, Gian. Tapi kita nggak bisa turun." Dylan berpikir cepat. 

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 605: Predator

    Di atas rumah pohon yang reyot itu, Dylan terpaku.Di tengah deru angin dan gesekan dedaunan, telinganya yang tajam menangkap sesuatu yang berbeda.Sebuah suara yang sangat ia kenal, meski terdengar samar dan terdistorsi oleh jarak serta lebatnya kabut.​"Mommy .... " bisik Dylan pelan. Matanya melebar, menatap ke arah kegelapan di balik rimbunnya hutan. "Gian! Aku dengar suara Mommy! Mereka di sana!"​Giandra, yang sedang berusaha mengatur napasnya yang sesak, menggelengkan kepala dengan cepat.Wajahnya yang kotor tampak sangat sangsi. "Nggak ada suara apa-apa, Lan. Cuma suara angin. Kamu cuma berhalusinasi karena kita terlalu capek."​"Nggak, Gian! Aku yakin itu Mommy!" Dylan bergerak menuju pinggiran lantai kayu yang sudah lapuk, hendak menggapai batang pohon untuk turun."Kamu mau ke mana Dylan?""Kita harus turun

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 604: Gantungan Kunci

    Cahaya senter dari tim SAR terus menyapu permukaan tanah yang dipenuhi daun kering dan lumpur hitam.Febby berjalan dengan napas yang mulai tersengal, namun setiap kali kakinya terasa lemas, bayangan wajah Dylan yang ketakutan memaksanya untuk terus melangkah.Dirga berada tepat di sampingnya, memegang lengan Febby dengan kuat agar istrinya itu tidak terperosok ke dalam akar beringin yang menjulur liar.​"Sabar, Sayang. Kita pasti temukan dia," bisik Dirga, meski matanya sendiri terus bergerak gelisah menyisir kegelapan.​Tiba-tiba, komandan tim SAR yang berada paling depan mengangkat tangan, memberi isyarat agar seluruh barisan berhenti."Semuanya, diam! Matikan suara radio!"​Hening seketika menyergap.Satu-satunya yang terdengar hanyalah desau angin yang menggesek dahan-dahan tua dan suara napas berat para pencari.Anjing pelaca

  • Ah! Enak Mas Dokter   Bab 603: Rumah Pohon

    "Aku ngantuk Dylan." Giandra terus merengek."Tidurlah.""Tapi aku takut, kalau kita tidur nanti ada hewan buas mangsa kita.""Nggak akan," jawab Dylan datar. "Tidurlah. Biar aku yang jaga kamu."Kedinginan yang menggigit tulang akhirnya memaksa kelopak mata Dylan dan Giandra terpejam karena kelelahan yang luar biasa.Di bawah naungan akar beringin yang lembap, kedua bocah itu tertidur dalam posisi saling meringkuk, berusaha membagi sisa kehangatan tubuh yang kian menipis.​Giandra tampak mengigau pelan. Dalam tidurnya yang tidak nyenyak, ia bermimpi sedang berada di meja makan rumahnya yang mewah.Di hadapannya tersaji sepiring besar nasi goreng wagyu kesukaannya, lengkap dengan telur mata sapi yang masih panas dan kepulan uap yang menggugah selera.Tangannya baru saja hendak menyuapkan sesendok penuh nasi goreng itu

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status