Share

9.

last update publish date: 2025-12-11 16:03:43
Langkah para tetua semakin dekat, suara dentuman Qi mereka mengguncang dinding lembah. Debu dan batu kecil berjatuhan.

Waktu mereka tinggal hitungan detik.

"Aku harus kembali. Jika tidak, mereka akan menemukanmu," ucap Bai Yuer kepada Ling Xuan tampak dengan mata berkaca-kaca. "Aku... akan menunggumu sampai kapanpun, meski semua orang menganggapku gila.”

Wajah Ling Xuan melunak sedikit, mendekatkan diri kehadapannya hingga napas mereka bersentuhan. Tangan lelaki itu bergerak memegang dagu lembut
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin penasaran
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Aku Bangkit dari Lembah Neraka   104. Bayangan di Balik Jeruji Sunyi

    Jauh di ujung utara daratan, tersembunyi di balik badai salju abadi dan kabut beracun, berdirilah sebuah benteng raksasa yang seolah dipahat dari tulang-belulang bumi. Penjara Batu Sunyi. Nama itu adalah sebuah ironi yang sangat kejam, sebab tempat itu tidak pernah benar-benar sunyi. Sepanjang siang dan malam, lolongan penderitaan dari para kultivator yang meridiannya dihancurkan atau jiwanya disiksa terus bergema, memantul di antara dinding-dinding batu obsidian yang dingin dan lembap. Di tempat inilah, keputusasaan bukan sekadar luapan perasaan, melainkan udara nyata yang dihirup setiap detik.Di ruangan terdalam penjara tersebut, yang diterangi oleh obor-obor berapi hijau redup, udara terasa seribu kali lebih menindas. Ruangan itu berbentuk melingkar, dengan lantai yang dipenuhi alur ukiran formasi darah yang terus berdenyut memancarkan hawa kematian.Di atas sebuah kursi batu yang dipahat menyerupai tumpukan tengkorak, duduklah seorang pria paruh baya dengan jubah hitam yang disul

  • Aku Bangkit dari Lembah Neraka   103. Warisan Darah, Api, dan Pecahan Jiwa

    Di dalam gua yang remang oleh pendar kristal api, suhu mendadak melonjak drastis. Udara bergetar, terdistorsi oleh gelombang panas yang tak kasat mata. Ling Xuan duduk bersila, mengatupkan rahangnya kuat-kuat hingga urat-urat di lehernya menonjol. Di belakangnya, ilusi Mahkota Jiwa berputar lambat, memancarkan tekanan spiritual yang menahan agar gelombang panas itu tidak menyentuh ranjang batu tempat Bai Yuer dan putra mereka, Ling Ziyu, terlelap.​"Kau benar-benar gila, Xuan'er," suara Mu Qinghe terdengar lirih dari dalam gelang kayu, dipenuhi campuran antara teguran dan rasa bangga yang pedih. "Mencabut artefak yang sudah menyatu dengan fondasi Dantian-mu sama saja dengan merobek jantung kultivasimu sendiri."​Ling Xuan tidak menjawab. Fokusnya sepenuhnya tertuju ke dalam tubuhnya. Di pusat Dantiannya, sebuah pusaran energi berputar ganas mengelilingi sebuah batu merah menyala, Batu Api Langit. Artefak purba itulah yang selama ini menjadi sumber kekuatan destruktifnya, yang membangk

  • Aku Bangkit dari Lembah Neraka   102. Tangisan di lembah kematian

    Lembah Nadi Bumi yang selama tujuh bulan ini bergejolak ganas, malam itu mendadak hening. Debu-debu batu yang biasanya melayang tak tentu arah akibat anomali gravitasi kini mengendap tenang di atas tanah yang retak. Di tengah kawah sisa terobosan kultivasinya, Ling Xuan berdiri mematung layaknya sebuah monumen dewa perang.​Aura dari Ranah Batu Surga masih berdenyut samar di balik kulitnya. Setiap hela napasnya seolah beresonansi dengan detak jantung bumi di bawah kakinya. Matanya yang sedingin es menatap lurus menembus kegelapan malam, menuju ufuk utara. Ke arah Penjara Batu Sunyi.​Namun, sebelum niat membunuhnya sempat mengembun menjadi tindakan, keheningan lembah itu terkoyak.​Bukan oleh serangan musuh, melainkan oleh sebuah jeritan tertahan dari arah gua persembunyian yang dijaga ketat oleh formasi ilusi tingkat tinggi.​Ling Xuan tersentak. Niat membunuh yang selama tujuh bulan ia asah dengan darah dan penderitaan tiba-tiba runtuh tak bersisa. Hanya dalam satu kedipan mata, sos

  • Aku Bangkit dari Lembah Neraka   101.

    ​Ruang interogasi itu kini diliputi sunyi yang mencekam, hanya menyisakan bau anyir darah dan aroma kematian yang ganjil. Mayat anggota Sekte Bayangan yang tadi meronta kini telah berubah total menjadi patung abu-abu yang retak-retak, seolah seluruh cairannya telah tersedot habis oleh teknik terlarang Ling Xuan.​Hou Yan memberi isyarat pendek kepada anak buahnya. Tanpa suara, mereka bergerak cepat membersihkan sisa-sisa interogasi, memastikan tidak ada satu pun jejak yang tertinggal di markas bawah tanah Yanbara tersebut.​Di tengah ruangan, Ling Xuan berdiri mematung. Tangannya masih sedikit gemetar, bukan karena takut, melainkan efek samping dari Jarum Penembus Roh yang baru saja membebani sarafnya. Namun, rasa sakit fisik itu kalah jauh oleh bayangan yang terus berputar di kepalanya: Ling Rou dan Ling Yue, kedua adik perempuannya, terikat oleh akar hitam pekat dan disebut sebagai "wadah" oleh suara-suara dingin dalam memori sang target.​Aura dingin mulai bocor dari tubuh Ling Xua

  • Aku Bangkit dari Lembah Neraka   100.

    Ling Xuan mengubah pendekatannya. Ia tidak mencoba menembus memori utama sang target secara paksa. Alih-alih, ia menggunakan gelombang jiwanya untuk menyentuh lapisan emosi pria itu: rasa takut akan kegagalan, loyalitas buta, dan penyesalan terpendam.​Napas target mulai memburu. Keringat dingin menetes dari dahinya, otot-otot rahangnya menegang. Tapi luar biasa, ia masih menolak untuk bicara.​Ling Xuan akhirnya membuka suara. Nadanya sangat datar, namun menusuk. "Huan Ming tidak akan datang untuk menyelamatkanmu."​Terjadi reaksi mikro. Kelopak mata target sedikit berkedut. Hou Yan yang berdiri di belakang memperhatikan detail kecil itu.​Ling Xuan mencondongkan tubuhnya ke depan, melanjutkan serangannya. "Dia bahkan tidak berani datang sendiri ke Yanbara untuk mengurus urusannya."​"Pemimpin Agung tidak perlu turun tangan secara langsung hanya untuk mengurus tikus kota kotor seperti kalian," balas target akhirnya buka suara, nada suaranya dipenuhi arogansi.​"Atau mungkin..." Ling

  • Aku Bangkit dari Lembah Neraka   99.

    Di tengah gelapnya malam Yanbara, target yang baru keluar dari Paviliun Bunga Malam berjalan cepat menyusuri gang sempit di distrik utara. Dinding-dinding batu di sekitarnya sudah tua dan berlumut, disinari oleh cahaya lentera yang redup dan dikepung bau karat logam bercampur arak basi. Meskipun suara hiruk-pikuk kota masih terdengar samar di kejauhan, gang ini relatif kosong dan sepi.​Target itu bukanlah orang bodoh. Ia sengaja memilih jalur yang berkelok-kelok, menunjukkan bahwa ia tetap waspada meskipun belum menemukan ancaman yang pasti.​Di belakangnya, Ling Xuan dan Hou Yan membuntuti dengan jarak aman. Hou Yan berjalan setengah langkah di belakang tuannya, masih berakting mabuk sambil merangkul bahu Ling Xuan. Percakapan mereka terdengar seperti gumaman tak jelas orang yang kehilangan kesadaran.​Namun di balik akting konyol itu, Hou Yan sedang melakukan persiapan mematikan. Dengan gerakan jari yang sangat halus, ia mengaktifkan tiga artefak kecil yang tersembunyi di balik len

  • Aku Bangkit dari Lembah Neraka   73. Menuju Aula Dalam

    Bai Yuer mengerutkan kening. Napasnya terasa dangkal. Batu Es Murni di dalam tubuhnya berdenyut lemah, tidak kacau, tapi juga tidak stabil seperti biasanya.“Aku bilang, aku baik-baik saja,” katanya, tapi suaranya tidak sekeras niatnya.Ling Xuan tidak membantah. Ia hanya memperhatikan wajahnya leb

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Aku Bangkit dari Lembah Neraka   75. Ambruk

    Sebenarnya, Su Yan sudah berada di sana sejak tadi.Sejak Ling Xuan melangkah menuju Aula Dalam, membawa seorang gadis di sisinya.Awalnya, Su Yan hanya berniat mengikuti dari jauh. Bukan karena curiga. Ia hanya… heran. Ling Xuan jarang membawa siapa pun ke Aula Dalam. Lebih jarang lagi membawa seo

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Aku Bangkit dari Lembah Neraka   69. Mu Qinghe dan Sekte Bayangan

    Angin malam berhenti.Mu Qinghe tidak menjawab ancaman itu. Namun di balik tatapannya yang tenang, sesuatu yang lama terkunci… akhirnya bergerak.Jauh sebelum Mu Qinghe dikenal sebagai Tabib Agung Sekte Pohon, dunia kultivasi sudah lama memikul masalah yang sama.Wilayah yang terlalu sering dipakai

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Aku Bangkit dari Lembah Neraka   70. Dijadikan kambing hitam

    Angin malam kembali bergerak.Mu Qinghe menarik napas pelan. Kenangan itu tidak lagi menekannya seperti dulu, tapi bekasnya masih jelas. Ia berdiri di tempat yang sama, menghadap wilayah yang sudah mulai berubah lagi.Di kejauhan, bayangan Sekte Bayangan masih berdiri menunggu.Mu Qinghe tahu satu

    last updateLast Updated : 2026-03-30
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status